
Veronica Briella Nugroho itulah namanya. Anak dari pasangan keluarga Stella Marissa Nugroho dan Briando Edwin Nugroho. Veronica memiliki adik yang bernama Monica Sabrilina Nugroho yang masih berumur 4 tahun.
Veronica mengenal Angga saat dia memasuki SMK yang sama dengannya. Namun mereka hanya bertahan hingga 5 bulan saja karena sebagai pelampiasan saja. Veronica mengenal Kesya saat Kesya berumur 3 tahun. Namun semenjak dia berumur 3 tahun, ia sudah tidak dekat dengannya karena Veronica pindah ke London.
Perlu kalian tau, bahwa Veronica itu sebenarnya tidak menyukai anak kecil. Dia hanya ingin dekat dengan Keluarga Angga agar mendapatkan perhatian saja. Pada saat itu, Angga di perbolehkan untuk berkencan, asalkan masih dalam batas wajar.
FLASHBACK ON
"Angga aku ingin kamu jadi pacar aku" ucap terus terang Vero.
"Bukanya laki yang ngomong ya, kalo perempuan yang ngomong itu namanya kegatelan" ucap tidak suka Angga.
"Jika kamu tidak menerima ku, aku akan menghancurkan keluarga kalian"
Angga diam lalu menyetujuinya, namun Angga hanya sebagai pelampiasan saja jika saat Vero sedang dicampakkan. Angga selalu bersikap acuh padanya.
Hingga suatu saat Takdir hadir membawa keberuntungan Angga.
"Angga, aku mau kita putus, aku udah cape"
"Siapa suruh, aku juga sebenarnya ngarep ini dari lama"
"Bagus deh, lebih mudah kamu untuk move on"
"Dari dulu juga, ngga suka, buat apa move on" ucapnya kemudian pergi meninggalkan Veronica.
Setelah memutuskan Angga, dia pergi ke London karena ikut orang tuanya.
FLASHBACK OFF
"Hmm.. padahal Angga hanya pelampiasan ku dulu, tapi kenapa aku mengingatnya lagi, rasaku benar benar egois" ucap Vero di kasurnya.
"Aku harus mendapatkannya lagi sebelum ada seseorang yang singgah di hatinya, jika adapun, aku siap menghilangkan nyawanya apapun resikonya, yang terpenting tidak ada yang bisa singgah di hatinya, jika aku tidak mendapatkannya, maka orang lain pun tidak" ucap Vero dengan senyum licik nya.
*****
Monica, itulah namanya. Di umur yang masih balita, ia tidak pernah dihiraukan sama sekali oleh kedua orang tuanya, hingga pembantu disana yang merawatnya seperti anak sendiri. Bi Tuti Namanya. Yang selama 4 tahun merawat dan membesarkan Monica. Orang tuanya sibuk dengan urusan hartanya.
Tidak salah jika sikap Vero yang terlalu jahat dan kejam, karena sikap orang tuanya lah yang tidak mendidiknya dengan benar. Sikap anak tergantung dari sikap orang tuanya padanya, jika dia tidak dipedulikan, dia akan bersikap seenaknya.
"Kaka, aku mau eskrim" rengek Monica
"Beli sendiri tuh sama Bi Tuti, jangan ganggu Kaka" Veronica dengan bentakkan nya
Monica selalu diam jika dia sudah di bentak oleh kakaknya. Dan berlalu dari hadapannya. Dia tidak memiliki kasih sayang selain dari Bu Tuti sendiri. Kakaknya yang seenaknya sendiri dan orang tua yang seakan tidak mempedulikannya, merasa bocah kecil itu tidak memiliki sebuah keluarga.
*****
"Ah.. sial.. kenapa aku tidak sadar jika aku sudah sampai di rumah" ucap Viola kesal.
Dia langsung menuju ke kamarnya seperti biasa dan merebahkan tubuhnya yang amat pegal.
Dia memutuskan untuk berendam agar merasa rileks.
"Nov.. Novi.." panggilnya setelah ia mandi dan menuju ke kamar Novi, tetapi dia tidak mendapati Novita di kamarnya.
__ADS_1
"Novi memutuskan untuk pulang sejam yang lalu, mommy tidak dapat mencegah nya" ucap sang mama yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar aja ya mom, langsung tidur" ucap Viola.
"Tunggu mommy mau bicara sama kamu"
"Besok lah mom, aku ingin istirahat, aku lelah hari ini" keluhnya.
"Ya sudah, besok ya, selamat malam"
Mama pun berlalu setelah mengusap pundak putrinya itu. Viola pergi ke kamarnya dan bergegas ke kamarnya untuk beristirahat.
*****
"tok..tok..tok.. Angga" panggil sang mama.
"Bentar mah" teriak Angga yang sedang memakai bajunya dan segera berlari menuju ke pintu kamarnya.
"Ada apa mah, mama pulang kapan" tanya Angga sambil mengusap rambutnya yang masih basah.
"Mama pulang satu jam yang lalu, besok kamu tolong antarkan ini ke rumah Kesya yah" sambil memberikan sebuah kado.
"Oiya mah, tapi aku ngga langsung pulang, aku mungkin akan pergi ke rumah Rendy besok" ucap Angga.
"Iya tentu, tapi kamu jangan kemaleman ya pulangnya, besok malam kakakmu akan bertunangan dengan kak Reska, kalau begitu kamu langsung tidur aja ya, pasti kamu lelah" ucapnya sambil mengelus pundak putranya itu.
"Apa mah, tunangan, ahh sial kaka mau married aja" ucap Angga.
"Kalau kamu juga mau, cepet-cepet cari pasangan dong" ledek sang mama.
Dia berbaring ke kamarnya dan menghidupkan layar ponsel.
"Masih pukul sembilan" keluhnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Rendy untuk menginap di rumahnya.
Setengah jam menunggu, Rendy langsung datang ke kamarnya.
"Ada apa tiba-tiba telfon" tanyanya saat duduk di sofa kamar Angga.
"Gue lagi bingung, apa perasaan gue tumbuh lagi ya ke Viola" Angga berterus terang.
"Lo pernah kencan sama Viola, kapan dan dimana"
"6 tahun yang lalu waktu SMP"
"Pantesan aja kalian seperti ngga asing satu sama lain"
"Kok bisa putus" lanjut Angga.
"Belum di restuin"
"Berarti sekarang udah dong. Ya udah balikan lagi aja, tinggal di tembak juga"
"Tembak tembak, pala Lo tembak"
__ADS_1
"Ya jangan kepala gue yang di tembak, maksudnya perbaiki lagi hubungan kalian yang sudah hilang di masa lalu"
Angga berfikir sambil memandang langit malam.
"Mungkin Viola juga suka sama lo lagi, kalau kamu balikan sama diapun, pasti dia akan menerimanya lagi" lanjutnya.
"Apakah hubungan yang terputus secara tiba-tiba bisa diperbaiki lagi" tanya Angga.
"Tidak salah jika cinta itu tumbuh kembali, Cinta itu ngga bisa di tebak, dan kita tidak tau kapan rasa itu tumbuh dan berkembang menjadi sebuah tanaman"
Angga mencoba memahami perkataan Rendy.
"Apakah aku benar-benar mencintainya lagi" ucap Angga.
"Itu tergantung dari hati kamu, jika kamu benar benar mencintainya dengan tulus, maka tidak akan ada keraguan yang muncul dalam hati kamu. Kamu harus tau Cinta itu bukanlah sebuah permainan semata. Cinta itu merupakan sebuah hubungan yang tumbuh di dalam hati pemiliknya, jika masih ragu mempertimbangkannya, maka hubungan itu tidak akan pernah abadi" ucap Rendy panjang lebar.
Angga menghela nafas panjang.
"Cinta itu penuh dengan ujian Angga, kamu bilang kamu putus karena belum mendapatkan restu bukan" tanyanya.
Angga mengangguk.
"Nah ini adalah kesempatan kedua dari takdir yang sedang kamu jalankan, dulu saat kamu bersama dengan Viola, karna waktu yang belum tepat bagi kalian, dan sekarang Tuhan telah memberikan kesempatan kedua kepada kalian karena kalian lulus dalam ujian sebelumnya"
"Akan aku pikirkan secepatnya, dan menentukan waktu yang tepat" jawab Angga.
"Aku akan dukung kalian, dan semoga kalian menjadi pasangan yang abadi." ucap Rendy terhenti.
"Dan kamu perlu ingat satu hal lagi. Jika kalian menghadapi suatu masalah dan situasi yang tidak baik, aku sarankan kalian bicarakan dengan baik-baik. Di dalam suatu hubungan itu pasti ada masalah entah itu kecil ataupun besar, itu adalah ujian di dalam cinta kalian. Aku harap kamu mengerti itu" ucapnya.
"Gue heran deh Ren, Lo belajar semua itu dari mana, kata-kata Lo bijak bener"
"Dari diri gue lah"
"Lo kan jomblo"
"Justru orang jomblolah yang bisa memberikan masukan dan saran dengan tepat, dari pengalaman pengalaman di sekitarnya. Jadi jangan remehkan orang jomblo loh ya" ucapnya.
"Mentang mentang jomblo jadi Song*ng"
"Ya ngga lah, Orang jomblo itu lebih bijak dari orang yang memiliki pasangan, contohnya Lo sendiri yang lagi dilema akan masa lalu"
Angga terdiam dan merasa dia termakan oleh omongannya sendiri.
"Ah udah ah gue ngantuk, sana ke kamar sebelah gue" ucapnya.
"Iya" ucap Rendy singkat dan langsung menuruti Angga.
"Tapi yang di omongin Rendy itu semuanya emang bener, secepatnya gue akan memperbaiki hubungan gue yang sempat terputus di masa lalu" gumamnya.
//**//
Yuk like, komen, vote yang banyak ya, terimakasih...
Salamku
__ADS_1
Dewi M