
" Kamu yang gila beraninya merampok kami." Ucap Veni sambil menatap tajam ke arah mereka.
bugh
duag
akhhhhh
bruk
bugh
duag
akhhhhh
bruk
Dua penjahat yang menyerang Veni berhasil dihindari oleh Veni dan Veni berhasil menyerang kembali hingga dua orang yang menyerangnya langsung tumbang sambil memegang adik kecilnya masing-masing.
Tiga penjahat sudah berhasil dikalahkan oleh wakil manager keuangan dan bodyguard yang merangkap sebagai sopir. Wakil manager langsung menghubungi polisi untuk menangkap mereka.
" Kita pulang sekarang." Ucap Veni sambil berjalan ke arah mobil.
" Nona bisa berkelahi?" tanya wakil manager keuangan tidak percaya sambil berjalan mengikuti Veni begitu pula dengan bodyguard tersebut.
" Ya benar, memang kenapa?" Tanya Veni sambil duduk di kursi belakang pengemudi.
" Tidak kenapa-kenapa hanya saja membuatku sangat terkejut ternyata nona bisa berkelahi." ucap wakil keuangan sambil duduk di kursi belakang pengemudi menemani Veni mengobrol.
" Sejak kecil aku belajar ilmu bela diri." Ucap Veni
Wakil manager keuangan hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Bodyguard yang merangkap sopir duduk di kursi pengemudi dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Tidak terasa mereka pun sudah sampai di perusahaan. Veni pun buru-buru langsung turun dari mobil sambil berharap bisa bertemu dengan tuan muda David.
" Hosh... hosh... tuan muda David masih ada?" Tanya Veni sambil mengatur nafasnya karena habis berlari.
" Masih ada di ruangannya." Ucap temannya
" Syukurlah." Ucap Veni sambil duduk di kursi
" Sepertinya kamu cinta banget sama tuan muda David." Goda temannya.
" Tentu saja, siapa yang tidak suka? Sangat kaya, sangat tampan idaman aku banget." Ucap Veni sambil mengkhayal dirinya menikah dengan tuan muda David.
" Veni, kamu di panggil tuan muda David." Ucap temannya yang tiba-tiba datang ke arah mereka berdua.
" Serius, ada apa?" Tanya Veni dengan nada terkejut karena dirinya tidak pernah sama sekali di panggil oleh tuan muda David.
__ADS_1
" Serius, sudah sana ke ruangannya." Ucap temannya
" Ciee.. akhirnya terkabul jadi nyonya David." Ledek temannya.
Veni hanya tersenyum bahagia dan berjalan ke ruangan CEO sambil mengkhayal dirinya menikah dengan pria terkaya dan tertampan dambaan semua wanita.
tok tok tok
" Masuk." Panggil asisten Han
ceklek
Veni membuka pintu ruangan tuan muda David kemudian masuk ke dalam ruangan. Veni melihat tuan muda David sedang mengecek dokumen dan menandatangani dokumen tersebut sedangkan asisten Han berdiri di samping tuan muda David.
" Selamat siang tuan muda David dan tuan Han." Ucap Veni sambil berdiri dan menunduk hormat
" Duduk." Ucap asisten Han singkat tanpa menatap wajah cantik Veni
" Baik tuan." Jawab Veni sambil duduk berhadapan dengan tuan muda David yang hanya dibatasi oleh meja.
" Aku mendengar dari wakil manager keuangan kalau nona telah membantu wakil manager keuangan melawan para penjahat." Ucap asisten Han
" Benar tuan." Jawab Veni sambil sekali-kali melirik ke arah tuan muda David yang asyik membaca dokumen tanpa menatap dirinya sama sekali.
" Karena nona sudah membantu perusahaan maka dari perusahaan memberikan hadiah, apa yang nona inginkan?" Tanya asisten Han
" Apapun boleh?" Tanya Veni dengan mata berbinar-binar.
" Kalau menikah dengan tuan muda David?" Tanya Veni
brak
Tuan muda David meletakkan pulpennya kemudian menggebrak meja dengan kencang tanpa menatap Veni sekalipun.
" Tidak bisa." Ucap asisten Han sambil ikutan menahan amarahnya.
" Bukankah apa saja boleh?" Tanya Veni
" Saya sudah bilang nona, asalkan yang masuk akal dan permintaan nona sama sekali tidak masuk akal." Ucap asisten Han menjelaskan.
" Hmmmm... baiklah aku ingin bekerja di pusat saja." Ucap Veni
( " Tidak apa deh di pusat yang penting setiap hari bisa melihat tuan muda David. Siapa tahu semakin sering bertemu tuan muda David jatuh cinta padaku." Ucap Veni dalam hati dan penuh percaya diri ).
" Tahun ini belum ada posisi untuk staff keuangan tapi untuk tahun depan ada pegawai kami yang keluar nona bisa menggantikannya." Ucap asisten Han
" Baik tuan." Jawab Veni pasrah karena dirinya ingin secepatnya pindah ke perusahaan pusat.
" Silahkan pergi." Usir asisten Han
__ADS_1
" Baik tuan, permisi tuan muda David dan tuan Han." Pamit Veni
Veni pergi meninggalkan tuan muda David dan asisten Han.
" Huh mimpi aku menikah dengannya." Umpat tuan muda David mulai bersuara
" Tuan benar wanita itu bermimpi bisa menikah dengan tuan. Apa tuan sangat yakin Veni boleh bekerja di perusahaan pusat?" Tanya asisten Han
" Mau bagaimana lagi, aku sudah menebaknya kalau wanita itu memilih dua hal itu dan tebakanku ternyata benar." Ucap tuan muda David.
Asisten Han hanya menganggukkan kepalanya, ternyata tebakan tuan muda David tidak pernah salah.
xxxxxxx
Lima Bulan Kemudian
Tidak terasa sudah lima bulan di mana Veni selalu menghitung hari agar cepat berlalu dengan cepat. Hingga terdengar kabar tuan muda David bertunangan dengan wanita lain.
" Si*l... si*l.. orang yang aku kejar kini sudah bertunangan." Ucap Veni sambil membanting barang-barang yang berada di kamarnya.
" Aku tidak akan menyerah selama masih bertunangan aku akan berusaha merebutnya." Ucap Veni
Hingga beberapa bulan kemudian terdengar kabar tuan muda David mengalami kecelakaan dan acara pernikahannya batal.
" Syukurlah mereka tidak menjadi menikah tinggal menunggu dua bulan lagi aku akan pindah ke pusat dan menjadi pengantin pengganti." Ucap Veni dengan penuh percaya diri.
Satu bulan kemudian tuan muda David menikah dengan Karen dan hanya disaksikannya oleh asisten Han dan penghuni mansion karena kondisi tuan muda David yang wajahnya cacat dan lumpuh akibat kecelakaan.
Di bulan ke dua Karen hamil bersamaan Veni mulai bekerja di pusat. Veni yang sudah lama menunggu akhirnya sangat bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan pria idamannya. Dengan penuh percaya diri Veni datang ke kantor pusat sambil mengkhayal bertemu kembali dengan pria impiannya.
tok tok tok
" Masuk." Panggil asisten Han
ceklek
Veni membuka pintu ruangan tuan muda David awalnya Veni tersenyum dengan cerah tapi senyuman itu memudar ketika tuan muda David tidak ada di ruangannya.
" Selamat pagi tuan." Ucap Veni
" Duduk." Perintah asisten Han dengan nada dingin seperti biasanya tanpa membalas ucapan Veni.
Veni dengan patuh duduk berhadapan dengan asisten Han yang sedang duduk di kursi kebesaran milik tuan muda David.
" Tuan muda David menawarkan nona untuk menjadi bodyguard, apakah nona setuju?" Tanya asisten Han tanpa basa basi
" Saya setuju tuan." Jawab Veni tanpa banyak berfikir.
" Bagus besok pagi datang jam 7.30 kamu datang ke mansion tuan muda David." Ucap asisten Han
__ADS_1
" Baik tuan." Jawab Veni sambil tersenyum cerah.
( " Dari bodyguard lama-lama menjadi kekasihnya. Tidak mungkin tuan muda David menolak pesonaku." Ucap Veni dalam hati ).