Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Di Wowzonia


__ADS_3

Mereka berjalan dengan perlahan menyusuri jalan yang ramai menikmati perjalanan yang belum terlalu panas.


"Kesya, kita mau kemana" tanya Viola.


"Terserah Kaka saja" ucap Kesya.


"Kan kamu yang ingin"


"Ke Wowzonia"


"Ya udah, lagipula ngga jauh banget kan dari sini"


"Tapi Vi" rengeknya Angga.


"Udah ngga papa" ucap Viola.


Mereka sampai kurang lebih 1 setengah jam, dan yang Viola membeli tiket masuk.


"Eh Vi, pakai kartu aku aja" ucap Angga.


"Emang uang jajan kamu selama satu Minggu berapa" tanya Viola.


"Ngga bukan pake uang jajan aku, aku sudah dikirimkan uang oleh bibi Clara, dan nanti Clara di suruh pulang ke rumah aku, karena nanti ada acara tunangan kakakku" ucap Angga.


"Em.. ya udah deh ngga papa" ucap Viola.


"Oiya mobil kamu udah di bawa sama paman Alex ke rumahku, jadi nanti kamu sekalian ambil ke rumahku, ngga perlu bolak-balik ke rumah Kesya" ucap Angga.


"Ya udah deh"


Mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


"Kesya nih akkk" Viola dengan sesendok nasi yang sudah di depan Kesya.


Kesya mengambilnya dan memakan sendiri sesuap nasi itu.


"Kesya mau makan sendiri" ucapnya.


Viola mengangguk.


"Oiya, Ngga, Veronica siapa" tanya Viola yang penasaran dengan Veronica.


"Dia mantan aku waktu SMK, cuma 5 bulan kok, hanya sebagai pelampiasan" ucap Angga tenang sambil memakan makanannya.


"Vi, Novita siapa kamu"


"Dia sahabat ku waktu SMK, kenapa?" tanya Viola heran.


"Aku pikir Adik atau kakak kamu, soalnya kalian akrab banget"


"Ooh, aku pikir kamu suka sama dia"


"Ngga, aku sukanya sama kamu" Angga berterus terang.


Viola kaget, jantungnya berdegup kencang, akhirnya dia memutuskan untuk tidak mendengarkan kata kata Angga.


"Kaka kapan suka sama ka Angga" tanya Kesya kepada Viola.


Viola gugup mendengar kata Kesya, dan dia akhirnya memutuskan untuk minum agar jantungnya kembali normal.


"Ngga tau" ucap Viola singkat setelah minum.


"Ka Vivi, Ka Angga udah suka sama ka Angga, masa ka Vivi belum"

__ADS_1


"Tidak Kesya, kau belum mengerti hal ini, sebaiknya kamu lanjut makan, atau kita akan pulang setelah ini" ancam Viola.


Viola berfikir bahwa Angga hanya bercanda dalam hal ini, dan diapun meremehkannya.


Setelah makan, mereka mencoba beberapa permainan.


"Kaka, aku ke sana ya" ucap Kesya.


"Tunggu di sini sebentar"


Kesya menurut.


"Mba, tolong jaga anak itu di dalam ya, atau kami boleh menemani" tanya Viola.


"Tidak apa apa mba, ini memang daerah anak kecil" ucap penjaga di sana.


Viola melambaikan tangannya untuk mengajak Kesya dan Angga untuk masuk ke dalam.


"Ka aku ke sana ya" ucap Kesya.


Viola mengangguk.


"Jangan jauh jauh ya" ucap Angga.


"Vi" panggilnya setelah Kesya menjauh.


"Kenapa mau bahas yang tadi saat makan" tebak Viola dengan nada malasnya.


"Vi, dengerin aku, aku mau jujur sama kamu" ucapnya.


Jantung Viola kembali berdegup dengan kencang. Tiba-tiba, Angga meraih tangannya.


"Ngga usah ngikutin drama Korea Angga, kalau mau ngomong-ngomong aja" ucapnya menolak tangan Angga yang akan meraihnya.


Viola terdiam mematung mendengar Angga.


"Aku nggak tau ini takdir atau apa, tapi yang pasti, bunga yang layu di dalam hati aku udah subur lagi setelah ketemu sama kamu lagi Vi, dan aku yakin kejadian sebelumnya yang kita pernah lalui itu adalah sebuah ujian kita" ucap Angga.


Viola terdiam.


"Gini ya rasanya di tembak, ngga bisa ngomong apa apa.. apa yang harus aku lakukan, mulutku rasanya tertutup rapat" Gumamnya dalam hati.


"Kamu mau Vi, balikan sama aku lagi" ucapnya.


"Ka Angga, Ka Viola, aku pengin eskrim"


Viola menghela nafas lega dengan kehadiran Kesya.


"Ganggu ya ka, Maaf" ucap Kesya.


"Ngga kok, ya udah yuk" Ucap Viola dan langsung menggandeng tangannya.


"Kesya menghancurkan keberanian ku, butuh waktu lagi untuk aku mengungkapkan nya... Ya ampun... ujian apa lagi ini" gumam Angga Kesal.


Viola membeli beberapa eskrim. Angga duduk dengan lemas di samping Viola.


"Haha... Cape ya, Kesya, siapin tuh ka Angganya coba" ucap Viola untuk menghibur Angga.


"Jangan mencoba mengalihkan perhatian Kesya" ucapnya di telinga Viola membuat nya bergidik.


"Jangan bahas ini sekarang, ada Kesya" ucap Viola.


"Baik setelah ngga ada Kesya, aku tanya lagi sama kamu" ucap Angga dengan nada kesal membuat Viola gelisah.

__ADS_1


"Ada apa kak, kok setelah ngga ada aku" ucap Kesya penasaran.


"Ini maksudnya setelah pulang nanti, kamu ngga boleh nyusahin ka Vivi lagi" ucap Angga.


"ooh, nih kak" ucap Kesya Sambil menyuapkan eskrim kepadanya.


"Kak, eskrim aku udah berkurang, ka Angga juga pasti ingin eskrim Kaka" ucap Kesya.


Viola yang mengerti hal itu, menyuapkan sesendok eskrim nya.


"Nih makan, aku udah paham dengan omongannya, ini sering di adegan drama Korea sama novel novel yang sering aku baca, jadi aku ngga perlu repot-repot ngedrama" ucapnya


Angga menerimanya.


"Siapa yang suruh Kaka menyuapkan eskrim ke kak Angga Ka" ucap Kesya.


Viola melongo mendengar nya.


"Nah maksud Kesya tadi apa" tanya Viola bingung.


"Aku kan cuma bilang ka angga juga pasti juga ingin eskrim Kaka, aku pikir ka Angga akan mengambilnya sendiri"


Pipi Viola memerah mendengar ucapan Kesya.


"Makanya jangan kebanyakan nonton Drakor sama novel, jadi begini kan, ujung ujungnya malah ngedrama" ucap Angga yang tak mau kalah.


Kesya hanya terkekeh melihat kedua kakaknya. Viola hanya terdiam dan mengalihkan perhatiannya karena wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.


Mereka memutuskan untuk bermain hingga sore. Mereka memutuskan pulang pukul 4 sore. Kesya tertidur di dalam mobil karna kelelahan.


"Viola" ucap Angga di tengah keheningan mereka.


Viola menengok ke belakang, dan masih melihat Kesya tidur dengan lelap.


"Aku yang memanggil" dengan nada sedikit keras.


"Hei, bisakah kau berbicara lebih pelan sedikit, kamu lupa apa ada anak orang lagi tidur"


"Emang anak orang siapa bilang anak setan"


"Ssstttt... jangan berbicara yang tidak-tidak pada anak kecil, seakan kau mengumpat nya"


"Kau berbicara seolah olah kau adalah ibunya"


"Ingat, aku itu perempuan, pasti suatu saat aku juga akan merasakannya"


"Kalau begitu maukah kau menjadi ibu dari anak-anak kita suatu saat nanti" ucap Angga yang terus terang.


Viola terdiam, dia bingung karena terjebak oleh omongannya sendiri.


Mereka berdua senyap begitu saja.


"Vi.." panggil Angga pelan dan dengan nada lembutnya.


Viola lagi lagi terdiam,dan diapun menghela nafas panjang. Dan sekali lagi dia menengok ke belakang.


//**//


Maap , harus terhenti... lanjut besok, author ngantuk padahal baru jam 9...


Salamku


Dewi M

__ADS_1


__ADS_2