
Pukul 10 malam, waktunya Papa Hendra dan Mama Desya memotong kue. Di acara puncak tersebut, semua kalangan yang di undang ke acara tersebut juga datang.
Setelah semua roti di potong, lalu di bagikan kepada semua para tamu undangan. Monica dan Kesya duduk bersama satu meja dengan Viola dan Angga.
Sedangkan orang tua mereka sibuk membantu Papa Hendra dan Mama Desya, berbicara dengan para tamu dan lain sebagainya.
"Nih kalau ada anak kecil kekasih sendiri di cuekin" kesal Angga sambil memakan roti.
"Kan tau sendiri, masa ya aku nyuekin, kamu juga seharusnya ngertiin dong, kalo mereka kenapa-kenapa yang disalahin juga pasti aku, jadi kamu jangan cemburu ya.. Tuan Diangga Bagas Stefanlors" sambil mencubit hidungnya dang menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.
Kesya dan Monica tersenyum melihat kakaknya itu. Monica meraih tangan Viola. Viola memandang tangannya lalu melihatnya.
"hmm.. kenapa" sambil mengelus pipinya.
"Andai aja, Kaka aku sebaik Kaka, aku sangat senang pastinya"
"Kenapa Kaka kamu, dia sayang menyayangi kamu bukan" tanya Viola heran.
Monica menggeleng.
"Sabar ya Mon, kalau kamu mau, kamu boleh datang ke kantor Kaka, nanti kita bisa bertemu setiap hari bersama"
"Ka Vivi, aku boleh ikut" Pinta Kesya semangat.
"Boleh kok, tapi setelah sekolah ya " sambil mengusap rambut Kesya.
"Kok kamu panggilnya ka Vivi" tanya Monica.
"Itu namanya panggilan kesayangan buat ka Viola, kamu ada"
Monica menggeleng.
"Harus buat dong, ka Angga aja ada nama kesayangan buat ka Viola masa kamu nggak, ayo buat Mon" ajak Kesya.
Monica berfikir.
"Ka Lala" ucapnya kemudian,
"Boleh kan Ka Vi" pinta Kesya.
Viola mengangguk sambil tersenyum melihat mereka berdua.
"Sayang nyanyi lagi yuk" ajak Angga.
"Loh kok jadi ketagihan nyanyi sama aku nggak ah" tolak Viola.
"Ya udah deh"
__ADS_1
Angga pasrah lalu menyesap coklat panasnya.
"Eh lihat, Rendy sama Novita mau ngapain di sana" ucap Viola sambil menunjuk ke arah panggung.
"Puncak acara masih sekitar 2 jam setengah lagi ya, kami di sini mau menyumbang beberapa lagu" ucap Rendy.
"Mohon ijin Om Hendra dan Tante Desya" tambah Novita.
Dari kejauhan orang yang mereka sebut menganggukkan kepalanya. Papa Hendra juga mengacungkan jempol nya.
Mereka bernyanyi bersama menyanyikan beberapa lagu. Angga dan Viola juga ikut bergabung bernyanyi bersama-sama. Wedhingston Limelight juga ikut memeriahkan detik-detik puncak acara hingga tiba saatnya untuk pelepasan sebuah balon.
Para pegawai memberikan selembar kertas dan bolpoin kepada para tamu. Viola dan Angga yang berperan sebagai pemandu acara memandu agar para tamunya untuk menuliskan harapan untuk kedepannya dan untuk keluarga nya.
Monica dan Kesya juga ikut menuliskan harapan mereka, dengan tulisan khas anak kecil yang masih acak-acakan.
"Nah sekarang, tolong bagikan semua balonnya satu persatu" ucap Viola.
"Sebelum di terbangkan, gulungkan dulu kertas kecilnya lalu ikat pada balon" tambah Angga.
Semua melaksanakannya lalu mengikat harapan mereka pada balon yang telah di berikan.
"Sudah semua" tanya Viola.
"Sudah " jawab semua para tamu.
"Kalau begitu mari kita terbangkan sebagai acara penutupan pada 24 jam ini." ucap Viola.
"Kami akan menghitung mundur dari 10" tambah Angga.
"10...9...8..7...6..5..4...3..2...Satuuuu" ucap mereka.
Semua para tamu melepaskan balon yang dipegangnya lalu bertepuk tangan. Petasan juga meluncur sebagai penutup acara tersebut. Semua acara berjalan dengan lancar sampai selesai. Semua pengamanan begitu ketat di sana sehingga tidak ada yang berani mendekat bahkan untuk Veronica sekalipun..
"Terimakasih banyak telah datang ke acara 24 jam Anniversary orang tua saya yang ke 24 juga. Terimakasih telah datang dan mampir. Hati-hati di jalan" ucap Viola.
"Kami juga pamit selamat malam" tambah Angga.
Angga dan Viola turun dari panggung dan masuk ke dalam rumah. Angga langsung menaruh badannya di sofa panjang. Sedangkan Viola langsung berjalan ke kamarnya untuk mandi serta mengganti bajunya.
Para pekerja dekorasi dan lain sebagainya ingin membereskan dekorasi itu malam itu juga namun di cegah oleh keluarga Viola agar di bereskan besok pagi dan membiarkan mereka beristirahat malam ini.
Wedhingston Limelight juga menginap di rumah Viola. Para wanita tidur di kamar Viola dan para pria tidur di kamar tamu. Mereka bercanda tawa sambil bernostalgia bersama. Teman-teman Viola membaca buku namun Viola memilih untuk tidur karena merasa lelah.
*****
Viola bangun pada jam makan siang. Dia tidak mau bangun pada saat sarapan, teman-temannya juga ikut membangunkan Viola, namun Viola masih terus terlelap dalam tidurnya. Bahkan Angga sekalipun tidak bisa membangunkannya hingga akhirnya ia membiarkan Viola beristirahat hingga ia bangun sendiri dan merasa lebih baik.
__ADS_1
"Hah, sudah jam 12 siang"
Viola kaget saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 12.
"Aduh lapar"Keluhnya sambil memegangi perutnya.
Viola beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas mandi. Viola memakai pakaian santainya lalu berjalan menuju meja makannya.
"Angga, kamu ngga ke kantor" ucap Viola kaget dan langsung menghentikan langkahnya saat melihat Angga sedang di sana.
"Ngga, dia menolak untuk ke kantor dan memilih untuk tetap di sini" ucap mama Desya mengambilkan makanan untuk Angga.
"Ooh, sekali berangkat langsung numpuk" sindir Viola.
"Kamu juga iya nanti, lihat saja di ruang kerja kamu nanti" mata Viola menyergit heran dan tidak menghiraukan nya.
"Kebetulan kalian tidak berangkat, nanti bisa bantuin mama membuka hadiah dan siapa tau ada yang cocok dengan kalian"
Mereka mengangguk lalu melanjutkan makannya. Setelah makan mereka menuju ke kamar mama Desya. Tadinya Angga ragu namun karena di paksa oleh mama Desya, dan tidak mungkin juga kalau di pindah ke ruang keluarga karena terlalu banyak hadiah yang diterima.
"Wahhh... banyak banget mah, aku pikir aku ngga banyak ngundang orang loh" ucap Viola sambil duduk di samping mamanya.
"Emang berapa" Tanya mama Desya.
"Hanya sekitar 1000 orang"
Mama Desya memijat pelipisnya pelan. Angga yang melihatnya menyentil pelan dahinya. Mama Desya hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
"Itu namanya banyak sayanggggg" ucap Angga sambil menggaruk dahinya.
"Sudah, ayo cepetan buka" ucap mama Desya kemudian.
"Permisi Nyonya, ini saya mendapatkan sebuah kado nyonya" ucap Bi Jannah.
"Sini biar aku aja Bi" ucap Viola.
Viola berdiri dan dia menerima kadonya. Viola membuka kadonya. Viola menyergit heran karena hanya ada sebuah kain. Dia menyimpannya lalu menutup kembali kotaknya.
"Viola kok lama" tanya mama Desya.
"Aahh.. ini mah, aku lupa kalau aku memesan anting-anting yang bagus waktu itu, dan hari ini sampai, aku simpan dulu ya mah" dustanya.
Viola segera berjalan ke kamarnya dan menaruhnya di lacinya.
//**//
Apa hanya sebuah kain?? tunggu lanjutannya...
__ADS_1
Vote, like, komen aku tunggu terimakasih..