Suamiku Penjahat Wanita

Suamiku Penjahat Wanita
Doa Seorang Istri


__ADS_3

Usai pertengkaran hebat siang itu, Nara lebih memikih diam dan sering menghabiskan waktu bersama Ibu Sumiati. Bahkan di saat makan malam dia terlihat enggan sekali menyapa atau sekedar menatap wajah Bagus, meski hanya sebantar saja. Biasanya setiap keliarga akan berkumpul di meja makan sembari bercengkrama, tapi tidak dengan keluarga Nara saat ini. Semua anggota keluarga berkumpul di meja makan tapi di sana hanya ada keheningan saja, mereka seolah seperti orang asing. Tidak ada satu pun kalimat keluar dari mulut mereka. Selesai makan Nara langsung menuntun sang ibu masuk ke dalam kamar.


"Kalian bertengkar lagi?" Tanya ibu Rohaya. Beliau melihat gelagat tidak baik dari anak dan menantunya.


"Tidak, kami baik baik saja mak. Emak nggak usah mikir aneh aneh, Emak istirahat saja Nara mau shalat isya dulu ya" Jelas Nara seraya membantu sang ibu naik ke atas ranjang.


Ketika Nara keluar dari kamar ibu Sumiati, Bagus hendak menghampirinya tapi Nara langsung membuang muka. Dia berjalan menuju kamar.


"Jadi bini bisanya cuma ngambek terus, bagaimana aku tidak cari wanita lain" Lirihnya seraya mengikuti Nara masuk ke dalam kamar. Bagus duduk di tepi ranjang melihat sang istri bersiap hendak menunaikan shalat.


"Sampai kapan kamu diam seperti ini?"tatapan Bagus tidak lepas dari sang istri.


Nara tidak perduli apa pun yang suaminya katakan.


"Bisa nggak sih sedikit saja menghormati suami? aku ini lagi bicara sama kamu, kenapa kamu hanya diam saja" Bagus hendak mendekat tapi tangan kanan Nara menghentikan langkahnya.


"Stop....jaangan mendekat. Kita bicara nanti setelah aku selesai shalat" Nara pun segera memakai mukena dan menunaikan shalat. Bagus kesal karena merasa di abaikan. Bagus pun langsung keluar kamar.


Dalam shalat Nara berdoa "Ya Allah ya Tuhan ku, yang mengusai hati manusia, yang menjadikan tabu menjadi nyata, hamba minta pada-Mu tunjukkan hamba jalan terbaik atas masalah ini. Kalau pun benar suami hamba berselingkuh, maka tolong tunjukkan kuasa-Mu. Hamba ingin perbuatan tidak baik itu di saksikan oleh semua orang agar dia bisa jera dengan dosa dosanya selama ini. Tapi, kalau dugaan hamba ini salah, maka tolong hapuskan prasangka buruk di hati hamba ini. Ya Allah sesungguhnya hamba serahkan segala urusan dunia hanya pada-Mu. Hanya pada-Mu tempat mengadu" Dalam doanya tersemat kalimat mendalam. Harapan Nara hanya satu kalau memang suaminya salah maka dia ingin segera di bukakan jalan kebenaran, tapi jika suaminya tidak seperti yang di pikiran selama ini maka dia ingin menghapus semua prasangkanya.


Usai shalat, Nara pun duduk sembari meraih ponsel "Setelah shlat hati jadi adem"


Tak berapa lama terdengar suara pintu kamar terbuka.


"Aku mau bicara sama kamu..." duduk di sebelah Nara.


Nara menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Bagus "Silahkan...."


"Kenapa kamu nggak mau duduk dekat aku? apa jangan jangan kamu punya yang lain?"

__ADS_1


Seketika saja pandangan Nara terarah tepat di wajahnya "Bicara apa kamu, mas? kamu nuduh aku ada main sama orang lain, gitu? mana bukti kamu, mana?"


Seorang pasangan akan mudah membalikkan fakta untuk menutupi perbuatan buruknya. Ketika suami banyak membalikkan kata maka bisa jadi dia tengah menyembunyikan sesuatu.


"Lalu kenapa kamu duduk menjauh dari ku? aku ini suami kamu kenapa bersikap seperti orang asing"


Nara sudah tidak tahan lagi "Cukup mas, cukup. Kalau kamu menuduhku tanpa bukti kaya gini, sekarang aku mau tanya sama kamu(Mengotak atik ponsel lalu memperlihatkan sebuah foto) apa arti semua ini?"


Betapa terkejutnya Bagus kala melihat layar ponsel yang memperlihatkan sebuah foto . "Dapat dari mana foto ini...?"


"Tidak penting aku daoat dari siapa, yang terpenting sekarang kamu jawab pertanyaan ku, siapa wanita yang bersama mu itu, mas?"


Bagus terdiam sesaat. Dari wajahnya terlihat raut kebingungan sampai Nara pun mengambil kesimpulan (Dari mata itu aku sudah temukan jawaban kamu mas).


"Kamu masih nggak mau menjawab, mas? oke kalau begitu bair aku perjelas. Dia itu selingkuhan kamu, kan?" Dengan Nada tinggi.


"Bapak sama ibu kenapa, mas?" Tanya Aska.


"Tidak tau. Sudah lah kita ke kamar saja main game..." Andra mengajak Aska masuk kamar mereka lalu bermain video game.


"Jangan asal nuduh kamu(Jari telunjuk mengacung tepat di wajah Nara).Dia itu atasan ku, beliau minta aku untuk menjemputnya di hotel" Dusta Bagus.


Nara bangkit sereya melempar pinsel ke atas ranjang "Oh.....jadi dia bos kamu, sekarang kamu bisa tolong jelaskan padaku apa ada seorang bos bersikap manja seperti itu, sampai menggelayut di lengan bawahannya?"


"Wajar jika bos ku itu menggandeng tangan ku. Dia itu artis ternama jadi aku harus mengawal ketat, memastikan keamaannya." Bagus memang bekerja di rumah Seorang artis youtuber terkenal di kota itu. Dia di minta membangun sebuah kolam ikan. Tapi siapa sangka hal itu malah di jadikam Bagus sebagai alat menutup kebusukan yang selama ini ia lakukan.


"Heh.....mas memang aku sebodoh itu bisa kamu bohongi. Kalau pun di astis papan atas kenapa harus kamu yang ngawal dia? apa dia tidak mampu menbayar orang lain, sampai kamu harus menjaga dia seperti itu. Tugas kamu cuma sebagai kuli bangunan bukan pengawal artis" Ucapan Nara membuat Bagimus tidak bisa berkutik lagi.


"Aaahhhh.....terserah apa kata kamu" Bagus pun pergi meninggalkan Nara di kamar sendirian.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu membohongi aku seperti ini mas...." Seluruh ketegaran Nara luruh seketika, kedua kaki terasa lemas hingga dia terduduk di samping ranjang. Kepalanya bersandar tepian ranjang "Apa kurang sabar aku selama ini mengerti kamu mas. Dulu kamu melamarku di depan kedua orang tua ku bagaikan Ratu, sekarang kau hancurkan aku bagaikan debu. Jahat kamu mas...." Tangis kekecewaan mengucur deras tanpa henti. Bayangan di masa lalu mulai terlintas.


"Dulu kamu bersumpah bahwa hanya aku yang ada di hati kamu. Tidak akan orang lain yang mampu menggantikan posisi ku di hati kamu, tapi nyatanya di belakang kamu penjahat wanita."


Bagus nampak kesal.


Ting...


Baru saja selangkah kaki melangkah dari rumah dia sudah mendapat pesan dari Fajri.


(Pak saya sudah di tempat biasa) Pesan singkat itu membuat Bagus semakin meledak.


"Sialan....semua orang hari ini membuat ku kesal" Sembari naik motor matic.


"Nah itu dia yang di tunggu tunggu datang juga"


Fajri mengira kalau Bagus akan menghampirinya tapi ternyata malah melajukan motor dengan kencang dan hampir menabraknya. "Woy....gila tuh orang. Mau main main sama gue rupanya. Oke, kita lihat saja apa yang bisa gue lakuin nanti" Fajri langsung mengirim sebuah pesan ancaman berupa video.


(Kalau bapak mau macam macam saya tidak segan menyebarkan video ini)


Sesampainya di depan atm, Bagus segera menelepon Fajri "Jangan macam macam kamu Jri"


Dengan santai Fajri menerima telepon itu "Bukankah anda berencana mencelakai saya, lalu buat apa saya mengasihani anda."


"Fajri tunggu jangan macam macam kamu, oke, oke, saya ngaku saya salah. Ini saya lagi di depan atm, kamu tunggu sebentar"


Fajri langsung menutup telepon.


"Kena mental kan lu...."

__ADS_1


__ADS_2