
Mereka sampai di salah satu butik Cintya. Papa Hendra dan Mama Desya sudah sampai di butik. Mereka kaget saat Viola datang bersama dengan sahabat-sahabatnya ke butik.
"Kalian apa kabar, lama nggak main ke rumah" mama Desya dengan semangat.
"Baik kok Tante, Om sama Tante bagaimana" tanya Vellicia.
"Baik kok, oiya sepertinya ada yang kurang" papa Hendra sambil celingak-celinguk di sekitar mereka.
"Iya mah, Novita sama Angga lagi honey moon" jawab Viola.
"Ooh, yah lumayan, ketimbang kalian kemana-mana bareng, kapan nikahnya" keluh papa Hendra.
"Secepatnya pah" ucap Angga.
"Selalu bilang secepatnya, tapi ngga nikah-nikah"
Viola dan Angga hanya tersenyum.
"Ya udah yuk kalian masuk, pilih gaun yang pas" ucap Viola mengalihkan pembicaraan.
"Ada acara apa si" tanya mama Desya bingung.
"Mamah lupa, lusa hari pernikahan kita yang ke 24" jawab Suaminya itu.
"Patut lah pah, mamah lupa, udah tua juga"
"Udah kalian berdua jangan ribut, ayo kita masuk" ucap Viola.
Merek bergandengan begitu juga dengan Viola dan Angga, sedang kan yang lain hanya mengikuti layaknya seorang bodyguard.
Mama Desya dan papa Hendra mencari-cari baju yang sesuai. Mereka mencoba beberapa tetapi anak-anak dan teman-temannya tetap menggelengkan kepalanya tidak suka dan tidak setuju.
"Sudah beberapa kali papa sama Mama ganti baju, tetapi kalian menggeleng, lebih baik kalian yang pilihkan sekarang" ucap mama Desya kesal.
Viola dan teman-temannya berpencar mencari baju yang sesuai dengan selera Papa Hendra dan Mama Desya.
"Nih mah, coba ini bahanya ringan dan nuansanya juga pas nanti" ucap Viola.
"Dan ini untuk papa, silahkan" sambil memberikan jas yang senada.
Tak lama mereka keluar, semua kagum melihat orang tua Viola dan mereka bertepuk tangan.
"Om sama Tante seperti muda lagi" Bobby dengan mata yang berbinar-binar.
Papa Hendra dan Mama Desya tersenyum, dan kali ini tinggal Viola dan kawan-kawannya yang memilih gaun. Mereka memilih sendiri dan sesuai selera masing-masing, tetapi Viola dan Angga memilih untuk Couple.
Mereka berdua memilih gaun berwarna biru. Mereka tertegun melihat Viola dan Angga.
"Wih, kalau kalian yang nikah bakal lebih cantik dari ini" kagum Bobby.
"Iya nih, kalian selalu bikin iri" ucap Cintya.
__ADS_1
"Aku mau ini Cin, bungkus sama yang tadi ya" ucap Viola
"Siap Nona Margaretha" ledek Cintya.
Mereka tertawa bersama. Setelah berbelanja gaun selesai dan setelah makan siang bersama, mereka kembali ke tugas masing-masing dan undangannya pun di cetak dengan cepat, semua mulai di persiapkan.
Viola menjadi sangat sibuk, entah di kantor ataupun di rumahnya. Segala persiapan demi persiapan terus berjalan. Menandatangani beberapa berkas, merevisi dan mengecek setiap beberapa berkas yang berdatangan.
Proyek-proyek baru yang akan di buat dan juga rencana proyek di Busan dengan Angga tengah di persiapkannya.
Angga juga sibuk di kantor Viola, dia bersikeras untuk tidak pulang ke kantor nya, Viola hanya pasrah dengan Angga karena dia tidak bisa melarangnya.
Viola yang tengah sibuk, tiba-tiba telepon kantornya berbunyi.
"Hallo, Viola Rahessya Margaretha di sini, ada apa ya" ucap Viola sopan.
"Hallo Viola Rahessya Margaretha, senang mendengar suaramu" ucap seseorang yang Viola tidak mengenalnya.
Viola kaget bukan main mendengar suaranya, tiba-tiba dia merinding saat mendengarnya.
"Siapa kamu" ucap Viola dengan keras, Angga yang mendengar nya langsung berjalan ke arahnya.
"Tidak usah berpura-pura tidak tau Viola, siapa lagi kalau bukan aku Veronica" ucap dengan nada liciknya.
"Vero, kenapa kamu menggagguku" ucap Viola keras.
"Jangan kasar begitu Viola, atau aku akan lebih kasar kepadamu dan keluarga mu. Oh ya mungkin kamu tidak takut ya karna aku dulu hanya bisa mengancam, tapi tidak sekarang Viola Rahessya Margaretha, aku akan lakukan apapun untuk memisahkan kamu dengan Angga" ancam Vero.
"Hallo Ver.. Vero.. Veronicaaaa" teriak Viola.
Viola menaruh gagang teleponnya kasar. Angga hanya memegangi pundak Viola. Viola mulai menitikkan air matanya.
"Aku tau itu pasti Vero, sudah kamu jangan menangis" ucap Angga lalu dia memeluk Viola.
"Aku takut Angga" ucapnya sambil menangis.
"Sstttt, sudah Viola, tenang, aku akan mencari beberapa detektif handal. Kamu tenang, mulai sekarang aku akan selalu ke kantormu dan mengerjakannya di kantormu" ucap Angga menenangkan.
"Kenapa di saat kita akan bahagia, selalu ada orang yang ingin menghancurkan hubungan kita..hiks..hikss."
"Tidak akan ada seorangpun yang akan menghancurkan hubungan kita, tidak ada seorangpun yang bisa. Sampai dunia hilang pun hubungan kita akan selalu terjalin selama-lamanya"
"Hikksss.. Angga aku takut aku..."
"Cup" Ucapan Viola terhenti, kecupan singkat di bibirnya membuat Viola terhenti.
"Jangan berkata lagi, aku juga tidak tega melihat mu menangis, berhentilah ya" ucap Angga.
Viola mengangguk. Angga mengusap air mata yang berjatuhan di pipinya.
"Duduk, aku akan membuatkan mu jus, biarkan semua berkas mu, sebentar lagi aku juga selesai, setelah itu aku akan membantu mu menyelesaikannya"
__ADS_1
Dia mengecup puncak kepala Viola.
Viola berjalan ke balkonya menikmati indahnya kota di sore hari yang masih panas.
Angga melihat dengan tersenyum, dia meletakkan jusnya di meja balkon dan dia berjalan ke arah Viola. Angga memeluk Viola dari belakang. Angga menenggelamkan wajahnya di punggung Viola.
"Ishhh berat Angga" keluh Viola sambil menggerakkan badannya.
Angga mendongak dan meletakkan wajahnya di pundak Viola.
"Sayang"
"Hmmm" jawab Viola cuek.
"Cium"
Viola melepaskan tangan Angga dan melihat ke arahnya.
"Kok jadi manja gini, kesambet apa kamu Angga" ucap Viola bingung.
"Nggak tau"
"Mana sini jus aku"
Angga mengambilnya dan memberikannya kepada Viola.
"Eett.. tunggu dulu"
"Apa lagi"
"Cium"
"Ya ampun Angga"
Dengan terpaksa Viola mencium di pipi kirinya lalu merebut jusnya dan meminumnya.
"kok.." ucapan Angga terhenti.
"Sudah, jangan ikutan drama Korea sama drama di novel, beruntung udah aku kasih" meminum jusnya lagi lalu meletakkannya.
Angga mengambil jusnya dan meminumnya di bekas bibir Viola.
"Kebiasaan" kesal Viola.
Merasa moodnya baik, Viola menuju ke meja kerjanya. Angga tersenyum lalu duduk di sofa dan mulai mengerjakan pekerjaannya kembali.
Tak lama, Angga selesai mengerjakan semua pekerjaannya, dia terkejut saat melihat Viola tidur di meja kerjanya karena kelelahan.
Angga langsung membopong tubuh Viola dan menaruhnya ke kamar pribadi Viola, dia masuk melalui lift untuk menuju ke kamar pribadinya dan langsung menaruh ke ranjangnya saat sudah sampai di dalam kamarnya.
"Aku akan membantumu, sekarang istirahatlah" mengucapkan dengan lirih lalu mengecup keningnya.
__ADS_1
Dia keluar dan duduk di meja kerja Viola dan membantu berkas yang sedang di garap oleh Viola tadi.
//**//