Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Penuh pertanyaan


__ADS_3

Tak lama kemudian, Kesya bangun terlebih dahulu, dan melihat Viola tidur terduduk di lantai di sampingnya dan Angga di sebelah kepalanya. Kesya tersenyum melihat mereka berdua.


"Kamu udah bangun Kes" ucap Viola dan Angga bersamaan.


"Cie..cie... ada calon keluarga baru" ucap Novi yang tiba-tiba muncul dari kamarnya.


"Novi" ucap Angga dan Viola bersamaan lagi.


Kesya menggelengkan kepalanya tidak tau.


"Ka Angga sama kak Vivi kenapa si, kok jadi kembar terus ngomongnya" tanya Kesya.


"Ngga tau" ucap Vivi dan Angga hanya diam karena dia sudah tau Viola pasti menjawab.


"Novi kapan pulang" tanya Viola.


"Satu jam yang lalu"


"Loh udah jam 3 sore... ya ampunnn " ucap Viola kaget saat melihat arloji di tangannya.


"Ka Vivi, Kesya pulang ya, udah mau sore soalnya"


"Bentar ya Kes, tunggu sini" ucapnya lalu berlari ke arah dapur.


Tak butuh waktu lama ia kembali dengan kotak es krim berukuran kecil yang ia beli di restoran kekaphe.


"Nih buat kamu, bisa sambil ngemil di mobil" ucapnya sambil memberikan sekotak eskrim padanya.


"Wah... makasih banyak kak" sambil menerima kotak itu.


"Ka Vi, Kaka cantik waktu tidur" ucap Kesya.


"Kamu ini"


"Ya udah ya Vi, kami pamit, Nov kamu juga datang ya, kalau aku tau kamu di sini pasti aku juga bawa undangannya"


"Iya ngga papa kok, hati hati ya adik kecil" ucapnya sambil mengusap pipi Kesya.


"Iya kak Novi, dah ka Vivi, aku menyayangimu" ucapnya sambil melambaikan tangannya.


"Aku juga menyayangimu" sambil membalas lambaian tangannya.


"Untung aku ngga di rumah, kalau di rumah aku jadi nyamuk pastinya" ucap Novi saat mereka sudah pergi.


"Alesan aja" ucapnya lalu meninggalkan Novi begitu saja.


"Dih malah di tinggal... Vi...Viola..." teriaknya dan menyusulnya.


*****


"Kamu seneng" tanya Angga pada Kesya.


"Seneng dong ka, apalagi bisa liat ka Vivi tidur tadi, dia sangat cantik" ucapnya sambil memakan eskrim.


"Ka.. kapan kapan aku nginep lagi ya" lanjutnya.

__ADS_1


"Ijin dulu sama mama papa, lalu ijin sama ka Vivi, kalau boleh sama mereka Kaka juga pasti boleh"


"siap Kaka, makasih"


"Tapi kenapa kamu kok suka banget sama ka Vivi, padahal kamu sama ka Vivi baru kenal loh"


"Entah ka, tapi Aku menyukai ka Vivi, dia baik, cantik, cerdas, ngga pemarah dan udah kaya Kaka aku"


Angga menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan apa yang Kesya katakan, karena menurutnya itu sebuah fakta.


Tak lama mereka sampai di rumah paman Alex.


"Mama..." teriaknya.


"Kamu sudah pulang.. mama menunggumu dari tadi" ucapnya sambil memeluk Kesya.


"Kesya maaf mama, aku ketiduran di rumah ka Vivi, soalnya dia kalau cerita itu bagus dan buat mimpi aku jadi indah"


"Lain kali jangan ya"


"Iya maaf mah, tapi mama tau ngga ka Vivi tuh baik banget" ucap Kesya sambil berjalan ke dalam rumah.


"Kesya, ini dari ka Vivi, lupa ngga di bawa"


"Oh.. wah dapet eskrim se kotak" sambil menerimanya.


"Iya mah, makasih ya ka Angga udah mau nganterin Kesya"


"Iya sama sama, kalau begitu Kaka pamit ya udah mau sore"


"Iya ka, dadah" Kesya sambil melambaikan tangannya.


"Iya bi"


Setelah Kesya sampai di rumah, ia menceritakan Setiap kejadian kejadian yang terjadi di rumah Viola. Dia menceritakanya secara teliti dan tidak tertinggal satu kejadian sekalipun walaupun masih ada yang kurang saat ia tertidur.


"Wah... mamah jadi penasaran sama Ka Viola sekarang" ucap Bibi Clara sambil mengelus kepala Kesya dengan penuh penasaran karena ada seseorang yang bisa meluluhkan hati putrinya.


*****


"Eh Vi, aku baru ingat, kok mamanya Kesya bisa kenal kamu?" tanya Novi ketika mereka di balkon kamar Viola.


"Yang pastinya dia cerita ke mamanya lah"


"Iya juga ya, waktu kamu kencan sama Angga, kamu belum pernah melihat keluarganya" tanya Novi


"Ih ya ngga lah, namanya juga kencan diam diam"


"Terus waktu pagi pagi Angga kasih kamu paper bag yang katanya dari mama Kesya itu karena apa"


Viola menceritakan kejadian semalam dengan teliti. Bahkan dia menyuruh Novi untuk membaca chatnya. Dan cerita tentang apa yang terjadi saat Angga dan Kesya di rumahnya.


"Kadang aku tuh suka bingung sendiri deh Nov, padahal aku sama dia jauh, tapi kenapa waktu dia tiba-tiba chat, jantung aku tuh ngga bisa ke kontrol" curhat Viola.


"Mungkin jantung kamu siap menerima dia lagi, dulu waktu kamu kencan sama Dia, pernah ngga kaya gitu"

__ADS_1


"Terkadang sih, tapi masih bisa di kontrol, ngga kaya sekarang" sambil mondar-mandir bingung dengan dirinya sendiri.


"Kamu sama Dia aneh deh Vi"


Dia berhenti mondar-mandir lalu menatapnya lekat.


"Aneh kenapa"


"Tidak seperti kebanyakan orang, kalau orang lain kan kalau ketemu sama mantannya cuek, saling sombong, jutek, dan ngga peduli satu sama lain, nah kalian tuh kaya masih ada rasa satu sama lain gitu. Benar benar aneh. Kamu juga dari makan di restoran tadi kalian kok kadang ngomongnya samaan, walaupun sepele ini kejadian langka ala ala mantan loh Vi" ucap Novi panjang lebar.


"Ala ala mantan emang masakan"


"Oiya nih Vi, aku punya satu kejadian yang aku dapatkan saat kalian tidur"


"Apa" dengan nada penasaran


"Ini nih, nih aku ambil saat kalian tidur sebagai suatu moment, tapi yang aku heran kan kenapa tangan kalian kok bertubrukan seperti itu coba, seolah olah pikiran kalian jauh, tetapi hati kalian yang masih utuh" sambil menunjukkan fotonya.


Viola terdiam karena bingung.


"Dan kamu tau ngga Vi, jika seorang anak kecil begitu dekat dengan orang yang tidak kenal, apalagi dia memiliki seorang kakak yang ada hubungan sesuatu dengan orang itu, tandanya itu jodoh" Ucap Novi yang membuat Viola menatapnya intens.


"Aku hanya menyukai nya saja, kalau soal itu aku tidak tau, dan apa alasannya, Anak kecil itu kan suka dengan kasih sayang dan kenyamanan, itulah yang membuat mereka luluh iya kan"


"Tapi lain Vi, anak kecil kan selalu jujur, dan batin anak kecil bisa merasakan kasih sayang yang lebih dan anak kecil seolah olah dia tau bahwa dialah orang yang tepat untuk kakaknya, seperti itu Vi" ucap Novi dengan penuh keyakinan.


"Entahlah, aku tidak percaya dengan hal sepele seperti itu, jika itu yang terjadi juga itu ngga masalah, selagi tidak membuatku dalam masalah" jawabnya.


"Oiya, fotonya kirim aku ya" lanjut ucapan Viola.


"Iya, eh... tapi tunggu... apakah kamu mulai mencintainya lagi" ucapnya terjeda.


"lalu untuk apa kamu meminta foto ini" lanjutnya.


"Karna ini bagus kalau di jadiin wallpaper" ucap Viola seolah dengan nada bercanda.


"Aku yakin kamu berbohong, pasti ada alasannya, dan yang pasti lagi sekarang otak sama pikiran kamu itu sedang bergejolak dengan pertanyaan ini. Udah jangan ngelak jujur aja sama hati kamu. Sekarang jangan dengerin pikiran kamu dan katakan apa yang ada di dalam hati kamu"


"Aku harus apa aku bingung" rengek Viola.


"Sekarang tutup mata kamu, atur nafas kamu dan lihat siapa yang kamu lihat dalam kegelapan di matamu"


Viola menurut dengan perkataan Novi, dia mendapatkan sosok yang tidak asing baginya.


"Bagaimana, ada seseorang di sana" tanya Novi saat melihat Viola tersenyum dengan mata tertutup.


Viola mengangguk


"Siapa" tanyanya penasaran.


//**//


Next.. next dong tanggung soalnya...


Happy reading..

__ADS_1


Salamku


Dewi M


__ADS_2