Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Masalah Viola dan Veronica


__ADS_3

Viola mengangguk dan tanpa di sadarinya dia menitikkan air mata.


"Vi, kenapa kamu menangis, apa ada yang salah sama omongan ku." ucap Angga khawatir sambil memegang tangan Viola.


"Ngga kok ngga" ucap Viola sambil menyeka air matanya.


"Coba cerita, biar aku tau. Pasti diantara kalian ada masalah" ucap Angga sambil memegang pundak Viola.


Spontan Viola memeluk Angga dan menangis di dalam pelukannya.


"Aku jahat ya Ngga" ucapnya dengan isakkan yang masih terdengar oleh Angga.


Viola melepaskan pelukannya dan mulai bercerita.


FLASHBACK ON


"Viola" teriak Novita.


Setelah mendengar teriakkan dari sahabatnya itu, Viola berlari menuruni tangga untuk menemui sahabatnya itu.


"Hai Nov, itu siapa" tanya Viola.


"Kenalin, aku Veronica " ucap Veronica sambil menunjukkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Viola" balas Viola lalu menerima jabat tangannya.


Mereka bermain bersama di belakang rumah Viola.


Beberapa hari kemudian, Viola membawa Vero dan Novi untuk berjalan-jalan di sekeliling kota. Namun mereka tidak menyangka akan mengalami sebuah kecelakaan.


Viola baik-baik saja dan hanya ada luka di kepala dan tangan kanannya, sedangkan Novi di luka di kepala sebelah kiri dan tidak cukup parah,namun Vero mengalami luka yang cukup parah karena tidak memakai sabuk pengaman.


Novi yang masih bisa sadar, langsung menelpon kedua orang Viola dan juga ambulance. Mereka di bawa ke rumah sakit setempat.


Setelah kurang lebih 1 Minggu koma, Veronica akhirnya didiagnosis mengalami amnesia, karena tidak mengingat siapapun yang disekitarnya. Akhirnya Papa Hendra juga membantu perusahaan yang dimiliki oleh papa Veronica sebagai ganti ruginya juga.


Itu yang menyebabkan Veronica sekarang berubah karena Amnesianya yang membuat sifatnya bertolak belakang dengan nya dulu. Vero selalu berfikir bahwa orang tuanya sibuk dengan hartanya, namun orang tuanya sibuk karena telah bergabung dengan Margaretha Grup yang semakin sukses hingga saat ini.


Viola tidak berani mendekati Veronica lagi. Karena setiap dia mendekati nya, Vero selalu menghindari nya. Dan sebenarnya Verolah yang meminta orang tuanya untuk pindah ke London untuk menenangkan pikirannya.


FLASHBACK OFF


"Itulah Ngga, yang membuat dia berubah, dulu dia berhati mulia, dan kami bertiga berkawan baik dulu, namun takdir membuat tiga serangkai menjadi tidak karuan" ucap Viola sambil menangis.


Angga langsung menariknya dalam pelukannya.


"Angga... Aku jahat telah mengubah dan membuat jati diri orang yang baik dari seseorang berubah menjadi bertolak dengannya" ucap Viola.

__ADS_1


"Novita sudah pernah mencoba untuk mengingatkannya" tanya Angga.


"Sudah, waktu itu dia mencoba nya, namun dia sangat keras kepala dan tidak ingin membuatnya mengingat masa lalunya. Dan hal itu membuat Vero pingsan. Kami panik dan langsung membawanya ke rumah sakit. Namun dokter mengatakan untuk tidak membuat nya berpikir keras untuk yang terjadi sebelumnya. Jadi dokter memutuskan untuk membuat nya mengingat secara perlahan dan sesuai dengan takdir" ucap Viola yang perlahan mulai tenang namun masih menitikkan air mata.


"Ssstttt, sudah jangan menangis. Perlahan dia pasti akan ingat dan bisa berubah seperti dulu. Itu bukan salah kamu. Takdir yang membuatnya seperti ini"


Viola melepaskan pelukannya.


"Makasih Angga, dengan cerita kepada mu seperti ini, sekarang aku menjadi lebih lega dan tenang, makasih ya"


"Iya sama-sama"


Tiba-tiba Angga mencium kening Viola.


"Boleh kan" tanyanya kemudian.


Viola mengangguk lalu memeluk Angga kembali. Angga menciumi puncak kepala Viola berkali-kali dalam pelukannya.


"Biar kamu tenang, sekarang kamu istirahat saja" ucap Angga.


Viola mengangguk dan langsung berbaring. Angga akan beranjak dan pergi ke sofa namun tangan Viola mencegahnya.


"Jangan pergi" ucap Viola singkat


Angga kembali duduk dan mengangguk sambil memegang tangan Viola.


Viola pun langsung memejamkan matanya. Dan Angga tertidur di sampingnya dengan posisi terduduk dan tangan yang masih berpegangan dengan Viola.


*****


Angga terbangun, dan melihat Viola masih terpejam dan masih dalam mimpinya. Angga melepaskan tangannya dan berlalu ke kamar mandi untuk mandi. Setelah ia keluar dari kamar mandi pun, Viola masih larut dalam mimpinya.


Akhirnya dia memutuskan untuk memesan coklat hangat dan menyesapnya di balkon ruangan Viola sambil menikmati pemandangan menjelang malam.


Tanpa di sadarinya, Viola sudah bangun lalu berjalan perlahan menuju ke balkon tempat Angga berdiri.


"Kenapa kau tidak bilang, aku akan membantumu tadi" ucap Angga.


Viola tidak menggubris lalu merentangkan tangannya untuk menikmati angin segar sore hari.


Viola menurunkan tangannya dan memegang tangan Angga.


"Beruntung ya aku, bisa ketemu kamu di masa lalu, dan dipersatukan lagi di masa sekarang di saat aku lagi membutuhkan seseorang"


"Aku juga beruntung bisa ditakdirkan untuk menjagamu dan menjadi sosok kedua setelah papamu" ucap Angga lalu merangkul pundak Viola sambil menikmati angin sore.


"eekhhhmmm" suara deheman mama Ghina mengagetkan mereka.

__ADS_1


Viola dan Angga pun langsung saling menjauh.


"Pantesan aja di panggil ngga nyaut-nyaut eh malah lagi mesra mesraan di balkon. Kirain mama kalian tidur" ucap mama Ghina.


"Mama liat, papa nyuri nih, bagus ya" ucapnya sambil memperlihatkan foto saat Angga merangkul Viola.


"Iya pah, bagus" puji mama Ghina.


"Ayo nak kedalam, ngga baik kamu di sini lama-lama" ucap mama Ghina sambil membantu Viola berjalan.


"Ngga papa mah, lagipula Viola bosen di kamar terus ngga bangun-bangun, jadi Viola minta ke sini" ucap Viola sambil di bantu duduk oleh mama Ghina.


Mereka saling mengobrol bersama Tiba-tiba Dokter datang untuk memeriksa keadaan Viola.


"Wah... melihat perkembangan dan kesehatan nona Alina, besok nona bisa pulang" ucap sang dokter.


"Iya dong, karna keluarga Viola, yang selalu membuat Viola bahagia dan tersenyum, jadi bisa cepat sembuh" puji Viola.


"Benar sekali, dengan kebahagiaan, suatu penyakit akan sembuh" ucap sang dokter sambil melepaskan infusnya.


"Dokter, saya ingin pulang sekarang dokter, boleh ya" rengek Viola.


"Jika anda sudah meminta, untuk apa saya menolak. Saya cegahpun pasti anda tetap akan menolak" ucap Dokter.


Viola tersenyum dengan kepekaan sang dokter.


"Maka dari itu , sekarang baru saya periksa. Kalau beg-itu saya permisi" ucap Dokter lalu meninggalkan ruangan itu.


Tak lama dokter keluar, Mama Desya dan papa Hendra pun datang.


"Ada apa Vi? Dokter bilang apa?" tanya mama Desya.


"Viola sudah bisa pulang malam ini" jawab mama Ghina.


"Oh syukurlah, kebetulan mama bawa baju ganti buat kamu" ucap mama Desya.


"Kebetulan atau memang sudah tau" ucap Viola.


Mama Desya hanya tersenyum sambil memberikan paper bag berisi baju ganti Viola. Viola pun menerimanya dan langsung ke kamar mandi.


Viola keluar dengan memakai baju hodie dan celana jeans panjang serta sedikit riasan di wajahnya. Rambutnya yang digerai ke kanan membuatnya tambah cantik walaupun memakai apapun.


//**//


Hai.. pembaca rahasia "Sudah Ditakdirkan".. tolong tinggalkan komentar dan like ya. terimakasih banyak...


Salam ku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2