
" Baik tuan." Jawab asisten Han
Asisten Han mengejar truk tersebut sedangkan tuan muda David menghubungi bodyguardnya yang berjaga di mansion untuk datang karena jarak kejadian dengan mansion tidak begitu terlalu jauh.
Tuan muda David menyebrang jalan untuk mendekati istrinya yang sudah bersimbah darah kemudian memeluknya sedangkan nenek yang terjatuh di bahu jalan di tolong oleh orang yang melintas di jalan tersebut.
" Istriku aku mohon bertahanlah." Ucap tuan muda David dan tidak terasa air matanya keluar mengenai wajah pucat istrinya sambil menggendong tubuh istrinya hingga pakaian tuan muda David terkena noda darah.
Tidak berapa lama bodyguardnya datang dan langsung membuka pintu mobil agar tuan dan nyonya bisa masuk ke dalam mobil. Bodyguard itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit. Karen perlahan membuka matanya dan tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
" Suamiku, bekerjalah karena suamiku banyak pekerjaan. Jangan perdulikan aku karena aku tidak ada harganya sama sekali. Aku sangat lelah ingin tidur dan tidak bangun lagi." Ucap Karen dengan nada lirih sambil tersenyum dan membelai wajah tampan suaminya.
" Tidak jangan katakan itu." Mohon tuan muda David
" Suamiku, pernah ingat dengan perkataan kalau ada wanita yang lebih baik dariku maka suamiku akan menceraikan aku dan menikah dengan wanita itu. Aku juga pernah bilang jika aku merelakanmu, mungkin dengan cara seperti ini aku bisa merelakan suamiku untuk menikah lagi dengan wanita lain karena aku sadar kalau aku bukanlah wanita yang berharga." Ucap Karen lirih dan tidak berapa lama Karen menutup matanya bersamaan tangannya jatuh kemudian tidak sadarkan diri.
" Tidak ... tidak ... Jangan tinggalkan aku... kamu sangat berharga buatku." Ucap tuan muda David sambil menepuk-nepuk pipi Karen dengan lembut agar terbangun.
tes
tes
Tuan muda David menangis dan sangat takut kehilangan istrinya.
" Maafkan aku sayang, maafkan aku." ucap tuan muda David
Sepuluh menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di rumah sakit. Bodyguard itupun dengan sigap turun kemudian memutari mobil milik tuan muda David untuk membuka pintu belakang pengemudi agar tuan muda David dapat dengan mudah turun dari mobil.
Tuan muda David turun dari mobil dan menggendong istrinya ala bridal style menuju ke arah rumah sakit dan dua perawat sudah menunggu kedatangan mereka. Tuan muda David menurunkan secara perlahan tubuh istrinya di brangkar tersebut menuju ke ruangan ugd.
" Maaf tuan sampai di sini saja." Ucap perawat itu dengan nada sopan.
Tuan muda David hanya diam dan duduk di kursi sambil mengusap wajahnya dengan kasar . Tuan muda David mengingat kembali perkataan istrinya yang membuat dirinya semakin takut kehilangan.
__ADS_1
" Kenapa aku baru menyadari kalau perkataan aku selama ini ternyata menyakiti perasaan istriku. Istriku aku mohon berikan aku kesempatan ke dua jangan tinggalkan aku... aku baru menyadari sekarang kalau aku sangat takut kehilangan dirimu... maafkan aku." Ucap tuan muda David dengan nada lirih.
Dua jam lamanya tuan muda David menunggu kabar dengan hati takut... Takut akan kehilangan istrinya.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan ugd dan tua muda David langsung berdiri dan mendekati dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya tuan muda David
" Istri tuan mengalami koma akibat benturan dikepalanya tapi untunglah janin nyonya kuat dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang ICU." Ucap dokter tersebut.
" Janin... Maksud dokter istriku hamil?" Tanya tuan muda David dengan nada terkejut
" Benar tuan, untuk mengetahui usia janin tuan muda David bisa mengecek ke dokter kandungan." Ucap dokter tersebut.
Tuan muda David tersenyum bahagia karena istrinya hamil. Tidak berapa lama pintu UGD di buka dan tampak dua orang perawat mendorong brankar di mana istrinya masih setia memejamkan matanya dengan tubuh dibalut perban dan banyak selang yang menempel di tubuh istrinya. Perawat itu mendorong brankar tersebut menuju ke arah ruangan icu.
" Sayang, bangunlah." Ucap tuan muda David sambil duduk di kursi samping ranjang istrinya dan menggenggam tangan istrinya.
tuttttttttttttttttttt
Tiba - tiba tubuh Karen kejang - kejang membuat tuan muda David panik dan tidak berapa lama dokter dan perawat berlarian masuk ke dalam ruang ICU.
" Maaf tuan, harap tuan menunggu di luar ." Ucap dokter tersebut.
Tuan muda David hanya menganggukkan kepalanya dan keluar meninggalkan Karen yang masih kejang - kejang. Tuan muda David dudukdi kursi ruang tunggu dan tidak berapa lama seorang perawat keluar dari ruangan icu dan berjalan dengan langkah cepat dan tidak berapa lama perawat itu datang lagi sambil membawa alat pengejut jantung. Tuan muda David sangat takut jika sesuatu terjadi dengan istrinya.
" Tuan, bagaimana keadaan nyonya Karen?" Tanya asisten Han tiba - tiba datang dan duduk di samping tuan muda David
" Tadi kejang-kejang dan sekarang dokter lagi berusaha menyelamatkan nyawa istriku." Ucap tuan muda David dengan nada lirih.
Asisten Han hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatapnya ke arah pintu icu.
__ADS_1
" Sudah kamu tangkap orang yang telah menabrak istriku?" Tanya tuan muda David
" Sudah tuan, pria itu kabur karena takut di hakimi massa." Ucap asisten Han
" Apakah kamu sudah membawa pria itu ke markas?" Tanya tuan muda David
" Sudah tuan." Jawab asisten Han
" Bagus, Tahan pria itu nanti akan menemuinya." Ucap tuan muda David
" Baik tuan." Jawab asisten Han
" Maaf tuan, apakah tuan mencintai nyonya Karen?" Tanya asisten Han
" Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" Tanya tuan muda David sambil mengkerutkan ke dua alisnya.
" Karena aku melihat tuan selalu menyakiti nyonya Karen lewat kata-katanya. Apakah tuan masih ingat dengan kata-kata terakhir nyonya Karen?" Tanya asisten Han
" Ya aku masih ingat, memangnya kenapa?" Tanya tuan muda David.
" Sepertinya nyonya Karen sudah lelah dan ingin tidur selamanya. Jika benar begitu apakah tuan sudah siap jika nyonya..." ucap asisten Han sambil menggantungkan kalimatnya.
" Apa maksudmu Han!!!" Bentak tuan muda David sambil berdiri dan mencengkram kerah asisten Han.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan icu dengan wajah lesu membuat tuan muda David mendorong tubuh asisten Han secara kasar untunglah asisten Han dapat mengimbangi tubuhnya agar tidak terjatuh.
" Maaf tuan, obat yang saya berikan di tolak oleh tubuh nyonya Karen. Alat pengejut jantung juga tidak membuahkan hasil. Sepertinya nyonya Karen tidak semangat untuk hidup. Jika tuan ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya." Ucap dokter tersebut dengan wajah sedih.
" Istriku pasti hidup dan tidak mungkin meninggalkan aku." Ucap tuan muda David sambil berjalan ke arah ruang ICU.
Tuan muda David masuk ke dalam ruangan ICU, suara mesin detak jantung istrinya masih terdengar nyaring.
__ADS_1
" Sayang bangunlah, beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kesalahan yang aku perbuat." Ucap tuan muda David sambil menggenggam tangan istrinya.