
Kehancuran akan segera di mulai. Bustomi melihat sebuah raket nyamuk tergantung di dinding lalu meraihnya, mengacungkan kepada mereka berdua "Berani sekali kalian berzina di rumah ku" tatapan amarah semakin kuat terpancar dari mata Bustomi.
Merry langsung meraih daster lalu memakainya, ketika hendak turun dari ranjang tiba tiba saja Raket tadi melayang tepat di kepala Bagus, beruntung saja Bagus bisa menghindar dengan cepat.
Pyar...
Raket mengenai sebuah bingkai foto sampai terjatuh dan hancur. Begitu pula juga dengan hati Bustomi sekarang ini, hancur lebur tak bersisa. Jujur dia tidak terima di selingkuhi sekejam ini. Di tambah lagi selingkuhan sang istri tidak jauh dari rumah, tiga langkah keluar dari rumah saja sudah nampak batang hidungnya.
"Mas aku bisa jelaskan" Dengen gemeter Merry berjalan menghampiri sang suami yang telah terbakar api kemarahan. Suami mana tidak marah melihat istrinya bersama laki laki lain tengah bertukar ludah, sedangkan dia jungkir balik mencari nafkah tanpa kenal lelah.
Tangan Merry menyentuh lengan suaminya"Maafkan aku mas aku khilaf..." seraya memeluk sang suami. Jantung Bustomi berdegup kencang dan nafas terasa menderu, amarah yang tidak bisa di bendung lagi akan meledak hari ini juga.
"Minggir kamu...." Mendorong Merry hingga dia terjatuh ke lantai "Khilaf kamu bilang?" bentak Bustomi. Kedua tangan mengepal erat "Bagi kalian semua ini khilaf tapi bagi ku ini sebuah penghianatan. Sekali khilaf, kedua sengaja, ketiga, dan seterusnya berganti kenikmatan, iya atau tidak?" Bentaknya. Tatapan berlalih pada Bagus.
Bagus tidak bisa berkata apa pun karena dia sudah tertangkap basah. Mau menyangkal sekeras apa sudah tidak ada gunanya lagi.
Berjalan ke arah Bagus "Kenapa lu diam kaya patung, bisu ya, atau bingung mau berlasan apa lagi?" Mencengkeram leher Bagus.
Bughhhhh.....
"Berani sekali lu nidurin bini gue, bosan hidup apa lu...." Bustomi memekulnya secara brutal sampai Bagus terjatuh pun masih di pukul dan badannya tidak luput dari tendangan Bustomi. Amarah Bustomi meluap seperti orang kesetanan. Bagaimana tidak, Bustomi melihat perselingkuhan itu dengan mata telanjang. Kalau saja di sana ada benda berbahaya mungkin Bustomi akan lebih nekat dari ini.
Melihat Bagus si hajar, Merry pun meraih kaki Bustomi. "Mas tolong jangan sakiti dia, aku mohon"
Hati suami mana tidak sakit melihat istrinya memohon ampun untuk laki laki selingkuhannya. Segera Bustomi meraih tangan merry, membawanya berdiri sejajar "Kamu minta ampun untuk selingkuhan kamu ini?" Seolah aliran darah naik sampai ubun ubun.
Kedua tangan Merry mengatup sambil menangis "Tolong ampuni dia mas...."
Plak....
__ADS_1
Satu tamparan keras mendapat di wajah Merry. Tamparan itu membuat Merry merasa pusing karena sangking kerasnya.
"Tolong jangan sakiti Merry, hajar saja aku sampai kamu puas asal jangan sakiti dia" Dengan bodoh Bagus malah memeluk Merry di hadapan Bustomi. Tentu saja hal itu membuat Bustomi semakin marah.
"Oh sekarang kalian mulai berani ya" mengepalkan tangan seraya tetus menatap penuh amarah.
"Kalau begitu biar ku perlihatakan bagaimana sifat asliku. Kalian berdua pantas merasakan kemurkaan ku hari ini" Meraih sebuah kursi hendak di lempar ke arah mereka berdua. Sebuah kursi mengayun beberapa kali dan wajah Bustomi seolah tidak bisa terkandali lagi.
"Aaaaaaaaa....." Merry teriak sekencang mungkin kala kursi itu di banting tepat di depannya.
"Pak ada apa itu...." Mainumah bersama suami langsung keluar dari rumah mendengar teriakan seseorang. Beberapa tetangga pun juga keluar satu persatu. Teriakan itu membangunkan semua warga sekitar rumah.
"Apa apa ini...." Tanya beberapa warga.
"Suara itu berasal dari rumah adik mu, mas" ucar Maimunah pada Bejo(Suami).
Bejo pun langsung berlari berusaha membuka pintu tapi terkunci dari dalam "Pintunya di kunci dari dalam.." Ujarnya pada sang istri.
"Tolong bantu saya dobrak pintu ini" Pinta Bejo seraya terus berusaha mendobrak pintu kayu tersebut.
Beberapa orang berkumpul di depan rumah mengira ira apa yang terjadi di dalam.
"Kenapa? kalian takut, ha? di mana urat malu kalian, sudah pada tua masih saja berbuat kotor seperti ini...." Mendekati kedua manusia tak beradab itu lalu menyeret Bagus lepas dari pelukan sang istri.
"Ampun Tom, ampun, aku minta maaf aku memang salah" Dengan nada memelas Bagus mengatupkan kedua tangan. Wajah memar Bagus tidak membuat Bustomi merasa iba, malah semakin membuatnya geram. Kedua hidung Bagus sampai berdarah akibat pukulan tangan Bustomi.
"Enteng sekali kamu minta maaf ya, kamu pikir dengan kata maaf aku bisa terima dengan semua ini....." Bentak Bustomi.
kemarahan Bustomi sungguh menakutkan.
__ADS_1
"Cukup mas tolong jangan sakiti dia lagi, semua ini terjadi karena kamu(Merry bangkit berusaha membela diri).Kamu yang tidak pernah mengerti aku. Dan hanya dia yang mampu memenuhi hasrat ku kala kamu tidak lagi mau menyentuhku."
Ucapan Merry bagaikan tamparan keras yang membuat wajah Bustomi terkuliti seketika. "Bisa sekali kamu bicara seperti itu" Bustomi langsung menjambak rambut Merry sehingga wajahnya sedikit mendongak "Aaaa.....sakit mas, lepas"
"Aku tidak lagi menyentuhmu bukan berarti aku tidak mau, tapi karena aku terlalu lelah seharian bekerja. Semua ini buat siapa kalau bukan untuk memenuhi kebutuhan kamu itu. bisa sekali kamu menyalahkan aku atas perselingkuham kamu ini, dasar wanita tidak tau diri" Mendorong tubuh sang istri hingga kepalanya terbentur dindang. Dahi Merry sampai mengeluarkan darah segar.
Sontak saja Bagus terkejut bukan main melihat sikap Bustomi seperti itu, dia pun langsung mencari jalan untuk melarikan diri. Di lihatnya jendela masih terbuka. (Kalau aku tidak pergi dari sini bisa bisa dia membunuh ku) Setelah meliamhat kesempatan langsung saja Bagus berlari keluar dari jendela kamar.
"Heh....jangan kabur kamu" Bustomi hendak menghentikan Bagus tapi tiba tiba ada sesorang menghentikan dia dari belakang.
"Kendalikan diri kamu" Bejo dan beberapa orang berhasil masuk ke dalam rumah. Mereka juga melihat Bagus keluar dari jendela tanpa menggunakan baju.
"Kamu lihat itu mas....istri ku selingkuh dengan Bagus."
Bejo menarik Bustomi ke laur dari kamar supaya dia bisa sedikit tenang "Sabar, sabar, kamu duduk dulu"
"Aku nggak terima mas"
"Iya aku tau kamu marah. Bukan hanya kamu kami semua pun marah dengan semua ini, tapi kamu jangan main hakim sendiri kaya gini. Bisa bisa kamu terjerat hukum" Bejo berusaha keras meredam kemarahan Bustomi, kalau tidak Bustomi bisa menghabisi kedua manusia tadi.
"Dih katahuan juga kan akhirnya..." Ucap Sarah seraya mencebirkan bibir.
"Mananya juga bangkai lama kelamaan pasti terciuk juga." sambung yang lain.
"Kalau sudah begini baru nangis minta maaf tapi pas lagi berzina nggak ingat dosa. Dasar wanita nggak punya harga diri, putus kali ya urat malunya..." ketus Maimunah kepada Merry.
Merry tidak sanggup berkata kata. Dia hanya bisa menangis sembari menutup wajah dengan bantal.
"Sekarang kalau sudah ketangkap basah seperti ini bisa apa lagi kalau nggak nagis? dasar pelakor. Sekali pelakor tetap pelakor" Beberapa orang terus mengatainya dengan kalimat tidak baik.
__ADS_1
"Eh si Bagus mana kok nggak ada? pengen lihat muka sok alim dia"
"Dia udah kabur dari jendela. Pasti dia sudah malu banget sekarang. Emang dasar mereka itu pada nggak punya moral. Otaknya rusak kali...."