
"Angga, coba kamu bantuin aku ya, menurut kamu mana yang bagus" ucap Viola sambil memberikan album Arifin.
Angga menerimanya lalu melihatnya.
"Kayaknya yang ini bagus deh" sambil menunjuk gambar bernuansa gold.
"Ngga deh, kamu lihat, bagaimana pendapat kamu" tanya Viola sambil menunjuk nuansa millenial.
"Jangan, coba deh ini nuansa purple dan sepertinya cocok juga di rumah kamu" ucap Angga.
Viola melihat nya dengan seksama.
"Oiya, ini bagus, aku pilih ini deh" ucap Viola.
Di tengan asiknya memilih, staf kembali datang. Mereka kaget saat melihat Shanti datang ke ruangan Viola.
"Shanti" ucap Viola.
Viola beranjak dari tempat duduknya dan langsung memeluknya, begitu juga dengan Vellicia. Viola ingin membuatkan minuman, tetapi di cegah oleh Vellicia dan Vellicia lah yang akhirnya membuatkannya.
"Shanti bakery" ucap Viola.
Shanti mengangguk.
"Wah, aku tidak menyangka kita semua akan bertemu di sini" ucap Viola dengan semangat.
"Belum semua Vi, kita kurang Bobby, Zaenal, Rendy, Novita, dan Cintya" ucap Arifin.
"Benar, namun tidak mungkin untuk mengajak Rendy dan Novita, mereka sedang berlibur" Viola sambil membuka album dekorasi yang dipegangnya.
"Uwooww perjalan ke langkah bahagia" Arifin dengan semangatnya.
"Kalian kapan" sambung Arifin.
"Sudah jangan bahas itu lagi, oiya kalian punya yang outdoor" tanya Viola mengalihkan pembicaraan.
Arifin dan Vellicia mengambil album lain. Angga menerima album Vellicia dan Viola menerima album Arifin.
"Ini Ngga, menutut kamu gimana" tanya Viola nuansa pepohonan.
"Jangan lah, terlalu sederhana, dan banyak pohonnya" ucap Angga.
"Viola, kok outdoor juga" tanya Shanti penasaran.
"Iya, aku mau rayain anniversary 24 jam, sesuai dengan usia pernikahan orang tuaku" jawab Vellicia.
"Di rumah kamu juga" tanya Arifin.
"Iya, depan rumah aku masih luas sampai ke belakang, nah yang pas untuk outdoor itu gimana" tanya Viola.
"Kenapa ngga sekalian tadi yang di pilih Angga" tanya Shanti.
"Viola ingin ada keadilan, karena semuanya sudah datang jadi tidak enak kalau semua milik Arifin" Angga menyela.
"Wah sudah tau isi hati satu sama lain" ucap Arifin.
"Dari dulu" ucap Shanti dan Vellicia bersamaan dengan nada tegas.
Viola dan Angga hanya tersenyum mendengar tingkah teman-temannya yang masih sama seperti dulu.
"Sayang, coba lihat ini, sesuai dengan nuansa yang ada di dalam" ucap Angga sambil menunjuk sebuah gambar.
"Pepohonan di depan rumah kamu bisa di tambah dengan lampu berwarna ungu. Meja makan yang bundar dan lainnya" ucap Angga menjelaskan.
__ADS_1
"Kenapa kamu selalu tau selera aku Angga" tanya Viola kagum.
"Karna hatiku, pikiran ku, ragaku sudah tau dan sudah terhubung denganmu Viola. Jadi jarak sejauh apapun kita tidak pernah merasa bahwa kita terpisah oleh jarak tetapi karna hati ini sudah terhubung seperti sinyal yang tidak pernah terputus" ucap Angga.
"Mulai bucin, aku iri, aku pulang" Arifin kesal.
"Jangan gitu, nanti aku batalin nih dekornya" ancam Viola.
Arifin kembali duduk dengan kesal.
"Sekarang tinggal kuenya" ucap Viola.
Shanti memberikan 2 album dan diberikan kepada Angga dan Viola. Angga dan Viola membuka setiap lembar album.
"Aku tidak menemukan yang cocok" keluh Viola.
"Ada album lain Shan" tanya Angga.
Shanti mengangguk dan mengambil album lain di mapnya. Viola dan Angga mencari bersama. Mereka berhenti di sebuah gambar dan menunjuknya bersama.
"Eh, aku tanya ini buat anniversary orang tua, apa anniversary kalian" ucap Bobby yang tiba-tiba datang mengejutkan mereka.
Semua yang fokus pada album mendongak ke arah pintu. Tidak hanya Bobby yang datang, tetapi ada Zaenal dan Chintya.
Mereka berpelukan satu sama lain, sudah lama setelah mereka berpisah selama 6 bulan akhirnya mereka bisa bertemu kembali.
"Kalian kenapa bisa ke sini, kalian tidak sibuk" tanya Viola.
"Staf kamu lah yang membuat kami sibuk sekarang" ucap Zaenal.
"Ohh, kalian perwakilan dari apa aja" tany Angga.
"Aku dari busana" ucap Cintya
"Aku hidangan makanan acara kalian" ucap Zaenal.
"Oohh, siap-siap" ucap Viola.
"Sayang sekali Novi dan Rendy tidak di sini" ucap Chintya.
"Mereka ada di sini kok, bentar" ucap Viola setelah mendapatkan ide.
"Angga aku pinjam laptop kamu" ijin Viola.
Angga mengambil laptopnya, dan mengerti maksud Viola. Angga menghubungi Rendy melalui laptopnya.
"Hallo kalian berdua" ucap Viola.
"Belum nikah kemana-mana bareng" ucap Novita.
Viola meletakkan laptop yang dipegangnya di taruh di meja. Rendy dan Novita terkejut saat melihat para tamu yang datang ke ruangan Viola.
"Kalian lagi bulan madu, maap ya ganggu" ucap Bobby.
"Kalian apa kabar" semangat Cintya.
"Kami baik, kalian bagaimana" ucap Rendy.
"Baik kok, cepetan pulang ya, Viola mau ngadain pesta nih di rumahnya" ucap Zaenal.
"Pesta? pesta apa Vi" tanya Novi.
"Anniversary orang tua aku Nov lusa" ucap Viola.
__ADS_1
"Lusa juga kami pulang, kami akan datang" ucap Rendy.
"Kok cepet amat Ren" ucap Bobby.
"Ngga papa, aku juga harus urus perusahaan" ucap Rendy.
"Oke, selamat berbulan madu ya" ucap Shanti.
Rendy dan Novita melambaikan tangannya dan menutup video callnya. Mereka melanjutkan persiapan untuk acara anniversary orang tua Viola.
"Aku mau soundnya sesuai dengan suasana, undangan yang bernuansa ungu juga dan 24 hidangan paling spesial dari hidangan pembuka, hidangan inti dan hidangan penutup" ucap Viola.
"Aku tau Vi, siap kalau begitu" ucap Bobby.
"Siap nyonya " ucap Zaenal.
"Vi, sepertinya kamu perlu memilih desain undangan" ucap Angga.
"Kamu yang pilihkan" jawab Viola.
Angga mengangguk. Bobby memberikan beberapa contoh undangan dan beberapa desain.
"Ini Vi bagus, cocok banget sama nuansa yang kita pilih" ucap Angga
" ini modelnya gimana" tanya Viola.
"Kalau modelnya banyak, tinggal bilang aja" ucap Bobby.
"Aku ingin modelnya itu di tarik kanan-kiri nah undangannya itu ada di tengah gitu loh, mudeng kan" ucap Viola.
"Oke siap Vi, aku paham" jawab Bobby
"Untuk gaunnya kita ke butik kamu Cin, sekalian beli beberapa gaun" ucap Viola.
"Oke kalau gitu" ucap semua.
"Aku hubungin pak Rudi dulu, untuk mengantarkan mama dan papa ke butik" ucap Viola.
"Papa kamu ngga ke sini" tanya Bobby penasaran.
"Ngga, aku melarang nya berangkat"
"Kenapa" tanya Arifin.
"Ngga papa, sengaja aja" ucap Viola.
"Ooh..., jadi mereka ngga tau kamu ngerayain ini" tanya Zaenal.
"Belum, nanti juga tau kan, udah ayo berangkat" ucap Viola.
Viola menghubungi pak Rudi di parkiran. Mereka melintasi perkotaan dengan mobil mewah mewah mereka.
"Angga" panggil Viola.
Angga melihat Viola.
"Jadi ke inget waktu kita ke mall bersama dulu, aku kangen masa-masa itu" ucapnya.
"Kita ada di masa itu sekarang, walaupun tidak lengkap tapi kita sedang merasakannya sekarang. Wedhingston Limelight telah kembali" ucap Angga.
Viola menggandeng lengan Angga da menaruh kepalanya di pundak Angga. Angga mengecup puncak kepala Viola dengan senang.
//**//
__ADS_1