Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Rumah Angga


__ADS_3

Viola terdiam, dia bingung karena terjebak oleh omongannya sendiri.


Mereka berdua senyap begitu saja.


"Vi.." panggil Angga pelan dan dengan nada lembutnya.


Viola lagi lagi terdiam,dan diapun menghela nafas panjang. Dan sekali lagi dia menengok ke belakang.


"Aku belum siap untuk sekarang" jawabnya ragu.


"Aku tau, kan aku bilangnya untuk suatu saat nanti.. jadi..." ucap Angga untuk memastikan jawabannya.


"Kenapa" tanya Viola balik.


"Maukah kau mengisi kembali dan memperbaiki hatiku, dan singgah di dalam hatiku, apakah kau bersedia" tanya Angga.


Angga mengambil tangan Viola dan meletakkan tangan Viola di dadanya. Viola merasakan detak jantungnya dan Angga terasa seperti sedang berpacu di sebuah arena balapan.


"Dengan detakkan jantung ini, pasti kau mengerti dengan keseriusan ku dalam berbicara, karna kau pasti juga pernah membaca bukan bahwa dengan adanya detakkan jantung yang lebih cepat menandakan keseriusan di dalam diri seseorang"


Viola mengangguk


"Jadi"


Viola mengangguk dengan mata terpejam.


"Apa Viola, coba katakan"


"Aku bersedia menempati singgahsana di hatimu yang sudah lama ditinggal kan oleh diriku" ucap Viola dengan tulus.


Angga tersenyum senang mendengar jawaban Viola. Mereka terus berpegangan tangan hingga sampai di rumah Angga. Pukul 6 sore tepatnya, di rumah Angga sudah ramai dengan beberapa mobil yang terparkir dan sebentar lagi akan bersiap ke rumah calon tunangan ka Alvino.


"Oiya, Angga aku lupa di rumah kamu akan ada pertunangan, dan mobil aku pasti ada di dalam sekarang"


"Kamu bawa Kesya masuk, biar aku yang keluarkan mobil kamu"


"Tapi Angga, aku akan menunggumu saja, aku hanya kenal paman dan bibimu saja, belum dengan orang tuamu"


"Baiklah, hari ini akan ku perkenalkan"


Viola terdiam.


"Kenapa kamu diam, ayo kita turun, aku akan minta kunci mobil mu pada paman" ucap Angga lalu membuka pintu mobilnya.


Viola mengangguk dan ikut turun, dia ke pintu belakang untuk membopong Kesya.


"Angga kamu sudah pulang" sambut mama Ghina.


"Iya mah" jawab Angga singkat.


"Itu yang membopong Kesya siapa" tanya mama Ghina sambil melihat Viola.


"Perkenalkan mah, ini Viola, calon mantu mama juga nanti" ucap Angga sambil menggandeng tangan Viola.


"Ooh mau nyusul ka Alvin juga rupanya, ayo masuk biar mama yang bawa Kesya" ucap mama dan berniat mengambil Kesya.


"Tidak Tante, Tante pasti lelah seharian habis mempersiapkan semua ini, biar Viola aja, nanti malah Kesya terbangun" ucap Viola.

__ADS_1


"Siapa mah, Kok lama banget" ucap Papa Devan yang tiba-tiba ikut keluar.


"Eh.. ada tamu, sini masuk nak, mama gimana si, ada tamu malah ditanya tanya di luar" ucap papa Devan.


"Iya ayo masuk, Angga, antar dulu Viola ke kamar kamu ya, biarkan dia tidur di sana" ucap mama Ghina.


Angga mengangguk, Viola pun mengikuti Angga.


"Viola kamu sudah pulang, Kesya tertidur rupanya, tolong kamu baringkan ke kamar Angga ya, maaf merepotkan tapi Bibi sedang sibuk" ucap Bibi Clara.


"Ngga papa Tante" ucap Viola.


Tante Ghina berlalu dan Viola pun mengikuti langkah Angga menuju ke kamarnya. Viola langsung menidurkan Kesya secara perlahan di ranjang Angga, lalu menepuk kepala Kesya secara perlahan karna takut ia terbangun.


"Viola, aku akan mandi, setelah itu aku akan mengeluarkan mobilmu" ucap Angga.


Viola mengangguk, dan mengambil ponselnya untuk membaca novel onlinenya. Setelah lama menunggu, Anggapun keluar dari kamar mandinya. Dia memakai kaos hitam untuk menutupi badannya dan dia memakai celana pendek.


"Apakah kau tidak bisa memakai celana yang panjang sedikit" keluh Viola yang menghadap membelakanginya sambil membaca novel onlinenya.


"Beruntung aku memakai nya Vi, coba kamu pikir jika aku hanya lilitkan handuk di pinggang ku, matamu akan ternodai seperti di novel-novel yang kamu baca"


"Berhenti membawa bawa novel Angga, aku tau itu"


"Nah bagus kalau tau, beruntung aku peka" ucapnya bangga.


"Kok kamu tau si, dari mana" tanya Viola heran.


"Aku pernah baca novel satu kali, dua kali, tapi isinya sama semua, kebanyakan seperti itu"


"Ooh, pantesan aja" ucap Viola lirih.


"Ayo kita turun" ucap Angga sambil memasang jam di tangannya.


"Ya ayo, siapa juga yang mau tetep di sini" keluh Viola.


"Suatu saat nanti kau yang akan menempati kamar ini" bisik Angga.


"Perlu kami tau Vi, kamu adalah wanita pertama yang diperbolehkan masuk ke kamarku" ucap Angga sambil merapikan jasnya.


"Ngga usah sombong loh, ayo turun" ucal Viola lalu membuka pintu kamar Angga.


Mereka berjalan beriringan di tangga, semua pandangan mata tertuju kepada mereka berdua.


"Viola, mari duduk dulu" ucap mama Ghina.


"Sepertinya tidak Tante, saya sedang terburu-buru lain kali saya akan mampir" ucap Viola.


"Paman, aku akan mengeluarkan mobil Viola" ucap Angga mencari paman Alex.


"Ini Angga" ucapnya sambil memberikan kunci mobil Viola.


"Viola, terimakasih banyak hari ini, Kesya banyak berubah semenjak ada kamu, maaf ya Bibi selalu merepotkan" ucap Bibi Clara.


"Tidak apa Tante" ucap Viola


"Begini ya rasanya di kelilingi keluarga pacar sendiri" gumam Viola.

__ADS_1


"Vi, jangan ragu, kamu bisa panggil Tante dengan sebutan mama dan panggil Tante Clara dengan sebutan Bibi" ucap mama Ghina sambil memegang pundak Viola.


"Iya ma, makasih banyak ya" ucap Viola tanpa ragu.


"Ini Vi, buat orang tua kamu, nanti di pernikahan ka Alvin jangan lupa untuk datang ya" mama Ghina dengan memberi bingkisan.


"Iya Mah, makasih ya" ucap Viola.


"Heeiii.. ada tamu rupanya" ucap Alvino yang membuat semua orang terkejut.


"Alvin, kamu yang sopan dong, udah mau tunangan juga malah masih bercanda kaya gini" tegas mama Ghina.


"Maaf mah, ini calon mantu ke dua mama ya" ucap Alvino berterus terang.


"Iya"


"Sudah Vi, mobil kamu sudah ada di depan" ucap Angga yang tiba-tiba muncul.


"Makasih Ngga, kalau begitu Viola pamit ya mah, Bi" sopan Viola.


"Udah mau pulang aja, lain kali mampir lagi ya Vi" ucap papa Devan.


"Iya om" jawab Viola singkat.


"Maaf merepotkan kamu ya Vi, om jadi ngga enak" sahut paman Alex.


"Ngga papa kok, om Kesya udah aku anggap adik sendiri jadi ngga papa"


"Kok panggilnya om" sahut mama Ghina.


"Maaf mah" ucap Viola menunduk.


"Ngga papa kok, mama tau kamu masih malu dan ragu, karna ini baru pertama kalinya buat kamu" ucap mama Ghina sambil mengelus pipi Viola.


"Angga, sebaiknya kamu antar Viola sebentar ya, nanti supir mengikuti mu dari belakang, kasihan sudah malam" ucap papa Devan.


"e-engga papa Kok pah, Viola bisa sendiri, nanti Angga malah telat" ucap Viola.


"Ngga kok, acaranya masih lama, kamu tenang aja" ucap Viola.


"Jangan nolak, kamu kan anak perempuan kalau pulang sendiri nanti ada apa-apa di jalan bagaimana" sambung paman Alex.


"Ya sudah, terimakasih banyak semuanya, maaf Viola datang di waktu yang kurang tepat"


"Tepat kok, makasih ya" ucap mama Ghina.


"Kalau begitu mah, pah, paman, Bibi, Viola pamit" ucapnya sambil membungkukkan badannya.


"Iya nak, hati-hati" mama Ghina sambil mengelus rambut Viola.


Dia pun berlalu dan memasuki mobil bersama dengan Angga meninggalkan rumah keluarga Stefanlors


//**//


Author udah ngantuk banget sebenernya, kalau ada kesalahan tolong komennya ya, tapi karna ingin up 20 bab, jadi author paksain.. makasih yang sudah baca...


salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2