
"Benar kalau bukan karena Kesya aku tidak bisa melihatnya tersenyum seperti dulu" gumamnya sambil menikmati coklat hangatnya.
FLASHBACK ON
"Kamu suka liontinnya"
"emm..suka kok" ucap Viola mengangguk sambil memegang liontin yang ada di lehernya.
Angga tersenyum saat melihat Viola tersenyum memandangi liontinnya.
"Vi, kamu bahagia kan"
"hmm" matanya menyergit "kok kamu tanya seperti itu si, tentu aku bahagia lah"
"tapi..." ucap Angga terhenti.
"Tapi kenapa, aku bahagia kok, bahagia banget, makasih untuk semuanya"
Angga tersenyum. Viola pun menyenderkan kepalanya di bahu Angga. Angga mengelus kepala Viola yang menyenderkan kepalanya di bahunya.
FLASHBACK OFF
Angga yang sedari tadi melamun, dia hanya bisa tertunduk karena cintanya yang kandas karena ketidak setujuan orang tuanya yang dibilang masih terlalu muda untuk berkencan.
Angga memakluminya, dan mereka berdua pun akhirnya menuruti orang tua mereka.
"Biarlah itu menjadi sebuah kenangan, jika itu sudah ditakdirkan, aku hanya berharap dia mendapatkan yang terbaik dari sebelumnya" ucap batin Angga
*****
Di perpus pribadi Viola. Keadaan masih hening, dan kedua gadis itu pun masih sibuk membolak balikan buku yang sedang mereka baca.
"Huh, akhirnya selesai satu buku" ucap Novi lalu menyeruput jus yang masih utuh.
"Vi"
"hmm"
"Tadi siang Angga balikin apa itu namanya... emmm... kalung ya, kok ngga pernah di pake"
"Kalo kamu mau kamu pake aja"
"ish Vi, aku penasaran sama kalungny coba liat"
"Rusak Nov"
"Kok bisa rusak, coba sini aku lihat"
Viola mencoba bersikap tenang, lalu meletakkan buku Novelnya. Dia pun berlalu mengambil liontin yang ia selalu simpan di tasnya.
"Nih" ucapnya sambil meletakkan liontinnya di depan Novita "Pake aja kalo mau"
"Ih bagus gini juga, pasti ada alasannya kamu ngga pake" ucap Novita sambil memandang Viola yang kembali membaca buku novel.
"Kalo kamu suka kamu pake saja, ngga usah nanya nanya deh.. aku..." ucapnya terhenti.
"Aku apa Vi, atau kamu masih suka ya sama Angga" ucap Novi dengan nada yang sedikit tinggi.
__ADS_1
Viola menghela nafas.
"Aku udah bilang sama kamu ngga Nov, masih banyak cowok lain selain dia, aku juga udah pernah bilang Ngga kan"
"Terus, apakah ini ada hubungannya dengan Angga?" tanyanya.
Viola mengangguk pasrah.
"Nah tuh kan, kalau ngga ada hubungannya sama Cowok kamu sikapnya ngga akan berubah dan yang pasti, kamu ngga marah marah ngga jelas Vi, aku udah kenal kamu lama" ucap Novi lalu memegang pundak Viola.
"Maaf kan aku Nov, maaf, aku salah udah ngebentak kamu maaf" ucapnya lalu memeluk Novi.
"Udah ngga usah lebay gitu, ngga usah nangis, aku ngerti kamu kok" sambil melepas pelukannya.
"Kenapa kamu ngga buang aja ni liontin"
"Karna ini adalah motivasi ku"
"Benda mantan jadi motivasi, maksudnya"
FLASHBACK ON
"Vi, ayo kita ke pantai" ucap Angga.
"Ih Angga, ini udah sore loh, nanti kalau di cariin temen temen gimana"
"Studi tour nya kan cuma satu taun sekali, sekali kali lah kita nikmatin sunset bareng"
"Iya udah ayo"
Angga dan Viona pun berjalan sambil bergandengan tangan menyusuri pantai. Beruntung karena tempat untuk menginap mereka ada di pantai. Tepatnya di Grand Whiz Nusa Dua yang letaknya tidak jauh dari pantai Nusa Dua.
"Kamu suka liontinnya"
"emm..suka kok" ucap Viola mengangguk sambil memegang liontin yang ada di lehernya.
Angga tersenyum saat melihat Viola tersenyum memandangi liontinnya.
"Vi, kamu bahagia kan"
"hmm" matanya menyergit "kok kamu tanya seperti itu si, tentu aku bahagia lah"
"tapi..." ucap Angga terhenti.
"Tapi kenapa, aku bahagia kok, bahagia banget, makasih untuk semuanya"
Angga tersenyum. Viola pun menyenderkan kepalanya di bahu Angga. Angga mengelus kepala Viola yang menyenderkan kepalanya di bahunya.
"Jika suatu saat nanti kamu lagi terpuruk, ataupun sedang gelisah, atau apapun yang membuat kamu sedih, kamu tatap liontin ini dan berdoa agar kamu bisa menanggapi masalah kamu dan kamu harus tetap semangat menjalaninya, cintai diri kamu, di saat aku ngga ada di sisi kamu, di saat aku susah di hubungi atau apapun. Bagaimana pun, aku juga sibuk nantinya, dan kamu harus bisa semangati diri kamu, aku akan selalu di hati kamu dan terus menyemangati kamu" ucap Angga sambil mengelus rambut Viola yang tergerai.
"Kamu ngga akan ninggalin aku kan, kok ngomongnya gitu"
"Ngga kok, tenang aja, aku suka ketiduran kalau di rumah ngga ada kerjaan, terus ngga balas chat kamu deh" ucap Angga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hmmm... pantes aja"
"Coba, sekarang kamu pejamkan mata kamu, dan apa yang kamu inginkan terutama untuk diri kamu sendiri, jangan ada aku loh ya, ingat untuk kamu sendiri"
__ADS_1
Viola menurut dan memejamkan matanya sambil memegang liontinnya.
" Semangat diriku, jangan mikir macam macam untuk kedepannya, aku harus semangat untuk terus berusaha walaupun banyak halangan yang menimpaku, percayalah hari esok akan lebih baik dari sekarang ataupun sebelumnya, tetap cintai diri ku apapun kekurangan yang ada di dalam diriku sendiri. Percayalah roda akan terus berputar, namun roda tidak akan berputar jika aku berhenti berusaha. Aku sayang aku" ucap batinya kemudian membuka matanya.
"sudah" ucapnya saat melihat Viola membuka matanya.
Viola mengangguk sambil tersenyum.
"Terimakasih banyak ya, sudah selalu mendukung ku dan tidak melarang ku untuk melakukan keinginan ku"
"Itu adalah tanggung jawab mu, aku hanya bisa mendukung mu"
"Jadi apakah boleh aku melihat Drakor kesukaan ku"
"Kenapa kau bertanya, itu adalah hak mu, selagi kamu tidak terjerumus dalam hal yang tidak baik, aku memperbolehkan, dan itu tidak masalah"
Viola kembali menyenderkan kepalanya di bahu Angga, dan mereka berdua menikmati matahari tenggelam bersama.
FLASHBACK OFF
"Oh jadi gitu, nah ini adalah permintaan mu dan terdapat motivasi mu di sini, walaupun meninggalkan kenangan yang indah ataupun menyakitkan, namun kamu harus jaga motivasi yang indah itu" ucap Novi panjang setalah Viola menceritakan tentang liontinnya itu.
"Iya makanya aku simpan Nov"
"Nah gitu dong, terus tadi kenapa kamu bilang buat kamu aja"
"Aku udah pasrah, soalnya kamu kepo banget si"
"Aku tuh ingin kamu cerita semuanya sama aku, ini pun pasti kamu belum cerita semuanya tentang Angga kan?"
"Begitulah, biarlah berjalan sesuai alurnya, aku udah cape, sebaiknya kamu mandi, pasti makan malam sebentar lagi siap yuk" ajak Viola sambil menutup buku Novelnya.
Novi mengangguk dan membantu berberes meja balkonya.
"Vi, nanti makan malamnya di sini lagi ya, aku betah disini, minumnya teh manis hangat ya"
"Iya pasti kok, Aku akan bilang sama Bi Jannah" ucap Viola
Viola dan Novi pun membawa piring bekas camilan mereka dan menuju ke dapur.
"Bi Jannah, antarkan ke balkon perpus saya ya, minumannya nanti teh manis hangat saja" ucap Viola.
"Baik non, ada lagi" tanyanya.
"Snack saya ada di mana bi"
"Ada di kamar non, tadi saya panggil nona ngga nyaut, tadinya saya mau antar ke balkon tapi nona sedang serius membaca jadi saya mengurungkan niat saya, dan menaruhnya di tempat biasa non, tadi saya juga sudah membersihkannya" ucap Bi Jannah dengan jujur.
"Terimakasih banyak ya Bi, ya sudah kalau begitu saya ke kamar dulu mau mandi"
"Iya non"
Bi Jannah kemudian melakukan aktivitas nya. Viola dan Novita juga melakukan aktivitasnya.
*****
Kalian pasti juga punya motivasi kan, tetap semangat yah.... 💪
__ADS_1
salamku
Dewi M