
" Baik." Jawab Karen patuh
Tuan muda David menghubungi asisten Han, sambungan pertama langsung di angkat oleh asisten Han.
" Hallo tuan." Ucap asisten Han
" Han belikan dres untuk istriku berikut **********." Perintah tuan muda David
" Makanannya untuk nyonya Karen apakah tetap dibelikan?" Tanya asisten Han
" Tetap belikan." Ucap tuan muda David.
Tuan muda David tanpa menunggu jawaban sambungan komunikasi langsung di putuskan secara sepihak. Tuan muda David menyimpan kembali ponselnya ke atas meja.
" Kamu kembali ke kamar mandi." Perintah tuan muda David.
" Memangnya kenapa?" Tanya Karen dengan nada bingung.
" Kamu ingin memamerkan tubuhmu untuk orang lain?" Tanya tuan muda David dengan nada satu oktaf sambil menatap tajam ke arah istrinya.
" Maaf suamiku." Ucap Karen sambil membalikkan badannya kemudian masuk kembali ke dalam kamar mandi.
" Buka pintu kalau aku mengetuk pintu kamar mandi." Ucap tuan muda David sebelum Karen menutup pintu kamar mandi.
" Baik." Jawab Karen sambil menutup pintu kamar mandi dan duduk di closed.
" Sabar Karen kamu sudah di beli oleh tuan muda David dan tuan muda David berhak atas semua yang ada padamu jadi sebelum kamu tidak dibutuhkan lagi maka kamu harus menjadi istri yang baik." Ucap Karen sambil berbicara di depan cermin berbicara pada dirinya sendiri.
tok tok tok tok
Setelah agak lama menunggu terdengar suara ketukan pintu membuat Karen berdiri dan membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu kamar mandi untuk membuka pintu kamar mandi.
__ADS_1
ceklek
Karen melihat suaminya sedang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil memberikan dua papar bag untuk dirinya.
" Pakai pakaianmu setelah itu makan." Ucap tuan muda David sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Karen.
" Baik suamiku." ucap Karen patuh, sambil menutup pintu kamar mandi.
Tuan muda David duduk di sofa sambil menunggu kedatangan istrinya.
" Kenapa kalau dekat dengan istriku adik kecilku selalu tegang dan ingin melakukan lagi dan lagi tapi aku bingung kenapa istriku sama sekali tidak pernah protes jika aku meminta hakku?" Ucap tuan muda David
" Kenapa beberapa hari ini aku melihatnya sedih dan matanya sembab seperti habis menangis. Apa istriku bertemu dengan mantan kekasihnya dan setelah bertemu istriku memikirkan terus mantan kekasihnya sehingga dia menangis. Awas saja kalau sampai istriku selingkuh." Sambung tuan muda David sambil menahan amarahnya.
Tuan muda David belum menyadari kalau perkataannya selama ini telah menyakiti hati istrinya karena tuan muda David bukanlah orang yang romantis. Tuan muda David berbicara tidak pernah memikirkan perasaan orang lain apakah orang itu terluka atau tidak karena tuan muda David berpikir apapun bisa di beli tanpa perlu memikirkan perasaan orang lain karena kehidupan masa lalunya yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dan perhatian.
Seperti mantan kekasihnya, tuan muda David sering memarahi tanpa sebab jika dirinya mengalami stress entah karena pekerjaan atau karena hal lain dan mantan kekasihnya tidak pernah memperdulikan karena yang terpenting dirinya hidup enak hingga dirinya dikhianati karena itulah tuan muda David memperlakukan sama seperti mantan kekasihnya.
ceklek
" Suamiku, kenapa melihatku seperti itu? Apakah aku tidak pantas memakai pakaian ini? Kalau iya aku ganti pakaian lain." Ucap Karen sambil mendekati suaminya.
" Tidak perlu, kita pulang sekarang, Han sudah mengurus semuanya." Ucap tuan muda David sambil turun dari ranjang kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu ruang perawatan VVIP.
Karen hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengikuti suaminya dari arah belakang membuat suaminya menghentikan langkahnya.
" Jangan jalan di belakangku jalan di sampingku!! Apakah kamu malu jalan denganku??" Tanya tuan muda David sambil memalingkan wajahnya dengan sinis ke arah Karen.
" Tidak." Jawab Karen singkat sambil berjalan mendekati suaminya agar sejajar dengan suaminya.
Mereka pun keluar dari ruang perawatan VVIP dan di depan mereka sudah ada asisten Han yang sedang berdiri menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
" Mari silahkan tuan dan nyonya." Ucap asisten Han sambil membungkukkan badannya kemudian mempersilahkan tuan muda David dan Karen untuk berjalan di depan.
" Terima kasih kak Han." Ucap Karen sambil tersenyum sambil berjalan begitu pula dengan suaminya.
" Sama - sama nyonya." Jawab asisten Han.
Tuan muda David dan Karen berjalan berdampingan dengan diikuti oleh asisten Han. Banyak gadis dan wanita menatap lapar melihat ketampanan tuan muda David tapi tuan muda David tidak memperdulikannya membuat para gadis dan wanita membenci dan iri dengan Karen karena berhasil jalan dengan orang yang sangat tampan.
Sampai di parkiran mobil asisten Han melangkahkan kakinya dengan cepat untuk membuka pintu mobil. Karen masuk ke dalam mobil dan tangan tuan muda David memegang kepala Karen agar tidak terkena atap mob membuat Karen tersenyum bahagia karena perlakuan suaminya.
" Terima kasih." Ucap Karen sambil menggeser tubuhnya.
" Terima kasih untuk apa?" Tanya tuan muda David sambil duduk di samping istrinya.
" Terima kasih karena suamiku memegang kepalaku agar kepalaku tidak terkena atap mobil." Ucap Karen sambil tersenyum bahagia.
" Itu karena ... ( aku sangat mencintaimu dan tidak ingin kamu terluka.. ehem.. Aku tidak memikirkan kepalamu tapi aku tidak ingin atap mobilku rusak karena mobil ini lebih berharga dari pada kamu." Ucap tuan muda David yang berlawanan kata hati.
( " Aduh tuan kenapa bicara seperti itu lihatlah raut wajah nyonya Karen." Ucap asisten Han dalam hati ).
Senyuman Karen langsung memudar mendengar ucapan suaminya membuat Karen menatap ke arah luar untuk menghilangkan perasaan terluka. Asisten Han mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tidak terasa mereka sudah sampai di mansion.
" Kamu istirahat di kamar, aku mau ke ruang kerja ada yang ingin kubicarakan dengan asisten Han." Ucap tuan muda David
" Baik suamiku." Ucap Karen sambil berjalan menaiki anak tangga meninggalkan mereka berdua.
ceklek
Karen masuk ke dalam kamar dan duduk di ranjang. Karen memeluk lututnya sambil terisak mengeluarkan rasa sesak di hatinya setelah puas menangis membuat Karen lelah dan Karen berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama Karen tertidur pulas di ranjang dengan mata sembabnya.
ceklek
__ADS_1
Tuan muda David membuka pintu kamar pribadinya dan melihat istrinya sudah tertidur pulas. Tuan muda David mendekati istrinya dan duduk di samping ranjang.
" Kenapa istriku menangis lagi? Apakah istriku memikirkan pria lain? kenapa aku jadi posesif seperti ini?" Tanya tuan David pada dirinya sendiri