
Hari ini adalah hari dimana Veronica di sidang. Keluarga Viola dan Keluarga Angga juga dengan teman-teman nya datang di dalam sidang tersebut.
"Nona Veronica, dengan adanya bukti yang memberatkan anda dan saksi dan juga korban yang ada, kami memutuskan nona Veronica Briella Nugroho akan di tahan selama 10 tahun penjara dengan denda sebesar 20 juta rupiah"
Belum sempat hakim mengetuk palunya, Viola mengalihkan perhatiannya.
"Permisi, bolehkah saya berbicara" ucap Viola.
Semua pandangan mata mengarah kepada Viola.
"Viola, apa yang kamu lakukan" ucap Angga lirih.
"Pak Hakim, anda tau saya adalah korban, saya ingin meminta satu permohonan. Kurangi lah masa tahanan Veronica, karena di sini bukan sepenuhnya salahnya, namun sikap dan sifatnya yang berubah karena saya. Saya sebenarnya juga tidak ingin Veronica di tahan, namun karena ini sudah memasuki jalur hukum, permintaan saya hanya itu."
Hakim menghela nafas lalu merundingkan dengan hakim yang lain. Semua orang juga berisik dengan yang lain.
"Viola.. Apa yang kamu lakukan" ucap Angga.
"Angga ku mohon"
Tak lama hakim berbicara kembali.
"Baik, kami memutuskan bahwa nona Veronica Briella Nugroho di tahan selama 6 tahun penjara dan denda yang di tambah menjadi 35 juta rupiah. Sidang di tutup" ucap Hakim.
Viola menunduk lalu menghela nafas nya panjang. Sidang di bubarkan, mereka semua pun keluar dari ruang pengadilan. Veronica terharu mendengar ucapan pengadilan. Sebelum mereka keluar, Veronica memeluk Viola.
"Viola" panggil Veronica.
Viola membalikkan badannya. Veronica langsung memeluknya, Viola memeluknya dengan pelukan hangat nya.
"Terimakasih banyak atas semua yang kau lakukan"
"Itu bukan apa-apa Ver, aku tidak ingin masalah ini terlalu lama dan aku juga tidak ingin keluargamu menunggu mu terlalu lama"
"Apa pun alasan mu aku sangat sangat berterima kasih"
"Iya Ver"
"Kak Lala, terimakasih banyak ya" ucap Monica.
"Sama-sama sayang. Coba sekarang peluk kak Veronica dulu"
Monica memandang Veronica dengan tatapannya yang terharu lalu memeluknya dengan erat. Veronica pun memeluknya sambil menangis.
"Maafkan kakak ya Mon, kakak selama ini nggak pernah peduli sama kamu. Kakak minta maaf telah menyakiti kamu."
"Nggak kok kak, nggak papa, aku udah seneng di peluk sama kakak. Tapi ini nggak bisa lama kak" ucap Monica.
"Viola, terimakasih banyak ya, atas bantuan kamu, Veronica menjadi lebih baik" ucap tante Stella.
"Sama-sama tante, aku udah berusaha semampuku"
"Mama, papa, maafin Vero yahh, udah jadi anak durhaka"
"Jangan berkata seperti itu nak, kau tetaplah anak kami"
Tante Stella dan om Brian memeluk Veronica, Monica juga memeluknya. Viola hanya tersenyum sambil menitikkan air matanya.
__ADS_1
"Pasti sangat indah di sini" ucap Viola.
"Benar, sangat indah" ucap Veronica.
"Mohon maaf pak, bu, nona Veronica tidak bisa terlalu lama" ucap polisi
"Iya pak sebentar " ucap Veronica.
" Semoga kamu cepat sembuh ya, dan semoga di segerakan mendapat pendonor mata"
"Iya, terimakasih doanya."
"Mari pak" ucap Veronica.
Polisi pun memasang kan borgol di tangan Veronica.
"Mah, pah, aku pamit ya"
"Hati-hati nak, kami akan sering mengunjungi mu" ucap om Brian.
Veronica mengangguk sambil tersenyum lalu meninggalkan mereka semua.
"Kami juga pamit, sekali lagi terima kasih Viola" ucap om Brian.
"Iya om, kalian hati-hati ya"
"Kalian juga"
Angga menuntun Viola namun dia tetap terdiam di tempat.
"Kenapa berhenti, kamu nggak mau pulang" tanya Angga.
"Nanti saja"
"Kamu marah ya sama aku"
"Hmm.. Buat apa aku marah, tentu aja nggak. Aku bangga sama kamu, udah mau memaafkan kesalahan orang lain walaupun yang dilakukan nya itu di luar batas"
"Buat apa aku memperpanjang sebuah masalah, itu hanya akan mengundang masalah baru. Itu juga tidak baik bukan"
"Aku bangga punya, sekarang ayo kita ke rumah sakit"
"Ngapain lagi, aku kan udah sembuh"
"Ada pendonor mata buat kamu, sekarang kita ke rumah sakit"
"Sungguh"
"Iya"
Mereka langsung menuju ke rumah sakit. Keluarga Viola dan Keluarga Angga beserta teman-teman nya yang masih setia menemani, menunggu kedatangan Viola dan Angga. Setelah mereka sampai, Viola langsung di peluk oleh kedua orang tuanya.
"Viola, kenapa kamu mengurangi masa tahanan Veronica, padahal dia mau membunuh kita bersama"
"Mah, sejahat apapun seseorang, sekejam apapun hingga ingin membunuh seseorang itu pasti ada alasan di balik nya. Mama ingat bahwa aku lah yang pernah mencelakainya dulu hingga dia berubah. Itu karna Viola mah, dan kali ini mungkin balasan untuk Viola. Jadi, jangan di perpanjang ya" ucap Viola.
"Benar nak, kamu sangat baik. Kami bangga punya calon menantu seperti kamu nak" ucap mama Ghina.
__ADS_1
"Terimakasih mah, pah dan semuanya. Sekarang Viola mau minta doanya semoga operasi Viola lancar"
"Pasti nak, sekarang kamu masuk ya, biar di periksa dokter keadaan nya" ucap papa Devan.
Viola masuk ke ruang pemeriksaan di temani oleh Angga.
"Dokter, bolehkah setelah ini saya menemui sang pendonor" ucap Viola.
"Tentu saja, dia ada di ruangan 2.13 (lantai 2 no 13)"
"Untuk apa kamu ke sana sayang" tanya Angga.
"Tidak apa, aku hanya ingin menemui nya saja"
"Boleh silahkan" ucap Dokter.
Setelah pemeriksaan Viola menemui pasien yang akan mendonorkan matanya. Pasien terbaring lemah di atas kasur nya. Wajahnya yang sudah begitu pucat membuat Angga merasa tidak nyaman.
"Ada tamu, silahkan masuk" ucap pasien.
"Permisi sebelumnya, maaf mengganggu istirahat kamu" ucap Viola.
"Tidak apa-apa, nona sangat cantik" puji pasien.
"Terimakasih banyak, perkenalkan nama saya Viola"
"Saya Angga"
"Saya Harum"
"Harum, sangat cantik. Oiya, maaf sebelumnya saya mau bertanya. Mba Harum kenapa mau mendonorkan mata mba"
"Tugas saya sudah selesai di dunia, dan sekarang saya ingin menyusul kedua orang tua saya di atas sana"
"Kenapa mba harus menyerah. Mba masih ada harapan kan untuk sembuh"
"Saya sudah menderita penyakit kanker otak stadium akhir, dan sulit untuk di sembuhkan. Jika di terapi rasanya sangat sakit dan sekarang saya ingin beristirahat. Sampai kapanpun kalau tetap di terapi saya juga akan pergi dari dunia ini. Semua manusia yang ada di sini hanyalah makhluk untuk menempati bumi dan untuk mendapatkan amalan yang untuk bekal di syurga. Jadi saya mohon jangan cegah saya mba."
"Iya saya tau, tetapi.. "
" Mba nggak usah khawatir dan nggak usah ragu. Saya percaya dengan mba bahwa mba adalah orang yang baik, jadi mba sebaiknya istirahat sekarang untuk operasi nanti" sambil memegang tangan Viola.
"Iya, terimakasih banyak ya mba"
"Dan saya hanya minta tolong untuk mengurus jenazah saya nanti."
"Iya mba, pasti akan kami urus" ucap Viola.
Harum memberikan sebuah surat dan di berikan kepada Angga.
"Tuan Angga, itu alamat rumah saya. Dan tolong makamkan di samping kedua orang tua saya. Satu hal lagi, ini berkas rumah saya dan tolong jadikan rumah saya sebagai masjid di sana, karena di komplek saya masjid nya jauh"
"Iya baik mba, akan saya lakukan. " ucap Angga.
"Mba Viola sekarang istirahat ya, semoga ada kabar baik nanti"
" Iya mba, terimakasih banyak"
__ADS_1
Sebelum mereka keluar dari ruangan Viola meminta Angga untuk memotretnya bersama. Viola memeluknya dengan erat lalu meninggalkan ruangannya.
//**//