
" Sayang betah banget kamu tidur, aku mohon sadarlah." Sambung tuan muda David.
Karena lelah tuan muda David tidur dengan posisi duduk dan kepalanya bersandar di ranjang dengan menggunakan ke dua tangannya.
Dua Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya sudah dua bulan Karen masih berbaring di ranjang dalam kondisi masih koma sepertinya masih betah memejamkan matanya.
Tuan muda David duduk di sofa sambil memangku laptop untuk mengerjakan semua pekerjaan kantor di rumah sakit sambil menemani istrinya yang sedang terbaring di ranjang sambil sekali-sekali melirik ke arah istrinya yang masih setia memejamkan matanya.
Tanpa sepengetahuan tuan muda David, Karen menggerakkan jari jemarinya kemudian tidak berapa lama perlahan membuka matanya.
" Aku di mana?" Tanya Karen lirih nyaris tidak terdengar.
Tuan muda David yang mempunyai pendengaran tajam langsung mendengar suara lirihan istrinya sontak langsung memalingkan wajahnya ke arah Karen kemudian meletakkan laptopnya di meja dekat sofa dan berjalan dengan cepat ke arah ranjang.
" Sayang kamu sudah sadar?" Tanya tuan muda David.
" Aku haus." Ucap Karen tanpa menjawab ucapan suaminya.
" Sebentar." Ucap tuan muda David singkat sambil mengambil gelas dan meletakkan sedotan ke mulut istrinya.
" Di minum sayang." Ucap tuan muda David sambil tersenyum bahagia.
Karen langsung menyedot air hingga menyisakan setengah gelas.
" Sudah." Jawab Karen
Tuan muda David meletakkan kembali gelas tersebut di meja dekat ranjang kemudian duduk di kursi samping ranjang istrinya.
" Apakah ada yang sakit?" Tanya tuan muda David.
" Kepalaku sakit sekali." Ucap Karen sambil ke dua tangannya perlahan digerakkan dan diarahkan kepalanya.
Tuan muda David menekan tombol darurat dan tidak berapa lama dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan ICU.
" Dokter, kepala istriku sakit tolong periksa dok." Pinta tuan muda David
Dokter dan perawat terkejut karena baru kali ini tuan muda David mengatakan kata tolong tapi mereka langsung melupakan sesaat karena ada yang lebih penting yaitu mengecek kondisi pasien.
" Maaf, kami harap tuan menunggu di luar." Ucap perawat.
" Baik." Jawab tuan muda David sambil menatap istrinya untuk tersenyum kemudian meninggalkan mereka.
Tidak berapa lama pintu ruangan ICU di buka tampak seorang dokter berjalan ke arah tuan muda David sedangkan tuan muda David langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya tuan muda David
" Istri tuan sudah sadar dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." Ucap dokter tersebut.
Tuan muda David tersenyum bahagia mendengar ucapan dokter tersebut dan tidak berapa lama pintu ruangan ICU terbuka dan tampak dua orang perawat mendorong brankar di mana Karen sedang berbaring menuju ke arah ruang perawatan.
" Sayang, adakah yang sakit?" Tanya tuan muda David sambil duduk di kursi samping ranjang istrinya.
" Kepalaku masih sedikit pusing dan aku sudah mengingat semuanya." Ucap Karen
" Apa yang kamu ingat?" Tanya tuan muda David
" Aku adalah seorang..." Ucapan Karen terputus karena ponsel milik suaminya berdering
" Seorang apa?" Tanya tuan muda David penasaran
" Angkat saja dulu siap tahu penting." Ucap Karen
" Bagiku kamu yang lebih penting." Ucap tuan muda David
Karen tersenyum bahagia mendengar ucapan suaminya yang sangat perduli padanya sambil menatap wajah tampan suaminya seakan tidak percaya apa yang barusan di dengarnya.
" Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya tuan muda David
" Apakah aku tidak salah mendengar?" Tanya Karen
" Kalau aku lebih penting dari apapun." Ucap Karen mengulangi perkataan suaminya.
" Iya kamu lebih penting dari apapun, kamu maukan memberikan kesempatan ke dua untukku?" Tanya tuan muda David
Karen hanya menganggukkan kepalanya tapi dirinya masih bingung dengan perubahan suaminya yang tiba-tiba biasanya lebih dingin, angkuh dan cuek.
" Kamu tahu sayang, sejak kamu mengalami kecelakaan aku baru menyadari akan perasaanku kalau aku sangat mencintaimu dan tidak ingin berpisah denganmu." Ucap tuan muda David
" Lalu bagaimana dengan surat perjanjian?" Tanya Karen
" Lupakan surat perjanjian karena aku ingin kamu adalah istriku satu-satunya dan tidak ada wanita lain terlebih di sini sudah ada anak kita." Ucap tuan muda David sambil membelai perut istrinya yang sudah mulai agak buncit.
" Aku hamil?" Tanya Karen seakan tidak percaya sambil memegang tangan suaminya yang sedang membelai perutnya.
" Iya sayang kamu hamil, kita akan menjadi orang tua." Ucap tuan muda David.
Karen hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya di tambah perubahan mendadak suaminya yang membuat dirinya sangat bahagia.
" Terima kasih sayang, sudah mencintaiku." Ucap Karen
__ADS_1
Ponsel milik tuan muda David berdering kembali.
" Sayang, angkatlah teleponnya." Pinta Karen
" Baiklah." Jawab tuan muda David sambil melepaskan genggaman tangan istrinya kemudian mengambil ponselnya.
" Hallo tuan." Panggil asisten Han
" Ya ada apa?" Tanya tuan muda David
" Maaf tuan, di perusahaan lagi ada masalah tuan bisa datang?" Tanya asisten Han
Tuan muda David menatap wajah cantik istrinya dan istrinya mengerti arti tatapan suaminya membuat Karen hanya menganggukkan kepalanya tanda tidak apa-apa dirinya di tinggal dan mengijinkan suaminya pergi ke kantor.
" Baiklah aku akan ke kantor." Jawab tuan muda David
tut tut tut tut tut
Tanpa menunggu jawaban tuan muda David langsung mematikan sambungan alat komunikasi.
" Sayang, di kantor ada masanya kamu tidak apa-apa kan aku tinggal?" Tanya tuan muda David
" Tidak apa-apa sayang, tapi bolehkah aku meminta sesuatu?" Tanya Karen
" Boleh, meminta apa?" Tanya tuan muda David
" Aku ingin meminta ponselku karena aku bosan kalau tidak melakukan apa-apa." Ucap Karen
" Maaf sayang, ponselmu rusak waktu kamu mengalami ..." Ucap tuan muda David menggantungkan kalimatnya
" Oh, ya sudah deh tidak apa-apa." Ucap Karen pasrah.
Tuan muda David yang melihat wajah sedih Karen tidak tega membuat tuan muda David memberikan ponselnya.
" Pakai ponselku saja." Ucap tuan muda David.
" Tidak usah sayang, sayangku lebih membutuhkan ponsel ini." Ucap Karen sambil mendorong ponsel milik suaminya.
" Ponselku ada dua, ponsel ini hanya ada nomermu tapi karena hilang jadi pakailah ponselku nanti aku beli lagi." Ucap tuan muda David sambil memegang ponselnya dan mengetik sesuatu kemudian diberikan ke istrinya.
" Terima kasih sayang." Jawab Karen sambil tersenyum bahagia.
cup
" Sama-sama sayang, jaga dirimu." Ucap tuan muda David kemudian mengecup bibir istrinya dengan singkat.
__ADS_1
Tuan muda David membelai perut istrinya kemudian mengecup perut Karen setelah itu meninggalkan Karen sendirian.
" Sayang, aku akan meminta dua orang untuk menjagamu yang pertama jaga di luar dan satu lagi menjaga di sini." Ucap tuan muda David sambil membuka kenop pintu dan menutupnya.