Suamiku Penjahat Wanita

Suamiku Penjahat Wanita
Kemarahan Aska


__ADS_3

"Mbak Eca, ibu di mana?" Tanya putra bungsu Nara. Dia baru saja pulang sekolah, begitu masuk langsung mencari keberadaan sang ibu. Tubagus Aska Saputra, anak bungsu Nara dan Bagus. Aska terbilang anak manja, setiap apa yang di inginkan selalu terkabul. Bahkan di usia delapan tahun makan saja masih di suapi, mandi saja kadang masih suka minta di mandiin.


"Ibu......" Aska berteriak sekencang kencangnya. Seketika semua orang membungkam kuping mereka.


Ece geleng kepala melihat anak majikannya mukai lepas kendali. Hampir setiap hari Eca mendengar teriakan Aska dan juga melihat anak sekecil itu berbuat hal di luar nalar.


"Sebentar ya mas Aska. Mbak Eca lagi sibuk, bentar aja...." Tutur Eca.


"Aska mau ibu sekarang juga, pokoknya mbak Eca cari ibu, sekarang" Suara Aska semakin membuat pusing.


"Iya mas sebentar masih ada yang beli" Melihat beberapa orang tengah mengantri di depan etalase.


"Aaaaa.....mbak Eca cepat, aku mau ibu. Katanya tadi ibu mau jemput Aska tapi kenapa ibu nggak jemput Aska sekolah. Mbak Eca panggil ibu, aku mau ibu sekarang juga...." Rengek Aska.


"Dasar anak manja...." Gumam Eca. Bagaimana pun Eca harus sabar menghadapi sifat bocah satu ini. Kalau bukan karena kasihan, dia tidak akan sanggup menangani anak manja satu ini. Sejak dulu kedua orang tua Aska selalu menuruti kemauannya. Karena Nara teringat semasa sulit dulu, sampai tidak bisa memberikan apa yang anaknya mau. Bahkan hanya sekedar membeli mainan seharga lima belas ribu saja mereka tidak mampu. Hal seperti itu lah yang merusak pribadi seorang anak. Bukan kasih sayangnya yang salah tapi pola pikir orang tua yang terlalu memanjakan anak.


Kasih sayang berlebih akan berdampak negative bagi anak. Seharusnya sebagai orang tua kita wajib mengajarkan putra putri kita untuk belajar dari sebuah kesabaran. Tidak seharusnya segala hal bisa di dapat dengan mudah. Bukan tidak bisa memenuhi kemauan anak, hanya saja kita mengajarkan cara didik yang baik untuk kedepannya. Jika semua di dapat dengan mudah maka mereka (Anak) tidak akan bisa marasakan nikmatnya berjuang, melatih kesabaran, dan mengendalikan ego mereka. Seorang anak ibarat tumbuhan kecambah jika setiap hari di siram air maka kedelai itu akan membusuk, berbeda dengan tanaman lain. Semakin di siram akan semakin subur, namun si kecambah ini tidak akan mau bertumbuh kalau asupan air terlalu banyak.

__ADS_1


Sifat manja seorang anak akan menjadikan mereka pribadi yang lemah. Hidup tidak selamanya bergantung pada orang tua, karena suatu saat nanti mereka (Anak) harus bisa menentukan jalan hidup mereka sendiri.


Anak manja taunya hanya setiap kali minta sesuatu kalau tidak segera di turuti, dia akan menangis sambil membanting apa saja yang ada di depan mata. Sifat Aska ini berbanding terbalik dengan sikap putra sulung Nara, Tubagus Andra Pratama. Sifat Andra terbilang berani dan terkesan tegas. Sikap Andra mewarisi sifat sang ibu. Di mana mereka tidak akan bertindak kalau belum merasa terancam. Saat ini Andra memasuki usia remaja. Di usianya saat ini dia sangat sulit di atur, suka keluar malam, tidak mau belajar, dan selalu membantah. Maklum saja sejak dia duduk di bangku sekolah dasar harus hidup berdua dengan Ibu Sumiati (Nenek). Mungkin karena kurang perhatian jadi dia hidup dengan sesuka hati.


"Ibu pulang kampung, Mas Aska. Oh iya mas Aska mau mbak buatin es jeruk atau pop ice?" Sembari melayani pembeli, Eca sempatkan menawari minum si anak majikan.


"Kok ibuk pulang kampung nggak nungguin Aska sih mbak, ibu jahat, ibu jahat...." Membanting tas ransel yang masih di pundaknya. Aura kemarahan terlihat di wajah bocah kelas dua itu.


"Tidak biasanya Bu Nara pulang kampung di hari kamis? biasanya kan pulangnya sabtu sore mbak...." ujar salah seorang pelanggan yang sudah lama berlangganan di warung makan Nara.


Pyarrrrrr....


Suara benda jatuh dengan keras. Eca segera berlari "Ya Allah mas Aska..." melihat Aska tengah membanting dua gelas.


"Pokoknya aku mau ibu pulang sekarang, cepat mbak suruh ibu pulang" Aska sudah hilang kendali sampai semua barang di depannya menjadi pelampiasan amarah Aska.


"Tapi Ibu lagi ke rumah sakit, mas. Mbah uti lagi sakit. Mas Aska di rumah sama Mbak Eca ya...Mas Aska kan udah gede nggak boleh gitu ya kasihan ibu." Ketika Eca hendak mendekat tiba tiba saja Aska melempar remot tv hingga mengenai kepala Eca.

__ADS_1


"Aw........" Mengusap bagian kepala yang terkena benda hitam berupa remot tv.


"Ih tuh anak bandel banget sih....kalau jadi akan ku sudah tak cubit deh." Bebarapa orang di sana melihat kejadian itu. Banyak orang merasa kesal dengan sikap Aska. Anak sekecil itu tapi sudah punya tempramen dosis tinggi.


"Terlalu di manja ymsih makanya jadi kaya begitu....dikit dikit marah" Sambung salah seorang yang tidak lain tetangga Nara.


"Kalian berisik...." Sebuah bantal melayang ke wajah salah seorang pria paruh baya. Beliau tmbaru saja handak menyuapkan nasi ke mulut, gara gara bantal melayang jadi dia tidak jadi makan. Sendok dan sesuap nasi ikut terjatuh bersama bantal itu.


"Aduh mbak ini gimana sih, kita itu di sini pelanggang, mau makan. Kok malah anak ini kurang ajar banget sih pake lempar lempar bantal segala, nggak sopan banget sih. Kaya kurang didikan...." Salah satu pelanggan terkena lemparan Aska sehingga beliau marah.


"Maaf ya pak atas ketidak nyamannya. Sekaali lagi saya minta maaf..." Eca sampai menundukkan kepala sangking tidak enak hati.


Pria paruh baya itu langsung berdiri.


Brak....


"Jadi nggak lapar lagi deh kalau kaya gini..." Seketika bapak tadi langsung pergi dengan perut kosong. Bagaimana tidak? dia datang untuk makan sembari rehat sejenak tapi malah melihat kegaduhan yang membuatnya terusik.

__ADS_1


__ADS_2