
Tiba-tiba, tempat yang didudukinya gelap menjadi terang benderang berhiaskan lampu-lampu yang indah.
"Aku juga mencintaimu Viola Rahessya Margaretha" jawabnya yang sudah duduk di hadapannya.
Angga beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke depan Viola.
"Aku mau kau selamanya menjadi milikku, tidak ada yang lain. Will you marry me" ucap Angga sambil membuka kotak cincin.
Viola mengangguk. Angga pun langsung memasang cincin di jari manis Viola. Semua orang tiba-tiba berdatangan sambil bertepuk tangan.
Keluarga Viola dan Angga juga dengan Wedhingston Limelight. Semua bertepuk tangan bahagia. Viola kaget dengan kedatangan semua terutama Kesya yang langsung memeluknya.
"Selamat ka Vivi, sebentar lagi, Kaka akan menjadi kakakku juga" ucap Kesya.
"Terimakasih sayang" ucap Viola sambil mengelus pipi Kesya.
"Viola, sekarang ikut mommy, dan kamu Angga ikut mama kamu" ucap mama Desya.
"Tidak, Tante gimana kalau Viola biar ikut sama kita, dan Angga ikut sama boy Wedhingston Limelight" ucap Vellicia.
"Iya mah, biar jadi suprise kecantikan sama kegantengan mereka" ucap Novita.
"Ya sudah, jangan lama-lama ya" ucap mama Desya.
Angga dan Viola menurut. Mereka di bawa ke suatu tempat yang sudah dipersiapkan untuk mengganti baju mereka.
Tak lama, Viola keluar dengan Gaun berwarna merah begitu juga Angga yang memakai jas dan kemeja berwarna merah, dasi polkadot merah, dan celana merah juga menambah keserasian mereka. Mereka di tuntun oleh teman-teman mereka menuju ke taman utama itu.
Taman yang bertuliskan The Engagement Viola dan Diangga sebagai tempat dimana yang di tunjuk oleh Angga tadinya gelap gulita menjadi sangat terang dan penuh kebahagiaan.
"Viola, pasangkan ini di jari Angga juga" ucap mama Ghina sambil membuka kotak cincin yang di pegang nya.
Viola mengangguk dan memasangkan di jari manis Angga.
Semuanya bertepuk tangan. Keluarga Angga pun memberikan seserahan sebagai bentuk lamaran Angga pada Viola.
Lamaran mereka berlangsung di luar lingkungan karena memang sudah rencana dari dua keluarga tersebut.
Kaka Alvino dan Kaka Reska pun datang juga, memberikan selamat untuk mereka berdua.
"Kamu juga akan menjadi adik ipar ku nanti, selamat ya" ucap Kaka Reska.
"Selamat juga untuk Kaka, waktu itu Kaka juga lamaran, tapi maaf aku tidak bisa datang waktu itu" ucap Viola.
"Tidak apa adik ipar" ucap Kaka Reska lalu memeluknya.
"Selamat Angga, adik ipar" ucap Alvino.
"Terimakasih ka Alvin" ucap Viola.
"Akhirnya kamu nyusul Abang juga" ucap Alvin sambil memeluk adik nya itu.
"Terimakasih bang" ucapnya.
__ADS_1
"Ka Vivi, Kaka cantik" ucap Kesya.
"Terimakasih, kamu juga cantik" jawabnya.
Mereka bercanda tawa sambil berpesta malam itu. Sungguh malam yang istimewa bagi Viola dan Angga.
FLASHBACK ON
"Mah pah" teriak Angga sambil berjalan terburu-buru setelah mengantarkan Viola ke apartemennya.
"Ada apa Angga apa ada masalah" tanya mama Ghina.
"Siapkan acara lamaran ku dengan Viola di pasar malam besok malam, sekitar pukul 7 malam" ucapnya.
"Kenapa mendadak begini" Tanya papa Devan
"Aku ingin meyakinkan Viola bahwa aku benar-benar serius dengannya" jawabnya.
"Kalau begitu persiapkan semua besok pagi, papa yang urus dekornya bersama dengan Hendra besok, dan kamu Angga kamu rencanakan apa yang ingin kamu lakukan" ucap papa Devan.
"Sebaiknya kita ke rumah Hendra sekarang, ayo kita bersiap" sambung papa Devan.
Mereka berdua mengangguk dan bergegas menuju ke rumah kediaman Margaretha.
"Nyonya ada tamu" ucap Bi Jannah.
Mama Desya dan papa Hendra langsung turun mendengar ucapan Bi Jannah.
"Oh, ada calon besan rupanya" ucap mama Desya.
"Benar pah, karena besok malam Angga akan mengajak Viola ke pasar malam jadi Angga memutuskan untuk bertunangan dengannya di sana, dan Angga juga butuh bantuan papa" ucap Angga.
"Apa yang kamu sudah rencanakan, biar kami membantumu" ucap papa Devan.
"Viola sangat suka dengan lampu kota dan keindahan alam. Angga merencanakan untuk menambah kembang api yang bertuliskan nama nya dan ungkapanku padanya, dan itu pasti mustahil untuk di lakukan tanpa bantuan kalian dan aku mohon bantulah aku papa" ucap Angga memohon.
"Pasti papa bantu, benarkan Van" ucap papa Hendra.
Papa Devan mengangguk.
Mereka menjalankan misinya malam itu untuk memberitahu para kerabat untuk membantu perlengkapan yang akan di buat. Namun Angga malah menelfon Viola dengan alasan rindu.
"Hallo, ada apa Angga" ucap Viola.
"Aku rindu" ucap Angga tanpa basa basi.
"Baru setengah jam yang lalu loh, masa udah rindu"
"Jadi kau tidak merindukan ku"
"Tidak"
"Jadi hanya aku disini yang rindu" ucapnya lemah namun padahal dia sedang bahagia.
__ADS_1
"Hahaha.. rindu itu wajar, namun rindu tidak dapat tertuang jika tidak bertemu. Rindu itu hal yang benar, saat dua orang kekasih saling menyayangi" ucap Viola.
"Iya dan aku sangat merindukanmu"
"Sekarang ayo kita lihat bulan bersama, dan katakan aku merindukan mu bersama" ajak Viola.
"Satu, dua, tiga" hitung Viola.
"AKU MERINDUKANMU" ucap mereka bersama.
Viola tersenyum begitu juga Angga. Mereka memandang bulan dengan seksama.
"Viola, aku bisa melihat wajahmu di bulan" ucap Angga.
"Akupun sama"
"Sebaiknya kamu tidur dan istirahat ya, ini sudah malam"
"Iya baiklah, aku tutup telfonnya ya, selamat malam"
"Juga untukmu, mimpi indah, jangan lupa bawa aku di dalam mimpi mu".
Angga menaruh handphonenya di saku celananya sambil tersenyum.
"Angga" panggil papa Devan.
Devan menengok ke arahnya.
"Semua perlatan dan tempat sudah ada, besok kita akan menyiapkan semua peralatan yang sudah tersedia setelah kamu pulang dari kampus, ajak teman-teman mu juga untuk membantu" ucap papa Devan.
"Iya pah baik" ucap Angga.
"Semua peralatan yang mama pesan juga sudah akan dikirim besok" ucap mama Ghina.
"Kalau begitu kami permisi untuk bersiap untuk besok" ucap Angga.
Keesokan harinya Angga mengirimkan makanan untuk Viola ke apartemennya.
"Ini kata kuncinya apa ya, tidak mungkin ulang tahun Viola, dan tidak mungkin juga ulang tahunku. Pasti Viola selalu membuat password yang tidak diketahui siapapun. Coba aku buka dengan angka kesukaannya" ucapnya lirih lalu memencet beberapa digit angka.
Pintu pun terbuka. Angga masih mendapati Viola yang masih terlelap dalam tidurnya. Angga meletakkan makanannya dan meninggalkan sepucuk surat. Dia duduk di tepi ranjang Viola dan mengusap wajahnya pelan lalu bergegas untuk keluar.
Sepulangnya dari kampus, Angga dan teman-teman Wedhingston Limelight membantu Angga di tempat yang papa Hendra dan Devan telah di sewa semalam. Viola selalu menghubungi Angga namun selalu Angga hiraukan. Persiapan selesai tepat pukul 5 sore.
Angga bergegas pulang dan menukar mobil dengan motornya ke apartemen Viola. Lalu memulai misinya waktu itu juga agar menjadi malam yang istimewa bagi mereka berdua.
FLASHBACK OFF
//**//
Vote.. like.... vote.. like...
Jangan lupa...
__ADS_1
Salam ku.
Dewi M