
" Seperti tadi yang aku katakan putriku Karen pergi ke luar negri bersama adik kandungku dan juga anaknya yang nomer dua." Ucap Toni menjelaskan.
" Pergi kemana?" Tanya asisten Han
" Pergi ke negara S." Ucap Toni menjelaskan
" Negara S terlalu luas apakah tahu di mana alamatnya agar mudah langsung ke tempat itu." Ucap asisten Han
" Aku ti..." Ucapannya terpotong karena bayi milik tuan muda David dan Karen menangis kembali.
" Sepertinya lapar makanya menangis." Ucap Toni
" Kalau begitu kita pulang ke mansion." Ucap asisten Han sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.
Seorang bodyguard membuka pintu samping pengemudi dan Toni pun masuk ke dalam mobil dan duduk di samping pengemudi.
" Baik, tapi bisakah aku minta satu hal." Pinta Toni sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Minta apa?" Tanya asisten Han sambil menaikkan salah satu alisnya.
( " Jangan bilang minta uang dua ratus juta kalau memberikan tuan muda kecil untuk diserahkan ke tuan muda David." Ucap asisten Han dalam hati yang masih berpikiran negatif ).
" Tolong perintahkan salah satu pelayan untuk membeli perlengkapan pakaian bayi dan juga susu serta dot." Ucap Toni sambil menggoyangkan ke dua tangannya agar cucunya berhenti menangis.
" Ya ampun kenapa baru ingat sekarang." Ucap asisten Han sambil menepuk keningnya.
Asisten Han menghubungi salah satu bodyguard untuk pergi bersama pelayan untuk membeli perlengkapan pakaian bayi dan juga susu serta dot. Setelah selesai menghubungi asisten Han menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
" Oh iya kenapa kamu memakai mobil tuan muda David?" Tanya asisten Han
" Bolehkah aku cerita dari awal?" Tanya Toni tanpa memperdulikan pertanyaan asisten Han.
__ADS_1
" Silahkan." Jawab asisten Han yang masih penasaran
" Mantan istri ke duaku memfitnah istri pertamaku kalau istri pertamaku selingkuh hingga hamil dengan memberikan bukti-bukti berupa foto-foto dan rekaman video hingga membuatku gelap mata dan menyiksanya sampai pada akhirnya istriku meninggal ketika melahirkan. Bukan itu saja karena aku sangat kecewa aku juga menyiksa anak itu sejak dari kecil." Ucap Toni dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Asisten Han hanya diam mendengarkan cerita selanjutnya.
" Tadi siang aku di sekap oleh mantan istri ke duaku. Mantan istriku mengatakan padaku kalau semua bukti-bukti berupa foto-foto dan video adalah ulah dirinya. Semua bukti itu sebenarnya dirinya dengan kekasihnya... Aku sangat bodoh ternyata selama ini istriku tidak selingkuh dan Karen ternyata adalah putri kandungku.... Aku sangat bodoh... sangat... sangat bodoh." Ucap Toni sambil menjeda kalimatnya.
" Wanita itu menghubungi putriku dengan menggunakan ponselku. Aku berusaha memberontak tapi ke dua tangan dan ke dua kakiku diikat dengan kuat." Ucap Toni
" Untuk apa menghubungi nyonya Karen?" Tanya asisten Han penasaran
" Karen di suruh mengaku kalau dirinya selingkuh dan anak yang dikandungnya adalah anak selingkuhan dari kekasihnya jika tidak aku akan disiksa dan di bunuh." Ucap Toni
" Aku memohon pada putriku untuk tidak memperdulikan diriku tapi wanita itu sangat jahat dia memerintahkan anak buahnya untuk memukulku dengan bertubi-tubi. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan suara tapi Karen berteriak untuk berhenti memukulku dan bersedia menuruti permintaan mereka." Ucap Toni
" Lalu?" Tanya asisten Han
" Setelah itu wanita ular itu memutuskan sambungan teleponnya dan pergi meninggalkan aku bersama putrinya yang bernama Celline." Ucap Toni
" Iya Celline." Jawab Toni
Asisten Han mengambil ponselnya kemudian membuka galeri mencari foto Celline setelah ketemu diperlihatkan ke Toni.
" Apakah wanita ular ini?" Tanya asisten Han
" Iya benar, dia anak wanita ular itu." Ucap Toni
" Si*l." Umpat asisten Han.
" Apakah tuan mengenal bodyguard yang bernama Veni?" Tanya Toni
__ADS_1
" Veni? kenal memangnya kenapa?".Tanya asisten Han
" Dia bekerjasama dengan wanita ular itu dengan memberikan bukti foto-foto putriku sedang selingkuh dengan pria lain dan putriku harus mengakui kalau itu adalah pria selingkuhannya jika tidak maka aku akan di siksa oleh mereka." Ucap Toni
Asisten Han mengepalkan ke dua tangannya dengan erat menahan emosinya.
"Kata wanita itu Veni adalah bodyguard yang di bayar oleh tuan muda David untuk menjaga putriku ternyata adalah ponakan wanita ular itu jadi jika putriku tidak menuruti permintaan wanita ular itu maka aku akan mati di tangan anak buah wanita ular itu." Ucap Toni
" Apa?? Ada lagi yang lainnya? Kenapa kamu bisa bebas dari mereka?" Tanya asisten Han sambil menahan amarahnya.
" Ketika wanita ular itu pergi bersama Celline, mereka melepaskan ikatanku kemudian salah satu dari mereka ingin menembakku tapi aku menarik temannya dan temannya langsung tertembak. Aku memukul pria yang menggunakan pistol tersebut hingga mereka babak belur lalu aku pergi dari tempat itu." Ucap Toni
Asisten Han hanya diam dan mendengarkan cerita selanjutnya.
" Dalam perjalanan aku melihat ada seorang wanita dan pria di hadang segerombolan pria sambil membawa senjata tajam. Aku mendengar dengan jelas percakapan mereka dan wanita itu menyebut dokter Rizky. Aku merasa familiar dengan suara wanita itu seperti suara putriku Karen dan ketika wanita itu sedang berpaling ternyata memang benar kalau wanita itu adalah putriku." Ucap Toni
" Apa yang dikatakan dokter itu?" Tanya asisten Han.
" Dokter itu bilang kalau kakeknya mati karena dokter itu yang memberinya racun. Dokter itu sengaja melakukan itu agar putriku terpukul karena mengira tidak menyelamatkan nyawa kakeknya." Ucap Toni
" Putriku sangat kesal dan menampar dokter itu dan mengatakan gara-gara ulahnya putriku berhenti menjadi dokter karena merasa bersalah tidak bisa menyelamatkan nyawa pasiennya tapi ternyata itu ulahnya." Sambung Toni
" Lalu?" Tanya asisten Han
" Dokter itu mengatakan karena dirinya sangat kesal dan dendam dengan kakeknya karena ingin mencabut fasilitasnya dan semua harta warisan akan diberikan ke cucu lain karena itulah dokter itu sangat kesal dan sengaja membunuh kakeknya dengan cara di racun dan juga putriku akan merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan kakeknya. Dokter itu juga mengatakan hatinya sangat puas melihat kesedihan di mata putriku ketika kakeknya meninggal." Ucap Toni
" Kemudian mereka berkelahi dan aku ingin menolong putriku karena putriku terkena pukulan benda keras." sambung Toni
" Apa?? terus?" Tanya asisten Han dengan nada terkejut dan penasaran.
" Ketika aku mendekati putriku bersamaan kedatangan segerombolan pria berseragam hitam-hitam membantu putriku dan juga bodyguard. Di saat itu juga aku mengajaknya ke dalam mobil untuk melarikan diri tapi pas di dalam mobil putriku tidak sadarkan diri." Ucap Toni
__ADS_1
" Aku langsung membawanya ke rumah sakit kemudian menghubungi adikku yang bernama Tono untuk membawa putriku keluar negri sedangkan aku akan memberi perhitungan dengan wanita ular itu." Sambung Toni
" Lalu kenapa tuan muda kecil ada padamu?" Tanya asisten Han