
Bagus tidak tahan lagi bila berada di rumah. Langsung saja dia menuju suatu tempat. Sebelum pergi Bagus meraih jaket lalu tak lupa membawa dompet. Sudah jadi kebiasaan jika Bagus tengah ada masalah pasti dia kabur. Kali ini tidak tau dia mau pergi kemana, biasanya sih langsung pulang ke rumah orang tuanya.
"Aku kesana sekarang pintu nggak usah di kunci" Ucap Bagus pada seseorang di telepon.
Sesampainya di depan pintu, segera Bagus membuka pintu.
"Huffffff...." menghempaskan diri di atas ranjang.
"Kenapa? ada masalah?" Tepat di sebelah Bagus ada seorang wanita cantik tengah berbaring santai sembari membaca Novel. Dia adalah Luna, seorang janda yang tidak lain adalah tetangga Tuti. Yang dulu pernah di tegur oleh Tuti karena kerap meminta Bagus datang ke rumahnya. Dengan dalih minta tolong dan lain sebagainya.
"Nggak usah bahas dia lah bikin pusing. Mending kamu buatin kopi (Melingkarkan tangan di badan ramping Luna) biar nanti kuat begadang" Tangan Bagus mulai menelusup masuk di sela sela baju Luna.
Perlahan Luna menyentil hidung Bagus"Ih....nakal deh kamu mas. Tunggu sebentar dong, sabar dikit napa"
"Aku lagi pengen nih sayang. Setiap dekat sama kamu aku nggak bisa mengontrol dia...." melirik bagian bawahnya sembari menaik turunkan kedua alis.
"Sabar dong sayang ku. Mending kita pemanasan dulu..." Dasarnya wanita kurang belaian sekali ada pria mendekat langsung nyosor. Keduanya beradu kasih tanpa perduli akibat buruk dari perbuatan mereka. Dosa paling nikmat adalah ketika memiliki apa yang tidak kita miliki, dan menjadikan kenikmatan itu sebagai surga dunia.
"Ayolah sayang, aku udah nggak kuat nih" Bisik Bagus.
Luna tersenyum "Kalau begitu mari kita habiskan malam ini sampai pagi" Tanpa aba aba Bagus langsung beraksi. Dengusan nafas di ujung telinga, membuat luna si janda cantik itu memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan. Sejak kepergian suaminya beberapa tahun lalu sangat jarang tubuhnya di jamah seorang laki laki. Hingga suatu ketika tanpa sengaja motor yang di kendarai Luna mogok di tengah jalan. Kebetulan saat itu Bagus pulang kampung, dia pun menawarkan bantuan. Pada saat itu mereka saling bercanda dengan kalimat candaan (Nanti kalau sudah beres mau di kasih upah apa nih?) Tanya Bagus saat itu. Luna si janda centil langsung menjawab (Mau upah yang mana nih, yang atas apa yang bawah?) seraya menjulurkan lidah nakal. Awalnya itu hanya candaan biasa, namun siapa sangka Bagus benar benar menginginkan upah itu. Sesampainya di rumah Luna segera ia menutup pintu dan membawa Luna masuk ke dalam kamar. Bagus lantas meminta upahnya dengan langsung memaksa Luna melayani nafsu bejatnya. Sejak kejadian itu mereka kerap kali berhubungan intim secara diam diam. Mereka bisa melakukan hubungan itu di mana saja. Sampai pernah di suatu pagi keduanya melakukan hal kotor itu di semak belukar dekat perkebunan kayu milik keluarga Nara. Mereka terpaksa melakukan itu karena Tuti si kakak ipar Nara mulai curiga pada mereka. Setelah itu Luna memutuskan pindah ke kota agar mereka lebih leluasa berhubungan badan. Tidak banyak orang tau kalau Luna pindah ke kota atas dorongan perselingkuhan. Orang desa taunya Luna pindah ke rumah orang tuanya di desa lain.
******* demi ******* terus keluar dari mulut Luna.
"Buk, ibuk kenapa?" Tanya Andra kala melihat sang ibu yang tiba tiba menyentuh dada.
__ADS_1
(Perasaan apa ini? apakah terjadi sesuatu sama mas Bagus? firasat yang sama ini apa artinya)
"Buk..." Andra menghuyung lengan snag ibu "Ibu kenapa, sakit?"
"Em....ibu baik baik saja. Mungkin ibu cuma kecapean saja. Nak, bisa tolong nanti kamu ke kosan mbak Eca bilang kalau besok warung tutup lagi. Badan ibu rasanya capek sekali" Sigap Andra langsung menyuruh Nara duduk. Perlahan dia memijat pundak ibunya "Iya buk...."
Betapa kejam seorang suami asik berpeluh dengan wanita lain, sedangkan istrinya butuh dukungan. Entah dari segi lahir mau pun batin.
Di sisi lain Bagus sedang memeluk mesra wanita di sebelahnya. Membelai manja wajah tirus Luna dan sesekali menatap dalam wajah cantik jelita itu.
"Kenapa sih jam tidak berputar ke kiri?"
"Mana bisa mas jarum jam berputar ke kiri? adanya itu jarum jam berputar ke kanan. Dasar aneh...."Luna mengacak rambut Bagus.
"Kalau saja ada, aku ingin memutar waktu. Aku ingin bertemu kamu lebih dulu..." Menyentuh ujung hidup Luna "Menjadi milikmu adalah hal terindah dalam hidupku. Apa lagi kalau aku bisa memiliki kamu seutuhnya"
Drtttt....
Ponsel Bagus bergetar sejak tadi. Di lihat nama Merry "Bentar ya sayang aku angkat telepon dulu...." Meraih handuk lalu melingkarkan di badan bagian bawah.
Luna melihat sekilas nama di layar ponsel Bagus "Merry? jangan jangan mereka juga ada main belakang"
Tak berapa lama Luna langsung mengambil ponselnya lalu menyadap perbincangan mereka. Betapa terkejutnya Luna kala mendengar semua percakapan mereka. Bahkan Merry bilang kalau dia kangen mendesah bersama. (Itu artinya mereka sudah sejauh itu)
Luna langsung tersenyum (Di depan sok suci ternyata dia sama kaya gue).
__ADS_1
"Sayang aku lapar nih, makan di luar yuk" Ajak Bagus.
"Oke, aku juga lapar sayang" Luna pun bangkit lalu menghampiri Bagus. Memeluknya sembari berkata "Sayang aku mau beli tas keluaran terbaru, boleh ya?"
"Emmmmm....gimana ya?"
"Ih pokoknya aku mau tas itu" Rengek Luna.
"Iya, deh iya. Apa sih yang nggak aku beliin buat kesayangan ku ini" Mencubit pipi kanan seraya memberi kecupan.
"Emuahhhhh....makasih sayang ku. Love you" Luna pun mencium Bagus lalu berlari menuju kamar mandi.
Dengan bangga Bagus tersenyum penuh kemenangan "Wanita seperti ini yang aku suka"
Meski status Luna sebagai simpanan Bagus, tapi dia tidak punya rasa sedikit pun padanya. Yang dia butuhkan hanya kepuasan dan uang. Masalah cinta bodo amat.
Beberapa saat kemudian keduanya keluar dari hotel.
"Loh mas ibu bukannya pak Bagus istri dari mbak Nara"
"Bagus siapa sih mah?" melihat sosok yang di maksud.
"Itu lho pah pemilik warung makan langganan mama. Tapi kok dia di hotel sama perempuan, kira kira dia itu siapanya pak Bagus, ya pah?" Apesnya ada seorang pelanggan warung makan Nara yang memergoki keduanya. Tak habis akal ibu ibu tadi mencuri potret keduanya.
"Temennya kali mah. Udah ah nggak usah urusin urusan orang lain, biarin aja" Sang suami meminta istrinya untuk tidak ikut campur urusan orang. Tapi biasa kan para ibu ibu paling suka ngegosib.
__ADS_1
"Mana mungkin mereka cuma temenan, orang lengket kaya begitu?"