Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Rapat


__ADS_3

Keesokan harinya


Viola terlambat bangun pagi ini. Viola tidak tau mengapa ia enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya.


"Vi, kamu tidak ke kantor" tanya mama Desya.


"Sepertinya aku akan mengerjakan pekerjaan di rumah saja"


"Ya baiklah terserah kamu saja" Mama Desya sambil menutup pintu.


Viola merasa malas rasanya, tetapi itu merupakan sudah menjadi kewajibannya. Viola tidak bisa menghindarinya.


*****


Viola mengendarai mobil dengan santai ke kantornya. Dia teringat bahwa lusa adalah ulang tahun pernikahan orang tuanya yang ke-24 tahun.


Dia langsung menancap gas dengan kecepatan yang lebih kencang dari sebelumnya. Dia berfikir untuk segera ke kantornya dan membicarakan dengan seluruh stafnya.


Setelah dia sampai, dia langsung masuk ke kantornya dan segera menuju ke ruangannya. Dia menyuruh pegawai lain untuk mempersiapkan rapat satu jam yang akan datang.


Viola memutuskan untuk menelfon Angga dan menyuruhnya untuk datang ke kantornya.


30 menit Angga sampai di kantornya, dia langsung ke ruangan Viola. Di ruangannya, Viola sudah menyiapkan coklat panas untuk Angga.


"Kenapa kau memanggilku tiba-tiba" tanya Angga.


"Aku merindukanmu" jujur Viola.


"Aku merindukanmu di setiap detikku Viola" goda Angga.


"Kamu tidak sibuk bukan"


"Sesibuk apapun aku, aku akan tetap menghubungi mu dan meluangkan waktu untuk mu"


"Baiklah, lusa kamu harus libur, orang tuaku anniversary ke-24 tahun, dan kau harus mendatanginya"


"Baiklah, ada lagi"


"Kau menemaniku rapat 20 menit lagi"


"Baiklah tentu nyonya Viola Rahessya Margaretha" ucap Angga dengan membungkuk.


Viola tertawa melihat tingkah Angga. Viola melanjutkan lagi berkas-berkas yang harus di urusnya dengan bantuan dari Angga.


20 menit berlalu dan mereka segera bergegas menuju ke ruang meeting. Viola sudah disana sekitar 5 menit semua stafnya berkumpul. Bahkan mereka terlihat bingung kenapa pemimpinnya mengadakan rapat secara mendadak.


"Selamat siang semuanya, maaf mengganggu kalian yang sedang sibuk hari ini" ucap Viola sebagai pembukaannya.


Para staf tersenyum.


"Saya mengadakan rapat secara mendadak karena lusa kalian akan diliburkan, tetapi kalian harus datang ke rumah saya untuk acara anniversary orangtua saya yang ke-24"


Semua orang bertepuk tangan ria.


"Sebelum itu, saya juga mau bertanya, apakah besok anda tidak ada acara Tuan Stefanlors" tanya Viola.


"Tentu tidak Nyonya Margaretha, apakah ada yang bisa saya bantu" jawab Angga.


"Saya mengundang Anda untuk rapat bersama mengenai Villa yang ada di Busan, apakah anda bersedia" tanya Viola.


"Tentu, saya bersedia"


"Baik, lusa saya tidak ada acara kan Mei" tanya Viola kepada Meila, pengatur jadwal acara di perusahaan Margaretha Group.


"Tidak ada Bu, tetapi Minggu depan, Ibu harus ke Singapura untuk bertemu dengan klien" ucapnya.


"Baik, hari-hari sebelumnya tidak ada" tanya Viola memastikan.


"Tidak Bu" ucap Meila.

__ADS_1


"Saya juga butuh bantuan kalian" ucapnya


Semua hanya saling memandang.


"Tolong, kalian juga bantu kesiapan untuk anniversary orangtua saya, pesan barang-barang yang diperlukan untuk acara anniversary dan juga dekorasi yang bagus, jika kalian sudah menemukannya tolong panggil dan bawa ke ruangan saya, kalian mengerti" ucap Viola.


"Iya Bu" ucap semua staf.


"Ya sudah, cuma itu yang saya beritahu kan, segera selesaikan tugas kalian. Rapat di tutup" ucap Viola lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar bersama dengan Angga.


"Angga" panggil Viola.


"Ada apa" tanya Angga.


Viola ingin berbicara tetapi Angga harus menerima telepon dari kantornya.


"Maaf pak menganggu, ini ada beberapa berkas penting yang harus bapak tanda tangani dan perlu di revisi" ucap Bima, sekertaris Angga.


"Baik, bawa semua dan juga filenya ke Margaretha Group sekarang, aku malas ke sana sekarang" ucap Angga.


"Iya baik pak" jawabnya.


Angga menutup telfonnya lalu meletakkan di ponselnya.


"Ada apa" tanya Viola.


"Ada beberapa berkas yang harus aku urus, aku menyuruh Bima untuk mengantarkannya ke sini, aku malas ke kantor lagi jika sudah ada di sini" ucap Angga.


Viola mengangguk.


"Kau mau bilang apa tadi"


"Apa ya, lupa tadi" sambil menggaruk pelipisnya.


"Tidak apa nanti juga ingat" ucap Angga sambil mengacak rambutnya.


Mereka ke ruangan Viola bersama dan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Viola dan Angga saling membantu satu sama lain, mereka tidak seperti sedang bersaing namun mereka bekerja sama setiap pekerjaan mereka, karena yang ada di pikiran mereka, mereka akan membangun itu bersama suatu saat nanti.


"Masuk" Viola dengan singkat.


"Ini Bu, tadi saya menelepon beberapa pemilik dekorasi ternama, mungkin ibu menyukainya"


"Dia sudah ada di sini" sambil memandangi berkas.


"Sudah Bu"


"Suruh dia masuk"


Staf itu membungkuk lalu memanggilnya.


Dia masuk dan Viola langsung berhenti saat melihat siapa yang mendatangi nya. Viola terkejut tidak percaya dengan kehadirannya.


"Arifin,Vellicia" ucapnya saat melihat Vellicia yang memasuki ruangannya.


Angga yang mendengarnya langsung melihat ke arah pusat Viola memandang.


"Saya permisi Bu" ucap staf saat Viola memanggil mereka karena sudah mengenal namanya.


Viola mengangguk.


Tanpa pikir panjang Viola memeluk Vellicia dan Angga memeluk Arifin.


"Apa kabar kalian" tanya Viola dengan senang.


"Aku baik" ucap Vellicia.


"Baik kok, kalian sendiri" ucap Arifin.


"Baik juga" ucap Angga.

__ADS_1


Mereka duduk di sofa bersama.


"Akan aku buatkan kopi untuk kalian" ucap Viola.


"Jangan Vi, aku tidak suka kopi, es teh saja" ucap Vellicia.


"Baiklah"


Viola beranjak dan pergi ke dapur di ruangannya. Viola sengaja meminta dapur di ruangannya agar dia tidak repot-repot menyuruh para stafnya untuk mengambil kan minum untuknya.


"Kapan kalian married" tanya Arifin terus terang.


"Yang pasti secepatnya" ucap Angga.


"Jangan di PHP-in Mulu, kasian Viola"


"Kami sudah sepakat dan kami juga tidak memperdebatkannya"


Arifin dan Vellicia terdiam.


"Kalian sengaja ke sini atau bagaimana" tanya Angga bingung karena kehadiran mereka.


"Aku mendapat panggilan dari bos aku, aku di tugaskan untuk datang ke sini" ucap Vellicia.


"Kamu Fin" tanya Angga.


"Aku juga sama"


"Jodoh kali" Viola sambil membawa minuman.


"Amit-amit" Vellicia.


"Permisi" ucap seseorang


"Masuk" ucap Viola


"Maaf mengganggu, Tuan Angga, ini ada file yang ketinggalan, mohon di periksa" ucap Bima.


"Makasih Bim, ikut gabung" ucap Angga.


"Ngga, ini masih jam kerja nanti aja, masih banyak tugas aku. Huh... " keluh Bima.


"Maaf Bim"


"Ngga papa Bos, santai aja, aku permisi semua" ucap Bima.


"Vel.. Vel.. Velli" ucap Viola.


"Eh ya maaf Vi"


"Kalian ke sini mau nunjukin dekorasi kan, sini coba aku lihat-lihat"


Angga hanya diam memperhatikan.


Velli dan Arifin membuka map yang di bawa mereka.


"Aku dulu" ucap Velli sambil menyingkirkan album dekorasi Arifin.


"Ngga bisa, aku dulu" cegah Arifin.


"Udah dewasa aja ribut, sini mana dua-duanya" ucap Viola sambil merebut kedua album itu.


"Angga, coba kamu bantuin aku ya, menurut kamu mana yang bagus" ucap Viola sambil memberikan album Arifin.


Angga menerimanya lalu melihatnya.


//**//


Lanjut besok ya, ini udah terlalu malam bagiku.. selamat malam dan selamat membaca, jangan lupa istirahat..

__ADS_1


Salamku


Dewi M


__ADS_2