Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Telepon


__ADS_3

"Vi, aku ijin balik ke rumah bentar ya, nanti aku ke sini lagi, saudara aku mau ke rumah, kan di rumah ngga ada orang"


"Iya balik lagi loh, bawa mobil aku aja sana" ucap Viola.


"Nggak lah Vi" sambil menenteng tasnya.


"Jangan nolak deh Nov, kalo kamu nholak tandanya kamu mau kabur, jadi turutin aku, nanti aku aduin kamu ke mommy sama Daddy"


"Dasar anak manja, ya udah yang mana yang aku bawa" tanyanya.


"Serah tapi jangan mobil yang sering aku bawa, ntar aku tanya pak Rudi dulu"


"Ya udah ayo turun, sejam lagi sampe katanya" ucap Novi sambil menuruni tangga.


"Iya sabar" ucanya yang mengikuti Novi di belakangnya dengan terburu-buru.


"Pak Rudi, tolong keluarkan mobil sport Viola yang lain ya pak, Novi yang akan memakainya nanti" ucap Viola.


"Iya non" Pak Rudi segera berlalu dan menuju ke garasi.


Pak Rudi mengambil mobil sport berwarna biru gelap.


"oke makasih Vi, aku akan kembali" ucapnya lalu berlalu meninggalkan gerbang kediaman Margaretha.


Viola kembali ke dalam dan menuju ke ruang keluarga sambil memakan eskrim dan juga camilan yang harus ada menemaninya saat menonton tv.


****


"Kaka... aku ingin bertemu dengan ka Vivi" rengek seorang anak kecil yang tidak lain adalah Kesya.


"Kesya ka Vivi sedang sibuk"


"Ayolah ka, kenapa Kaka selalu bilang ka Vivi itu sibuk" ucap Kesya dengan nada kesal.


"Ya memang perempuan itu sibuk, kau juga kadang sibuk bukan"


"Sekarang aku sedang tidak sibuk, tidak sibuk Kaka, Aku ingin mengirimkan undangannya ke hadapan ka Vivi langsung Kaka"


"Besok saja ya"


"Tidak aku maunya sekarang, kalu besok ka Vivi akan telat nanti" ucapnya dengan kesal.


"Tidak aku maunya sekarang Ka.... atau kita ke rumahnya saja sekarang"


"Akan tidak sopan jika langsung ke sana, kita kabari dulu ya" ucap Angga yang berusaha untuk tenang.


"Kenapa tidak dari tadi, Kaka menyebalkan" ucap Kesya sambil memanyunkan bibirnya.


Angga menggelengkan kepalanya. Lalu segera menelepon Viola.


"Maaf Anda salah sambung" ucapnya dengan teriak.


"Vi... ini aku Angga, aku ganggu ya maaf" ucapnya kaget saat Viola membentaknya.


"M..m..ma..ma.. a..aaff Ngga.. a...a..ku tidak sengaja ...me..membentakmu ta..ta..di" ucapnya terbata.


"Tidak apa Vi, apakah kamu baik baik saja"


"ee... e.. iya Ngga.. a...a... da apa" tanyanya terbata.


"Apakah aku dan Kesya boleh ke rumahmu sekarang, Kesya dari tadi ingin sekali ke rumahmu dan ingin bertemu dengan mu" ucap Angga terus terang.


"Kenapa dia tidak menjawabnya" Gumam Angga dalam hati sambil mengecek sambungan teleponnya dengan Viola.


"Vi" ucapan Angga yang membuat Viola bangun dari lamunannya.


"I..iya Ngga, aku akan minta ijin orang tuaku dulu, nanti aku kabarin lagi"


Angga menunggu hingga ia mendapat telfonnya lagi.


"Bagaimana Vi" tanya Angga.


"Iya boleh"


Angga tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ke sana sekarang"


"Baiklah"


"Tolong share look rumah kamu"


"Iya"


Angga pun mematikan telfonnya. Setelah ia mendapat lokasinya, dia dan segera bergegas menuju rumah Viola dengan Kesya.


****


Saat sedang asiknya menonton tv, tiba-tiba ponselnya berdering dan langsung mengangkatnya.


"Hallo" ucap Viola.


"Hallo Vi, gimana kamu baik baik aja kan" tanya mama Desya.


"Iya mom, aku baik, mommy sama Daddy baik kan"


"Iya baik kok, kalau ada apa apa telfon ya"


"Iya mom, dah mom" ucap Viona lalu menutup Telfonnya.


Setelah meletakkan handphone nya, tiba-tiba ponselnya berdering lagi.


"Hallo" ucap Viola.


"Mba..."


"Hah" ucapnya sambil melihat nomor yang memanggilnya.


"Maaf salah sambung" dan langsung mematikannya.


Selang beberapa detik, ada yang menghubunginya lagi.


"Maaf Anda salah sambung" ucapnya dengan teriak.


"Vi... ini aku Angga, aku ganggu ya maaf"


"M..m..ma..ma.. a..aaff Ngga.. a...a..ku tidak sengaja ...me..membentakmu ta..ta..di" ucapnya terbata.


"Tidak apa Vi, apakah kamu baik baik saja"


"ee... e.. iya Ngga.. a...a... da apa" tanyanya yang membuat jantungnya semakin tidak karuan.


"Apakah aku dan Kesya boleh ke rumahmu sekarang, Kesya dari tadi ingin sekali ke rumahmu dan ingin bertemu dengan mu"


Jantung Viola sungguh tidak bisa terkontrol, "semoga ia tidak mendengar detak jantungku" gumam Viola dalam hati.


"Vi" ucapan Angga yang membuat Viola bangun dari lamunannya.


"I..iya Ngga, aku akan minta ijin orang tuaku dulu, nanti aku kabarin lagi"


Tak menunggu waktu lama, ia menutup telfonnya, dan langsung mengabari mama Desya.


"Hallo mom" ucap Viola.


"Ada apa, ada masalah, baru saja momy bilang"


"Ah maaf mom, ini tiba tiba.... emm... Temenku Angga sama keponakannya Kesya mau ke rumah mom? gimana boleh ngga?" tanya Viola dengan ragu.


"Kok kamu bisa deket?" tanya mama Desya.


"Ceritanya panjang mom, ngga bisa di ceritain sekarang"


"Oke setelah mommy dari Bali kamu janji cerita ya"


"Iya mommy aku janji, jadi bagaimana"


"Boleh, tapi dengan satu syarat"


"Katakan saja mommy tapi jangan yang aneh aneh ya"


"Ajak makan malam bersama kita setelah Mommy dari Bali"

__ADS_1


"Iya mom, akan aku usahakan... terimakasih mommy.."


Viola mematikan telfonnya dan kembali mengabari Angga


"Bagaimana Vi" tanyanya.


"Iya boleh"


"Kalau begitu aku ke sana sekarang"


"Baiklah"


"Tolong share look rumah kamu"


"Iya"


Mereka menutup telfonnya bersamaan. Viola langsung menutup telfonnya dan mengirim alamat rumahnya, karena semenjak mereka berkencan diam-diam mereka tidak saling mengunjungi rumah keduanya.


"Bi..Bu Jannah" teriak Viola.


"Ada apa Non" tanya Bi Jannah yang langsung berlari ke arah Viola.


"Bi, tolong bereskan ruang tamu, ruang keluarga dan tempat tempat yang berantakan, jangan sampai ada satupun sampah yang tertinggal, dan sebentar lagi makan siang, tolong siapkan juga ya Bu, saya mau mandi dulu" ucap Viola terburu buru.


"Baik non, segera saya persiapkan" ucapnya lalu menunduk dan mulai berbenah.


Viola menyiapkan dirinya sebaik mungkin dan Serapi mungkin. Kemudian dia menuju Ruang tamu yang sudah ada Angga dan Kesya.


"Ka Vivi" ucapnya sambil berlari.


"Jangan lari nanti kamu jatuh" ucap Angga.


Kesya tidak menghiraukan ucapan Angga. Kesya benar hampir terjatuh dan "hap" .


"Nah kena kamu hampir aja kamu jatuh, lain kali jangan ya" ucap Viola sambil membopong Kesya.


"Maaf ka" sambil menjewer kedua telinganya sendiri.


"Tidak apa, Kesya nunggu lama" Tanya Viola lalu mendudukkan dirinya di sofa.


"Ngga ka, ini titipan mama, katanya untuk Kaka"


"Wah makasih banyak, tadi pagi juga udah kan"


"tadi pagi?" matanya menyergit.


"Oiya itu dari mama, gimana ka, enak?"


"Enak kok"


Sedari tadi Angga hanya didiamkan oleh mereka berdua layaknya nyamuk.


"Di minum tuan" ucap Bi Jannah.


"Makasih bi" ucapnya sambil menunduk.


"Bi, itu apa" tanya Viola.


"Jus jeruk"


"Buat aku aja Bi, Angga suka coklat, buatkan saja Coklat dingin dan ambilkan eskrim juga yang aku bawa tadi pagi ya Bi" tanyanya.


"Ngga usah Bi, ini aja"


"Bi, sudah buatkan saja, dan Angga ini rumahku, kamu harus terima itu"


"Baik non, akan saya buatkan"


"Vivi..." ucap Angga terpotong.


//**//


BTW.. hari ini Author juga ulang tahun, makasih yang udah baca...


salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2