Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Culik


__ADS_3

1 minggu berlalu. Angga selalu setia menemani Viola yang masih terdiam berbaring di rumah sakit. Dia selalu membawa pekerjaan nya ke rumah sakit hingga menunggu Viola pulih.


"Alex bagaimana? Apakah ada perkembangan mengenai Veronica?"


"Belum, masih nihil"


"Alex tolong lanjutkan ini, aku ingin istirahat"


Dengan cepat Alex menuju ke meja yang tadi di tempati oleh Angga. Angga berjalan ke arah Viola tertidur dan duduk di sampingnya.


"Cepatlah bangun, aku rindu. Aku rindu melihat senyummu, mendengarkan suara mu yang cerewet. Aku bosan melihat tidurmu yang lama ini. Apakah kau tidak merindukan ku? Apakah kau tidak ingin berbicara dengan ku?" ucap Angga sambil mengelus kepalanya.


"Angga, kamu masih di sini, pulang lah. Biar mama yang menunggu nya." ucap mama Desya yang tiba-tiba datang.


"Nggak papa mah, biar Angga saja. Angga ingin Angga yang pertama kali di lihat oleh Viola"


"Angga kamu semakin kurus. Pulang lah dan rawat diri kamu" ucap mama Desya.


"Ngga mah, ngga papa kok."


"Ya sudah terserah kamu, percuma mama menasihati kamu. Sekarang ayo makan, mama bawa sarapan. Jangan mencari alasan untuk menolak, atau nanti mama ngga jadi restuin kamu sama Viola"


"Iya ma"


Angga makan bersama dengan mama Desya dan juga Alex. Angga juga sesekali memandang Viola di saat makannya. Mama Desya juga melihat Angga yang sedang menatap Viola dengan tatapan sendu.


"Mamah, sepertinya hari ini mama yang urus Viola, saya mau ke kantor dengan Alex hari ini. Jika Viola sadar, hubungi saya ya mah"


"Iya pasti mama hubungi"


"Kalau begitu kami permisi" ucap Angga.


Mama Desya mengangguk. Mama Desya menemani Viola sambil membaca koran dan menonton televisi. Tak lama seorang dokter dan beberapa suster datang untuk memeriksa Viola.


"Permisi Nyonya, saya adalah dokter baru di sini. Saya juga di utus oleh dokter Farhan agar membawa nona Viola ke ruangan nya"


"Oh iya baiklah."


"Ibu ikut saya ke bawah, ada berkas yang harus di tanda tangani oleh Nyonya"


"Iya baiklah, dokter tolong jaga Viola dengan baik"


Suster itu mengangguk dan langsung membawa keranjang Viola beserta dengan infusnya. Di saat mama Desya keluar, ada yang memukul nya dari belakang hingga pingsan. Mama Desya di bawa ke luar oleh para suster tersebut melalui pintu rahasia rumah sakit tersebut.


"Bagus, kita berhasil. Ayo cepat kita bawa ke markas kita" ucap Veronica.


Semua orang suruhan Veronica menurutinya dan langsung memasukkan mama Desya dan Viola ke dalam mobil. Mereka melaju dengan cepat hingga masuk di sebuah gang tak berpenghuni.


*****


Angga memasuki ruangan nya terburu-buru setelah mendapat panggilan dari Kenzo.


"Kenzo, ada apa" ucap Angga khawatir.


"Gawat Angga, Veronica ternyata di Indonesia. Dia tidak di London atau dimanapun"


"Bagaimana bisa" tanya Alex.


"Dia di mana, kenapa tidak ada berita mengenai dirinya dimanapun. Dia adalah model terkenal."

__ADS_1


"Dia mengundurkan dirinya dari perusahaan dan sengaja tidak memberi tahu kepada publik karena dilarang oleh Veronica. Veronica membayar perusahaan tersebut hingga 1 triliun hingga akhirnya perusahaan tersebut tutup mulut mengenai pengunduran diri Veronica"


"Bagaimana bisa dia sulit di temukan, padahal kita sangat mengenalnya"


"Dia pasti merubah wajahnya hingga kita tidak bisa mengenalinya."


"Bagaimana kau bisa tau" tanya Alex yang semakin penasaran dengan alasan masuk akal dari Kenzo.


"Mana mungkin kita tidak kenal dengan orang yang sudah saling bertemu selain dengan merubah wajahnya. Tidak mungkin bukan. Anak buahku juga aku suruh untuk ke perusahaan Veronica dan menyelidiki nya. P"


"Jadi selama ini Veronica ada di sekitar kita" ucap Angga.


"Benar, dan siapa yang menjaga Viola di rumah sakit"


"Mama Desya"


"Hanya Tante Desya? Bahaya Ngga, sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang. Tante Desya pasti tidak tau akan hal ini." ucap Kenzo.


Tanpa berfikir mereka langsung keluar dari ruangannya dan turun bersama. Tak lama ponsel Angga berdering.


"Siapa Ngga" tanya Kenzo.


"Nomor tidak dikenal"


"Itu pasti Veronica" pikir Alex.


"Halo, siapa ya" tanya Angga.


"Ini dari rumah sakit, nona Viola menghilang tuan" ucap suster.


"Apa!! Hilang!!. Baik saya ke sana sekarang" Angga menutup telfon nya.


"Siapa yang hilang Ngga"


"Apa"


Mereka bertiga langsung berlari dan langsung masuk ke mobil mereka masing-masing.


"Ada apa Ngga" tanya Alex saat melihat Angga kesulitan menyalakan mobilnya.


"Sial mobil aku mogok"


Mereka berdua turun dari mobil.


"Kenapa Ngga" tanya Kenzo


"Cepat buka pintu nya"


Tanpa pikir panjang Angga dan Alex masuk ke mobil Kenzo. Kenzo juga segera melajukan mobilnya dengan cepat setelah mereka masuk ke mobilnya. Melalui jalan pintas untuk menghindari kemacetan


Di tengah perjalanan mereka Angga mendapat telfon kembali oleh nomor yang tidak di kenal.


"Halo"


"Apa kabar sayang"


"Vero!! " ucap Angga.


Kenzo memberhentikan mobilnya secara mendadak. Alex tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bingung sendiri.

__ADS_1


" Dimana kau sekarang"


"Kau mau tau.. Datanglah ke sini sendirian"


"Dimana mama Desya dan Viola"


"Tenang mereka ada di sini"


"Dimana kau sekarang, cepat katakan"


"Aku akan share lokasinya. Ingat kau harus datang ke sini sendirian jika kau membawa satu orang saja, kita semua akan mati di sini bersama-sama"


"Oke baik, aku akan ke sana sendiri, dimana kau sekarang"


"Gang yang tidak berpenghuni."


"Dimana itu"


"Aku akan sharelock"


Veronica mematikan telfonnya dan mengirimkan lokasi kepada Angga. Angga menerimanya dan mencari tau lokasi tersebut.


"Kalian berdua turun, aku akan menyusul Viola sendiri"


"Ngga, itu berbahaya Angga" ucap Kenzo


"Iya bos, terlalu beresiko" ucap Alex.


"Akan lebih berbahaya dan beresiko jika kalian ikut. Aku percaya kepada kalian. Susunlah rencana dan selamat kan kami" ucap Angga.


"Tapi bos"


"Iya Ngga siap. Akan kami lakukan yang terbaik. Kami akan datang" sambil menepuk pundak Angga.


"Baik terimakasih"


Mereka semua keluar dan Angga mengambil alih kemudi mobil. Dan melajukan mobilnya dengan cepat.


"Viola dan mama, tunggu aku sebentar"


Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dan mulai memasuki lokasi yang telah di share oleh Veronica. Dia berlari menusuri jalan yang sempit untuk sampai di lokasi tersebut.


"Veronica dimana kau!!! " teriak Angga yang menggema di sekitar rumah rumah kosong.


"Kamu datang Ngga"


Angga langsung menghadap ke belakang. Veronica datang dengan beberapa bodyguard. Angga kaget saat melihat wajah Veronica yang berbeda.


"Apa? Kaget?"


Veronica mengelupas kulit palsu yang di pakainya. Lalu melemparnya di depan Angga.


"Vero"


"Kenapa.. Kaget hahahaha... Kita sudah bertemu sekarang. Bawa mereka kemari." ucap Vero.


Para bodyguard Veronica membawa 3 kursi roda.


"Mama, mama Desya, Viola. Lepaskan mereka, mereka tidak bersalah" ucap Angga.

__ADS_1


//**//


Next?? Nanti sore insyaallah


__ADS_2