
" Apa maksudmu sayang?" Tanya tuan muda David dengan nada bingung.
" Sayang carilah di Mbah google apakah selama kehamilan bisa melakukan hubungan suami istri atau tidak." Ucap Karen sambil tersenyum.
Tanpa menjawab tuan muda David langsung mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian mencari apakah selama kehamilan bisa melakukan hubungan suami istri atau tidak. Tuan muda David membaca beberapa artikel dan membacanya dengan serius.
***Kehamilan sebenarnya bukan sebuah penghalang bagi ibu hamil untuk berhubungan in**m dengan pasangan. Hubungan in**m aman saat dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat
Lebih baik ibu hamil melakukan hubungan in**m di atas usia kehamilan 16 minggu. Alasannya, usia kehamilan tersebut sudah lebih aman atau lebih kuat***
Tuan muda menggengam erat ponselnya sambil menahan amarahnya karena dirinya dibohongi oleh dokter pribadinya. Karen yang melihat wajah gelap suaminya mendekati suaminya.
" Ada apa?" Tanya Karen dengan nada kuatir sambil membelai wajah tampan suaminya.
" Tidak ada apa-apa, aku sangat kecewa dengan dokter pribadiku karena telah berani membohongiku." Ucap tuan muda David yang tidak bisa membohongi istrinya.
" Ssttt sudah lupakan, kita ke ruang keluarga ya?" Ajak Karen sambil menggandeng tangan suaminya.
Tanpa menjawab tuan muda David membalas genggaman tangan istrinya dan keluar dari ruangan tersebut dan berjalan ke ruang keluarga. Karen dan tuan muda David melihat dokter Sandra dan asisten Han sedang mengobrol sambil tertawa.
" Sepertinya seru nih." Ucap Karen sambil duduk
Tuan muda David ikut duduk di sebelah istrinya.
" Hahahaha.. ini kak Han menceritakan masa lalunya lucu banget." Ucap dokter Sandra sambil tertawa lepas.
Asisten Han hanya tersenyum melihat tawa lepas dokter Sandra, gadis yang dicintainya pertama kali dirinya bertemu hanya saja tidak ada keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.
" Kamu sahabat istriku maukah kamu menjadi dokter pribadi istriku?" Tanya tuan muda David setelah dokter Sandra berhenti tertawa.
" Saya bersedia tuan untuk menjadi dokter pribadi sahabatku." Ucap dokter Sandra
" Panggil aku David karena kamu sahabat istriku." Ucap tuan muda David
Dokter Sandra menatap ke arah Karen dan Karen pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Baiklah, tapi aku panggil kak David karena kalau panggil nama tidak sopan." Jawab dokter Sandra
" Terserah." Jawab tuan muda David singkat
" Han, dokter pribadi yang lama kamu pecat saja." Ucap tuan muda David
" Baik tuan." Jawab asisten Han tanpa membantah sedikitpun.
" Sayang, kenapa di pecat?" Tanya Karen
__ADS_1
" Karena dia telah berani membohongi diriku dan dia tidak pantas jadi dokter keluarga." Jawab tuan muda David
" Tapi kan Sandra dokter kandungan jika suamiku sakit siapa yang memeriksa?" Tanya Karen.
cup
" Ada istriku." Jawab tuan muda David sambil mengecup kening istrinya.
" Sayang masih ada mereka." Bisik Karen dengan wajah merona merah.
Tuan muda David hanya tersenyum memandangi wajah cantik istrinya sambil memeluknya dari arah samping.
" Ehem.. maaf aku pergi dulu ada jadwal operasi." Ucap dokter Sandra
" Oh iya sayang, bagaimana kalau kita sekalian mengecek kandungan di rumah sakit Pelita Kasih?" Tanya tuan muda David
( " Tidak tahu kenapa aku ingin ke sana dan berharap bertemu dengan dokter Karen. Aku penasaran seperti apa wajahnya? Tapi aku bingung suara dokter Karen dan Karen suaranya sama begitu pula dengan sorot matanya. Apakah dokter Karen dan Karen adalah orang yang sama? Tapi kalau sama kenapa istriku tidak bekerja lagi sebagai dokter?" Tanya tuan muda David dalam hati ).
" Tidak, nanti saja kalau Sandra sudah pindah ke rumah sakit Bunda Kasih." Ucap Karen
( " Maaf sayang, aku bukannya tidak mau ke sana sungguh aku sangat bersalah dengan temanku dokter Rizky karena gara-gara aku kakeknya meninggal itulah sebabnya aku tidak lagi bekerja menjadi seorang dokter." Ucap Karen dalam hati ).
" Baiklah, kalau begitu kita ke kamar saja." Jawab tuan muda David sambil menggendong istrinya.
" Sayang, malu." Ucap Karen sambil wajahnya disembunyikan di dada bidang suaminya.
cup
" Dokter Sandra mau aku antar?" Tanya asisten Han
" Panggil saja Sandra." Jawab dokter Sandra
" Ok, mau aku antar?" Tanya asisten Han mengulangi perkataannya.
" Aku bawa mobil kak." Jawab dokter Sandra
" Hmm... sayang sekali padahal aku ingin mengantarmu." Ucap asisten Han dengan wajah di tekuk.
" Pffftttt hahahaha... kak Han wajahnya lucu." Ucap dokter Sandra sambil tertawa
cup
Entah keberanian dari mana asisten Han memeluk pinggang dokter Sandra kemudian mengecup bibirnya.
deg
__ADS_1
deg
deg
deg
Ke dua jantung mereka berdetak kencang, dokter Sandra yang awalnya tertawa langsung diam membeku setelah tersadar tangan kanannya di angkat ke atas untuk menampar asisten Han dan asisten Han yang merasa bersalah hanya diam dan pasrah sambil menatap wajah cantik dokter Sandra.
Dokter Sandra menurunkan tangan kanannya dan membalikkan badannya berjalan meninggalkan asisten Han.
grep
" Maaf, bukannya aku merendahkan dirimu tapi sungguh aku jatuh cinta padamu." Ucap asisten Han sambil memeluk dokter Sandra.
" Sejak kapan?" Tanya dokter Sandra sambil melepaskan pelukan asisten Han kemudian membalikkan badannya untuk menatap wajah tampan asisten Han.
" Sejak pertama kali kita bertemu di rumah sakit Pelita Kasih." Jawab asisten Han sambil menatap mata indah dokter Sandra.
" Perasaan waktu kita bertemu kak Han dingin dan datar dan ketika aku berbicara kak Han tidak menjawab ucapanku." Jawab dokter Sandra
" Memang benar tapi waktu itu aku tidak pernah melupakan tatapan tajam dan wajah kesalmu. Aku tidak menyangka sejak kejadian itu bayanganmu selalu menggangguku." Ucap asisten Han.
" Biasanya orang kalau di tatap tajam dan wajah kesal akan marah tapi kenapa kak Han tidak?" Tanya dokter Sandra dengan nada bingung.
" Karena hanya kamu yang berani melakukan itu padaku." Ucap asisten Han.
" Oh iya waktu sahabatku menghilang kenapa bisa bersamaan dengan kak David dan kak Han pergi dari rumah sakit?" Tanya dokter Sandra
" Mungkin kebetulan saja, tuan muda David saat itu ingin dibuka perbannya di mansion karena tidak ingin orang-orang menghinanya ataupun mengasihaninya." Ucap asisten Han.
Dokter Sandra hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Mungkin ini terlalu cepat buatmu tapi maukah kamu menjadi kekasihku? maaf aku bukan pria romantis seperti di novel-novel." Ucap asisten Han
" Bagaimana kalau kita jalani saja dulu?" Usul dokter Sandra.
" Aku setuju." Jawab asisten Han
" Bagaimana kalau aku yang mengantarmu sekarang?" Tanya asisten Han
" Nanti kak Han pulangnya naik apa?" Tanya dokter Sandra
" Mobilmu sementara tinggal di sini dulu, kita pergi pakai mobilku." Ucap asisten Han
" Nanti aku pulangnya? terus besok paginya naik apa?" Tanya dokter Sandra
__ADS_1
" Aku akan menjadi sopir pribadimu, bagaimana?" Tanya asisten Han