Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Dokter Sandra dan Asisten Han


__ADS_3

" Aku tidak ingin merepotkan kak Han." Jawab dokter Sandra


" Tidak kok, ayo kita jalan." Jawab asisten Han sambil menarik tangan dokter Sandra ke arah garasi mobil.


Dokter Sandra hanya pasrah mengikuti asisten Han dan berangkat menuju ke rumah sakit Pelita Kasih. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit.


" Kak Han mau menungguku atau langsung pulang?" Tanya dokter Sandra


" Tunggu saja boleh?" Tanya asisten Han


" Boleh saja tunggu di ruanganku saja." Ucap dokter Sandra


" Ok." Jawab asisten Han singkat


Mereka berdua masuk ke dalam lobby dan berjalan ke ruangan dokter Sandra.


ceklek


Dokter Sandra membuka pintu dan masuk ke dalam diikuti oleh asisten Han.


" Silahkan duduk kak." Ucap dokter Sandra sambil memakai pakaian operasi.


" Ok." Jawab asisten Han sambil melihat sekeliling ruangan dokter Sandra.


" Aku pergi dulu ya kak." Pamit dokter Sandra meninggalkan asisten Han sendirian di ruangannya.


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sepeninggal dokter Sandra ponsel milik dokter Sandra berdering awalnya asisten Han membiarkannya tapi karena berdering terus akhirnya asisten Han membuka tas dokter Sandra untuk mengambil ponsel milik dokter Sandra.


" Nomer tidak di kenal." Ucap asisten Han


Asisten Han menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.


" Hallo." Panggil asisten Han


tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak membuat asisten Han agak kesal dan menyimpan kembali ponsel tersebut tapi baru saja dimasukkan ponselnya berdering kembali.


" Hallo." Panggil asisten Han kembali


tut tut tut tut


" Si*l siapa sih yang telephone iseng banget." Gerutu asisten Han


Ponsel berdering kembali dan asisten mengangkat ponselnya tanpa bicara sedikitpun.

__ADS_1


" Hei, cewe murahan tadi siapa yang mengangkat ponselmu? Bagus ya kita baru putus sudah ada penggantinya." Hina pria di sebrang


" Aku calon suaminya, kalau kamu benar-benar laki-laki datang ke sini!!" Bentak asisten Han


tut tut tut tut


Asisten Han langsung mematikan ponselnya secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari pria tersebut.


" Siapa dia laki-laki mulutnya pedes seperti perempuan saja." Omel asisten Han sambil mematikan ponsel milik dokter Sandra kemudian menyimpan kembali ponsel milik dokter Sandra ke dalam tasnya.


" Kenapa aku jadi cemburu?" Tanya asisten Han sambil mengusap wajahnya.


Karena bosan menunggu asisten Han keluar dari ruangan dokter Sandra menuju ke arah kantin. Banyak gadis dan wanita menatap asisten Han dengan tatapan lapar tapi asisten Han tidak memperdulikan hal itu tetap jalan.


Asisten Han memesan makanan dan minuman sambil menunggu pesanan datang asisten Han mengeluarkan ponselnya untuk melihat pekerjaannya.


" Boleh duduk di sini?" Tanya seorang gadis cantik sambil duduk berhadapan dengan asisten Han hanya dibatasi oleh meja.


Asisten Han hanya menatap sekilas kemudian menatap kembali ponselnya tanpa bicara sedikitpun. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum dan berusaha bersabar.


" Boleh kenalan?" Tanya gadis itu


Asisten Han hanya diam malah asyik memegang ponselnya.


Asisten Han tetap diam malah asyik memegang ponselnya tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. Gadis cantik itu tersenyum kecut dan menarik tangannya kembali. Seorang pelayan memberikan makanan dan minuman ke asisten Han barulah asisten Han menyimpan kembali ponselnya.


Tanpa bicara asisten Han memakan dan tidak memperdulikan gadis cantik dihadapannya. Selesai makan dan minum asisten Han berjalan ke arah kasir untuk membayar makanan dan minuman setelah selesai asisten Han pergi meninggalkan gadis tersebut.


( " *Si*l baru kali ini aku diperlakukan seperti ini, biasanya para pria tidak pernah menolak pesonaku tapi pria itu cukup menarik dan membuatku penasaran. Aku akan mengikuti pria itu karena aku ingin tahu sampai berapa lama pria itu akan menolak pesonaku." ucap gadis itu dalam hati* ).


Gadis itupun mengikuti asisten Han, asisten Han yang mempunyai insting kuat melangkahkan kakinya dengan cepat hingga gadis itu kehilangan jejak.


" Si*l cepat sekali jalannya kemana pria itu." Ucap gadis itu sambil berkeliling mencari asisten Han.


Asisten Han membuka pintu ruang praktek dokter Sandra dan berjalan mengelilingi ruangan tersebut. Asisten Han melihat foto di atas meja dan mengambilnya.


" Foto dokter Sandra cantik sekali, apakah dia sudah mempunyai kekasih? Siapa laki-laki itu kenapa bicaranya seperti itu." Tanya asisten Han


" Apakah dokter Sandra benar-benar wanita murahan seperti yang dikatakan oleh pria tadi? Aku tidak perduli dengan masa lalunya walau benar dia bukan wanita baik-baik aku akan menerima dirinya apa adanya asalkan dirinya tidak mengulangi kesalahan yang sama." Sambung asisten Han.


ceklek


Dokter Sandra membuka pintu ruangannya dan melihat asisten Han sedang menatap foto dirinya.


" Sudah selesai?" Tanya asisten Han

__ADS_1


" Sudah kak." Jawab dokter Sandra


" Hmmm kak." Panggil dokter Sandra


" Ya... Ada apa?" Tanya asisten Han sambil menatap wajah cantik dokter Sandra.


" Aku ingin bertemu pemilik rumah sakit ini untuk menyerahkan surat pengunduran diri." Ucap dokter Sandra


" Kapan buatnya?" Tanya asisten Han


" Tadi sebelum operasi aku mampir ke HRD yang kebetulan aku kenal untuk meminta tolong membuat surat pengunduran diri dan selesai operasi aku mengambil surat pengunduran diri." Ucap dokter Sandra


" Kakak temani." Ucap asisten Han


" Baik kak." Jawab dokter Sandra tanpa banyak protes


Mereka pergi ke ruangan pemilik rumah sakit dan menyerahkan surat pengunduran diri. Sebenarnya pemilik rumah sakit ingin menolaknya tapi pemilik rumah sakit tidak mempunyai hak untuk melarangnya. Setelah selesai mereka berdua keluar dari ruangan tersebut bertepatan kedatangan gadis yang bernama Sarah yang tadi ingin berkenalan dengan asisten Han.


" Hallo, kita ketemu lagi." Ucap Sarah sok akrab.


Asisten Han sama seperti sebelumnya tidak memperdulikannya malah dengan sengaja memeluk dokter Sandra dari arah samping.


" Mohon kerjasamanya." Bisik asisten Han


cup


Dokter Sandra memalingkan wajahnya namun bibir mereka malah saling bersentuhan. Asisten Han ingin merasakan kembali bibir dokter Sandra membuatnya memberanikan dirinya untuk mencium bibir dokter Sandra.


Sarah yang melihat asisten Han langsung memalingkan wajahnya sambil ke dua tangannya mengepal dengan erat.


" Kak Han, kenapa menciumku?" Protes dokter Sandra


" Bibirmu manis." Ucap asisten Han sambil menjilati bibirnya


" Auch... sakit.." Ucap asisten Han ketika dokter Sandra mencubit pinggangnya padahal asisten Han tidak merasakan sedikitpun.


" Ini hukuman buat kakak." Ucap dokter Sandra sambil berjalan tapi tangan asisten Han menahan pinggang dokter Sandra.


" Dokter Sandra." Panggil Sarah


Dokter Sandra langsung memalingkan wajahnya ke arah Sarah


" Ada apa Sarah?" Tanya dokter Sandra sambil menatap tajam ke arah Sarah


" Pantesan saja dua hari yang lalu putus dengan tunangan ternyata sudah dapat penggantinya, dasar wanita murahan." Hina Sarah

__ADS_1


__ADS_2