
Karena lelah tuan muda David pun tertidur dengan membelakangi Karen namun belum ada lima belas menit tuan muda David membalikkan badannya dan berhadapan dengan Karen. Mereka berdua saling berpelukan, Karen bersandar di dada bidang suaminya dan memeluk suaminya layaknya bantal guling.
Tidak terasa hari sudah sudah sore perlahan Karen membuka matanya dan melihat dirinya sedang memeluk suaminya dan kepalanya bersandar di dada bidang suaminya. Karen mengangkat kepalanya dan melihat wajah tampan suaminya membuat tangan kanan Karen di arahkan ke wajah tuan muda David untuk menyentuh wajah tampan suaminya dari kening, mata hidung, pipi, bibir dan terakhir rahang suaminya.
Entah kenapa Karen ingin sekali mengecup bibir suaminya dan akhirnya Karen memberanikan diri untuk mengangkat tubuhnya secara perlahan agar suaminya tidak terbangun.
cup
Karen mengecup bibir suaminya karena suaminya diam saja membuat Karen memberanikan dirinya lagi untuk mengecup bibir suaminya kemudian meluma*nya setelah puas mengecup bibir suaminya Karen melepaskan ciumannya tapi tangan kanan tuan muda David menahan tengkuk Karen kemudian mengecup bibir Karen yang terasa manis membuat Karen membulatkan matanya dengan sempurna.
Tuan muda David membuka matanya dan terlihat matanya bergabut gairah. Tuan muda membalikkan tubuh Karen dan kini dirinya berada di atas kemudian membuka perlahan pakaian istrinya.
" Suamiku, aku mohon jangan langsung dimasukkan." Mohon Karen dengan tatapan memohon.
" Memangnya kenapa?" Tanya tuan muda David penasaran.
" Kalau langsung dimasukkan bagian privasiku terasa sangat perih." Ucap Karen sambil menutup matanya dengan ke dua tangannya karena malu.
" Apakah selama ini kita main kamu terasa perih?" Tanya tuan muda David sambil membuka ke dua tangan istrinya.
" Iya, jadi aku mohon jangan langsung dimasukkan ya?" Mohon Karen lagi sambil menatap sendu ke suaminya.
Tuan muda David hanya menganggukkan kepalanya dan membuka pakaian Karen begitu pula dengan dirinya hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun. Tuan muda David melakukan pemanasan sesuai instingnya membuat Karen mengeluarkan suara merdu membuat tuan muda David tersenyum.
" Suamiku lakukanlah." Ucap Karen sambil menahan hasratnya yang sudah naik.
jleb
Tanpa menjawab tuan muda David memasukkan adik kecilnya ke gua yang paling gelap dan dalam hingga keluarlah suara desa**n mereka. Satu jam lamanya akhirnya tuan muda David mengeluarkan lahar miliknya. Tuan muda David menarik adik kecilnya kemudian memindahkan tubuhnya ke arah samping istrinya.
" Terima kasih suamiku." Ucap Karen sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
Tuan muda David hanya tersenyum dan membalas pelukan istrinya.
" Sudah sore ayo kita mandi bersama." Ajak suaminya sambil menarik tangan istrinya dengan lembut agar bangun dari ranjang.
" Baik suamiku." Jawab Karen sambil bangun dari ranjang dan membalas genggaman tangan suaminya.
Mereka pun berjalan ke arah kamar mandi tanpa sehelai benangpun tanpa punya rasa malu atau canggung. Tuan muda David menyalakan shower kemudian mengulangi kembali membuat tubuh Karen terasa lemas dan hanya bisa menyandar di dada bidang suaminya setelah satu jam lamanya akhirnya tuan muda David mengeluarkan lahar miliknya kemudian mereka mandi bersama.
Singkat cerita kini mereka sudah mandi dan memakai pakaian santai. Tuan muda David dan Karen keluar dari kamar dan menuruni anak tangga menuju ke meja makan untuk makan bersama.
Tidak ada satupun yang berbicara ke duanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Tuan muda David berfikir jika Karen memikirkan mantan kekasihnya sedangkan Karen berfikir suaminya tidak mencintai dirinya hanya sebatas penghangat ranjangnya.
Selesai makan mereka kembali ke kamarnya Karen berdiri dan bersandar di balkon menikmati suasana yang sejuk sedangkan tuan muda David bekerja dengan menggunakan laptopnya di sofa dekat ranjang kamarnya. Tuan muda David menghentikan pekerjaannya karena istrinya masih betah di balkon membuat tuan muda David penasaran.
grep
Tuan muda David memeluk tubuh Karen dari arah belakang sambil menghirup tubuh wangi istrinya.
" Suamiku." Ucap Karen dengan nada terkejut karena tiba - tiba suaminya memeluknya.
" Memikirkan siapa?" Tanya suaminya.
" Tidak ada." Jawab Karen
" Yakin? Kamu tahu sayang aku paling benci dua hal yaitu di bohongi dan dikhianati." Ucap tuan muda David.
Tuan muda David melepaskan pelukannya kemudian membalikkan badan Karen dengan perlahan agar menghadap ke dirinya sambil menarik dagu Karen agar menatap mata suaminya.
Karen memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya.
" Aku hanya takut." Ucap Karen.
__ADS_1
" Takut? Takut kenapa?" Tanya tuan muda David
" Takut suatu saat nanti suamiku menemukan seseorang dan suamiku mencintainya lalu aku dibuang karena aku sudah tidak dibutuhkan lagi." Ucap Karen sambil menatap suaminya dengan sendu.
" Hanya itu tidak ada yang lain?" Tanya tuan muda David
" Tidak ada suamiku hanya itu yang aku takutkan. Aku tidak mungkin berbohong terlebih lagi mempunyai pikiran untuk mengkhianati suamiku." Ucap Karen
" Jika itu terjadi apakah kamu membenciku?" Tanya tuan muda David
" Tidak suamiku karena kebahagiaan suamiku adalah kebahagiaanku. Kita tidur yuk? Aku ngantuk banget." Ucap Karen sambil melepaskan tangan suaminya dan berjalan meninggalkan suaminya dan tidak berapa lama air matanya keluar.
Tuan muda David memegang ke dua bahu Karen kemudian membalikan badan istrinya dengan lembut.
" Kenapa kamu menangis?" Tanya tuan muda David
" Aku hanya takut jika suatu saat itu benar-benar terjadi karena itulah aku sering menangis karena dengan menangis rasa sesak di hatiku berkurang " Ucap Karen
" Apakah kamu mencintaiku?" Tanya tuan muda David.
" Tentu saja suamiku aku sangat - sangat dan sangat mencintai dirimu." Ucap Karen dengan nada tulus.
Tuan muda David melihat di mata istrinya tidak ada kebohongan membuat tuan muda David tersenyum bahagia.
" Sudah malam kita tidur, bukankah besok kita mulai kerja?" Tanya tuan muda David.
" Iya honey, besok kita mulai bekerja." Ucap Karen.
Karen berjalan ke arah ranjang sedangkan tuan muda menutup pintu balkon dan menguncinya. kemudian berjalan ke arah ranjang. Merekapun tidur bersama sambil berpelukan.
( " Aku hanya bisa pasrah apapun yang terjadi nanti." ucap Karen dalam hati ).
__ADS_1
( " Aku juga mencintaimu tapi aku sangat takut jika kamu mengkhianati aku seperti mantan kekasihku." Ucap tuan muda David ).
Tidak membutuhkan waktu lama Karen sudah tertidur pulas sedangkan tuan muda David menatap wajah cantik istrinya setelah beberapa lama tuan muda David menyusul istrinya ke dalam mimpi indah mereka.