
" Aku juga bersyukur bisa bertemu denganmu lagi di tempat mansion tuan muda David karena aku pikir kita tidak bertemu lagi." Ucap asisten Han sambil membalas pelukan dokter Sandra.
Tidak berapa lama merekapun melepaskan pelukannya.
" Ini pakaiannya kamu pakailah, aku mau mencuci piring dan gelas dulu." Ucap asisten Han sambil mengambil piring dan gelas yang tadi mereka makan.
" Ok." Jawab dokter Sandra
Asisten Han tersenyum dan meninggalkan dokter Sandra sendirian, sebenarnya dirinya ingin selalu dekat dengan dokter Sandra tapi hasratnya yang sangat tinggi membuat dirinya menahan diri karena tidak tega melihat dokter Sandra kelelahan.
Asisten Han mencuci piring dan gelas serta peralatan masak setelah selesai asisten Han berjalan menaiki anak tangga bertepatan ponselnya berdering. Asisten Han mengambil ponselnya di saku kemejanya dan menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Siang tuan, kami sudah menangkapnya." Ucap seorang pria
" Berapa orang yang melakukannya? apakah sudah tahu kenapa orang itu melakukannya?" Tanya asisten Han dengan nada dingin
" Dua orang tuan, pelakunya bernama Sarah dia sahabat nona Sandra. Sarah telah merebut mantan kekasih nona Sandra dan kini mengincar tuan untuk menjadi kekasihnya dengan memberikan obat perang***g." ucap pria tersebut
" Satu lagi bernama Tio, pria itu melakukannya karena cemburu kekasihnya bersama tuan karena itulah dirinya memberikan obat perang***g." sambung pria tersebut.
" Berikan obat perang***g dosis yang sangat tinggi kemudian ke duanya di ikat kaki dan tangannya dengan erat agar mereka sangat tersiksa dan mati mengenaskan karena hasratnya tidak terpenuhi." Ucap asisten Han dengan nada dingin dan kejam.
" Baik tuan." Jawab pria itu patuh.
tut tut tut tut tut
" Itulah akibatnya jika menyakiti wanita yang aku cintai." Ucap asisten Han sambil mematikan sambungan komunikasi.
Asisten Han menyimpan kembali ponselnya ke saku kemejanya kemudian menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya. Ketika tangannya hendak menyentuh gagang pintu ponselnya berdering membuat asisten Han membatalkan niatnya untuk membuka pintu kamarnya.
Asisten Han membalikkan badannya dan berjalan agak menjauh dari kamarnya kemudian mengambil ponselnya di saku kemejanya dan melihat di layar ponselnya kalau tuan muda David menghubungi dirinya. Asisten Han menekan tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Selamat siang tuan." Panggil asisten Han
" Ada di mana?" Tanya tuan muda David
" Ada di apartemen tuan." Jawab asisten Han
" Datanglah ke mansion." Ucap tuan muda David
" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh.
__ADS_1
tut tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak. Asisten Han hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya. Asisten Han membalikkan badannya kemudian berjalan ke arah kamar nya untuk membuka pintu.
ceklek
Asisten Han membuka pintu kamarnya dan melihat seprei yang tadi berantakan karena tadi mereka melakukan hubungan suami istri kini sudah di ganti dengan yang baru. Asisten Han melihat pintu balkon terbuka membuat asisten Han yakin kalau dokter Sandra berada di balkon.
Asisten Han berjalan mendekati balkon dan melihat dokter Sandra menatap jalan raya dari balik kaca.
grep
" Lagi memikirkan apa?" Tanya asisten Han sambil memeluk dokter Sandra
" Tidak ada, senang melihat orang-orang dan kendaraan berlalu lalang." Jawab dokter Sandra sambil menggenggam ke dua tangan asisten Han dan menyandarkan punggungnya ke dada bidang asisten Han.
cup
" Sayang, tuan muda David memintaku datang ke mansion, apakah kamu mau tinggal di sini atau pulang ke rumahmu?" Tanya asisten Han sambil mengecup kening dokter Sandra.
" Aku pulang saja." Jawab dokter Sandra
" Kalau kita sudah resmi menikah barulah aku akan tinggal bersamamu." Ucap dokter Sandra sambil membelai wajah tampan asisten Han.
" Baiklah, ayo aku antar kamu pulang dulu." Ucap asisten Han
" Ok." Jawab dokter Sandra
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah milik orang tua dokter Sandra. Asisten Han dan dokter Sandra turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama.
ceklek
Dokter Sandra membuka pintu utama sambil menggandeng tangan asisten Han. Mereka berjalan ke ruang keluarga dan mereka melihat ke dua orang tua dokter Sandra sedang mengobrol.
" Mommy, daddy." Panggil dokter Sandra sambil berjalan mendekati ke dua orang tuanya dan diikuti oleh asisten Han.
Dokter Sandra mengecup punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian.
" Hallo sayang, dari mana saja kok jam segini baru pulang?" Tanya ibunya
" Mommy tidak melihat kenapa putri kita pulangnya lama? itu ada pangeran datang bersamanya." Goda daddynya dokter Sandra.
__ADS_1
" Akhh.. daddy senang banget godain Sandra." Ucap dokter Sandra
" Maaf, mommy tidak melihat karena dari tadi memikirkan putri mommy yang belum pulang-pulang." Ucap mommynya dokter Sandra merasa tidak enak hati dengan asisten Han.
" Tidak apa-apa tante, maaf tante dan om gara-gara saya Sandra pulangnya terlambat." Ucap asisten Han tidak enak hati
" Akh tidak apa-apa santai saja, panggil kami mommy dan daddy sama seperti putriku memanggil kami, oh iya silahkan duduk" Ucap mommynya dokter Sandra.
" Panggil saja aku jangan terlalu formal." Sambung daddynya dokter Sandra.
" Terima kasih mommy, daddy." Jawab asisten Han sambil duduk dan diikuti oleh dokter Sandra duduk di sampingnya.
" Nak..." Ucap daddynya dokter Sandra menggantungkan kalimatnya.
" Han, dad." Jawab asisten Han
" Nak Han, kalau boleh tahu ada hubungan apa ya dengan putriku?" tanya daddynya dokter Sandra tanpa basa basi.
" Jujur aku sangat mencintai Sandra dan berencana secepatnya menikah." Ucap asisten Han.
" Apakah kalian sudah melakukan..." Ucap daddynya dokter Sandra menggantungkan kalimatnya.
Dokter Sandra langsung berlutut di depan orang tuanya sambil menangis sedangkan asisten Han hanya berlutut dan bersiap menerima hukuman ke dua orang tuanya dokter Sandra.
" Mommy, daddy maafkan kami." Ucap ke duanya
" Duduklah dan ceritakan apa yang terjadi?" Tanya daddynya dokter Sandra dengan nada dingin.
Asisten Han dan dokter Sandra kembali duduk, asisten Han pun dengan jujur menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi membuat ke dua orang tua dokter Sandra hanya menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Itulah yang terjadi, saya bersedia di hukum tapi saya mohon jangan pisahkan aku dengan Sandra karena aku sangat mencintainya dan bertanggung jawab untuk menikah." Ucap asisten Han dengan nada yakin.
" Bagaimana kalau dua hari lagi kalian berdua menikah?" Tanya daddynya dokter Sandra
" Baik aku bersedia, besok orang tuaku akan datang untuk melamar putri daddy dan mommy." Jawab asisten Han
" Baik dan untuk sementara kalian tidak boleh bertemu. Kalian bertemu jika kalian berdua sudah resmi menikah." ucap daddynya dokter Sandra.
" Walau berat tidak apa-apa dad, asalkan kami sudah mendapatkan restu dari mommy dan daddy." Ucap asisten Han.
" Kalian menikah secara sederhana yang penting sah di mata hukum dan agama. Masalah resepsi pernikahan kalian mommy dan Daddy akan mengadakan bulan depan." Ucap mommynya dokter Sandra.
__ADS_1