Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Maukah bibi memenuhi permintaanku?


__ADS_3

Di tempat yang berbeda Karen menggengam erat ponselnya sambil menghapus air matanya dengan kasar.


" Hiks... hiks...hiks.. daddy maafkan mommy." Ucap Karen sambil terisak.


Setelah puas menangis Karen turun dari ranjang dan mengambil tas yang dulu di simpannya di kolong tempat tidur sambil tasnya di tepuk-tepuk karena ada debunya setelah selesai Karen berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian miliknya dan memasukkan ke dalam tas.


" Maafkan aku dad, bukannya aku tidak mencintaimu tapi aku tidak bisa kehilangan ayah kandungku semoga daddy menemukan penggantiku yang lebih baik dariku." Ucap Karen sambil menarik resleting hingga tertutup sempurna.


" Maafkan mommy, kalian akan berpisah dengan daddy kalian. Maafkan sikap egois mommy yang lebih memilih kakek kalian dari pada daddy kalian." Sambung Karen sambil mengusap perutnya.


Setelah selesai Karen meletakkan tas tersebut di samping lemari kemudian Karen berjalan ke arah kamar mandi dan membersihkan wajahnya agar suaminya tidak curiga padanya. Selesai membasuh wajahnya Karen keluar kamar menuju ke arah dapur.


" Aku akan buatkan makanan terakhir untuk suamiku karena setelah ini aku tidak bisa melakukannya lagi." Ucap Karen sambil tersenyum miris.


Karen mengeluarkan bahan-bahan makanan dengan di bantu kepala pelayan.


" Bibi." Panggil Karen sambil memasukkan bahan-bahan masakan.


" Iya nyonya." Jawab kepala pelayan


" Bibi jika seandainya aku sudah tidak ada di sini lagi maukah bibi memenuhi permintaanku?" Tanya Karen


" Kenapa nyonya bicara seperti itu? Bibi melihat hubungan tuan dan nyonya baik-baik saja." Ucap kepala pelayan


" Memang benar, tapi ada sesuatu yang tidak bisa aku katakan kenapa aku melakukan ini. Jadi aku mohon sama bibi maukah bibi memenuhi permintaanku?" Tanya Karen mengulangi perkataannya.


" Permintaan apa yang nyonya inginkan dariku?" Tanya kepala pelayan penasaran


" Bibi sudah tahu kesukaan masakan suamiku dan sudah tahu bahan-bahannya, jadi aku mohon masaklah seperti yang aku lakukan selama ini. Aku juga ingin jika aku sudah tidak ada tolong jaga suamiku karena suamiku menganggap bibi sebagai ibunya. Katakan padanya aku sangat mencintai suamiku dan maaf aku tidak ada pilihan lain. Bibi maukan memenuhi permintaanku?" Tanya Karen sambil memegang meja dapur.


" Iya bibi akan lakukan walau bibi sangat berharap nyonya jangan pergi dari mansion. Jujur nyonya sejak kedatangan nyonya di mansion semua penghuni mansion termasuk bibi merasakan mansion ini penuh warna tidak ada lagi kesedihan ataupun kemarahan dari tuan muda David." Ucap kepala pelayan.


" Terima kasih bi, bibi dan semua penghuni mansion mau menerima diriku." Ucap Karen


Kepala pelayan hanya diam, mereka berdua melanjutkan kegiatan masaknya setelah selesai Karen berjalan ke arah tangga dan diikuti oleh kepala pelayan.


" Bibi, ikut aku ada yang ingin aku katakan." Ucap Karen

__ADS_1


" Baik nyonya." Jawab kepala pelayan


Karen dan kepala pelayan berjalan menaiki anak tangga, mereka masuk ke dalam kamar Karen.


" Bi, duduk dulu ya aku mau mandi dulu." Ucap Karen


" Baik nyonya." Jawab kepala pelayan patuh


Karen berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah lima belas menit Karen selesai mandi dengan menggunakan jubah handuk kemudian berjalan ke arah lemari untuk memakai dress warna putih dengan menggunakan uangnya sendiri ketika dirinya beberapa hari yang lalu belanja di mall bersama bodyguardnya bernama Veni.


" Nyonya cantik sekali." Puji kepala pelayan


" Terima kasih bi." Jawab Karen sambil tersenyum


" Boleh bibi menyisiri rambut nyonya?" Tanya kepala pelayan


" Boleh bi." Jawab Karen


Kepala pelayan itupun menyisir rambut Karen setelah selesai Karen memakai bedak agar terlihat segar dan menutupi mata sembabnya. Karen membuka laci meja rias dan diberikan ke kepala pelayan kotak berwarna merah.


" Nyonya ini terlalu mahal." Ucap kepala pelayan


" Tidak bi, ini tidak berarti dibandingkan bibi yang telah merawat suamiku sejak kecil hingga sekarang dan juga aku ingin bibi memakainya agar bibi selalu ingat padaku." Ucap Karen sambil berdiri dan mengambil kalung tersebut dan dipakaikan ke leher kepala pelayan.


" Cantik seperti hati bibi yang cantik." Jawab Karen sambil tersenyum dan memeluk kepala pelayan dari arah samping


" Terima kasih nyonya, saya sangat beruntung memiliki majikan sebaik nyonya. Maaf nyonya saya tidak pantas di peluk." Ucap kepala pelayan


" Siapa bilang tidak pantas, ayo kita turun bi sebentar lagi suamiku pulang." Jawab Karen


" Baik nyonya." Jawab kepala pelayan


Merekapun keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga. Di pertengahan anak tangga tiba-tiba Karen terpeleset tapi kepala pelayan langsung dengan sigap menahan tangan Karen.


Karen langsung memegang pinggiran besi pembatas tangga agar dirinya tidak terpeleset namun naas kepala pelayan yang terpeleset dan jatuh berguling-guling.


" Akhhhhh..." Teriak kepala pelayan dengan kencang

__ADS_1


" Bibi!!!" Teriak Karen


" Bibi!!!" Teriak tuan muda David dan asisten Han tiba-tiba datang.


Tuan muda David langsung berlari dan menggendong kepala pelayan ala bridal style.


" Karen!!! ternyata selain kamu wanita murahan kamu juga telah tega mendorong bibi. Kamu sangat jahat aku sangat menyesal menikah denganmu." Bentak tuan muda David


duar


duar


Bagai petir di siang hari Karen sangat terkejut dengan ucapan suami yang sangat dicintainya.


" Apa maksudmu dad?" Tanya Karen sambil berjalan perlahan menuruni anak tangga


" Jangan panggil aku daddy dari mulut sampahmu, Han kasih foto-foto perselingkuhan istriku." Ucap tuan muda David sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu utama menuju garasi mobil.


Asisten Han memberikan foto-foto ke arah Karen dan Karen pun menerima pemberian dari asisten Han, Karen melihat foto dirinya bersama seorang pria tapi wajahnya sengaja di buat blur.


" Penjaga tahan Karen jangan sampai dia kabur dari mansion." Ucap tuan muda David sambil melanjutkan langkahnya dan diikuti oleh asisten Han.


" Baik tuan." Jawab bodyguard tersebut.


" Maaf nyonya, nyonya tunggu di kamarnya." Ucap bodyguard dengan nada sopan.


" Baik." Jawab Karen sambil menahan rasa sakit di hatinya dengan ucapan suaminya.


Karen berusaha agar air matanya tidak keluar sambil naik kembali ke kamarnya.


xxxxxxx


Asisten Han mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sedangkan tuan muda David memeluk kepala pelayan yang sudah di anggap ibunya.


" Aku sangat membencinya, aku tidak menyangka ternyata Karen sama seperti wanita lainnya. Dia berani selingkuh dan ke dua anak yang di dalam kandungannya ternyata bukan anak kandungku. Aku sangat membencinya terlebih Karen juga tega mendorong bibi padahal bibi sudah baik padanya." Ucap tuan muda David.


" Maaf tuan, apakah tuan lebih baik bertanya dulu apakah benar yang dikatakan Veni?" Tanya asisten Han

__ADS_1


__ADS_2