
Karen duduk di taman sambil menikmati udara pagi
( " Aku berharap operasi wajah suamiku berjalan dengan lancar agar suamiku bisa beraktivitas kembali seperti dulu lagi karena kebahagiaan suamiku merupakan kebahagiaan diriku." Ucap Karen dalam hati ).
Karen memandangi taman bunga yang berada dekat dengan rumah sakit hingga tidak berapa lama ponselnya berdering. Karen mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tas. Karen melihat asisten Han menghubungi dirinya.
" Hallo kak Han." Panggil Karen
" Nyonya, tuan muda David menanyakan nyonya. Nyonya ada di mana sekarang?" Tanya asisten Han.
" Aku ada di taman bunga dekat rumah sakit, aku akan ke sana sekarang." Ucap Karen sambil berdiri dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.
Karen berjalan menuju ke ruang perawatan VVIP untuk menemui suaminya.
ceklek
Karen membuka pintu dan melihat suaminya sedang berbaring sambil menatap dirinya sednagkan asisten Han berdiri kemudian menundukkan kepalanya tanda hormat dan meninggalkan mereka berdua.
" Suamiku mencariku?" Tanya Karen
" Hmmmm." Jawab tuan muda David berupa deheman.
" Ada apa suamiku?" Tanya Karen
" Apakah kamu tidak mengucapkan selamat karena operasiku berjalan lancar dan seminggu lagi perban pada wajahku akan di buka." Ucap tuan muda David.
" Selamat karena operasinya berjalan dengan lancar dan semoga suamiku wajahnya semakin bertambah tampan." Ucap Karen sambil tersenyum dengan tulus.
Tuan muda David membalas senyuman Karen dan berharap apa yang dikatakan oleh Karen dapat terkabul dan wajahnya tidak cacat lagi.
" Aku sangat lapar suapi aku." Pinta tuan muda David
" Baik suamiku." Ucap Karen
__ADS_1
Karen mengambil mangkok dan mulai menyuapi suaminya hingga habis tidak tersisa kemudian mengambil gelas yang berisi air mineral dan diberikan ke suaminya dengan menggunakan sedotan hingga menyisakan setengah gelas.
" Sekarang suamiku istirahat." Ucap Karen sambil menyelimuti tubuh suaminya sampai ke bahu.
" Temani aku tidur." Pinta tuan muda David.
" Ok." Jawab Karen patuh.
Karen naik ke ranjang suaminya kemudian memeluk tubuh suaminya begitu pula dengan tuan muda David. Tidak berapa lama mereka pun tertidur pulas.
xxxxxxx
Seminggu Kemudian
Hubungan Karen dengan tuan muda David seperti biasa kadang romantis dan kadang dingin sulit di tebak membuat Karen hanya pasrah dan diam sampai pada saatnya nanti Karen akan pergi di saat dirinya tidak dibutuhkan lagi.
Tidak terasa sudah seminggu dan kini saatnya perban yang menutupi wajah tuan muda David di buka. Karen dan asisten Han menunggu dokter membuka perban tersebut dengan jantung berdebar.
Setelah selesai Karen dan asisten tersenyum bahagia karena operasinya berjalan dengan lancar. Karen sudah mempersiapkan diri jika suaminya meminta dirinya bercerai dan Karen akan menerimanya dengan lapang dada.
" Ini tuan." Ucap perawat itu sambil menatapnya tanpa berkedip.
Tuan muda David menerima kaca tersebut dan melihat wajahnya. Tuan muda David tersenyum bahagia karena dirinya sudah tidak cacat lagi.
" Selamat tuan wajah tuan sudah kembali lagi." Ucap asisten Han sambil tersenyum bahagia.
" Sama - sama Han." Jawab tuan muda David sambil tersenyum bahagia.
" Apakah kamu tidak mengucapkan selamat karena wajahku tidak buruk lagi?" Tanya tuan muda David
" Selamat suamiku, suamiku semakin bertambah tampan." Ucap Karen sambil tersenyum tulus dan menatap wajah tampan suaminya yang lebih tampan dari fotonya.
Tuan muda David tersenyum bahagia karena dirinya sudah sempurna karena sudah bisa jalan lagi dan wajahnya sudah tidak cacat lagi.
__ADS_1
" Aku sangat senang, suamiku bisa jalan kembali dan wajah suamiku kini semakin bertambah tampan. Pasti banyak wanita yang akan tergila - gila dengan suamiku." Ucap Karen
" Tentu saja, besok pagi aku akan pergi ke kantor dan kamu di rumah saja." Perintah tuan muda David
( " Walau banyak wanita tergila-gila padaku tapi hanya satu wanita yang aku cintai yaitu kamu istriku, aku tidak ingin kamu berada di kantor karena aku tidak mau kecantikan istriku di lihat orang lain hanya aku yang boleh menikmatinya." Ucap tuan muda David dalam hati ).
" Bagaimana aku bekerja sebagai sekretarismu?" Tanya Karen
" Tidak, kamu di rumah saja." Tolak tuan muda David
Wajah Karen memerah menahan agar air matanya tidak keluar membuat tuan muda David tidak tega. Tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah cantik Karen.
" Baiklah tapi asalkan kamu jangan pernah mengatakan kalau kita sudah menikah." Ucap tuan muda David
" Baik suamiku, aku akan ingat pesan suamiku." Ucap Karen sambil tersenyum menahan luka dihatinya.
" Syukurlah kalau kamu mengingatnya. Sekarang ambilkan makanan itu dan suapi aku." Perintah tuan muda David.
" Baik suamiku." Jawab Karen sambil tersenyum kembali.
Karen dengan patuh mengambil mangkok dan menyuapi suaminya dengan telaten tanpa membantah sedikitpun.
( " Maaf sayang, bukannya aku tidak mau mengakuimu sebagai seorang istri tapi banyak musuh yang akan menyerangku kembali melalui dirimu. Sungguh aku tidak sanggup jika aku harus kehilanganmu." Ucap tuan muda David dalam hati ).
Karen menyuapi bubur sesuap demi suap hingga habis tanpa sisa kemudian menaruh kembali mangkok ke atas meja dekat ranjang.
" Suamiku sekarang minum ya?" Pinta Karen
Tuan muda David hanya diam tanpa menjawab, Karen mengambil gelas yang sudah ada sedotannya dan diberikan ke mulut suaminya. Tuan muda David meminumnya hingga menyisakan setengah gelas.
" Suamiku bolehkah aku bertanya?" Tanya Karen
" Silahkan." Ucap tuan muda David.
__ADS_1
" Jika seandainya suamiku sudah kembali bekerja dan bertemu dengan seorang gadis dan suamiku mulai menyukainya, apakah suamiku akan mengusirku tanpa perlu menunggu surat perjanjian yang telah telah suamiku buat dan aku tandatangani?" Tanya Karen sambil menatap sendu mata suaminya.