Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Sakit


__ADS_3

Seperti biasa setiap hari, Wedhingston Limelight makan bersama di kantin kampusnya.


"Kok Viola tumben nggak ikut ke sini" ucap Angga sambil melihat sekelilingnya.


"Ngapain cari Viola Ngga, ngga tau taunya kamu nyariin Viola" Tanya Bobby penasaran dengan sikap anehnya Angga.


"Viola sakit" Novi ikut nimbrung keributan mereka.


Semua pandangan teman temannya tertuju pada Novita, Novita tidak heran dengan pandangan teman-temannya itu, dan dia dengan santainya melahap makanannya.


"Sekarang dia di rumah atau di rumah sakit" Angga khawatir.


"Dia di rumah" singkat Viola.


"Aku pergi dulu ya, nanti bilang sama dosen aku ijin, aku pergi dulu" Angga dengan nada yang terburu-buru sambil menepuk pundak Rendy.


"Ada apa dia, pasti ada sesuatu di antara mereka" ucap Vellicia bingung dengan tingkah raja Wedhingston itu.


"Entahlah, nanti setelah pulang ngampus, langsung ke rumahnya, setuju ngga" Bobby menengahi agar tidak ada yang curiga di sekitar mereka.


Semuanya hanya mengangguk setuju dengan ucapan Bobby.


*****


Angga memberhentikan mobilnya di depan rumah Viola.


"Vi ..Viola" teriaknya.


"Tuan muda, silahkan masuk" ucap bi Jannah.


Angga langsung masuk dan mendapati mama Desya.


"Angga" ucapnya kaget.


"Tante, maaf mengganggu, Violanya ada" Angga terus terang.


"Ada di kamarnya, mau jenguk ya, masuk aja"


"Iya Tante"


"Kamu ngga masuk kampus" tanya mama Desya penasaran karena ia datang di jam kampusnya.


"Sudah Tante, kalau begitu saya jenguk Viola dulu" Ucap Angga terburu-buru.


"Viola" ucap Angga dari luar kamarnya.


"Masuk" ucap Viola lirih.


Viola masih berbaring di ranjangnya. Angga menaruh tasnya di sofa kamar Viola.


"Vi, ini aku Angga" ucapnya saat duduk di tepi ranjangnya.


"Hmm.. kenapa kamu ke sini" Jawab Viola dengan nada lemas.


"Kamu baik-baik aja kan" tanya Angga penasaran dan dia menepikan rambut yang menutupi wajahnya.


Dia menyentuh wajah Viola, dan kaget dengan suhu badan Viola yang sangat panas.


"Vi, badan kamu panas banget, kita ke rumah sakit ya" Ucap Angga khawatir.


Viola menggelengkan kepalanya kemudian bangkit dari tidurnya kemudian duduk bersender di kepala ranjangnya.


"Aku ngga papa kok" ucapnya sambil memegang tangan Angga untuk tidak khawatir.


"Kamu pucat banget Vi" nada Angga semakin khawatir.


Tiba-tiba tubuh Viola merasa lemas, dan pingsan. Angga sontak bangun dan langsung membopong Viola turun ke bawah.


"Tante, Viola pingsan" teriak Angga.


Seisi rumah heboh dan langsung berlari ke arah Angga.


"Pak, tolong siapkan mobil" ucap mama Desya saat Angga teriak.


"Pak, putarkan mobil saya ke arah luar, cepat" ucap Angga.


"Ya ampun Viola, badannya panas sekali" ucap mama Desya saat memegang wajah Viola di gendongan Angga.


Viola di taruh di belakang bersama dengan mama Desya, sementara Angga menyipir di depan

__ADS_1


"Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini Viola, kamu tadi baik-baik aja, dan mama sudah kasih obat, tetapi kenapa bisa seperti ini"


Mama Desya khawatir dengan keadaan Viola. Angga berusaha menyetir dengan cepat menuju ke rumah sakit.


"Viola, bertahan lah" ucap Angga di dalam hatinya.


Mereka sampai di salah satu rumah sakit terdekat, dan Viola langsung di bawa ke ruang ICU. Mama Viola segera menelepon suaminya yang ada di kantor.


Tak lama kemudian papa Hendra datang, bersamaan dengan dokter yang keluar.


"Dokter, bagaimana keadaan putri saya" ucap papa Hendra khawatir.


"Putri anda mengalami dehidrasi dan kelelahan, jadi saya harap putri bapak tidak telat makan dan untuk minum dengan cukup" ucap sang dokter.


"Terimakasih banyak dokter" ucap papa Hendra.


Angga menghela nafas panjang mendengar semua ucapan dokter.


"Baik kalau begitu saya permisi, Putri anda diperbolehkan pulang setelah keadaannya kembali pulih, kemungkinan 1 Minggu ke depan baru pulih" ucap Dokter menjelaskan.


"Lakukan yang terbaik untuk putri saya dokter, terimakasih banyak" ucap papa Hendra sambil menjabat tangan dokternya.


"Baik pak, lalu begitu saya permisi"


Dokter pun meninggalkan keluarga Viola dan mengangguk dengan Angga menandakan permisi.


"Angga, kau yang kemarin bersama dengan Viola buka" ucap papa Hendra dengan tegas.


"Iya Om" jawabnya singkat.


"Dia kamu ajak kemana aja" tanyanya lagi.


"Kami pergi ke Wowzonia bersama dengan Kesya" ucap Angga lemah.


"Dia makan kan di sana"


"Iya om, kami makan bersama di sana"


"Lalu kenapa dia menjadi seperti ini sekarang" Dengan nada tingginya.


"Sudah pah, jangan membentak dia, aku yakin mereka tidak bersalah, hanya saja Viola yang kelelahan" ucap Istrinya untuk menenangkan suaminya itu dengan mengelus pundaknya.


Angga mengangguk sambil menghembuskan nafas kasarnya.


Viola di pindahkan ke ruangan VIP di rumah rumah sakit tersebut.


"Om, ijinkan saya untuk menjaga Viola, Saya akan buktikan bahwa saya akan menjaga putri om, dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Viola" Ucap Angga bijaksana.


Mama Desya hanya mengangguk dan papa Hendra juga mengangguk karena menatap tatapan Angga yang begitu serius. Mama Desya dan Papa Hendra memutuskan untuk pulang terlebih dahulu dan mengambil beberapa pakaian dan makanan untuk di bawa ke rumah sakit.


"Kamu pasti kelelahan gara-gara aku Vi, kamu pasti kurang makan karna aku Vi, maafkan aku belum bisa menjagamu dengan baik" ucap Angga sambil mengelus tangan Viola.


"Kenapa kamu di sini, aku baik-baik aja kok" ucapnya sambil mengelus lengan Angga dengan tangan kirinya.


"Baik-baik aja gimana, kamu sadar kan kamu sedang di rumah sakit sekarang itu semua karna aku" ucap Angga sambil mengelus pipinya.


"Angga, ini bukan salah kamu kok, aku aja yang telat makan sama kurang minum, udah ngga papa, kamu pulang aja, aku bisa sendiri kok" ucapnya sambil memegang tangan Angga yang mengelus pipinya.


"Oiya pasal ini, jangan bilang sama Kesya ya, takut dia khawatir nanti" lanjut Viola.


Angga mengangguk.


Seseorang mengetuk pintu dari luar ruangan nya.


"Itu pasti teman-teman, aku buka pintu dulu" ucap Angga dan beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu.


"Angga!!" ucap semua teman-temannya yang kaget melihat Angga.


Angga menutup telinganya.


"sssttt... ini rumah sakit bukan pasar, jangan teriak kaya lagi tawar menawar dong" keluh Angga.


"Iya maap, ngga di suruh masuk nih" ucap Bobby.


"Gantian ya masuknya, Cewe dulu di persilahkan, tapi saya mohon jangan ngegibah di dalam ya, Viola harus beristirahat" ucap Angga.


"Jangan berlagak kaya bodyguard nya Viola, atau jangan-jangan iya ya" ucap Zaenal.


"Sstttm... diam kalian, cewe-cewe silahkan masuk" ucap Angga lalu menutup pintu ruangan nya.

__ADS_1


"Viola, kenapa kamu bisa di sini, Angga di sini dari tadi" tanya Novi.


"Dia juga yang mengantarku ke sini"


Mendengar ucapan Viola, mata mereka berpandangan satu sama lain.


"Kok bisa" ucap mereka bersamaan.


"Ssttttt... sudah aku bilang jangan berisik" ucap Angga.


"Oh, jadi sempet di bujuk ya sama Angga" pikir Vellicia.


"Nggak dia pingsan di rumah saat aku menjenguknya dan langsung aku bawa ke rumah sakit" jelas Angga.


"Eehhh.. main kabur anak orang aja" ucap Shanti.


"Aku dan Tante Desya membawanya ke rumah sakit" imbuh Angga.


Mereka semua mengangguk.


"Cepet sembuh ya Vi, ngga ada kamu kita merasa jadi sepi" ucap Cintya sambil mengelus pundak Viola yang terbaring.


"Iya, makasih kalian udah jenguk, yang lain ngga ikut"


"Di luar Vi" ucap Novi.


"Baik kalau begitu waktu berbincang kalian sudah habis, sekarang tinggal para cowo sekarang" ucap Angga malas dan membuka pintu ruangan Viola.


"Menyebalkan" umpat Novita.


Merekapun bergantian masuk.


"Hai Vi" ucap Bobby.


"Hak Bob" ucap Viola singkat.


Viola mencoba untuk duduk, dan di bantu oleh Angga.


"Terimakasih Angga" ucap dengan senyum manisnya.


"Ekhmm..." ucap semua laki-laki di dalam ruangan itu yang melihat keromantisan Viola dan Angga.


"Kalian pacaran ya, bisa So sweet gitu" goda Bobby.


Angga mengangguk dengan serius. Semua lelaki di dalam hanya melongo tidak percaya.


"Bagus Angga, kau membuktikan Bunga di hati kamu tumbuh kembali" ucap Rendy sambil menepuk pundak Angga.


"Bunga, dimana" tanya Bobby yang malah kebingungan.


"Maksudnya Rendy itu, Angga sudah mengisi hati Viola, dan mereka udah pacaran" ucap Zaenal menjelaskan.


"Emang hati bisa di isi" ucap Bobby lagi.


"Jangan sok polos Lo, lama-lama gue jitak pala Lo" ancam Arifin.


Bobby hanya terkekeh dengan ekspresi temannya itu.


"Pajak jadiannya uuyyy" teriak Bobby sampai terdengar dari luar.


"Siapa yang jadian" ucap para Wanita yang langsung membuka pintu ruangan itu.


"Bu*u bus*t, jangan langsung pada nyelonong aja Napa" ucap Bobby sambil memegang dadanya.


"Ratu utama sama Raja Pertama" ucap Arifin.


"Ngga bilang-bilang udah balikan" Imbuh Novita, dan langsung menutup mulutnya karna dia keceplosan.


"BALIKAN??!!" tanya semua karna keheranan.


//**//


Udah pada tau, udah jadian juga wahhh... udah bahagia...


Makasih yang sudah baca...


Salamku


Dewi M

__ADS_1


__ADS_2