Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Takut kenapa?


__ADS_3

Karen menarik tangannya kembali kemudian menghapus air matanya dengan kasar kemudian membalikkan badannya. Tuan muda David melihat mata Karen sembab habis menangis.


" Kenapa istriku menangis?" Tanya tuan muda David dengan nada terkejut.


" Maafkan aku karena masuk tidak mengetuk pintu. Maafkan aku karena aku sangat merindukan suamiku karena itulah aku berlari dari pintu mansion sampai ke kamar untuk menemui suamiku. Sekali lagi maafkan aku, aku akan keluar karena ternyata kehadiranku membuat suamiku marah." Ucap Karen yang tidak henti - hentinya meminta maaf.


Karen membalikkan badannya kembali dan tangan kanannya kembali diarahkan ke gagang pintu kamar untuk membuka pintu kamar mereka.


greb


akhhhhh


Tuan muda David menarik tangan istrinya membuat istrinya kehilangan keseimbangan dan jatuh di pangkuan suaminya. Tuan muda David memegang dagu istrinya dengan perlahan agar menatap dirinya.


" Maaf aku tidak kalau istriku datang ke kamarku. Sungguh aku tidak ada maksud untuk membentakmu." Ucap tuan muda David


Karen langsung melepaskan tangan suaminya yang memegang dagunya kemudian memeluk suaminya dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.


" Hiks... hiks... hiks... maafkan aku juga karena gara - gara tidak sabar untuk bertemu dengan suamiku aku masuk tanpa mengetuk pintu." Ucap Karen sambil menangis.


" Istriku kangen padaku?" Tanya suaminya sambil tersenyum dan membalas pelukan istrinya.


" Iya aku kangen dengan suamiku yang sangat tampan." Ucap Karen sambil hidungnya menghirup aroma tubuh suaminya yang membuat dirinya merasakan nyaman.


Sayang, kumohon berhenti jangan lakukan itu, adik kecilku sudah mulai tegang. Apakah istriku tidak merasakan bokongmu ada yang mengganjal?"Tanya tuan muda David dengan nada mulai berat.


" Aku tahu suamiku." Ucap Karen


" Maka diamlah." Ucap tuan muda David.


Karen langsung terdiam dan berhenti menyium aroma tubuh suaminya.


" Bagus, istriku memang pintar." Ucap tuan muda David.


" Suamiku harum membuatku sangat nyaman. Hmm... suamiku aku mandi dulu ya?... badanku sudah lengket dan pasti bau?" Ucap Karen sambil berusaha bangun dari pangkuan suaminya.


" Tidak istriku, istriku tidak bau tapi harum." Ucap tuan muda David


" Tapi aku ingin mandi dulu ya? Setelah aku selesai mandi ke dua kaki suamiku akan aku pijat lagi." Ucap Karen

__ADS_1


" Baiklah." Jawab tuan muda David sambil melepaskan pelukannya.


cup


Karen berdiri kemudian mencium bibir suaminya.


" Aku mandi tidak lama." Ucap Karen sambil tersenyum.


Karen membalikkan badannya dan meninggalkan tuan muda David yang sedang diam mematung sambil memegangi bibirnya yang baru dicium oleh istrinya.


" Bibirnya terasa sangat manis membuatku selalu ketagihan padahal sudah berulang kali kamu melakukan itu tapi kenapa rasanya seperti candu?" Tanya tuan muda David pada dirinya sendiri.


" Karen... aku sangat mencintaimu... aku bisa gila bila berdekatan dengan dirimu." Ucap tuan muda David.


Tuan muda David memerintahkan kursi rodanya untuk berputar setelah berputar tuan muda David memerintahkan kembali kursi rodanya untuk bergerak ke arah depan. Tuan muda David menikmati pemandangan dari balkon. Setengah jam kemudian pintu kamar mandi terbuka.


Ceklek


Karen membuka pintu kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi sebagian tubuhnya dan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai dan memakai pakaian tersebut.


" Suamiku." Panggil Karen


Karen berjalan ke arah balkon dan mendekati suaminya yang sedang memandangi pemandangan.


" Suamiku." Panggil Karen


Tuan muda David memerintahkan kursi rodanya untuk berputar kemudian menatap wajah cantik istrinya sambil tersenyum.


" Istriku sini." Ucap tuan muda David.


" Tidak suamiku, istrimu ini ingin memijat kaki suamiku yang paling tampan dulu." Ucap Karen sambil tersenyum manis.


Karen duduk di lantai sambil menaruh botol yang tadi dibelinya lewat online dan diletakkan di lantai. Karen menarik perlahan kaki kanan tuan muda David dan diletakkan di pahanya kemudian celana panjang tuan muda David di gulung sampai ke betis kemudian Karen mengambil botol yang tadi di taruh di lantai.


Karen membuka tutup botol dan menuangkan di telapak tangannya kemudian telapak tangannya disatukan untuk di gosok - gosok. Karen dengan lembut memijat kaki tuan muda David, tuan muda David hanya meringis menahan sakit.


" Sakitnya tidak seperti kemarin - kemarin? Kenapa bisa berbeda? Apa karena sekarang di kasih minyak makanya tidak sakit?" Tanya tuan muda David penasaran.


" Kemarin-kemarin itu karena aku mencari titik syaraf kaki makanya suamiku merasakan sakit luar biasa sedangkan yang ini tidak terlalu sakit seperti kemarin-kemarin karena titik syaraf kaki suamiku sudah terbuka. Mungkin seminggu atau dua minggu kurang suamiku bisa berjalan dengan normal dan tidak merasakan sakit lagi." Ucap Karen.

__ADS_1


" Benarkah?" Tanya tuan muda David dengan mata berbinar.


" Benar suamiku, asalkan suamiku semangat menggerakkan ke dua kakinya." Ucap Karen.


" Terima kasih istriku." Ucap tuan muda David.


" Untuk apa?" Tanya Karen dengan nada bingung.


" Kamu bersedia merawat suamimu yang cacat dan lumpuh ini agar aku bisa berjalan kembali." Ucap tuan muda David.


" Kita adalah pasangan suami istri dan sudah sepantasnya jika salah satu dari kita sakit pasti akan merawatnya." Ucap Karen sambil tersenyum manis.


" Kamu tidak takut?" Tanya tuan muda David


" Takut kenapa?" Tanya Karen dengan nada bingung


" Menikahi suami yang wajahnya mirip monster?" Tanya tuan muda David sambil menatap mata istrinya dengan sendu.


Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian tersenyum manis.


" Kita sudah menikah dan aku tidak akan pernah menyesal menikah dengan suamiku. Orang yang aku pandang di depanku sekarang adalah pria yang sangat tampan yang mencintaiku apa adanya dan itu adalah suamiku. Apalagi suamiku punya banyak uang dan bisa menggunakan uang untuk operasi wajah." Ucap Karen


" Memang benar katamu." Ucap tuan muda David sambil membawa senyuman istrinya.


" Nah gitu donk jadi orang optimis jangan pesimis. Justru aku yang sangat takut?" Ucap Karen.


" Takut kenapa?" Tanya tuan muda David


" Takut suatu saat nanti cintaku semakin bertambah tumbuh dan di saat itu pula aku harus belajar untuk melupakan suamiku." Ucap Karen dengan nada lirih tapi masih terdengar oleh suaminya.


" Kenapa kamu bilang begitu?" Tanya tuan muda David


" Aku merasakan jika suatu saat nanti suamiku bisa berjalan kembali dan berwajah tampan pasti banyak yang menyukai suamiku dan suamiku tinggal memilih wanita mana yang pantas menjadi pendamping suamiku." Ucap Karen sambil berhenti memijat dan meletakkan kaki kanan tuan muda David ke pijakan kaki kursi roda kemudian menarik nafas dalam-dalam kemudian dihembuskan secara perlahan.


Tuan muda David hanya terdiam sedangkan Karen menarik perlahan kaki kiri tuan muda David dan menggulung celana panjang tuan muda David sampai ke betis kemudian diletakkan di pahanya setelah itu Karen mengambil botol yang tadi di taruh di lantai.


Karen membuka tutup botol dan menuangkan kembali di telapak tangannya kemudian telapak tangannya disatukan untuk di gosok - gosok. Karen dengan lembut memijat kaki kiri tuan muda David, tuan muda David hanya meringis menahan sakit.


" Apakah kamu akan kecewa dan marah jika suatu saat aku menikah lagi dengan wanita lain di saat wajahku sudah normal dan bisa berjalan kembali?" Tanya tuan muda David sambil menarik dagu agar bisa melihat mata Karen.

__ADS_1


__ADS_2