
Tuan muda David tersenyum bahagia kemudian tangan kanannya di arahkan ke perut istrinya.
" Anak daddy, apa kabar." Tanya tuan muda David
" Kabar baik daddy." Jawab Karen menirukan suara anak kecil
Tuan muda David tertawa mendengar ucapan istrinya sedangkan istrinya hanya membalas senyuman suaminya.
" Sayang aku ingin..." Ucap Karen menggantungkan kalimatnya sambil ke dua jari telunjuk nya disatukan.
" Ingin apa?" Tanya tuan muda David
" Sepertinya anak kita kangen ingin dijenguk daddynya." Ucap Karen sambil menutup matanya dan wajahnya merah merona.
" Apa aku tidak salah mendengar?" Tanya tuan muda David tidak percaya dengan ucapan istrinya
" Ya sudahlah kalau daddy tidak mau." Jawab Karen sambil berbaring dan menutup tubuhnya hingga kepala dengan menggunakan selimut.
Tuan muda David membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu sedangkan Karen mengintip dari balik selimut hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan wajahnya yang tadi bahagia kini berubah menjadi sendu dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Karen membalikkan badannya dengan seluruh tubuhnya ditutupi dengan selimut sedangkan tuan muda David mengunci pintu agar tidak ada orang yang masuk ke dalam ruang perawatan.
Tuan muda David berjalan ke arah istrinya berbaring kemudian menarik selimut.
" Sayang, kalau di tutup sayangku nanti tidak bisa nafas... Lho kok nangis, kenapa?" Tanya tuan muda David dengan nada terkejut sambil menghapus air mata istrinya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Tidak ada apa-apa." Jawab Karen
Tuan muda David sempat membaca emosi ibu hamil naik turun membuat tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian tersenyum.
cup
" Aku juga ingin memakanmu tapi aku tidak ingin menyakitimu dan juga anak kita." Ucap tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya.
" Pelan-pelan saja." Ucap Karen
Tuan muda David tersenyum dan mereka berdua melakukan hubungan suami istri setelah hampir setengah jam keluarlah lahar milik suaminya.
" Sayang, kita mandi bersama yuk?" Ajak tuan muda David sambil menggendong istrinya.
Karen hanya menganggukkan kepalanya dan tuan muda David dengan telaten membersihkan tubuh istrinya. Singkat cerita kini Karen dan tuan muda David sudah memakai pakaian santai.
__ADS_1
" Sayang kita pulang yuk?" Ajak Karen
" Kenapa sayangku ingin pulang buru-buru? Kamukan masih sakit." Ucap tuan muda David
" Aku bosan sayang apalah infusku sudah di lepas dan aku juga sudah sehat." Ucap Karen
" Baiklah hari ini kita pulang." Ucap tuan muda David.
krucuk krucuk krucuk
Tiba-tiba perut Karen berbunyi membuat Karen menutup wajahnya karena malu.
" Sayangku, ingin makan apa?" Tanya tuan muda David sambil membuka ke dua tangannya.
" Aku... aku ingin..." ucap Karen agak ragu sambil ke dua jari telunjuknya di satukan
" Ingin apa?" Tanya tuan muda David sambil membelai rambut istrinya yang bertambah panjang
" Aku ingin makan kwetiau goreng." Ucap Karen
" Ok, aku akan telepon asisten Han." Ucap tuan muda David sambil mengambil ponselnya yang di simpan di saku kemejanya.
" Tapi aku ingin masakanmu sayang." Ucap Karen sambil menatap suaminya dengan sendu
" Ya sudah deh, aku tidak jadi makan." Jawab Karen dengan wajah di tekuk.
" Kok gitu, anak kita kan lapar, kamu jangan egois." Ucap tuan muda David dengan nada agak meninggi.
" Hiks.... hiks... hiks..." Isak Karen dengan air mata tidak berhenti keluar sambil berbaring di ranjang dan membelakangi suaminya.
Tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian memeluk istrinya.
" Maaf sayang, baik aku akan memasak buatmu." Ucap tuan muda David pasrah.
Karen membalikkan badannya kemudian duduk menghadap suaminya.
cup
" Terimakasih sayang." Jawab Karen sambil memeluk suaminya
Tuan muda David membalas pelukan istrinya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Ya sudah, aku akan ke dapur kantin dulu." Ucap tuan muda David
" Baik sayang." Jawab Karen sambil tersenyum.
Tuan muda David keluar dari ruangan kamar perawatan VVIP dan bertemu dengan anak buahnya yang bekerja sebagai bodyguard untuk istrinya.
" Veni, masuk ke dalam dan jaga istriku." Ucap tuan muda David sambil berjalan.
" Maaf tuan muda, tuan muda mau kemana?" Tanya Veni kepo
" Istriku ingin aku masak kwetiau goreng." Jawab tuan muda David sambil menghentikan langkahnya.
" Apa?? Istri tuan benar-benar keterlaluan berani-beraninya memerintah suaminya untuk masak." Ucap Veni dengan nada emosi sambil berusaha mempengaruhi tuan muda David agar membenci dan memaki istrinya.
Tuan muda David membalikkan badannya dan berjalan ke arah Veni.
plak
Tuan muda David menampar Veni kemudian mencengkram dagu Veni dengan erat membuat Veni meringis menahan sakit.
" Jangan sekali-kali kamu mempengaruhi aku untuk menyakiti istriku, jaga sikapmu dan ingat akan posisimu sebagai apa." Ucap tuan muda David.
bruk
Setelah selesai berkata demikian tuan muda David mendorong wajah Veni hingga Veni terjatuh ke lantai kemudian menatap tajam ke arah Veni.
" Tuan muda, selama bertahun-tahun saya selalu setia pada tuan muda sedangkan tuan muda kenal dengan nyonya Karen hanya beberapa bulan saja. Kenapa tuan memperlakukan saya seperti ini? Apa karena kejadian tadi siang makanya nyonya Karen menjelek-jelekkan saya lalu mempengaruhi tuan muda agar tuan muda melakukan ini padaku?" Tanya Veni sambil mengelus wajahnya yang terasa perih bekas tamparan dan juga genggaman tuan muda David yang lumayan erat.
" Apa maksudmu?" Tanya tuan muda David sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Waktu tuan muda pergi ada seorang wanita memarahi nyonya Karen dan saya membela nyonya tapi malah nyonya Karen membentakku dan mengusirku." Ucap Veni sambil memandang wajah tuan muda David dengan tatapan sendu agar tuan muda David bisa dipengaruhi dan membenci Karen.
plak
Tuan muda David menampar kembali pipi Veni hingga keluar darah segar dari sudut bibirnya.
" Aku sangat mencintai istriku, apa yang dilakukan oleh istriku aku tidak mempermasalahkannya karena itu aku tidak perduli kalau istriku membentakmu ataupun mengusirmu dan ingat sekali lagi kamu orang yang aku bayar jadi ikuti perintahku dan jangan sekali-kali membantah perintah istriku dan satu lagi jangan sekali-kali memprovokasi diriku agar aku membenci istriku." Ucap tuan muda David sambil jari telunjuknya menunjuk-nunjuk ke dada Veni.
Tuan muda David membalikkan badannya kemudian melanjutkan langkahnya kembali untuk meninggalkan Veni namun baru beberapa langkah tuan muda David menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.
" Sekali lagi kamu mencoba untuk memprovokasi diriku dengan menjelek-jelekkan istriku agar aku marah maka terimalah hukumanmu." Ucap tuan muda David kemudian melanjutkan langkahnya." Ucap tuan muda David
__ADS_1
( " Brengsk** baru kali ini aku diperlakukan seperti ini. Awas kamu Karen akan aku balas penghinaan yang aku terima, ini semua gara-gara kamu." Ucap Veni dalam hati*** ).