
Toni mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah sakit. Sepuluh menit kemudian Toni sudah sudah sampai di rumah sakit. Toni membuka pintu mobil secara kasar kemudian menggendong Karen sambil berteriak.
" Suster-suster tolong putriku." Mohon Toni
Dua orang perawat datang sambil mendorong brankar, Toni perlahan meletakkan Karen di brankar kemudian berbalik ke arah mobil untuk mengambil tas milik Karen.
Toni kini duduk di kursi di ruangan ugd kemudian Toni membuka tas Karen untuk mengambil ponsel Karen. Toni menghubungi adik kandungnya deringan pertama langsung di angkat oleh adiknya.
" Hallo Tono, ini kakak." Ucap Toni tanpa basa basi
" Pakai nomer baru kak?" Tanya Tono
" Bukan ini nomer putriku Karen, kamu jangan banyak tanya datang ke rumah sakit xxxxxxx aku akan jelaskan semuanya." Ucap Toni
" Baik kak." Jawab Tono.
tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Toni menyimpan kembali ponsel milik putrinya ke dalam tasnya.
ceklek
Seorang dokter keluar dari ruangan ugd dan Toni langsung berdiri dan berjalan ke arah dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan putriku dok?" Tanya Toni dengan nada kuatir.
" Putri tuan harus segera operasi Caesar karena punggungnya mengalami pukulan benda tajam yang lumayan keras dan bisa membahayakan janin dan ibunya." Ucap dokter tersebut
" Lakukan yang terbaik dok." Jawab Toni
" Baik tapi sebelumnya lakukan pembayaran administrasi terlebih dahulu." Ucap dokter tersebut.
" Baik dok." Jawab Toni
Toni pun pergi ke arah kasir dan membayar DP setelah selesai Toni duduk kembali di ruang tunggu ugd.
" Aku akan melakukan apapun untuk putriku untuk menebus dosa-dosaku. Aku akan membawa putriku keluar dari negara ini." Ucap Toni
Tidak berapa lama datang Tono adik kandungnya dan berjalan ke arah kakaknya.
" Apa yang terjadi kak?" Tanya Tono
" Tono, ternyata Karen putriku." Ucap Toni sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
" Apa?? Bagaimana bisa?" Tanya Tono dengan nada terkejut
" Tini, mantan istri ke duaku memfitnah istri pertamaku kalau istri pertamaku selingkuh. Jadi foto serta video yang dikirimkan padaku waktu itu ternyata adalah foto dirinya dengan pria lain. Tini mengedit dirinya agar mirip dengan istriku, bodohnya aku mempercayainya." Ucap Toni
" Kurang ajar, kasihan ponakanku selama ini kita memperlakukannya dengan tidak baik." Ucap Tono penuh penyesalan.
" Tono, kamu kan punya teman yang bisa mengurus pasport. Aku ingin kamu menghubungi temanmu untuk mengurus pasport dan sekalian pesan dua tiket pesawat hari ini setelah Karen melahirkan. Kamu dan putriku Karen, kalian berdua pergi ke negara S dan sekalian juga meminta temanmu dengan menggunakan identitas palsu. Pinta Toni
" Kenapa kakak tidak ikut?" Tanya Tono
" Kakak akan membalas dendam dengan wanita ular itu yang telah memisahkan aku dengan istriku dan juga memisahkan Karen dengan suaminya. Nanti aku akan menyusul kalian ke luar negeri." Ucap Toni
" Tini juga melakukan itu terhadap Karen dengan suaminya?" Tanya Tono mengulangi perkataan kakaknya.
" Iya benar karena itulah aku membuat perhitungan, kamu ikut naik mobil ambulance dan kakak akan mengikuti dari arah belakang dengan menggunakan mobil sampai ke bandara aku kembali lagi." Ucap Toni
" Baik kak, kalau butuh bantuan kabarin aku." Ucap Tono
" Kamu cukup jaga putriku dengan baik, aku ingin menebus dosa-dosaku." Ucap Toni
" Iya kak, aku juga ingin menebus dosa-dosaku." Ucap Tono yang juga menyesali perbuatan pada masa lalunya.
Terdengar dua suara bayi saling bersahutan dan tidak berapa lama dokter tersebut keluar dari rumah sakit. Toni mendekati dokter tersebut sedangkan Tono menghubungi temannya.
" Bagaimana keadaan putriku dok?" Tanya Toni dengan nada kuatir.
" Syukurlah dok, dokter bisakah Karen dan ke dua cucuku di bawa ke bandara karena ada orang yang menginginkan nyawa putriku." Ucap Toni
" Dokter bisa melihat wajahku dan juga punggung putriku bekas pukulan benda tajam." Sambung Toni karena melihat dokter tersebut agak ragu.
Dokter tersebut melihat wajah Toni yang masih lebam-lebam dan juga mengingat bekas pukulan di punggung Karen.
" Baik, saya akan siapkan." Ucap dokter tersebut tanpa berpikir panjang lagi karena keselamatan pasien lebih utama.
Dokter itupun menghubungi petugas rumah sakit untuk menyiapkan mobil ambulance sedangkan Toni membayar kekurangan biaya perawatan Karen. Setelah selesai mereka keluar dari rumah sakit, Tono naik mobil ambulance sedangkan Toni naik mobil milik tuan muda David.
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai Toni menggendong cucu anak pertama Karen dengan tuan muda David sedangkan Tono menggendong cucu anak ke dua Karen dengan tuan muda David. Satu perawat yang di sewa mendorong brankar Karen.
Tiba-tiba ponsel milik Toni berdering membuat dirinya berhenti untuk menerima telepon. Toni mengobrol lumayan lama setelah selesai Toni baru tersadar kalau putrinya dan adiknya sudah tidak ada.
" Bodoh, kenapa aku tidak ingat kalau hari ini langsung berangkat." Ucap Toni merutuki kebodohannya.
Toni berusaha mencari mereka tapi cucunya menangis membuat Toni terpaksa membalikkan badannya dan berjalan ke arah supermarket. Bayi itu menangis dengan kencang membuat salah satu wanita tergerak hatinya mendekati pria tersebut.
__ADS_1
" Maaf tuan, ibunya kemana?" Tanya wanita itu
" Ibunya sedang ke toilet, cucuku sepertinya kehausan." Ucap Toni sedikit berbohong
" Biar aku yang memberikan asi kebetulan putraku sudah tertidur pulas." Ucap wanita itu sambil memberikan anaknya ke suaminya.
" Ayah, aku ingin menyusui bayi ini kasihan menangis terus." Ucap istrinya
" Baiklah." Jawab suaminya yang tidak tega melihat bayi mungil menangis sambil menerima putranya.
Wanita itupun menyusui bayi tersebut dan tidak berapa lama bayi itupun tertidur dengan pulas.
" Cucu tuan sudah kenyang dan sudah tidur." Ucap wanita itu sambil menyerahkan bayi tersebut ke arah Toni.
" Terima kasih nyonya dan tuan telah menolong cucuku." Ucap Toni
" Sama-sama, sesama manusia saling tolong menolong." Ucap wanita itu tersenyum.
" Kalau begitu saya pamit dulu menemui putriku ibu dari cucuku ini." Ucap Toni
" Silahkan." Jawab sepasang suami istri tersebut.
Toni berjalan melanjutkan langkahnya mencari tapi tidak ditemukan membuat dirinya menyerah dan kembali ke rumah. Di dalam perjalanan yang sepi mobilnya dihentikan membuat dirinya menghentikan mobilnya. Toni keluar dari mobil dan melihat asisten Han keluar dari mobil.
" Asisten Han." Panggil Toni
" Kemana nyonya Karen?" Tanya asisten Han dengan nada dingin
" Putriku sudah pergi ke luar negri aku tidak ingin putriku di lukai mantan istriku dan juga anaknya yang bernama Celline." Ucap Toni
" Apa maksudmu?" Tanya asisten Han dengan nada terkejut.
Toni menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi membuat asisten Han mengepalkan ke dua tangannya dengan erat
" Aku mohon tolong katakan..." Ucapannya terpotong karena dirinya teringat dengan cucunya di dalam mobil
" Tunggu sebentar." Ucap Toni sambil membalikkan badannya
Toni berjalan dengan langkah cepat kemudian membuka mobilnya. Toni menggendong bayi mungil kemudian berjalan kembali ke arah asisten Han.
" Aku mohon tolong katakan ke tuan muda David kalau bayi ini adalah putra sulungnya." Ucap Toni sambil memperlihatkan bayi tersebut ke arah asisten Han.
Asisten Han melihat wajah bayi itu sangat mirip dengan tuan muda David hanya versi kecilnya.
__ADS_1
" Setahuku nyonya Karen hamil kembar dua satunya lagi kemana?" Tanya asisten Han