
" Tidak." Jawab Karen singkat
Deg
deg
Jantung tuan muda David berdetak kencang mendengar ucapan istrinya, entah kenapa hatinya sangat sakit dan marah secara bersamaan karena Karen berbicara seperti itu.
" Kenapa?" Tanya tuan muda David sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.
" Cinta itu tidak harus saling memiliki, hatiku sangat bahagia jika orang yang aku cintai bahagia menikah dengan wanita lain tapi hatiku sangat sakit jika orang yang aku cintai menikah denganku tapi tidak bahagia." Ucap Karen sambil tersenyum
Tuan muda David hanya terdiam mendengar ucapan Karen dan hatinya semakin yakin kalau Karen adalah wanita yang sangat baik dan berbeda dengan wanita lain.
" Sudah selesai, sekarang bagaimana ke dua kakinya merasakan lebih enak?" Tanya Karen
Tuan muda David menggerakkan ke dua kaki ta dan merasakan sudah lebih ringan dari sebelumnya.
" Ke dua kakiku terasa agak ringan setelah istriku memijat ke dua kakiku dana aku juga bisa merasakan sentuhan tanganmu tidak seperti dulu ke dua kakiku terasa berat dan kaku serta tidak merasakan sentuhan. Jangankan sentuhan di cubit, di pukul aku tidak merasakan sedikitpun." Ucap tuan muda David.
" Berarti sudah mengalami kemajuan." Ucap Karen
" Kapan aku bisa berjalan dengan normal tanpa perlu menahan rasa sakit ketika lama berdiri?" Tanya tuan muda David.
" Sabarlah suatu saat pasti bisa berjalan dengan normal tanpa rasa sakit." Ucap Karen.
" Aku tidak sabar menunggu hal itu terjadi." Ucap tuan muda David.
Karen hanya tersenyum menatap wajah tuan muda David.
" Sekarang waktunya makan malam, kita makan di bawah yuk?" ajak Karen
" Ok." Jawan tuan muda David singkat.
Karen mendorong kursi roda tuan muda David untuk keluar dari kamar mereka menuju ke ruang makan.
Kini mereka sudah berada di meja makan, mereka makan dalam diam dan tidak ada yang bicara sedikitpun hanya suara sendok, garpu dan piring. Setelah setengah jam mereka sudah selesai makan.
" Suamiku, kita ke taman belakang yuk?" Ajak Karen sambil mendorong kursi roda.
" Buat apa ke taman belakang?" Tanya tuan muda David
__ADS_1
" Menikmati udara malam hari dan melihat bintang - bintang di langit, sungguh sangat indah begitu pula dengan bulan." Ucap Karen sambil menunjuk ke atas untuk melihat langit.
Tuan muda David mengangkat kepalanya ke atas dan melihat bintang - bintang dan juga bulan yang di tunjuk oleh Karen.
" Tapi lebih indah dirimu." Ucap tuan muda David
" Terima kasih atas pujiannya." ucap Karen sambil tersenyum.
" Suamiku, mau aku pijat kepalanya?" Tanya Karen
" Hmmm." Ucap tuan muda David berupa deheman.
Karen pun mulai memijat kepala suaminya dan tuan muda David memejamkan matanya menikmati pijatan lembut istrinya. Setelah setengah jam Karen menghentikan pijatannya.
" Kepalaku terasa lebih enak, terima kasih istriku." Ucap tuan muda David
" Sama - sama suamiku." Ucap Karen sambil tersenyum manis.
Mereka pun melanjutkan menatap langit sambil bercakap-cakap hingga tidak terasa mereka mengobrol selama setengah jam lebih.
" Suamiku sudah malam, kita masuk ke dalam yuk?" Ajak Karen
" Tapi aku masih ingin menikmati udara malam hari dan juga bintang - bintang di langit juga bulan." Ucap tuan muda David.
" Baiklah, tapi main satu ronde ya?" pinta tuan muda David
" Baiklah." Jawab Karen pasrah
Karen mendorong kursi roda milik tuan muda David menuju ke lantai dua dengan menggunakan lift
ceklek
Karen membuka pintu kamarnya dengan lebar kemudian mendorong kembali kursi roda tuan muda David. Karen perlahan mengangkat tubuh tuan muda David ke ranjang dan membaringkannya.
Seperti permintaan tuan muda David mereka melakukan kegiatan suami istri pada malam hari. Selesai melakukan kegiatan panasnya Karen memeluk suaminya dan bersandar di dada bidang suaminya. Tidak membutuhkan waktu lama Karen sudah tertidur pulas.
cup
" Terima kasih istriku." Ucap tuan muda David sambil mengecup kening istrinya.
Karen dan tuan muda David saling berpelukan dan tidak berapa lama tuan muda David ikut menyusul istrinya ke dunia mimpi indah.
__ADS_1
Waktu berjalan dengan cepatnya hubungan pernikahan Karen dengan tuan muda David semakin bertambah harmonis.
" Istriku hari ini aku mau ke rumah sakit untuk konsultasi mengenai operasi wajahku. Istriku maukan menemaniku ke rumah sakit?" Tanya tuan muda David.
" Tentu saja mau suamiku, aku bersiap dulu." Ucap Karen.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit. Dokter tersebut mengecek kondisi wajah tuan muda David, setelah setengah jam di periksa tuan muda David turun dari ranjang dengan di bantu oleh perawat dan istrinya Karen kemudian mereka duduk bersebelahan.
" Hasil pemeriksaan pada wajah tuan bagus dan tinggal menunggu keputusan tuan kapan tuan siap untuk di operasi wajahnya." Ucap dokter tersebut.
" Bagaimana kalau besok?" Tanya tuan muda David.
" Baiklah, kalau begitu kami menunggu kedatangan tuan muda David jam sembilan pagi." Jawab dokter tersebut sambil tersenyum.
" Terima kasih dokter." Jawab Karen karena tuan muda David hanya diam saja.
" Sama - sama nona." Jawab dokter tersebut.
" Kalau begitu kami pamit pulang." Jawab Karen.
" Silahkan nona dan terima kasih tuan dan nona atas kedatangannya." Ucap dokter tersebut sambil tersenyum manis.
Karen membalas dengan senyuman manis kemudian mendorong kursi roda untuk keluar dari ruangan tersebut sedangkan seorang perawat membuka pintu ruangan dokter dengan lebar agar Karen bisa langsung keluar.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik tuan muda David.
" Han, ada yang ingin aku bicarakan denganmu, kita mengobrol di ruang kerjaku." Ucap tuan muda David.
" Baik tuan." Jawab asisten Han
" Istriku, aku ingin bicara dengan asisten Han kalau lelah istirahatlah di kamar." Ucap tuan muda David.
" Baik." Jawab Karen singkat
Asisten Han mendorong kursi roda tuan muda David menuju ke ruang kerja milik tuan muda David dan meninggalkan Karen sendirian di ruang keluarga.
" Aku ingin merendam kakiku di kolam renang." Ucap Karen
Karen berjalan ke kolam renang kemudian duduk di pinggir kolam renang sambil ke dua kakinya diturunkan ke kolam renang sambil memainkan ke dua kakinya di air kolam renang.
" Besok suamiku akan di operasi wajahnya dan kemungkinan kurang dari seminggu akan terlihat hasilnya. Kalau wajahnya kembali tampan dan bisa berjalan kembali aku harus menyiapkan hatiku untuk terluka karena pasti banyak wanita yang suka padanya dan tidak perlu menunggu aku hamil atau melahirkan aku pasti sudah ditendang oleh suamiku." Ucap Karen dengan nada lirih sambil memandangi langit.
__ADS_1
" Sadarlah Karen kamu hanyalah budak yang di beli oleh suamimu dan jangan terlalu berharap untuk mendapatkan cintanya. Suamimu baik padamu karena suamimu hanya menginginkan seorang keturunan darimu karena suamimu cacat tapi karena sebentar lagi bisa berjalan dan wajahnya kembali tampan maka bersiaplah untuk di tendang." Sambung Karen.
Karen tanpa sadar mengeluarkan air matanya, rasa kesedihan teramat sangat dihatinya hingga tidak menyadari ada seseorang yang mendekati dirinya.