Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Kamu ingin menggodaku


__ADS_3

" Kalau aku merasa nyaman bersamanya kenapa tidak?" ucap tuan muda David sambil menatap mata indah istrinya.


Karen hanya tersenyum menutupi hatinya yang sangat terluka tapi tidak mengeluarkan darah.


( " Kenapa istriku tidak marah atau cemburu malah tersenyum, apakah istriku tidak mencintaiku?" Ucap tuan muda David sambil menatap wajah istrinya dengan kesal ).


" Maaf suamiku, aku sangat lapar mau makan di kantin." Ucap Karen sambil tersenyum


" Pergilah." Usir tuan muda David.


Karen pergi meninggalkan tuan muda David sendirian karena dirinya ingin menenangkan dirinya di taman. Karen keluar dari ruang perawatan tuan muda David dan melihat asisten Han sedang menghubungi seseorang.


" Maaf kak Han, aku ingin ke kantin dulu, tolong temani suamiku." Ucap Karen sambil tersenyum.


Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya.


" Besok tuan muda David mulai bekerja di perusahaan lakukan penyambutan kedatangan CEO." Ucap asisten Han di ponselnya.


Karen yang melihat asisten Han masih mengobrol meninggalkan asisten Han dan berjalan ke arah taman. Karen duduk di taman sambil memandangi taman yang sangat indah.


( " Aku harus kuat, ingat Karen kamu itu hanya seorang budak yang di beli oleh tuan muda David jadi sewaktu - waktu kamu akan di tendang ketika tuan muda David tidak membutuhkan dirimu." Ucap Karen dalam hati pada dirinya sendiri).


( " Apa yang terjadi terjadilah aku hanya bisa pasrah." Ucap Karen dalam hati ).


Setelah puas menangis Karen menghapus air matanya kemudian berdiri untuk meninggalkan taman tersebut. Baru beberapa langkah ponsel miliknya berdering membuat Karen langsung mengangkat ponselnya.


" Hallo." Panggil Karen


" Nyonya ada di mana?" tanya asisten Han


" Masih di taman yang berada di rumah sakit , ada apa kak Han?" Tanya Karen


" Nona di cari tuan." Ucap asisten Han


" Ok, aku akan ke sana." Ucap Karen


tut tut tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus, Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menyiapkan hati bertemu dengan suaminya. Hati yang selalu terluka dengan perkataan suaminya dan sayangnya suaminya tidak tahu kalau perkataannya sangat menyakiti istri yang dicintainya. Karen berjalan ke arah ruang kamar perawatan VVIP.


ceklek


Karen membuka pintu ruang perawatan VVIP dan melihat tuan muda David dan asisten Han sedang berbicara. Tuan muda David asisten Han memandang siapa yang membuka pintu perawatan VVIP, setelah mengetahui asisten Han pamit meninggalkan mereka berdua.


" Ada ada tuan muda David?" Tanya Karen sambil tersenyum


Tuan muda David menatap tajam ke arah istrinya karena dirinya di panggil dengan sebutan tuan.

__ADS_1


" Dari mana saja kamu?" Tanya tuan muda David sambil menatap istrinya dengan penuh curiga.


" Maaf tuan, saya tadi berada di taman yang berada di rumah sakit." Jawab Karen


" Kenapa kamu memanggilku tuan ? dan kenapa sekarang bahasanya formal? Biasanya aku? Apakah kamu ada niat untuk berpisah denganku?" Tanya tuan muda David dengan tatapan tajam.


" Maaf suamiku, ada apa suamiku memanggilku?" Tanya Karen merubah panggilan suaminya.


" Temani aku tidur di sebelah ranjangku." Ucap tuan muda David sambil menggeser tubuhnya.


" Baik." Jawab Karen patuh sambil berjalan mendekati suaminya dan berbaring di samping ranjang suaminya.


" Jangan membelakangi diriku, pindah posisi menghadap ke arahku." Ucap tuan muda David


" Baik." Jawab Karen


deg


deg


deg


deg


Ke dua jantung mereka berdetak kencang dan wajah Karen bersemu merah.


Jantung tuan muda David juga berdetak tapi tidak diperdulikan karena dirinya sangat kuatir dengan istrinya.


" Tidak, aku...." Ucapan Karen terpotong karena terdengar suara perut Karen bernyanyi


krucuk.... krucuk.... krucuk....


Karen menggantungkan kalimatnya karena perutnya tiba - tiba berbunyi membuat Karen malu dan langsung memeluk tuan muda David sambil menyembunyikan wajahnya.


" Kamu lapar?" Tanya tuan muda David sambil membalas pelukan Karen.


" Tidak." Jawab Karen singkat dan masih memeluk suaminya.


" Kamu jangan bohong, perutmu berbunyi." Ucap tuan muda David0 sambil melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan tubuh istrinya kemudian menarik dagu istrinya dengan lembut agar menatap dirinya.


" Iya aku lapar tapi aku lagi malas makan." Ucap Karen sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Kenapa?" tanya tuan muda David sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Tidak apa - apa, aku sangat mengantuk kita tidur saja." Ucap Karen mengalihkan pembicaraan.


" Tidak kamu harus makan, aku akan menghubungi asisten Han untuk membawakan makanan untukmu." Ucap tuan muda David

__ADS_1


" Kamu mau memesan makanan apa? tanya tuan muda David


" Apa saja aku suka." Jawab Karen.


" Ok." Jawab tuan muda David sambil mengambil ponselnya dan menghubungi asisten Han.


Setelah selesai menelepon tuan muda David meletakkan ponselnya di meja dekat ranjang.


" Oh iya bukannya tadi kamu pergi ijin pergi ke kantin? Memangnya di kantin kamu tidak makan?" Tanya tuan muda David sambil menatap mata istrinya.


" Iya memang tadi aku mau pergi ke kantin tapi tiba - tiba entah kenapa aku tidak lapar lagi dan akhirnya aku pergi ke taman." Ucap Karen


" Benarkah? atau janjian bertemu dengan pria lain?" Tanya tuan muda David dengan nada cemburu.


" Tidak, bolehkah aku menyentuh wajahmu?" Tanya Karen sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Silahkan." Jawab tuan muda David singkat.


Ke dua tangan Karen terangkat ke atas kemudian mulai meraba wajah tampan suaminya dari kening, mata, hidung dan bibir. Tindakan Karen membuat adik kecil tuan muda David semakin tegang.


grep


" Aku sudah tidak tahan." Bisik tuan muda David sambil menahan ke dua tangan istrinya dengan menggunakan satu tangannya.


Tuan muda David mengangkat dres Karen ke atas kemudian menarik dal**an segi tiga bermuda milik Karen kemudian tuan muda David hanya menurunkan resleting celana panjangnya kemudian menin**h tubuh mungil Karen.


jleb


Tuan muda David memasukkan adik kecilnya ke milik Karen membuat Karen menahan rasa perih di bagian privasinya karena tanpa pemanasan terlebih dahulu. Tuan muda David menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang sedangkan Karen hanya memejamkan matanya dan mencengkram sprei agar mengurangi rasa perih di bagian privasinya hingga setengah jam lamanya akhirnya lahar milik suaminya keluar membuat Karen merasa lega. Tuan muda David menarik adik kecilnya kemudian berbaring di ranjang.


" Aku mau ke kamar mandi." Ucap Karen sambil bangun dari ranjang.


" Hmmmm." Ucap tuan muda David menjawab ucapan Karen berupa deheman.


Karen turun dari ranjang dengan perlahan sambil menahan perih di bagian privasinya. Sampai di kamar mandi Karen membersihkan dirinya setelah selesai Karen memakai handuk yang tersedia di kamar mandi tersebut.


" Aku seperti wanita murahan setelah digunakan lalu tidak diperdulikan lagi. Aku tinggal menunggu suamiku bosan padaku dan aku rasa belum ada setahun aku pasti akan di tendang." Ucap Karen sambil menatap cermin dan tersenyum hambar.


ceklek


Karen keluar dari kamar mandi dengan tubuh sudah segar sedangkan tuan muda David menelan salivanya dengan kasar karena istrinya menggunakan handuk.


" Kamu ingin menggodaku dan ingin kita melakukan lagi?" Tanya tuan muda David sambil menatap istrinya dengan tatapan mesum.


" Maaf aku tidak menggoda suamiku tapi aku lupa membawa baju ganti. Suamiku bisakah minta tolong agar menghubungi asisten Han membawa pakaianku?" Tanya Karen.


" Baiklah sekalian kamu makan." Ucap tuan muda David

__ADS_1


__ADS_2