Suamiku Penjahat Wanita

Suamiku Penjahat Wanita
Ketahuan Selingkuh


__ADS_3

Malam hari sekitar pukul sepuluh malam, Bagus menuju kamar ibu Sumiati, memastika apakah beliau sudah tertidur atau belum. Setelah membuka sedikit pintu kayu itu, di lihatnya beliau tengah tertidur pulas "Syukurlah emak sudah tidur" Perlahan ia kembali menutup pintu. Sebelum pergi ke tempat Merry dia lebih dulu mengintai di sekitar rumah dari celah pintu. "Sepertinya di luar sudah sepi..." Perlahan Bagus membuka pintu depan rumahnya.


"Ada orang nggak ya..." Seperti maling hendak melancarkan aski, menoleh kiri kanan, mengendap lalu berlari secepat kucing.


Di dalam kamar Merry menangis di samping ranjang sembari memegangi kedua lututnya. Mengingat kejadian siang tadi membuatnya merasa kesal. Bagaimana tidak, Merry harus di paksa melakukan hal yang tidak ia inginkan, apa lagi Pak Bambang mengancamnya dengan sebuah video. Sikap agresif pak Bambang juga membuat Merry ketakutan bukan main.


Drtttt...


Berulang kali ponsel berdering tapi Merry tidak menjawab. Hanya melihat sekilas saja, tertera nama Bagus "Apa perduli dia sama aku"


"Kenapa tidak di angkat juga. Sudah kepalang di samping rumah tapi dia nggak angkat telepon. Apa aku langsung masuk lewat jendela kamar saja ya..." Kebetulan di samping rumah Merry ada sebuah jendela yang menghadap langsung ke kamarnya. Dari jendela itu terlihat Merry tengah duduk di samping ranjang menekuk kedua tutut seraya menenggelamkan wajah.


Tok....tok...


Mengetuk kaca jendela, Merry hanya melihat sekilas lalu nampak mengacuhkan Bagus. Dia kesal atas apa yang terjadi di rumah Bagus pagi tadi, semenjak kedatangan Luna, dia merasa Bagus lebih sering memberi perhatian lebih pada Luna di banding dirinya. Rasa cinta Merry melebihi apa pun di dunia ini sampai dia tidak rela kehilangan Bagus sedikit saja.


"Apa dia begitu marah padaku sampai tidak mau membuka pintu..." Tidak mau kehabisan akal Bagus pun mengirim pesan.


(Sayang....buka dong jendelanya atau kamu buka pintu depan biar aku bisa masuk. Ayolah sayang jangan merajuk seperti ini, aku sayang padamu) Percuma saja Bagus mengirim pesan padanya karena saat ini dia kehilangan selera. Entah kenapa setelah kejadian tadi siang membuatnya trauma berat. Bahkan untuk berjalan saja dia kesukitan. Semua karena ulah Pak Bambang yang terus menggarapnya tanpa henti.


"Dia marah beneran lho" Bagus pun berusaha membuka jendela itu menggunakan sebatang kayu yang di selipkan di celah bawah.


Melihat kegigihan Bagus membuat Merry berjalan ke arah jendela lau membukanya.


"Hey....kamu ini kenapa sayang? di telepon di chat tapi nggak ada respon sama sekali." Bagus berhasil masuk kamar. Tanpa basa basi dia pun langsung memeluk Merry. "Maaf ya kalau tadi pagi sikapku sedikit kasar padamu. Tapi semua aku lakukan supaya orang lain tidak curiga dengan hubungan kita. Udah dong sayang jangan marah lagi ya..."mencoba merayu demi terpenuhi hasrat bercintanya malam ini.


Tiba tiba saja Merry menangis.

__ADS_1


"Lho kok kamu malah nangis? kan aku sudah minta maaf." Menyeka air mata Merry.


"Aku nggak suka lihat kamu sama Luna" Luna mengurungkan niat untuk menceritakan kejadian tadi siang waktu dia di garap paksa oleh Pak Bambang.


"Iya deh aku minta maaf sayang ku" Bagus hendak menciumnya, tapi reflek Merry membuang muka. Seketika Bagus memicingkan mata "Kenapa kok menghindar? nggak mau aku cium atau gimana nih...."


Merry masih mengingat kejadian tadi hingga terbawa sampai sekarang. "Maaf mas aku lagi nggak bisa sekarang. Mending kamu pulang saja" berjalan menuju ranjang "Dari cara kamu menatap Luna tadi aku masih kesal sama kamu mas. Mungkin aku butuh waktu sendiri malam ini" Memalingkan muka.


Bagus menghampiri Merry lalu duduk di sampingnya. Tangan kanan di letakkan di atas paha Merry "Kamu cemburu?"


"Nggak" Dengan nada kesal.


Meraih wajah Merry "Kamu cantik lho kalau lagi cemburu kaya gini"


"Maksud kamu biasanya aku nggak cantik gitu? terus kamu mau aku cemburu setiap hari? yang ada bukannya cantik tapi makin tua, kali"


Merry memejamkan mata. Dalam pelukan laki laki lain dia temukan kenyamanan yang ia cari selama ini. Sifat Bagus sangat berbanding terbalik dengan sikap Bustomi. Dari cara Bagus memperlakukan wanita, kasih sayang, dan perhatian, membuat para wanita nyaman saat bersamanya. Sedangkan Bustomi tidak pernah perduli apa yang dia mau, yang di butuhkan seorang istri, dan bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik. Sifat Bustomi cenderung dingin.


(Bersamanya ku temukan arti bahagia)


Semenjak Merry menikah dengan Bustomi, tidak pernah sekali pun Bustomi memperlakukan dia dengan romantis. Contoh kecilnya saja di saat mereka selesai berhubungan intim, tidak ada kalimat cinta atau kata kata pujian sedikit saja. Padahal seorang istri paling suka di puji oleh suaminya. Di perhatikan dari hal sekecil apa pun, itu sudah membuat para istri senang.


"Kamu tau nggak mas(mengeratkan pelukan)hanya bersama kamu aku merasa nyaman" Ucap Merry seraya memejamkan mata.


Bagus tersenyum (Memang mudah mengambil hati wanita, di gombalin dikit saja langsung klepek klepek) "Iya dong, Bagus gitu loh"


Setelah perbincangan panjang Bagus pun menyentuh bahu Merry seraya menatap dalam "Kamu tau nggak kenapa malam ini tidak ada bulan?"

__ADS_1


Merry melihat dari pantulan jendela "Masa sih mas malam ini bulannya nggak ada?"


"Karena bulannya pindah ke mata kamu"


Terlihat kedua pipi Merry merona "Ah....kamu bisa saja mas" Menggelayut manja dalam pelukan Bagus.


Perlahan bagus merebahkan badan di atas ranjang. Mereka pun mulai beradu kasih.


Setelah beberapa saat kemudian mereka terkulai lemas. Tangan kanan Bagus menjadi tumpuan kepala Merry. Mereka berdua tertidur bersama.


Keesokan hari tepat pukul empat Bustomi pulang kerja. Segera ia membuka pintu lalu duduk sejenak di sofa ruang tamu "Mata ngantuk banget nih...." mengerjapkan mata beberapa kali "Cuci muka dulu deh baru tidur" menuju kamar mandi.


Bruk...


Tanpa sengaja Bustomi menjatuhkan rak sepatu yang berada di samping kamar.


"Suara apa itu?" Bagus terkejut lalu melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul Empat pagi. Dia langsung menghuyung Merry "Sayang bangun sudah pagi, aku harus pulang sekarang takut emak mencari ku" Hendak turun dari ranjang namun tiba tiba pintu kamar di buka.


"Kalian...." Betapa terkejutnya Bustomi kala melihat keduanya berada dalam satu kamar.


Suara lantang itu sontak membuat mereka terkejut bukan main.


"Maa Bustomi..." lirih Merry.


Prok, prok, prok...


Bustomi bertepuk tangan melihat pemandangan di depan mata "Oh jadi ini yang kalian perbuat di belakang ku. Hebat, hebat sekali kalian ini" Langkah kaki perlahan mendekat. Tatapan Bustomi jelas memancarkan emosi. Mata yang tadi mengantuk kini terbebelak tajam, tidak menyangka dengan kejutan ini.

__ADS_1


"Mas aku bisa jelasin..." Merry menutup tubuhnya menggunakan selimut karena dia belum sempat memakai baju.


__ADS_2