Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Rahasia


__ADS_3

" Oh ya Toni ada sesuatu rahasia yang sangat besar dan aku pastikan kamu akan terkejut mendengarnya." Ucap Tini sambil tersenyum devil tanpa memperdulikan umpatan mantan suaminya.


" Rahasia? Rahasia apa?" Tanya Toni penasaran


" Persiapkan jantungmu karena ini rahasia yang membuatmu semakin bersalah karena lebih mempercayai aku dari pada istrimu sendiri." Ucap Tini


" Jangan bertele-tele rahasia apa?" Tanya Toni dengan nada naik satu oktaf


" Hahahaha... tidak sabaran ternyata." Ucap Tini sambil tertawa jahat.


" Baiklah akan aku katakan, istrimu tidak selingkuh dan anak yang dalam kandungannya adalah putrimu." Ucap Tini sambil tersenyum devil


" Apa maksudmu?" Tanya Toni tidak percaya


" Aku menyewa seorang laki-laki untuk memeluk istrimu kemudian memfotonya dan mengatakan kalau istrimu selingkuh dan juga foto dan video yang melakukan hubungan suami istri sebenarnya adalah aku dengan kekasihku. Aku menyewa orang untuk mengedit agar wajah itu adalah wajah istrimu." Ucap Tini tanpa dosa


duar


duar


Bagai petir di siang bolong Toni sangat terkejut dan tidak berapa lama air matanya keluar. Air mata penyesalan yang sangat mendalam telah menyakiti istrinya dan juga anak kandungnya yang di kira anak dari pria lain.


" Dasar kau iblis bukan kau ratunya iblis, kenapa aku bisa bertemu ratu iblis sepertimu?: Tanya Toni sambil menatap tajam ke arah Tini


" Kamu tahu gara-gara ulahmu setiap hari aku menyiksa istriku hingga akhirnya setelah melahirkan istriku meninggal. Bukan itu saja sejak kecil Karen yang aku anggap anak dari selingkuhan istriku selalu aku siksa hingga aku tega menjualnya ternyata putri kandungku." Ucap Toni dengan air mata berlinang


" Breng**k... aku bersumpah semoga kamu sebelum mati sangat tersiksa sampai kamu menginginkan kematian karena tidak kuat mengalami siksaan." Sumpah Toni sambil menatap tajam dan berusaha memberontak tapi sia-sia karena ikatannya terlalu kuat.


" Huh aku tidak percaya kalau sumpahmu tidak akan terbukti." Ucap Tini


" Sudahlah Bu jangan lama-lama mengobrol suruh pria itu menghubungi Karen." Perintah Celline tiba-tiba datang dan berjalan ke arah mereka.


" Iya benar membuang waktu saja." Ucap Tini


" Kalian berdua cari ponsel pria itu dan ambil ponselnya." Perintah Tini


" Baik nyonya." Jawab ke duanya dengan serempak


Ke dua pria itupun mencari ponsel pria paruh baya dan sudah ketemu langsung diberikan ke arah Tini.


" Ini nyonya." Ucap salah satu dari mereka.


Tini menerimanya dan langsung mencari kontak telepon Karen kemudian menekan tombol panggil.


" Bicara dengan putrimu untuk datang ke sini." Perintah Tini


" Tidak! Apa yang akan kamu lakukan pada putriku?" Tanya Toni dengan nada naik satu oktaf

__ADS_1


" Aku ingin putrimu mengaku kalau Karen hamil dengan pria lain di depan suamimu. Nasibnya akan sama seperti ibunya hahahaha.." Ucap Tini sambil tertawa jahat.


" Aku tidak akan mau putriku ke sini, dasar ratu iblis!!! Bentak Toni


" Hallo ayah, ada apa ayah telepon?" Tanya Karen tiba-tiba lewat panggillan ponsel milik Toni.


" Kamu ingat aku Karen?" Tanya Tini


" Ibu Tini." Panggil Karen dengan nada terkejut


" Kemana ayahku?" Tanya Karen dengan nada kuatir.


" Ayahmu kami ikat ke dua tangan dan ke dua kakinya." Ucap Tini


" Aku tidak percaya." Ucap Karen


tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak kemudian tidak berapa lama Tini melakukan panggilan video call.


" Lihatlah ayahmu." Ucap Tini sambil memperlihatkan keadaaan Toni.


" Ayah, apa yang terjadi?" Tanya Karen dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Karen sayang, maafkan ayah. Ayah tidak pantas menjadi ayahmu, jangan perdulikan ayah." Ucap Toni dengan air mata tidak berhenti keluar.


" Karen, kamu ke sini kalau tidak ayahmu akan kami siksa." Ancam Tini


" Jangan Karen, kamu jangan ke sini." Mohon Toni sambil menggelengkan kepalanya.


" Pukul pria itu." Perintah Tini tanpa ada rasa iba sedikitpun.


bugh


bugh


" Karen, ayah mohon jangan ke sini." Ucap Toni sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.


" Bagaimana Karen?" Tanya Tini tanpa memperdulikan ucapan Toni


Karen terdiam membuat Tini sangat kesal dengan sikap diamnya Karen.


" Pukul pria itu lagi." Perintah Tini


bugh


bugh

__ADS_1


uhuk uhuk uhuk uhuk


Darah segar keluar dari mulut Toni tapi Toni tetap menatap wajah putrinya sambil menggelengkan kepalanya.


" Cukup, aku akan ke sana, di mana alamatnya?" Tanya Karen yang tidak tega melihat ayahnya terluka.


" Tapi aku berubah pikiran." Ucap Tini tiba-tiba


" Apa maksudmu?" Tanya Toni sambil menahan amarahnya.


" Jika suamimu pulang, katakan padanya kalau kamu selingkuh dan anak yang kamu kandung adalah anak selingkuhan kekasihmu." Ucap Tini


" Apa??? Aku tidak mau." Ucap Karen dengan nada tegas


" Dasar wanita gila!!" Teriak Toni


" Oh iya Karen kamu tidak tahu dia adalah ayah kandungmu bukan ayah tirimu. Aku yang merencanakan semuanya agar ayahmu membenci ibumu dan juga kamu. Hahahaha betapa pintarnya aku." Ucap Tini sambil tertawa jahat.


" Apa??? dasar wanita jahat kamu merusak kehidupan keluarga orang tuaku dan sekarang kamu juga ingin merusak rumah tanggaku." bentak Karen sambil membelai perutnya yang mulai kram karena emosinya sedang meledak-ledak.


" Dasar ratu iblis, menyesal aku mengenalmu." Ucap Toni dengan nada naik satu oktaf sambil berusaha membebaskan diri.


" Aku tidak perduli apa yang kalian katakan oh ya nanti Veni bodyguard mu akan memberikan bukti foto-foto kamu sedang selingkuh dengan pria lain dan kamu harus mengakui kalau itu adalah selingkuhanmu jika tidak maka aku tidak akan segan-segan menyiksa ayahmu." Ancam Tini


" Veni." Ucap Karen mengulangi perkataannya


" Ya Veni, bodyguard yang di bayar oleh suamimu untuk menjagamu adalah ponakanku jadi jika kamu tidak menuruti permintaanku maka jangan salahkan aku ayahmu akan mati di tangan anak buahku." Ancam Tini


tut tut tut tut


Tanpa menunggu jawaban dari Karen sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak kemudian Tini melempar ponsel milik Toni asal.


" Hahahaha sebentar lagi putriku akan menikah dengan David dan aku akan hidup enak." Ucap Tini sambil tertawa jahat.


" Dasar ratu iblis." Umpat Toni


" Aku tidak perduli." Ucap Tini sambil berjalan meninggalkan Toni dan dua orang suruhan putranya.


Celline pun mengikuti ibunya meninggalkan tempat tersebut namun baru beberapa langkah dirinya berhenti.


" Tunggu kabar dari kami, jika sudah selesai urusan kami akan menghubungi kalian." Ucap Celline


" Lalu pria ini?" Tanya salah satu mereka


" Terserah kalian bunuh atau lepaskan karena kami tidak perduli." Ucap Celline sambil melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan tersebut.


" Tuhan aku tahu aku orang yang sangat berdosa, tidak pernah berdoa dan selalu melanggar peraturan Mu. Aku mohon orang yang berdosa ini agar Tuhan melindungi putriku. Kasihan putriku yang menderita sejak kecil, Tuhan aku mohon beri kesempatan untuk menjadi ayah yang baik untuk putriku." Doa Toni dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


__ADS_2