
" Bukti sudah jelas ada beberapa foto dan rekaman video." Ucap tuan muda David
" Apa tuan sudah yakin? Tuan kan tahu kalau Veni menyukai tuan bisa saja Veni memfitnah nyonya." Ucap asisten Han
Tuan muda David menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Baiklah, aku akan tanyakan setelah bibi di rawat di rumah sakit." Ucap tuan muda David
Lima menit kemudian mobil itu berhenti di lobby rumah sakit dan dua perawat sudah menunggu pemilik rumah sakit tuan muda David. Tuan muda David meletakkan tubuh kepala pelayan di brangkar kemudian dua perawat mendorong brankar tersebut menuju ke ruang UGD.
" Han, kamu tunggu di sini kabarin aku kalau ada apa-apa." Ucap tuan muda David sambil membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut bersamaan ponselnya berdering dua kali tanda ada dua pesan masuk.
Asisten Han mengambil ponselnya kemudian membaca isi pesan wa yang ternyata dari Karen.
" Kak Han, aku mohon jangan membelaku jika aku di usir oleh suamiku. Aku hanya minta tolong setelah aku pergi dari kota ini tolong cari siapa yang memfitnahku dan aku juga mohon jaga suamiku dan lindungi suamiku juga bibi."
" Jangan selidiki sekarang karena banyak mata-mata. Ingat selidiki jika aku sudah pergi dari kota ini."
" Apa maksudnya? Jangan-jangan nyonya Karen di jebak." Gumam asisten Han
Asisten Han menghubungi seseorang setelah satu menit bercakap-cakap asisten Han memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak.
" Aku tidak akan memaafkan kalian yang telah merusak hubungan tuan David dan nyonya Karen." Ucap asisten Han sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
xxxxxxx
Tuan muda David mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi hingga tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah sampai di mansion. Pandangan tuan muda David menggelap sambil berjalan ke arah kamarnya.
brak
Tuan muda David mendorong pintu kamarnya dengan kasar dan melihat istrinya sedang berdiri dan di sampingnya tas yang diletakkan di atas ranjang.
" Apakah benar anak yang di dalam kandunganmu bukan anakku melainkan anak dari kekasihmu?" Tanya tuan muda David dengan nada sinis.
" Iya benar." Jawab Karen sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
" Kamu bawa tas ternyata sudah bersiap ingin pergi dari sini dan janjian dengan kekasihmu?" Tanya tuan muda David
" Iya benar." Jawab Karen dengan kata yang sama.
__ADS_1
plak
Tuan muda David menampar pipi istrinya untuk pertama kalinya. Entah kenapa hatinya sangat sakit ketika melakukan itu sedangkan Karen hanya tersenyum menahan luka dihatinya dan juga menahan perih di pipinya.
" Tuan muda David ingatkah dulu aku membuat taruhan?" Tanya Karen mengubah panggillan daddy menjadi tuan muda David.
Tuan muda David terkejut dengan ucapan Karen yang mengubah nama panggilan tapi berusaha tidak diperdulikan karena dirinya mau mengingat apa yang dikatakan Karen waktu itu.
" Jika ternyata aku memijat kaki honey dan honey berteriak maka apapun yang aku pinta honey harus memenuhi keinginanku tapi jika honey tidak berteriak maka apapun yang honey minta aku akan mengabulkannya walau sulit aku akan berusaha untuk melakukannya." Ucap Karen mengulangi perkataannya yang dulu.
" Iya aku ingat." Ucap tuan muda David
" Aku sekarang memintanya." Ucap Karen
" Apa yang kamu minta? perusahaan milikku? Rumah? aset berhargaku?" Tanya tuan muda David dengan nada sinis
" Tidak, aku hanya minta pergi dari mansion ini." Ucap Karen sambil membawa tasnya.
" Baiklah tapi kembalikan semua barang-barang yang telah kuberikan padamu." Ucap tuan muda David yang bertentangan dengan kata hatinya.
" Aku hanya membawa barangku, semua barang pemberian tuan muda David ada di dalam lemari termasuk dua kartu. Sesuai yang dulu aku katakan kalau aku tidak akan membawa sepersen pun sudah cukup tuan memberi uang untuk ayahku, jaga dirimu baik-baik." Ucap Karen sambil membuka pintu kamarnya meninggalkan suaminya.
" Nyonya malam-malam mau kemana?" Tanya salah satu bodyguard
" Pak, bisa minta tolong antarkan aku ke hotel terdekat." Mohon Karen
" Baik nyonya." Jawab bodyguard tersebut
Bodyguard tersebut membuka pintu mobil belakang pengemudi dan Karen masuk ke dalam mobil dan duduk sambil memandangi balkon di mana suaminya menatap dirinya kemudian bodyguard tersebut menutup pintu mobil dan berlari mengelilingi mobil dan masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Bodyguard tersebut mengendarai mobil dengan kecepatan sedang namun di perjalanan mobilnya di cegat oleh enam orang sambil membawa senjata tajam.
" Nyonya tunggu di sini biar aku melawan mereka." Ucap bodyguard tersebut sambil turun dari mobil
" Tidak, aku akan turun untuk membantumu." Ucap Karen bersikeras sambil turun dari mobil.
" Dokter Rizky." Pekik Karen melihat temannya ada di hadapannya sambil membawa senjata tajam
" Kenapa? kaget?" Tanya dokter Rizky
__ADS_1
" Oh iya aku mau kasih tahu kalau kakekku mati karena aku yang memberinya racun. Aku tahu kamu pasti sangat terpukul karena mengira tidak menyelamatkan nyawa kakekku." Ucap dokter Rizky
plak
" Apa?? Kamu tahu gara-gara ulahmu aku berhenti menjadi dokter karena aku merasa bersalah tidak bisa menyelamatkan nyawa pasienku tapi ternyata itu ulahmu. Kenapa kamu tega membunuh kakekmu?" Tanya Karen sambil menampar pipi dokter Rizky
" Karena aku sangat kesal dan dendam dengan kakek karena ingin mencabut fasilitasku dan semua harta warisan akan diberikan ke cucu lain karena itulah aku sangat kesal dan sengaja membunuh kakekku dengan cara di racun dan juga kamu dokter Karen aku ingin kamu merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan kakekku. Hatiku sangat puas melihat kesedihan di matamu ketika kakekku meninggal." Ucap Rizky tanpa dosa
" Kamu psycopath." Ucap Karen
" Hahahaha... sekarang aku ingin membunuhmu. Serang mereka berdua dan bunuh mereka." Perintah dokter Rizky
bugh
duag
bugh
duag
" Akhhhhh." Teriak Karen
Karen dan asisten Han berusaha menghindar dan menyerang tapi karena kondisi Karen sedang hamil besar membuat Karen terdesak. Karen membalikkan badannya agar punggungnya yang terkena pukulan membuat Karen berteriak kesakitan.
Di saat kritis segerombolan pakaian serba hitam datang dan membantu Karen dan bodyguard bersamaan kedatangan seorang pria paruh baya yang wajahnya lebam-lebam menarik tangan Karen.
" Karen, ini ayah kita tinggalkan tempat ini." ucap Toni yang entah dari mana datangnya.
" Baik ayah, kita naik mobil itu aja ayah. Ayah di dalam mobil itu ada tas milikku dan di dalam tasku ada uang cash dan atmku." Ucap Karen menjelaskan
" Baik." Jawab ayahnya singkat
" Aku sendiri saja yang membuka pintu mobilnya biar cepat." Ucap Karen sambil berjalan
Toni hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi sedangkan Karen duduk di samping pengemudi.
" Ayah, kita pergi ke..." Ucapan Karen terpotong karena tiba-tiba Karen tidak sadarkan diri.
" Karen!!" Teriak Toni.
__ADS_1