Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Han kita pergi ke negara S


__ADS_3

" Waktu kami sampai di bandara aku menerima telepon setelah selesai telepon aku mencari putriku dan adikku tapi cucuku menangis dan ada wanita yang baik hati memberikan asi. Setelah kenyang aku mencari kembali tapi tidak ketemu kemungkinan besar mereka sudah berangkat. Aku pulang sambil membawa cucuku dalam perjalanan bertemu dengan tuan." Ucap Toni


" Ada yang lainnya?" Tanya asisten Han


" Tidak ada hanya itu yang aku tahu." Jawab Toni.


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambil ponsel untuk menghubungi anak buahnya untuk menangkap orang-orang yang disebutkan oleh Toni kecuali dokter Rizky karena sudah di tangkap ketika mereka menyerang Karen dan bodyguard tuan muda David. Setelah selesai menghubungi ponselnya di simpan kembali ke dalam saku jasnya.


" Kenapa dokter Rizky juga tidak di tangkap?" Tanya Toni


" Segerombolan pria yang berseragam hitam-hitam adalah anak buahku dan mereka sudah di tangkap. Oh iya aku akan menghubungi istriku dulu." Ucap asisten Han


Asisten Han mengambil ponselnya dan mulai menghubungi istrinya. Deringan pertama langsung di angkat.


" Sayang, kamu bersiap-siap untuk pergi ke mansion tuan muda David nanti anak buahku akan menjemputmu." Ucap asisten Han


" Baik sayang." Jawab dokter Sandra


tut tut tut tut


Asisten Han langsung memutuskan ponselnya secara sepihak kemudian menghubungi anak buahnya untuk menjemput istrinya untuk di antar ke mansion tuan muda David. Selesai menghubungi asisten Han menyimpan kembali ponselnya bersamaan mobilnya masuk ke dalam mansion.


Asisten Han dan Toni turun dari mobil sedangkan bodyguard yang merangkap sopir melajukan kendaraannya menuju ke garasi mobil. Dua orang bodyguard membuka pintu utama dan di sambut wakil pelayan karena kepala pelayan masih berada di rumah sakit.


" Tuan muda David kemana?" Tanya asisten Han


" Ada di kamarnya, dari tadi membanting barang-barang." Ucap wakil kepala pelayan


Asisten Han hanya diam dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju ke kamar tuan muda David dengan diikuti oleh Toni.


tok tok tok


ceklek


Asisten Han membuka pintu kamar tuan muda tanpa menunggu sahutan karena dirinya tahu jika tuan muda David enggan menjawab. Asisten Han hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan melihat kamar tuan muda David berantakan seperti dulu lagi vas dan keramik pecah akibat di banting tuan muda David begitu pula dengan tempat tidurnya berantakan.


Asisten Han memberikan kode ke arah Toni untuk menunggu di depan pintu dan Toni pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tampak tuan muda David duduk di ranjang membelakangi mereka sambil menatap ke arah balkon yang terbuka lebar.

__ADS_1


" Tuan." Panggil asisten Han


hening


hening


Oooeeee


Bayi dalam gendong Toni menangis kembali membuat tuan muda David membalikkan badannya.


" Anak siapa itu?" Tanya tuan muda David dengan wajah memerah seperti habis menangis.


" Anak tuan dengan nyonya." Jawab asisten Han


" Bukankah kamu tahu kalau istriku selingkuh?" Tanya tuan muda David


" Tidak tuan, nyonya di fitnah oleh Veni, Celline dan ibunya Celline." Ucap asisten Han


" Fitnah? Bukankah Karen mengatakan kalau bayi dalam kandungannya bukan anakku dan Karen juga mengatakan kalau dirinya selingkuh." Ucap tuan muda David


" Apakah kamu tidak berbohong?" Tanya tuan muda David sambil berdiri dan berjalan mendekati Toni karena bayinya menangis terus.


Entah kenapa hatinya sangat sakit mendengar tangisan bayi tersebut. Tuan muda David mengambil bayi tersebut dan menggendongnya dengan kaku entah kenapa bayi itupun langsung terdiam dan menatap wajah tuan muda David sambil tersenyum.


" Tidak tuan saya mengatakan yang sejujurnya." Ucap asisten Han


" Katakan semuanya." Perintah tuan muda David sambil matanya tidak berhenti menatap wajah bayi yang sangat mirip dengan dirinya.


Asisten Han pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Tuan muda David berusaha menahan amarahnya karena dirinya ingin mendengarkan sampai selesai.


" Begitulah tuan." Ucap asisten Han mengakhiri ceritanya.


" Jadi istriku dan dokter Karen adalah orang yang sama?" Tanya tuan muda David


" Benar tuan, karena itulah nyonya Karen menyembunyikan identitasnya karena merasa bersalah." Ucap asisten Han


duar duar

__ADS_1


Bagai petir menyambar dan batu yang sangat besar menghantam tubuhnya ketika mengetahui bahwa istri dan dokter Karen adalah orang yang sama membuat tubuhnya lemas seperti tidak bertulang. Untunglah asisten Han cepat-cepat mengambil bayi tersebut dan menggendongnya.


Oooeeee


Bayi itupun menangis kembali membuat asisten Han bingung, Toni yang mengerti langsung mengambil alih bayi tersebut.


tok tok tok tok


Dokter Sandra membuka pintu tuan muda David dan melihat ada bayi menangis.


" Bayi siapa?" Tanya dokter Sandra


" Bayi Karen dengan tuan muda David, Sayang tolong panggil pelayan untuk membuatkan susu sepertinya bayinya haus." Ucap asisten Han


Dokter Sandra hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian langsung pergi meninggalkan mereka. Sebenarnya dirinya penasaran karena sahabatnya tidak ada di kamarnya bersama suaminya.


Sepuluh menit kemudian dokter Sandra kembali lagi ke kamar tuan muda David kemudian mengambil alih menggendong bayi tersebut kemudian memberikan dot yang berisi susu formula.


" Ceritakan apa yang terjadi?" Tanya dokter Sandra yang penasaran sejak tadi.


Asisten Han menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi membuat dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan berat.


" Kurang aj*r dokter Rizky gara-gara ulahnya sahabatku dokter Karen merasa sangat terpukul karena pada saat itu dokter Karen sedang ada jadwal operasi kakeknya dokter Rizky tapi tiba-tiba sahabatku bertemu dengan suster kalau tuan muda David sedang marah-marah dan suster tersebut ingin memanggil dokter lain untuk menyuntik obat penenang tapi sahabatku mengajukan diri menolongnya." Ucap dokter Sandra


" Setelah selesai sahabatku kembali ke ruang operasi namun tiba-tiba salah satu suster mengatakan kalau pasiennya meninggal." Sambung dokter Sandra.


" Kenapa dia tidak mengenalku?" Tanya tuan muda David sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Keluar dari ruang operasi Celline menampar sahabatku dan tanpa perlawanan sahabatku menerima tamparan tersebut. Ketika Celline ingin memukul sahabatku lagi dokter Rizky menahan tangan Celline. Sahabatku menangis dan pulang ke rumah namun dalam perjalanan sahabatku di tabrak oleh Celline mantan istrimu." Ucap dokter Sandra


" Sejak kejadian itu sahabatku koma setelah beberapa hari tersadar dan kehilangan sebagian memorinya. Karena itulah tidak mengenalmu dan juga tidak tahu kalau dirinya itu seorang dokter. Ingatannya kembali ketika mengalami kecelakaan waktu sahabatku menyebrang jalan." Ucap dokter Sandra.


" Kenapa istriku tidak menceritakan padaku?" Tanya tuan muda David


" Karena sahabatku masih merasakan sangat bersalah gara - gara dirinya kakeknya dokter Rizky meninggal dan sahabatku tidak pantas menjadi seorang dokter." Ucap dokter Sandra menjelaskan.


" Han kita pergi ke negara S." Ucap tuan muda David sambil berjalan ke arah lemari.

__ADS_1


__ADS_2