Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Karen tertabrak truk


__ADS_3

Malam berganti pagi Karen seperti biasa bangun pagi, mencuci muka dan sikat gigi kemudian keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk membuat sarapan suaminya dan untuk dirinya.


Selesai masak Karen menghidangkan semua makanan ke meja makan dengan di bantu oleh kepala pelayan. Setelah selesai Karen kembali lagi ke kamarnya.


ceklek


Karen membuka pintu kamarnya dan melihat suaminya masih tertidur pulas. Karen seperti biasa menyiapkan air hangat untuk suaminya ke.udian memberikan aroma terapi kesukaan suaminya setelah selesai Karen keluar dari kamar mandi dan duduk di samping ranjang suaminya.


" Suamiku, bangun." Ucap Karen dengan nada lembut sambil mengusap wajah suaminya dari kening, pipi, mata, hidung, bibir dan terakhir rahang suaminya.


" Tuan muda David menahan tangan Karen kemudian kemudian tangan satunya menarik tubuh Karen hingga menimpa tubuh tuan muda David.


" Suamiku sudah siang, suamiku tidak bekerja?" Tanya Karen


" Satu ronde setelah itu kita mandi bersama." Bisik suaminya dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Tuan muda David membuka matanya melihat wajah cantik istrinya kemudian membalikkan tubuhnya dan kini tuan muda David berada di atas tubuh istrinya.


Setelah melakukan kegiatan panasnya di pagi hari mereka berdua mandi bersama dan menambah satu ronde lagi di kamar mandi. Tuan muda David tidak mengerti kenapa dirinya tidak bisa menahan hasratnya jika dekat dengan istrinya.


Kini tuan muda David sudah memakai pakaian kerja sedangkan Karen memakai dres selutut berwarna putih kemudian dipadukan dengan memakai blazer seukuran selutut membuat Karen bertambah cantik terlebih riasan wajah Karen yang natural.


Karen memakaikan dasi suaminya sedangka ke dua tangan tuan muda David memegang pinggang istrinya.


" Sudah selesai, suamiku semakin bertambah tampan." Puji istrinya sambil tersenyum dan merapikan jas suaminya


cup


" Terima kasih istriku." Ucap tuan muda David sambil mengecup bibir istrinya singkat.


Karen hanya tersenyum dan mereka berdua menuruni anak tangga untuk sarapan pagi. Sampai di lantai satu tuan muda David dan Karen melihat asisten Han sedang duduk menunggu tuan muda David dan nyonya Karen.


" Pagi tuan, pagi nyonya." Sapa asisten Han.


" Pagi kak Han." Ucap Karen sambil tersenyum


Seperti biasa tuan muda David hanya diam dan berjalan ke arah meja makan.


" Kak Han sudah makan?" Tanya Karen


" Belum nyonya, saya sarapan di kantor saja." Ucap asisten Han


" Tidak kita sarapan bersama saja kebetulan aku memasak agak banyak." Ucap Karen


" Tapi nyonya..." Ucapan asisten Han terpotong oleh ucapan tuan muda David


" Han sarapan." Perintah tuan muda David dengan nada cemburu.


" Baik tuan." Jawab asisten Han pasrah.

__ADS_1


Mereka pun duduk di kursi Karen duduk bersebelahan dengan suaminya sedangkan asisten Han duduk bersebrangan. Seperti biasa Karen mengambil piring dan mengisi nasi, lauk dan sayur kemudian diberikan ke suaminya.


" Terima kasih istriku." Ucap tuan muda David


" Sama - sama suamiku." Jawab istrinya sambil tersenyum.


" Kak Han, mau makan apa?" Tanya Karen dengan nada lembut


" Biar dia ambil sendiri, Han punya ke dua tangan untuk digunakan mengambil makanan." Ucap tuan muda David sambil menatap tajam ke arah asisten Han


" Iya nyonya, biar saya ambil sendiri." Ucap asisten Han


( " Sepertinya tuan sangat cemburu ketika istrinya memperhatikan aku padahal nyonya Karen sudah aku anggap sebagai adikku." Ucap asisten Han dalam hati ).


Karen hanya diam dan mengambil untuk dirinya sendiri kemudian dilanjutkan oleh asisten Han mengambil nasi dan lauk serta sayur. Mereka makan dalam diam tidak ada yang berbicara hingga setengah jam lamanya akhirnya mereka sudah selesai makan.


Selesai makan dan minum seperti biasa asisten Han membuka pintu mobil.


" Silahkan masuk nyonya dan tuan." Ucap asisten Han.


" Terima kasih kak." Jawab Karen sambil tersenyum


Karen masuk ke dalam mobil dan lagi-lagi tangan tuan muda David memegang kepala istrinya agar tidak terkena atap mobil. Karen menggeserkan tubuhnya agar suaminya duduk di sebelahnya.


" Terima kasih suamiku." Jawab Karen sambil tersenyum bahagia.


" Aku melakukan itu lagi karena aku sayang dengan mobilku." Ucap tuan muda David yang berlawanan kata hatinya.


" Apa maksudmu?" Tanya tuan muda David tidak suka mendengar ucapan Karen.


" Suatu saat suamiku akan tahu." Ucap Karen


" Aku tidak mengerti katakan apa maksudmu?" Tanya tuan muda David


" Sudahlah lupakan apa yang tadi aku katakan." Ucap Karen


( " Aduh tuan kenapa sih suka sekali mengatakan yang membuat hati nyonya Karen terluka, suatu saat tuan akan menyesal jika menyia - nyiakan orang sebaik nyonya Karen." Ucap asisten Han dalam hati ).


" Kak Han, aku turun di depan toko kue." Ucap Karen menunjuk ke arah depan


" Mau ngapain kamu ke toko kue?" Tanya tuan muda David dengan nada curiga dan mengubah panggillan dari istriku kini menjadi kamu.


" Aku ingin makan macaroni cheese." Ucap Karen menjelaskan.


" Bukannya kamu sudah makan?" Tanya tuan muda David


" Memang tapi sekarang aku ingin makan makaroni Cheese." Ucap Karen


" Aku terburu-buru karena banyak pekerjaan." Ucap tuan muda David

__ADS_1


" Aku tinggal saja apalagi kantornya juga dekat tinggal nyebrang dan jalan sedikit sudah sampai." Ucap Karen


" Terserah." Ucap tuan muda David


" Han berhenti." Perintah tuan muda David


" Baik tuan." Jawab asisten Han patuh.


Asisten Han menghentikan mobilnya dan Karen mendekati suaminya.


cup


" Jaga dirimu baik - baik, semoga suamiku cepat menemukan penggantiku yang lebih baik dariku. Bisik Karen kemudian mengecup pipi suaminya singkat kemudian turun dari mobil.


Setelah turun dari mobil Karen berjalan ke arah toko roti sambil menahan agar air matanya tidak keluar.


" Han jalan." Ucap tuan muda David sambil memikirkan perkataan istrinya dan tindakan Karen mengecup pipinya.


" Baik tuan." Jawab asisten Han sambil menyalakan mesin mobil dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang.


" Han mundur, aku ingin tahu apakah istriku selingkuh atau tidak." Perintah tuan muda David.


" Hah... Baik tuan." Jawab asisten Han dengan nada terkejut dengan ucapan tuan muda David.


( " Aduh tuan kenapa sich tidak percaya dengan nyonya Karen. Nyonya Karen bukan wanita seperti itu." Ucap asisten Han dalam hati ).


Setelah sampai dekat toko roti asisten Han menghentikan mobilnya, mereka berdua melihat dari arah jendela samping mobil.


Karen yang hendak masuk ke toko melihat seorang nenek jalan ke arah jalan raya kemudian mundur lagi seakan ragu untuk menyebrang jalan. Karen yang sudah mau masuk ke dalam toko langsung membalikkan badannya dan berjalan mendekati nenek tersebut.


" Nenek mau nyebrang?" Tanya Karen sambil menggenggam tangan nenek tersebut dengan lembut.


" Iya cu, tapi nenek takut." Ucap nenek itu


" Karen bantu menyebrang ya nek." Ucap Karen memberikan bantuan.


" Terima kasih ya cu." Ucap nenek tersebut.


" Sama - sama nek." Ucap Karen


Karen menggandeng tangan nenek tersebut untuk menyebrang jalan tapi hampir sampai di ujung bahu jalan tiba - tiba sebuah truk berkecepatan tinggi datang ke arah mereka berdua namun karena nenek tersebut berjalan sangat lambat membuat Karen mendorong nenek tersebut hingga terjatuh di bahu jalan.


brugh


akhhhhhhhh


Karen tertabrak trukp tersebut membuat tubuh Karen seperti terbang kemudian terhempas di jalan raya. Darah segar keluar dari kepala, tubuh , mulut dan hidung. Kejadian tersebut terlalu cepat sehingga tuan muda David dan asisten Han tidak sempat menolong Karen. Truk tersebut langsung melarikan diri karena takut dihakimi massa.


" Han kejar truk itu." Perintah tuan muda David sambil turun dari mobil.

__ADS_1


Asisten Han menghentikan mobilnya kemudian memundurkan mobilnya untunglah jalanan belum begitu ramai.


__ADS_2