Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Pewaris


__ADS_3

Pria itu menyentuh bahu Karen tapi karena Karen sedang melamun membuat Karen sangat terkejut dan tubuhnya loncat ke depan hingga terjatuh ke dalam kolam renang membuat Karen langsung berteriak.


byur


akhhhhh


Karen yang tidak bisa berenang berusaha menggapai ke tepian tapi tidak bisa malah tubuhnya seperti tertarik ke dalam air yang paling dalam kemudian muncul kembali ke permukaan.


" Tolong... aku tidak bisa berenang to..." Ucapan Karen terputus karena tubuhnya di tarik kembali secara berulang-ulang membuat tubuhnya semakin melemah tenggelam di dalam kolam renang yang paling dalam.


Sebelum memejamkan matanya Karen melihat wajah suaminya berenang ke arah dirinya dan menarik dirinya ke atas kemudian membaringkan tubuh istrinya ke lantai barulah tuan muda David naik ke atas sambil membelai wajah istrinya dengan lembut.


" Istriku." panggil tuan muda David dengan wajah cemas.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Tuan muda David ingin mengejutkan istrinya tapi sayang istrinya malah benar - benar terkejut dan masuk ke dalam kolam renang. Tuan muda David yang melihat istrinya jatuh ke kolam renang membuat dirinya bangun dari kursi rodanya dan melangkahkan kakinya secara perlahan menuju ke kolam renang. Tuan muda David sempat terjatuh tapi tuan muda David tidak memperdulikan rasa sakit pada kakinya karena nyawa istrinya dalam bahaya.


byur


Tuan muda David masuk ke dalam kolam renang, matanya melihat tubuh Karen perlahan masuk ke dalam kolam dasar sambil menatap mata tuan muda David dan perlahan memejamkan matanya . Tuan muda David langsung berenang ke arah Karen dan menarik tangannya.


Tuan muda David mengangkat tubuh istrinya di pinggiran kolam renang kemudian tuan muda David naik ke atas


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Istriku, aku mohon bangunlah." Ucap tuan muda David dengan wajah kuatir.


Tuan muda David menekan dada istrinya agar air di dalam tubuh Karen keluar tapi Karen masih setia memejamkan matanya dan tuan muda David memberikan nafas buatan. Tuan muda David melakukan itu secara berulang-ulang.


uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk


Karen terbatuk-batuk sambil mengeluarkan air kolam yang tadi sempat di minumnya.


" Suamiku, dingin." Ucap Karen merintih dan tubuhnya menggigil.

__ADS_1


Tuan muda David menggendong istrinya dan membawanya ke dalam, kepala pelayan yang melihat tuan muda David menggendong istrinya dalam kondisi basah kuyup langsung cepat berlari untuk mengambil handuk. Kepala pelayan memberikan dua handuk ukuran jumbo ke tuan muda David.


Kepala pelayan membuka pintu kamar tuan muda David dan nona Karen dengan lebar agar dapat dengan mudah tuan muda David langsung masuk ke dalam kamarnya.


" Maaf tuan, ini handuknya." Ucap kepala pelayan menyerahkan dua handuk ukuran jumbo


" Taruh satu handuk di ranjang agar ranjangnya tidak basah." Perintah tuan muda David.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan patuh


Kepala pelayan itupun membuka handuk tersebut kemudian menaruhnya di ranjang. Tuan muda David langsung merebahkan tubuh istrinya di ranjang dan air yang menetes di tubuh istrinya jatuh di handuk yang berada di bawah tubuh istrinya.


" Tinggalkan kami." Perintah tuan muda David


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan.


Kepala pelayan itupun meninggalkan mereka berdua di kamarnya. Sepeninggal kepala pelayan tuan muda David membuka seluruh pakaian istrinya hingga polos tanpa sehelai benangpun sambil menahan hasratnya kemudian mengambil handuk jumbo satunya yang tadi di bawa oleh kepala pelayan untuk mengeringkan tubuh polos istrinya.


Setelah selesai tuan muda David menyelimuti tubuh polos istrinya dengan menggunakan selimut tebal. Setelah selesai giliran tuan muda David melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian mengeringkan tubuh polosnya dengan menggunakan handuk bekas Karen.


Walau sudah menggunakan selimut tapi tubuh Karen masih menggigil dan giginya gemeletuk. Tuan muda David yang tidak tega membuang asal handuk tersebut dan masuk ke dalam selimut dan memeluk istrinya yang badannya sangat dingin dari arah belakang.


Karen melepaskan pelukan suaminya kemudian membalikkan badannya memeluk suaminya dari arah depan. Tuan muda David ikut membalas pelukan istrinya.oj:


" Suamiku, kenapa dinginnya belum juga hilang?" Tanya istrinya dengan tubuh masih menggigil.


Tindakan Karen memeluk tubuhnya dalam kondisi tanpa menggunakan sehelai benang pun membuat adik kecil tuan muda David kini semakin tegak sempurna.


" Aku tahu caranya." Bisik tuan muda David


Tuan muda David memberikan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup tuan muda David menyatukan miliknya ke tubuh Karen dengan kondisi saling berhadapan.


" Suamiku... ahhhh.. terus..." Ucap Karen mendesah.


" Istriku sayang... ahhhh... punyamu memang enak..." Ucap tuan muda David

__ADS_1


Setelah agak lama tuan muda David mengeluarkan laharnya ke rahim istrinya kemudian setelah beberapa menit tuan muda David menarik kerisnya dan menggulingkan tubuhnya ke samping istrinya.


" Cepatlah tumbuh, daddy tidak sabar ingin melihatmu." Ucap tuan muda David sambil mengusap perut Karen yang masih rata.


" Suamiku, bolehkah aku bertanya?" Tanya Karen sambil memeluk suaminya.


" Tanya apa?" Tanya tuan muda David.


" Jika suatu saat ternyata aku tidak bisa hamil, apakah suamiku akan menceraikan aku?" Tanya Karen sambil melepaskan pelukannya dan menatap mata tuan muda David.


" Kenapa kamu berbicara seperti itu?" Tanya tuan muda David.


" Sekarang suamiku sudah bisa berjalan dan besok sudah operasi wajah, otomatis wajah suamiku bertambah tampan dan pasti banyak wanita yang mau menikah dengan suamiku." Ucap Karen sambil menahan air matanya agar tidak keluar.


" Kemungkinan bisa juga begitu karena aku sangat menginginkan seorang anak untuk dijadikan pewaris." Ucap tuan muda David.


" Sampai kapan suamiku menunggu aku hamil?" Tanya Karen


" Selama enam bulan, setelah enam bulan kamu tidak hamil kemungkinan kita akan bercerai dan aku akan menikah lagi. Tenang saja aku akan memberikan kompensasi yang besar untukmu." Ucap tuan muda David


" Bolehkah aku minta satu hal?" Tanya Karen dengan wajah mulai memerah menahan air matanya agar tidak keluar.


" Apa itu?" Tanya tuan muda David.


" Jika suatu saat aku melihat suamiku sudah bersama wanita lain dan suamiku bahagia bersamanya berarti aku akan pergi dari kehidupan suamiku untuk selamanya tanpa perlu menunggu selama enam bulan." Ucap Karen


" Kenapa begitu?" Tanya tuan muda David


" Karena aku tidak ingin menjadi duri hubungan suamiku dengan kekasih suamiku." Ucap Karen sambil menggigit bibirnya agar air matanya tidak keluar.


" Terserah padamu." Ucap tuan muda David sambil memejamkan matanya karena dirinya sangat lelah.


Tuan muda David tidak menyadari kalau perkataannya sudah menyakiti perasaan istrinya.


( " Aku harus bisa menghilangkan perasaanku yang semakin hari semakin menumpuk. Aku sangat mencintaimu... sangat dan sangat." Ucap Karen dalam hati ).

__ADS_1


Karen membelakangi suaminya sambil menangis tanpa suara agar tidak menggangu suaminya yang sedang tertidur pulas karena lelah Karen pun langsung ikut tertidur pulas.


__ADS_2