
" Kata istriku punggungnya sakit?" Tanya tuan muda David
" Kurang dari seminggu lagi rasa sakit pada punggungnya hilang." Jawab dokter tersebut.
" Baik dok terima kasih." Jawab tuan muda David
" Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Jawab dokter tersebut
Tuan muda David hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan tuan muda David dan tidak berapa lama pintu ruang operasi terbuka dua orang perawat mendorong brangkar Karen yang masih terbaring dan memejamkan matanya menuju ke ruang perawatan.
Kini tuan muda David duduk di kursi dekat ranjang istrinya.
" Sayang, kita bertemu lagi. Daddy bahagia bisa menemukanmu dan putra kita." Ucap tuan muda David sambil membelai wajah cantik istrinya.
Walau pucat tapi masih terlihat cantik di matanya. Karen perlahan membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya sambil tersenyum.
" Daddy, anak-anak kita kemana?" Tanya Karen sambil matanya melihat ke sekeliling.
" Mereka bersama Sandra dan Han." Jawab tuan muda David.
" Aku sangat merindukan putra kita yang satunya." Ucap Karen dengan nada masih lirih
" Besok mereka akan ke sini, kamu bisa melihatnya." Ucap tuan muda David
" Daddy, aku ingat dengan paman Tono. Pasti paman Tono kuatir mencari ku dan putra kita." Ucap Karen dengan nada panik
" Sssttt sudah, anak buah ku sedang menunggu pamanmu dan nanti pamanmu akan istirahat di mansion milik mommy." Ucap tuan muda David
" Milikku?" Tanya Karen mengulangi perkataan suaminya.
" Iya milikmu, dua bulan yang lalu daddy beli mansion di negara ini atas namamu." Ucap tuan muda David
" Mommy tidak membutuhkan dad karena bagi mommy, daddy mencintai mommy dan ke dua putra kita sudah cukup buat mommy." Jawab Karen
cup
" Semua harta milikku adalah milik mommy dan maaf kemarin daddy marah sama mommy." Ucap tuan muda David
" Lupakanlah dad karena mommy sudah melupakannya." Jawab Karen sambil tersenyum.
" Sekarang sudah malam, tidurlah." Ucap tuan muda David sambil merapikan selimut istrinya.
" Daddy." Panggil Karen
" Iya mom." Jawab tuan muda David
" Temani mommy tidur." Pinta Karen
" Tidak, punggung dan dada mommy sedang terluka." Tolak tuan muda David.
" Daddy kan bisa memeluk pinggangku." Ucap Karen
" Kalau Daddy ingin bagaimana?" Tanya tuan muda David sambil tersenyum mesum.
" Daddy harus menahannya sampai empat puluh hari." Jawab Karen
" Aish, mana bisa daddy menahan selama itu." Gerutu tuan muda David
" Buka di Mbah google di sana ada jawabannya benar atau tidak perkataan mommy." Jawab Karen sambil tersenyum menyeringai.
" Senyuman mommy jelek." Ucap tuan muda David dengan wajah di tekuk
" Pffftttt haha... ssstt..." Tawa Karen berubah menjadi meringis menahan rasa sakit
" Mommy kenapa?" Tanya tuan muda David dengan nada kuatir.
" Waktu mommy tertawa jahitannya seperti tertarik makanya mommy meringis." Jawab Karen
" Tuh kan sakit, ya sudah aku tidur di kursi ini aja." Ucap tuan muda David sambil kepalanya bersandar di ranjang Karen.
" Tapikan nanti badan daddy sakit-sakit." Ucap Karen dengan nada kuatir.
__ADS_1
" Tidak apa-apa yang penting mommy nanti tidak kesakitan jika daddy tidak sengaja menyentuh luka mommy kalau Daddy tidur sambil duduk." Ucap tuan muda David.
" Tapi ..." Ucapan Karen terpotong oleh tuan muda David.
" Tidak ada penolakan, daddy ngantuk jadi kita sekarang tidur." Ucap tuan muda David
" Baiklah." Jawab Karen pasrah
Tidak berapa lama mereka pun tertidur dengan pulas hingga tidak terasa malam berganti pagi. Karen perlahan membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih setia memejamkan matanya. Karen memberanikan diri untuk menyentuh wajah suaminya.
" Aku sangat mencintaimu dan aku sangat bersyukur suamiku juga sangat mencintaiku. Semoga dengan kehadiran ke dua putra kami kehidupan kami selalu bahagia dan tidak ada orang yang bisa memisahkan kami lagi." Ucap Karen sambil menyentuh mata, hidung, bibir dan terakhir rahang suaminya.
" Entah bagaimana dengan Veni, Celline, dokter Rizky dan ibu tiri ku apakah suamiku berhasil menangkapnya atau mereka berhasil kabur." Ucap Karen
grep
cup
" Jangan sering di belai nanti adik kecilnya protes dan meronta-ronta ingin masuk ke dalam goa milikmu." Ucap tuan muda David sambil menarik tangan Karen perlahan kemudian mengecup punggung tangan istrinya.
" Aish daddy kenapa jadi mesum begini sih." Protes Karen
" Mesum sama istri sendiri tidak masalah kan?" Tanya tuan muda David
" Daddy mandilah sebentar lagi kak Han dan Sandra datang." Ucap Karen berusaha mengalihkan pembicaraan.
cup
" Baiklah." Jawab tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya singkat dan tersenyum melihat wajah Karen memerah karena mendengar ucapannya.
Tuan muda David berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian terdengar suara ketukan pintu ruang perawatan VVIP.
tok tok tok
ceklek
Seorang perawat datang membawa baskom untuk menlap tubuh Karen bersamaan tuan muda David selesai mandi sambil menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya membuat perawat itu terpesona oleh tubuh atletis tuan muda David.
" Baik tuan." Jawab perawat itu sambil meletakkan baskom ke meja.
Perawat tanpa punya rasa malu tetap menatap tubuh tuan muda David membuat tuan muda David menatap balik dengan tatapan ingin membunuh perawat tersebut membuat perawat itu ketakutan dan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Sayang, biar daddy yang membersihkan tubuhmu." Ucap tuan muda David sambil berjalan ke arah pintu dan menguncinya.
Tuan muda David membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjang Karen. Tuan muda David dengan telaten membersihkan tubuh istrinya sambil menahan siksaan yang teramat berat melihat tubuh mulus istrinya yang membuat adik kecilnya semakin mengeras dan meronta ingin dituntaskan.
Setelah lima belas menit tuan muda David selesai menlap tubuh Karen dan memakai pakaian pasien yang tadi dibawa oleh perawat. Tuan muda David membawa baskom untuk membuang air bekas menlap tubuh Karen ke kamar mandi dan sekalian dirinya mandi air dingin lagi agar adik kecilnya tertidur lagi.
" Kalau setiap hari begini bisa-bisa aku masuk angin." Ucap tuan muda David sambil menyalakan air shower.
Setelah setengah jam tuan muda David keluar dari kamar mandi dan melihat asisten Han berdiri tepat di depan kamar mandi.
" Ya ampun Han, bikin aku kaget aja." Omel tuan muda David
" Maaf tuan ada istriku dan ini pakaian milik tuan." Ucap asisten Han sambil memberikan paper bag ke tuan muda David
Tuan muda David menerima paper bag tersebut dan menutup kembali pintu kamar mandi. Lima belas menit kemudian tuan muda David membuka pintu kamar mandi dan melihat pria paruh baya dan tuan muda David yakin kalau itu pamannya Karen bersama ke dua putranya, asisten Han dan dokter Sandra.
" Anak-anak daddy dan mommy." Ucap tuan muda David sambil mengecup pipi gembul putranya bergantian.
" Han, urus ke pihak rumah sakit agar istriku bisa dipindahkan ke negara kita." Ucap tuan muda David
" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh
Asisten Han membalikkan badannya dan berjalan keluar dari ruang perawatan VVIP. Sedangkan tuan muda David menggendong ke dua putranya sambil sesekali mencium pipi gembul putranya secara bergantian.
" Daddy sayang kalian." Ucap tuan muda David
Karen yang melihat suaminya hatinya sangat bahagia dan berharap rumah tangganya selalu bahagia dan tidak ada lagi orang yang mengganggu rumah tangganya.
xxxxxxx
__ADS_1
Satu Tahun Kemudian
Tidak terasa sudah satu tahun umur Dave dan Darren membuat kebahagiaan pasangan suami istri Karen dan tuan muda David. Ayah Karen dan pamannya tinggal di mansion milik tuan muda David atas permintaan Karen terlebih ayah dan pamannya sangat baik dan tidak jahat seperti dulu.
Dokter Sandra juga sudah melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan dan mirip dengan asisten Han. Pernikahan dokter Sandra dengan asisten Han sangat bahagia saling mencintai dan saling percaya.
Tuan muda David dan asisten Han sangat mencintai pasangannya dan selalu hangat serta penuh perhatian tapi jika bertemu dengan gadis atau wanita lain langsung berubah dingin dan kejam jika mereka melebihi di luar batas.
Apalagi tuan muda David sedikit saja orang yang menjelekkan istrinya ataupun menyakiti istri dan ke dua putranya maka tuan muda David bertindak sangat kejam karena dirinya tidak ingin kejadian dulu terulang kembali.
" Daddy." Panggil Dave dan Darren bersamaan ketika tuan muda David baru pulang dari kantor.
Tuan muda David langsung menggendong ke dua putranya kemudian mencium ke dua pipi putranya.
" Ada apa sayang?" Tanya tuan muda David
cup
cup
" Kami sayang daddy." Ucap Dave dan Darren bersamaan sambil mengecup pipi daddynya.
Walau umur mereka sudah satu tahun tapi ke duanya bicaranya sangat lancar dan tidak cadel seperti pada anak umumnya.
" Terima kasih sayang." Jawab tuan muda David
" Mana mommy?" Tanya tuan muda David
" Mommy lagi di dapur sedang masak." Jawab Dave
" Katanya masak spesial buat daddy." Sambung Darren
" Oh ya? kita ke tempat mommy." Ucap tuan muda David
" Baik daddy." Jawab ke dua putranya.
Tuan muda David berjalan ke arah dapur sambil menggendong ke dua putranya.
" Mommy." Panggil Dave dan Darren bersamaan.
" Hallo anak-anak mommy dan daddy." Ucap Karen sambil tersenyum.
" Daddy mandi dulu setelah itu kita makan bersama." Ucap Karen
" Ok." Jawab tuan muda David.
Tuan muda David berjalan menaiki anak tangga untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Singkat cerita kini mereka sudah selesai makan dan ke dua putranya sudah tertidur.
Tuan muda David memeluk istrinya dari arah belakang sambil menikmati bulan dan bintang-bintang yang bertaburan.
" Terima kasih banyak kehadiran mommy dan ke dua putra kita sangat berarti buat daddy." Ucap tuan muda David.
" Begitu pula dengan mommy, kehadiran daddy dan ke dua putra kita sangat berarti buat mommy sambil membalikkan badannya dan memeluk tubuh suaminya.
" Aku sangat mencintaimu suamiku." Ucap Karen
" Begitu pula dengan diriku, istriku." Ucap tuan muda David sambil membalas pelukan istrinya.
Karen dan tuan muda David hidup berbahagia hingga maut memisahkan mereka.
Tamat
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Terima kasih buat para pembaca setiaku yang setia membaca novelku ini dari awal hingga akhir. Terima kasih juga atas like, komentar, hadiah dan votenya.
Semoga kita semua selalu sehat dan dijauhkan dari marabahaya dan segala macam penyakit. Amin.
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
__ADS_1