Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
sarapan pagi


__ADS_3

Keesokan harinya, Viola bangun pagi sekali dan melihat Angga tidur di sofa dekat ranjangnya. Viola menatap Angga sambil tersenyum padanya.


"Pagi" ucap Viola lirih.


Angga terbangun saat melihat Viola menatapnya.


"Jangan menatapku ntar suka" ucap Angga dengan suara seraknya.


"Emang udah suka" jujur Viola.


Tiba-tiba suster membuka pintu ruangan Viola.


"Maaf no..." ucap Suster terhenti dan kebali menutup pintu.


Angga dan Viola segera memperbaiki posisi mereka.


"Silahkan suster masuk" ucap Viola.


"ma-maaf tuan, nona, saya mengantarkan sarapan untuk nona Viola" ucap sang suster.


"Iya ngga papa, terimakasih sus" ucap Viola.


Suster itu hanya mengangguk dan keluar dari ruangan.


"Ganggu aja" umpat Viola.


"Hei, yang seharusnya ngomong kan aku"


"Kenapa, aku kan jadinya ngga bisa memandang wajah kamu yang tampan" jujur Viola.


"Jujur amat kamu Vi" ucap Angga bangga.


"Kalau ngga saling jujur, itu namanya kita ngga saling percaya, dalam hubungan jujur itu perlu, ngga usah ada yang di tutup-tutupin. Kalau menutupin sesuatu pada pasangannya, tandanya kamu ngga percaya sama pasangan mu" Viola menjelaskan.


"Tapi, laki-laki kan menutupin sesuatu agar wanitanya tidak khawatir terhadap apa yang terjadi dengan pasangannya" Angga mulai berdebat.


"Tapi akan lebih sakit, jika seorang wanita tau bahwa pasangan nya sedang dalam masalah tetapi dia tau dari orang lain. Wanita pasti akan merasa bahwa dia tidak penting dalam hidup pasangannya" ucap Viola menjelaskan panjang lebar.


"Dan wanita itu berharap bahwa pasangannya juga menjadi teman ceritanya, sahabat nya, dan pendukungnya. Dan cinta kedua dari ayahnya" lanjutnya.


"Udah ceramahnya, ini sarapan dulu ntar dingin" ucap Angga sambil menyendokan makanan ke mulut Viola.


"Aku bisa makan sendiri, aku ngga manja kaya di Drakor sama novel" ucap Viola dan mengambil sendok dan piringnya dari tangan Angga.


"hmm mulai lagi" ucap Angga lirih.


"kamu ngga makan"


"Aaakkk" Angga sambil membuka mulutnya.


"Dih, manja amat, padahal ngga sakit, aku yang sakit aja ngga manja" ucap Viola ketus.


"iya, bentar lagi juga pasti datang" Ucap Angga dengan yakin.


"Siapa" tanya Viola bingung.


"Angga, Viola, kalian sudah bangun" teriak mama Desya sambil mengetuk pintu.


Angga segera bergegas membuka pintu.


"Mari masuk mah" ucap Angga.


Mama Desya pun langsung masuk dan terkejut melihat Viola makan dengan tangannya sendiri.


"Loh kok makan sendiri" ucap Mama Desya.


"Emang kenapa mah, salah makan pake tangan sendiri" tanya Viola yang di buat bingung mamanya.


"Kan Angga bisa suapin kamu"

__ADS_1


"Mama jangan mulai drama deh, selagi Viola bisa makan sendiri kenapa enggak" ucapnya sambil memakan sesuap makan.


Tiba-tiba mamanya mengambil piring makanan dari tangannya. Viola menggigit sendok yang masuk ke mulutnya.


"Sini biar mama yang suapin" ucapnya sambil mengambil sendok yang digigitnya.


"Ahhh.. mommy, mommy juga sarapan dong" keluh Viola.


"Mama sudah makan dengan papa mu tadi, nih aakk" menyuapkan sesendok buburnya.


Viola menerima suapan dari mamanya.


"Itu mama yang masak khusus buat kamu, enak ngga" tanya mama Desya.


"Enak kok mah, makasih ya" ucap Angga lalu memakan makannya lagi.


Mama Desya mengangguk.


"Oiya Ngga, kamu ngga masuk kampus" tanya mama kemudian.


"Ngga mah, aku jaga Viola saja di sini" jawab Angga.


"Sebaiknya kamu ke kampus Ngga, udah ada mommy di sini, mommy yang jaga aku sekarang, kamu ke kampus aja" ucap Viola.


"Kalau udah begini, Angga ngga bisa nolak" ucapnya.


"Nah kamu berarti calon suami penurut sama istri" ledek mama Desya.


Seketika Angga terpaku di tempat.


"Mama, Viola, Angga pamit ya, nanti siang Angga ke sini lagi"


"Iya Ngga, hati-hati ya" ucap mama Desya


"Iya ma"


Angga pun pamit setelah sarapan dan memutuskan untuk berangkat ke kampus.


Kantin Wedhingston


"Angga, kenapa kamu terlambat pagi ini, ngga biasanya" tanya Bobby heran.


"Jangan heran gitu Bob, biasa lah pasti jenguk Viola, ya kan Ngga" ucap Arifin.


Angga menggelengkan kepalanya.


"Terus, kamu bermalam di ruangan Viola ya" tebak Zaenal.


Grup Wedhingston Limelight yang sedang asiknya makan langsung menatap Zaenal dengan penuh pertanyaan.


"Ngapain aja kamu Ngga semalem" ucap Bobby penasaran.


"Ngga ngapa-ngapain" jawabnya santai.


"Gimana ceritanya Ngga, kok bisa nginep di sana, orang tua Viola ngga ke sana lagi" tanya Arifin bertubi-tubi.


"Sssttttttt... gini nih, kemaren malam orang tuaku sama orang tuanya rebutan mau ngejaga Viola, jadi aku yang turun tangan" ucap Angga.


"Belum jadi mantu aja udah rebutan gitu, gimana kalau udah sah coba, bisa lebih parah nantinya" puji Arifin.


"Calon menantu kesayangan nih pasti" ucap Zaenal.


"Eh jangan ngomongin Viola mulu" Ucap Shanti.


"Emang kenapa" tanya Rendy penasaran.


"Ada saingan Viola sama Novita nih" tambah Vellicia.


"Lah, kok malah bawa-bawa nama aku si" ucap Novi.

__ADS_1


"Ada apa, bilang jangan setengah-setengah napa" ucap Arifin yang semakin penasaran.


"Ada anak baru namanya Veronica" ucap Cintya.


Tiba-tiba Angga yang sedang memakan bakso tersedak dan merasa tersangkut di tenggorokan.


"Uhuk-uhukk-uhuk" Angga sambil memegang lehernya.


Rendy yang di sampingnya memberikan minum di depannya. Angga langsung merebut dan meminum 1 gelas hingga habis. Angga meletakkan gelasnya kasar sambil memegang tenggorokannya yang sedikit sakit.


"Angga, kamu kenapa" tanya Novi bingung.


"Ngga- hmm.." ucapnya sambil berdehem karna tenggorokan nya yang serak.


"Ngga papa kok" ucap Angga lalu memakan baksonya lagi.


"Aku tau Ngga, baksonya enak, tenang aja, masih banyak tuh" ucap Bobby.


"Kalian tau darimana kalau namanya Veronica" tanya Angga penasaran.


"Veronica itu saudara aku, dia habis dari luar negri" ucap Novi.


Angga terpaku dengan ucapan Novi.


"Jadi Viola juga kenal Veronica" tanya Angga.


"Kenal cuma sekilas waktu aku main ke rumah Viola waktu kelas 11 SMK" ucap Novita.


"Jadi dia kenal Vero, tapi kenapa waktu dia ketemu sama Vero di ulang tahun Kesya, biasa aja ya" gumam Angga.


"Angga.. Ngga.. kenapa bengong" Tanya Novi.


"Ngga papa kok" ucap Singkat Angga sambil minum air putihnya.


Dia langsung pergi meninggalkan teman-temannya setelah minum air putihnya.


"Nggaa.. Angga .." teriak Bobby dan teman-temannya saat Angga langsung pergi tanpa berpamitan dengan mereka.


"Ah... sial... kenapa dia mesti datang kembali. Aku takut dia merusak kebahagiaan ku dan Viola nanti" gumam Angga sambil menendang batu kerikil di depannya.


Angga memutuskan untuk duduk di taman depan perpustakaan.


"Angga.." teriak Rendy dan menyusulnya.


Rendy pun duduk dan tau apa yang terjadi dengan temannya itu.


"Kenapa tiba-tiba kabur" tanya Rendy penasaran.


Angga hanya diam menunduk.


"Ada hubungannya sama Vero" Rendy berterus terang.


"Iya, Vero adalah mantan pacar ku juga" ucap Angga.


"Terus kamu juga suka sama dia" tanya Rendy penasaran.


"Ngga, cuma aku khawatir dia bakal mengusik ketenangan ku nanti"


"Ngga, dengerin gue, Lo inget kan kata-kata gue waktu gue di rumah Lo, jadi tetap tegakkan hati Lo buat Viola. Gue yakin Vero ngga akan macam-macam"


"Makasih Ren, Lo seperti kakak gue yang selalu nasehatin gue" ucap Angga sambil menepuk pundak Rendy.


"Sama-sama"


//**//


Maap maap pembaca rahasia "Sudah Ditakdirkan", kemarin ngga sempet up, dan baru sempet up sekarang, karena kemaren Author kondangan dan pagi ini author bikin KTP. Jadi maap ya udah nunggu, yang setia nunggu juga terimakasih banyak...


Salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2