
" Jika kalian ingin memakainya silahkan saja tapi yang penting tugas yang aku berikan kalian lakukan." Ucap wanita itu tanpa memperdulikan perasaan Celline.
" Baik nyonya." Jawab mereka serempak.
Mereka melepaskan sisa pakaian yang masih menempel di tubuh Celline kemudian memandikannya hingga bersih.
" Waw... badannya sangat bersih hanya lebam saja." Ucap salah satu pria sambil melepaskan pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun
" Iya benar aku tidak menyangka bisa bertemu wanita secantik ini." Ucap temannya sambil ikuttan melepaskan pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Merekapun melepaskan semua pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian memuaskan hasratnya membuat Celline tidak sadarkan diri tapi mereka tidak memperdulikan hal itu asalkan hasrat mereka terpenuhi setelah puas mereka mandi bersama dan melakukan lagi dan lagi sampai mereka puas barulah mereka berhenti. Singkat cerita kini Celline di rebahkan di ranjang dan sudah menggunakan pakaian lengkap.
Tiga Hari Kemudian
Tidak berasa sudah tiga hari Celline tinggal di rumah bordil tersebut dan melayani para lelaki hidung belang hingga suatu ketika dirinya harus melayani seorang pria tua.
" Aku akan melayani tuan dengan sangat puas asalkan kita melakukannya di hotel tidak di sini." Goda Celline sambil memainkan adik kecil pria tua itu yang masih terbungkus dengan sempurna.
" Benarkah?" Tanya pria tua itu dengan mata berbinar-binar.
" Benar tuan, buat apa saya bohong." Jawab Celline sambil mengedipkan matanya
" Baiklah, aku akan berbicara dengan pemilik rumah bordil ini." Ucap pria tua itu
cup
" Ok aku tunggu." Ucap Celline sambil mengecup bibir pria tua itu.
cup
" Baik sayang." Jawab pria tua itu sambil membalas ciuman Celline
Pria tua itu pergi meninggalkan Celline sendirian.
( " *Si*l rasanya aku ingin muntah mencium pria tua itu, sudah tua, gendut, jelek lagi. Aku terpaksa melakukan ini agar aku bisa terbebas dari tempat ini. Di hotel aku akan puaskan pria tua itu setelah itu aku baru bisa mengambil uang pria itu untuk aku gunakan kabur dari negara ini dan kembali dengan tunanganku David. Sayang tunggulah aku akan datang." Ucap Celline dalam hati* ).
Setelah lima belas menit menunggu pintu kamar terbuka dan tampak pria tua itu membuka pintu dengan mata berbinar-binar.
" Sayang, ayo kita pergi ke hotel pemilik rumah bordil ini mengijinkan kita dan besok pagi kita kembali lagi ke sini." Ucap pria tua itu sambil menarik tangan Celline.
" Ok." Jawab Celline sambil tersenyum bahagia.
Celline tersenyum bahagia karena dirinya sebentar lagi bisa bebas dari tempat yang sangat dibencinya. Kini mereka sudah sampai di hotel dan sesuai rencana Celline pria tua itu langsung lemas dan memejamkan matanya ketika selesai melakukan hubungan suami istri.
__ADS_1
( " Dasar pria lemah main sekali langsung lemas." Ucap Celline dalam hati )
Celline tidak berani mengatakan langsung ke pria tua itu karena dirinya tidak mau rencananya gagal. Setelah menunggu lama pria tua itupun tertidur dengan pulas. Celline bangun dari tempat tidur dan memunguti pakaiannya yang tergeletak di lantai kemudian memakainya. Celline juga mengambil celana pria itu yang tergeletak di lantai kemudian mengambil dompet pria tua itu.
" Waw... duitnya banyak sekali dan apalagi kartu kredit dan debit nya mantap." Gumam Celline dengan mata berbinar.
Celline kemudian membawa dompet pria tua itu dan meninggalkan hotel tersebut dengan jalan mengendap-endap menuju pintu lift.
( " *Si*l di depan pintu lift ada dua bodyguard rumah bordil, bagaimana cara kabur ya?" Tanya Celline dalam hati sambil berfikir* ).
Celline melihat pegawai wanita hotel sedang berjalan melewati Celline.
bugh
bruk
Celline memukul tengkuk pegawai hotel tersebut hingga pingsan kemudian di tarik ke kamar pria tua itu. Celline membuka pakaian pegawai hotel tersebut hingga menyisakan dalaman saja.
Tanpa membuang waktu Celline melepaskan pakaiannya dan mengganti pakaian petugas hotel kemudian mengikat rambutnya. Setelah selesai melakukan penyamaran tanpa memperdulikan wanita pingsan itu yang hanya menggunakan pakaian dalam Celline pergi meninggalkan kamar hotel dan berjalan dengan santai ke arah pintu lift.
Tanpa curiga dua bodyguard itu membiarkan Celline melewati mereka dan masuk ke dalam lift. Celline menekan tombol angka satu sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena dirinya merasa lega tidak ketahuan dua bodyguard tersebut.
Ting
" Pak apartemen xxxxxxx." Ucap Celline
" Baik nona." Jawab sopir taksi tersebut sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
( " Aku terpaksa pulang dulu untuk ambil kartu identitasku dan paspor kalau tidak aku tidak mungkin bisa kabur dari negara ini." Ucap Celline dalam hati ).
Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di apartemen dan Celline bersyukur mobil suaminya tidak ada.
" Pak tunggu dulu di sini dulu, nanti saya naik lagi." Ucap Celline
" Baik nona." Jawab sopir taksi.
Celline keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu lift.
Ting
Pintu lift terbuka Celline berjalan ke apartemen milik suaminya kemudian menekan pin apartemen dan masuk ke dalam. Celline berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil barang-barang yang dibutuhkan setelah selesai Celline meninggalkan apartemen tersebut.
" Pak, bandara ya." Ucap Celline sambil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
" Baik nona." Jawab sopir taksi itu.
Satu jam kemudian kini mereka sudah sampai di bandara dan Celline langsung membayar taksi tersebut kemudian berjalan ke tempat penjualan tiket pesawat.
xxxxxxx
Tidak terasa kini Celline sudah sampai di negara asalnya dari bandara Celline menuju ke rumah ibunya.
tok tok tok
" Ibu." Teriak Celline
ceklek
" Kakak sepupu." Panggil Veni
" Adik sepupu ibu kemana?" Tanya Celline sambil masuk ke dalam
" Siapa yang mengetuk pintu Ven?" Tanya Ibunya Celline dari arah kamarnya.
" Celline tante." Ucap Veni
ceklek
Celline membuka pintu kamar ibunya dan berjalan mendekati ibunya yang sedang berbaring di ranjang.
" Ibu." Panggil Celline sambil duduk di ranjang ibunya.
" Lho kamu kok tiba-tiba datang tanpa memberitahu ibu? suamimu mana?" Tanya ibunya Celline sambil melihat di belakang Celline hanya ada Veni.
" Kami akan bercerai bu." Ucap Celline
" Apa?? kenapa sayang?" Tanya Ibunya Celline dengan nada terkejut.
" Dia sering memukuli Celline dan juga usahanya sudah bangkrut." Ucap Celline
" Aduh anak kesayangan ibu." Ucap ibunya Celline dengan nada sendu.
" Ibu tenang saja, aku ada rencana mau kembali dengan mantanku." Ucap Celline sambil tersenyum menyeringai.
" Bukankah David sudah menikah dan ibu dengar istrinya sedang hamil besar." Ucap ibunya Celline
" Celline tahu Bu karena itu Celline ingin merebut David dari istrinya." Ucap Celline sambil tersenyum devil
__ADS_1