
"Benarkah? kalau begitu aku tunggu kamu di tempat biasa. Pokoknya aku dandan cantik buat kamu hari ini..." Suara Merry terdengar bahagia. Baru saja ia mendapat telepin dari seseorang.
"Untung Bustomi udah berangkat kerja jadi gue bisa bebas keluar sekarang. Senangnya sampai nggak sabar..."
Bustomi bekerja di sebuah pusat perbelanjaan sebagai seorang satpam. Kebetulan hari ini dia jaga malam. Berangkat dari jam empat sore pulang sehabis subuh. Pekerjaan yang di tejuninya membuat Bustomi jarang sekali mengajak Merry sekedar pergi jalan jalan. Bahkan dalam sebulan hanya beberapa kali saja Busmoti menyentuhnya. Bukan karena tidak ada ketertarikan pad Merry lagi, melainkan badan sudah lelah seharian kerja. Faktor utama dari perselingkuhan biasanya terdapat pada salah satu pasangan yang sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan dari pasangannya. Entah dalam memenuhi kebutuhan ekonomi atau kebutuhan rohani. Ketika salah satu pasangan merasa kurang, maka di luar snaa banyak di tawarkan semua kebutuhan.
Setelah beberapa saat kemudian Merry sudah rapi dengan mengenakan baju warna merah dan rok senada sebatas betis. Saat ini Merry sudah bersiap di atas motor matic miliknya, seraya sesekali berhias pada kaca spion.
"Harus dandan cantik nih. Lipstiknya kurang tebal deh...." Di ambilnya lipstik dari dalam tas lalu memakai kembali.
"Mau kemana Mer?" Tanya Maimunah. Sejak tadi Maimunah parhatikan wajahnya nampak senang sekali. Kalau di lihat dari cara dandan, pastinya dia mau kencan.
Merry terkejut melihat Maimunah tiba tiba muncuk sadi samping rumah"Mau beli bensin...."
"Beli bensin apa beli bensin..." Dsngan nada sedikit menyindir.
Merry melirik Maimunah "Ih....ya beli bensin lah. Kenapa sih kepo amat jadi orang..."
"Dari tadi kemana saja kamu, kenapa sekarang baru mau beli bensin? suami berangkat kerja kok istri malah mau kelayapan. Mana pake baju ketat kaya begitu, bibir menor kaya ikan lohan, rambut di urai kaya kuntil anak. Sadar sama usia napa.... Udah bukan jamannya kamu dandan kaya gitu. Pantesmya kamu pake daster bawa sapu, nyapu depan rumah. Sampah selokan penuh kaya begitu malah asik kelayapan...." Cibir Maimunah.
Merry kesal di kata katai "Ih kenapa sih mbak sirik aja lu sama gue. Iri bilang bos?" Merry langsung tancap gas.
"Ya Allah kelakuan macam apa itu....di depan kakak iparnya nggak ada menghargai sedikit pun. Kalau bukan adik ipar udah tak jambak tuh orang" Geleng kepala melihat perilaku buruk adik iparnya.
Sejak pertama kali Bustomi mengenalkan Merry kepada anggota keluarga, Maimunah sudah memperlihatkan ketidak sukaannya. Bukan tanpa alasan, pada saat di bawa ke rumah orang tua Bustomi, dia hanya mengenakan baju pendek dan rok mini, jelas dia tidak bisa menghargai keluarga besar Bustomi.
Di lihat dari latar belakang Merry, dia bukanlah wanita baik baik. Banyak warga mengatakan kalau Merry ini pernah bekerja di sebuah club malam, dan apa pula yang melihatnya bergonta ganti pasangan. Sesekali Maimunah juga pernah memergoki Merry bersama om om di depan sebuah hotel. Tapi semua bukti itu tidak membuat Bustomi meninggalkan Merry. Justru dia tidak percaya sedikit pun. Kalau sudah begitu apa bisa di kata? Bustomi kekeh tetap ingin menikahi Merry.
__ADS_1
"Kasihan nasib adik ku itu punya istri nggak ada sopannya sama sekali. Suami baru berangkat kerja bukannya jaga rumah malah keluyuran..."
"Tuti...." Melihat Tuti baru saja keluar dari rumah Ibu Sumiati. Dia nampak menggendeng Andini. Maimunah langsung menyeberang jalan lalu menghampiri mereka "Mau kemana kamu Tut?"
Tuti menenteng plastik hitam "Ini Mbak mau buang smapah ke depan situ"
"Tumben biasanya kalau buang sampah pagi pagi sekali..."
"Iya mbak. Katanya Bagus mau pulang. Jadi aku bersihin sekarang aja besok tinggal kerjain yang lain..." Jawab Tuti.
"Bagus pulang sama Nara?"
"Dia pulang sendirian, mbak. Maklum lah anak anak nggak mau di tinggal, Aska juga baru saja sembuh jadi dia belum tega meninggalkan Aska sendirian." jelas Tuti.
"Oh pantas saja dia keluar"
Tuti kaget siapa yang dia maksud "Keluar? siapa mbak?"
"Wah....nggak bisa di biarin inumi mbak. Kalau begitu kita kejar mereka" Dengan antusias tinggi Tuti mengajak Maimunah mengejar Merry.
"Ngapain kita kejar dia nggak ada untungnta. Kalau memang benar mereka selingkuh aku yakin suatu saat nanti mereka dapat ganjaran setimpal"
"Sayang...." Di depan mini market keduanya bertemu. Bagus lebih dulu sampai sudah membeli minuman dan snack.
"Kok lama sih..." Sembari menenggak air mineral.
Meraih lengan Bagus "Maaf sayang tadi ada pengganggu...."
__ADS_1
Mengerutkan kedua alis "Siapa?"
"Biasa itu lho mbak maimunah. Aku sebel deh sama dia, suka kepo sama orang lain. Udah kata detektif aja tuh orang..." Wajah Merry seketika manyun.
"Terus dia ada ngikutin kamu nggak? Bahaya kan kalau dia sampai lihat kita ketemuan di sini...." Bagus menoleh kiri kanan melihat siapa tau ada orang membututi Merry.
Mengibaskan tangan "Halah mana mungkin dia berani ngikutin aku sampe sini. Naik motor aja nggak bisa bagaimana cara dia sampai di sini" Menggelayut di lengan Bagus "Lagian kalau ada yang liat biarin saja, toh kamu beneran cinta aku kan, sayang?" Mendongak melihat wajah Bagus. Laki laki tampan di samping ini sudah lama menjadi idaman banyak wanita. Bagaimana tidak, di luar rumah Bagus suka menolong, lemah lembut, perhatian. Apa lagi masalah uang, dia paling royal. Pokoknya jadi incaran para janda.
"Cinta lah, cinta sampai mati" Begitulah orang kalau sedang di mabuk cinta, sampai tidak kenal di mana dan dengan siapa.
"Uh....gemes deh." Semakin lama Merry semakin lepas kendali. Dia sampai berani mencium Bagus di depan umum.
"Sayang aku kangen kamu...kita ke tempat biasa yuk" Ajak Bagus.
"Emmmm....aku juga kangen banget sama kamu sayang"
Tak berapa lama mereka meninggalkan tempat. Mereka pun berhenti di sebuah hotel lumayan bagus.
"Eh, eh itu bukannya bini Bustomi ya lagi sama siapa tuh dia?"Ada salah satu tetangga melihat keduanya berboncengan. Tapi dia hanya melihat Merry saja karena Bagus memakai pakaian serba tertutup. Bagus sengaja memakai motor Merry dan meninggalkan motornya di depan mini market, begitulah strategi perselingkuhan mereka.
"Yuk masuk sayang ini kuncinya..." usai chek in keduanya langsung masuk dalam kamar hotel.
Dari belakang Bagus memeluk tubuh ramping Merry "Badanmu harus sekali sayang..." Menciumi leher jenjang Merry dengan sesekali meniup telinga.
Desiran nafas Bagus seolah menyengat tubuhnya. "Aku mencintai mu sayang..." Aksi Bagus terus berlanjut sampai keduanya saling bertukar keindahan.
"Eh buruan dong bang lemot amat jalannya, saya lagi buru buri nih...." Salah seorang penumpang ojek online menepuk pundak Mamat(Tetangga Merry).
__ADS_1
"Oh iya buk, iya buk. Maaf ya tadi saya kaya ngelihat tetangga saya masuk hotel itu jadi nggak fokus deh" Jelas Mamat seraya kembali fokus dengan jalanan.
"Apa urusannya sama saya...." maki si penumpang.