
Asisten Han sangat terkejut karena Karen memesan makanan banyak sekali.
" Apakah nyonya bisa menghabiskan semuanya?" Tanya asisten Han
" Tentu saja." Jawab Karen sambil tersenyum
" Baiklah nyonya, saya akan memesankan pesanan nyonya." Jawab asisten Han.
" Ok." Jawab Karen singkat sambil melanjutkan pekerjaannya.
Asisten Han berjalan meninggalkan ruangan kerja milik tuan muda David sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tidak percaya. Sedangkan tuan muda David yang melihat dan mendengar ucapan istrinya ikut menggelengkan kepalanya.
" Apakah istriku sangat lapar sehingga memesan makanan sebanyak itu?" Ucap tuan muda David.
Setengah jam kemudian pesanan datang asisten Han bersama ke empat office girl membawa makanan dan diletakkan di atas meja dekat sofa.
" Kak Han, ajak Lina ke sini kita makan bersama." Ajak Karen
" Tapi nyonya..." Ucapan asisten Han terpotong oleh Karen
" Aku tidak suka penolakan." Ucap Karen
" Baiklah nyonya." Jawab asisten Han pasrah
" Hmm... satu lagi aku tidak tahu nomer ponsel suamiku bisakah aku memintanya?" Tanya Karen
" Boleh nyonya." Jawab asisten Han
Asisten Han menyebutkan nomer ponsel tuan muda David sedangkan Karen mengetik nomer ponsel tuan muda David di ponselnya.
" Terima kasih kak." Ucap Karen sambil menekan tombol untuk menghubungi suaminya.
Panggilan pertama langsung di angkat oleh suaminya.
" Suamiku yang sangat tampan sudah makan belum?" Tanya Karen dengan nada lembut.
" Belum, memang kenapa?" Tanya tuan muda David sambil tersenyum bahagia karena diperhatikan oleh istrinya.
" Waktunya makan siang, makan yang banyak ya suamiku." Pinta Karen dengan nada manja.
" Rasanya kurang enak kalau kamu tidak ada di sebelahku." Ucap tuan muda David
tut tut tut tut tut
Karen langsung menutup ponselnya secara sepihak membuat tuan muda David agak kesal.
" Aish nyebelin banget." Ucap tuan muda David dengan nada kesal.
Tidak berapa lama ponselnya berdering sekali tanda ada pesan masuk. Tuan muda David membuka pesan tersebut dan ternyata Karen mengirim foto dirinya sedang tersenyum manis dan di bawahnya tertulis.
Anggap saja istrimu berada di sampingmu agar rasa makanannya terasa enakπππ. I Love My Husband. Muach ππππ
__ADS_1
Tuan muda David yang wajahnya suram kini berubah berseri - seri dan tertawa melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.
" Aku sangat bahagia kenal denganmu, terima kasih kehadiranmu sangat berarti untukku." Ucap tuan muda David
Tidak berapa lama ponselnya berdering dan tuan muda David langsung menggeser tombol berwarna hijau.
" Hallo istriku." Panggil tuan muda David
" Sudah lihat fotoku kan?" Tanya Karen
" Sudah." Jawab tuan muda David dengan nada singkat
" Anggap saja istrimu menemanimu makan siang." Ucap Karen
" Ok, kamu makan yang banyak ya." Ucap tuan muda David.
" Suamiku juga makan yang banyak buat tenaga nanti malam." Ucap Karen menggoda suaminya.
" Kamu nakal ya." Ucap tuan muda David
" Tidak apa - apa nakal sama suami tidak masalah bukan." Ucap Karen sambil tersenyum
" Aku bikin istriku tidak bisa bangun." Ucap tuan muda David
" Istrimu tidak akan takut dengan ancaman suamiku" Bisik Karen dengan wajah merona merah
" Sudah ah... adik kecilku jadi tegang." Ucap tuan muda David
" Pffftttt... hahahaha.." Tawa Karen pecah
" Aish... jangan teriak telingaku sakit." Ucap Karen sambil menjauhkan ponselnya dari telinganya.
tut tut tut tut tut tut
Ponsel dimatikan secara sepihak oleh tuan muda David membuat Karen tertawa kembali. Tuan muda David yang melihat Karen menertawakan dirinya ikut tertawa. Kini setengah hatinya sudah diserahkan ke Karen dan tinggal setengah lagi untuk meyakinkan dirinya untuk lebih mencintai istrinya.
ceklek
Asisten Han membuka pintu kemudian masuk bersama dengan Lina. Mereka duduk berdampingan berhadapan dengan Karen. Karen memakan makanan dengan lahap bersama asisten Han dan Lina. Tidak ada satupun yang bicara hingga tidak berapa lama semua makanan yang berada di meja habis tanpa sisa.
" Aduh nyonya, jangan sering mengajakku makan seperti ini." Ucap asisten Han sambil bersandar di kursi sofa.
" Benar kata tuan Han, perutku sangat kenyang nyonya. Maaf nyonya saya numpang duduk dulu ya." Ucap Lina sambil ikut bersandar dan mengusap perutnya yang agak buncit karena kebanyakan makan.
" Memang kenapa kak Han?" Tanya Karen
" Seperti kata Lina perutku sangat kenyang bikin badanku jadi gendut dan maaf nyonya saya numpang duduk dulu ya." Ucap asisten Han.
" Silahkan kak Han dan Lina beristirahat di sofa. Mengenai perut gendut kak Han bisa berolahraga agar badannya langsing lagi." Ucap Karen sambil menahan tawa.
Asisten Han dan Lina hanya diam untuk menurunkan makanan yang tadi di makannya sambil memejamkan matanya setelah setengah jam istirahat mereka kembali ke tempat semula asisten Han melanjutkan pekerjaannya sedangkan Lina berjaga - jaga di luar pintu CEO.
__ADS_1
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul tiga siang dan pekerjaan Karen dan asisten Han sudah selesai berkat bantuan Karen.
tok
tok
tok
" Masuk." Panggil Karen
ceklek
Asisten Han membuka pintu dan berjalan mendekati Karen.
" Nyonya apakah pekerjaannya sudah selesai?" tanya asisten Han.
" Sudah kak." Ucap Karen
" Kalau begitu kita pulang saja nona, kebetulan pekerjaanku juga sudah selesai. Terima nyonya sudah membantu tugasku." Ucap Asisten Han dengan nada tulus
" Sama - sama kak." Jawab Karen sambil tersenyum
" Kalau begitu kita pulang sekarang saja." Ucap Karen sambil berdiri dan berjalan mendekati asisten Han.
" Nyonya, adakah yang ingin di beli?" tanya Asisten Han
" Tidak kak, aku ingin pulang saja." Jawab Karen
" Baik nyonya." Jawab asisten Han patuh.
Asisten Han dan Karen keluar dari ruangan CEO menuju ke parkiran mobil. Sampai di parkiran mobil asisten Han membuka kursi belakang pengemudi dan Karen masuk ke dalam mobil kemudi asisten Han memutari mobil dan duduk di kursi pengemudi.
Asisten Han pun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan tidak membutuhkan waktu kurang dari setengah jam merekapun sudah sampai di mansion milik tuan muda David.
Karen langsung membuka pintu mobil tanpa menunggu asisten Han membuka pintu mobil belakang pengemudi. Karen berlari ke lantai dua menuju ke kamarnya di mana suaminya sedang berada di dalam kamar.
ceklek
Tuan muda David yang sedang menatap kaca balkon yang menembus pemandangan alam membuat dirinya marah karena telah mengganggu dirinya yang sedang melamun memikirkan percakapan mesumnya dengan istrinya.
" Bukankah sudah aku bilang kalau membuka pintu ketuk dulu!!! Apakah kamu mau di pecat hah!!!" Bentak tuan muda David.
Karen hanya diam membeku mendengar bentakan suaminya dan tidak berapa lama air matanya mulai keluar satu persatu.
tes
tes
tes
" Maaf." Ucap Karen dengan nada lirih sambil membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah pintu.
__ADS_1
Tuan muda David sangat terkejut dan langsung memerintahkan kursi rodanya untuk berputar. Tuan muda David melihat tangan kanan istrinya menyentuh gagang pintu kamar.
" Tunggu, maafkan aku." Ucap tuan muda David