Suamiku Cacat Dan Lumpuh

Suamiku Cacat Dan Lumpuh
Kamu nakal ya


__ADS_3

" Kamu nakal ya." Ucap tuan muda David sambil menarik tangan istrinya agar tidak menyentuh adik kecilnya.


" Kan daddy yang ngajarin." Ucap Karen sambil tertawa.


" Mommy, stop jangan ngetawain daddy kalau tidak daddy benar-benar menerkam mommy." Ancam tuan muda David.


Karen langsung terdiam dan tidak berani tertawa lagi sedangkan bodyguard yang duduk di samping pengemudi hanya menggenggam erat ke dua tangannya.


( " Dasar wanita murahan beraninya menggoda pria yang selama ini aku cintai." Umpat bodyguard tersebut dalam hati ).


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di rumah milik ayah tirinya Karen. Mereka berdua keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama.


tok


tok


tok


ceklek


Ayahnya Karen membuka pintu setelah mengetahui siapa yang datang hanya menatap tajam ke arah mereka berdua.


" Hiks... hiks... hiks... ayah.." Ucap Karen sambil terisak dan memeluk ayahnya untuk pertama kalinya.


Selama ini jika Karen ingin memeluk ayahnya, ayahnya langsung mendorongnya atau menghindar tapi entah kenapa hatinya terasa menghangat. Ayahnya hanya diam tanpa membalas pelukan Karen.


" Ayah, aku kangen sama ayah hiks... hiks.." Ucap Karen sambil terisak


( " Kenapa hatiku sangat sakit melihat Karen menangis? Tidak-tidak aku tidak boleh lemah istriku telah berani selingkuh dan menghasilkan anak haram yang sekarang memelukku." Ucap ayahnya Karen dalam hati ).


" Lepaskan." Perintah ayahnya dengan nada dingin


grep


Karen melepaskan pelukannya sambil menatap sendu ayahnya hal itu membuat tuan muda David memeluk Karen dari arah samping.


" Kita pulang saja, ayahmu tidak menginginkanmu." Ucap tuan muda David dengan nada dingin sambil menatap tajam ke arah ayahnya Karen.


Karen hanya menangis terisak dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya sedangkan ayahnya Karen tidak memperdulikannya dan menutup pintunya. Tuan muda David melepaskan pelukannya kemudian mendorong perlahan tubuh Karen kemudian menghapus air matanya.


" Ssttt... sudah jangan menangis, ingat anak kita akan sedih jika mommynya sedih, kita pulang saja." Ucap tuan muda David


Karen langsung berhenti menangis dan menganggukkan kepalanya, merekapun pergi meninggalkan rumah milik ayahnya Karen.

__ADS_1


Dalam perjalanan Karen hanya diam tanpa bersuara sedangkan suaminya hanya memeluk istrinya sambil mengecup keningnya.


" Mommy." Panggil tuan muda David


hening


" Mommy sayang, kita jadi makan di pinggir jalan?" Tanya tuan muda David sambil mengusap wajah cantik istrinya.


" Tidak daddy, aku ingin pulang saja." Jawab Karen dengan nada lirih.


" Padahal aku ingin makan di pinggir jalan." Ucap tuan muda David dengan nada ikutan lirih.


( " Semoga dengan wajah pura-pura sedih bisa membuat istriku tidak tega melihatku dan tidak sedih lagi." Ucap tuan muda David dalam hati ).


Karen menatap wajah tampan suaminya yang sedang sedih membuatnya tidak tega.


" Daddy, mau makan apa?" Tanya Karen sambil membelai wajah tampan suaminya.


" Apa saja yang di suka mommy, daddy juga suka." Ucap tuan muda David.


" Mommy sebenarnya ingin makan..." Ucap Karen menggantungkan kalimatnya.


" Makan apa?" Tanya tuan muda David


Tuan muda David menatap istrinya sedangkan istrinya hanya tersenyum menyeringai.


" Mommy, kenapa jadi mesum sih." Bisik tuan muda David


" Ngga tahu, sepertinya anak kita kangen pengen ditengokin sama daddynya." Ucap Karen sambil tersenyum mesum.


" Daddy akan membuat mommy tidak bisa bangun." Bisik tuan muda David yang sangat gemas dengan istrinya.


" Mommy tidak takut." Jawab Karen


" Sejak kapan istriku jadi seperti ini?" Tanya tuan muda David


" Sejak mommy menikah dengan daddy." Ucap Karen sambil tersenyum malu.


( " Senyumanmu membuatku sangat bahagia, tersenyumlah selalu istriku karena aku sangat bahagia melihatmu tersenyum." Ucap tuan muda David dalam hati ).


" Percepat mobilnya." Perintah tuan muda David sambil memeluk istrinya dari arah samping.


" Baik tuan." Jawab bodyguard yang merangkap sebagai sopir.

__ADS_1


Sopir itupun menambah kecepatan agar sampai di mansion.


( " Aku harus mencari cara agar hubungan mereka renggang kalau bisa mereka bercerai dan kemudian aku masuk untuk menjadi nyonya David." Ucap bodyguard tersebut dalam hati sambil mengkhayal dirinya menikah ).


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion. Tuan muda David turun dari mobil dan langsung menggendong istrinya.


" Sayang aku bisa jalan sendiri." Ucap Karen


" Buat cepat sampai kamar." Jawab tuan muda David sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.


( " Si*l... si*l ... wanita murahan ini berani menggoda tuan muda David. Aku harus memikirkan secara matang untuk menyingkirkan nyonya Karen." Ucap bodyguard tersebut ).


" Kamu jangan pernah mengkhayal untuk merebut posisi nyonya Karen. Ingat posisi kita hanya seorang bodyguard yang bekerja dengan tuan muda David." Ucap temannya sesama bodyguard


" Kamu tidak perlu mencampuri urusanku, urusi saja dirimu sendiri." Ucap wanita itu yang bekerja sebagai bodyguard.


Wanita itupun pergi meninggalkan temannya dan berjalan ke arah kamarnya.


xxxxxxx


Enam Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya hubungan tuan muda David dan Karen berjalan dengan harmonis, mereka tidak pernah bertengkar itu juga karena tuan muda David sangat sabar menghadapi sikap istrinya yang kadang berubah-ubah karena tuan muda David tahu istrinya begitu dikarenakan sedang hamil.


Asisten Han dan dokter Sandra sudah resmi menikah. Tidak berbeda jauh dengan hubungan tuan muda David dengan Karen, asisten Han dan dokter Sandra berjalan dengan harmonis dan kini dokter Sandra sudah hamil dua bulan dan masih bekerja sebagai dokter.


" Mommy, daddy tidak sabar menunggu kelahiran ke dua anak kembar kita." Ucap tuan muda David yang sedang membelai perut buncit istrinya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Author jadi bingung mau lanjut tidak ya ada beberapa komentar yang bikin penulis jadi tidak semangat menulis padahal author untuk mencari inspirasi itu susah-susah gampang. Gampang kalau sudah dapat idenya dan susahnya kalau pas di tengah menulis tiba-tiba kehabisan ide.


Selain author menulis novel, author juga membaca novel lain untuk menghilangkan kejenuhan dalam menulis tapi author tidak pernah komentar yang bikin penulis down.


Semua author novel di sini pasti tahu mencari ide-ide itu susah-susah gampang, satu bab itu 1000 kata kadang pas sudah buat tiba-tiba salah ketik pas di hapus tidak sengaja ke pencet semua hilang deh terus bikin ulang lagi ( author kadang nangis satu bab tidak sengaja ke hapus dan terpaksa ketik ulang dan ternyata bukan author saja yang mengalami ternyata author lain juga pernah mengalami), pas ngajuin satu bab di seleksi dulu kalau lulus review langsung pembaca bisa membaca tapi kalau gagal novelnya langsung di tolak terus di suruh revisi, pendapatan dari novel itu tidak menentu kadang 200 perak sampai 500 perak.


Maaf ya author jadi curhat, terima kasih banyak buat pembaca setia noveltoon. Semoga kita semua selalu sehat dan dijauhkan dari marabahaya. Amin.


Salam author,


Yayuk Triatmaja


__ADS_1


Ini salah satu dari komentar pembaca novelku.


__ADS_2