
Viola dan Angga berada di belakang dan Papa Hendra menyetir di depan.
"Kenapa kalian bisa kecelakaan" tanya mama Desya.
"Rem blong mah" jawab Viola.
"Angga, bukankan mobil kamu sudah di servis" tanya papa Hendra.
"Sudah kok pah, tapi Angga juga ngga tau kenapa bisa blong" jawab Angga.
"Terus mobilnya di mana" tanya mama Desya.
"Di bawah pohon" ucap Viola.
"Viola kok kamu bisa mendapatkan ide itu" tanya Angga penasaran.
"Aku mencoba untuk tenang, dan aku mendapatkan ide, aku mengecek rak yang ada di atas mobil kamu, kebetulan benda yang aku butuhkan ada, sudah deh jebreet" sambil bercanda.
"Ooh begitu, kamu memang pinter" ucap Angga sambil mengacak rambutnya.
"Wah bisa jadi inspirasi juga dong" kagum mama Desya.
"Ngga tau deh, yang penting kita bisa mengendalikan diri kita agar tidak panik pasti akan ada ide muncul" ucap Viola.
"Kira-kira siapa yang membuat rem mobilku blong" ucap Angga.
"Ngga tau, besok kita selidiki di kantor" ucap Viola dengan nada serius.
Mereka sampai di kediaman Viola. Papa Devan dan Mama Ghina juga sudah menunggu Angga di rumah Viola.
"Kalian tidak apa-apa" ucap mama Ghina khawatir sambil memeluk mereka berdua.
"Ngga papa kok mah, ayo masuk" ajak Viola sambil menggandeng lengan mama Desya.
"Vi, semua undangan sudah siap separuh, ngga papa" tanya Bobby.
"Ngga papa kok, cepet banget" puji Viola.
"Iya lah aku dengan mudah merekam suara mu dan aku kirimkan ke pendesain dan langsung mendesaikannya untukmu" ucap Bobby.
"Hebat" puji Viola.
"Vi, dekorasi bagian dalam juga sudah, besok hanya tinggal bagian luar" ucap Arifin.
"Baiklah, terimakasih banyak ya kalian sudah membantu" ucap Viola dengan senyum ramahnya.
"Sama-sama Vi, kami langsung pamit ya, persiapan juga buat besok" ucap Cintya.
"Iya, kalian hati-hati"
"Kami pamit Om,Tante" ucap Bobby sambil menganggukan kepalanya.
"Iya, kalian hati-hati" ucap mama Desya mewakili.
"Akan ada pesta besar, kira-kira jam berapa Vi" tanya mama Desya.
"Dari pukul 12 malam hingga 12 malam lagi" ucap Viola.
"24 jam Vi, kami akan kewalahan nanti" Ucap Papa Hendra.
__ADS_1
"Sesuai dengan usia anniversary kalian, dan tidak akan terlalu ramai nanti, yang jauh juga bisa datang kapan saja seuai waktu luangnya makanya lusa liburkan kantornya"
"Oohh, terserah kamu saja" ucap papa Hendra pasrah karena semua telah direncanakan.
*****
Veronica kesal saat dia mendapat kabar bahwa Viola dan Angga baik-baik saja.
"Lihat saja Viola, ini baru permulaan"
FLASHBACK ON
seseorang menerbangkan drone dari kejauhan lalu menerbangkan nya ke arah CCTV lalu menyangkutkan kain di CCTV itu.
Seseorang memulai aksinya untuk merusak rem mobil Angga. Dia juga akan merusak mobil Viola, namun seseorang datang ke parkiran dan akhirnya orang itu meninggalkan parkiran lalu menyingkirkan kain yang tersangkut pada CCTV.
FLASHBACK OFF
Vero menaruh kakinya di atas meja sambil memutar mutar handphone yang di pegang nya dengan senyum liciknya
*****
Keesokan harinya, di kantor Viola mereka menyelidiki penyebab rem mobil Angga tidak berfungsi.
"Apa ada kejadian aneh pak waktu di parkiran kemarin" tanya Angga sambil mengotak Atik komputer CCTV yang ada di depannya.
"Sepertinya ada tuan, sekitar pukul 15.00 sebuah kain terbang dan menutupi CCTV tuan" ucap pengawas CCTV.
Angga langsung membuka video pada jam itu. Angga melihat dengan seksama bersama dengan para detektif.
"CCTV itu terletak di pojok atas dan bagaimana bisa ini terjadi" ucap Angga dengan heran.
Kenzo pun memeriksa dan melihat dengan teliti video yang terekam di CCTV.
"CCTV itu terletak di pojok, jika kain itu terbang dari arah depan pasti terlihat siapa orang yang menerbangkan kain itu dan lihat dengan jeli, angin berhembus dari sebelah kanan, namun kain ini tersangkut secara perlahan" ucap sang detektif.
Angga melihat dengan teliti.
"Bagaimana mungkin kain itu terbang secara perlahan dan padahal angin lumayan kencang saat itu" ucap sang detektif.
"Bowww.. permisi" ucap Viola mengagetkan semua orang.
Semua yang sedang fokus kaget bukan kepalang karena begitu serius.
"Seharusnya kamu tidak melakukan itu, tidak sopan" ucap Angga.
"Maaf, kalian jangan terlalu serius begitu, kalau kalian serius wajah kalian terlihat menyeramkan seperti monster" ucap Viola.
"Aku hanya mengirimkan beberapa hidangan" lanjutnya.
"Inilah alasanku tidak menyukai wanita" gumam Kenzo lirih.
"Permisi Tuan Kenzo, maaf menyela, aku mendengarmu tadi. Jangan pernah berkata seperti itu, suatu saat kau pasti juga akan menyukai seseorang" ucap Viola.
"Saya permisi" dengan ucapan formalnya.
"Ingat Tuan, nona Margaretha kalau bicara selalu benar adanya, jadi anda harus hati-hati" ucap Angga.
"Wanita itu selalu merepotkan, seperti tadi itu"
__ADS_1
"Diam jika dia mendengarnya aku yang akan kena nanti"
Mereka melanjutkan kembali aktivitas mereka. Mereka sedang tenggelam di pikiran masing-masing, memutar otaknya seperti sedang memecahkan rumus matematika.
"Aku boleh ikut gabung" suara Viola kembali lagi dengan mereka.
"Nona Margaretha, ini tugas dari seorang laki-laki, sebaiknya nona jangan menggangu" ucap Kenzo.
"Aku tidak akan mengganggu, aku juga akan membantu. Tugasku sudah selesai aku bosan ada di ruangan ku" Jujur Viola.
Kenzo di cegah berbicara oleh Angga dan Kenzo pun akhirnya menyetujui.
"Tunggu, apa hanya satu CCTV di sini, ada banyak kamera pengawas di sini kenapa kalian hanya memandang satu dengan video yang sama" ucap Viola.
"Sebentar aku akan mengeceknya" Kenzo sambil melihat CCTV yang lain.
"Ada, namun hanya di samping pos" ucap Kenzo.
"Coba periksa" ucap Viola dengan serius.
Kenzo memeriksanya.
"Tunggu, apa-apaan ini, dia juga menutup CCTV ini" ucap Kenzo.
"Oke pertanyaan sekarang adalah, kenapa beberapa CCTV bisa tertutup oleh kain yang sama dan warna yang sama. Dan satu lagi kenapa di waktu yang sama. Tidak mungkin angin yang tidak terlalu kencang itu menerbangkan kain yang sama dan menyangkut di CCTV secara bersamaan" panjang Viola.
Angga dan Kenzo mencerna omongan Viola.
"Aku tau siapa yang berbuat, namun kita tidak bisa langsung membuat nya ke penjara karna tidak ada bukti yang kuat dan cukup untuk menyeretnya" ucap Viola.
"Aku juga tau siapa orangnya, dan itulah masalahnya" ucap Angga.
"Atau mungkin dia melakukan nya dengan menggunakan sebuah pesawat anak-anak" ucap Viola.
"Atau mungkin dengan sebuah drone" lanjutnya.
Kenzo dan Angga menatap Viola.
"Apakah CCTV yang di dekat parkiran itu ada cukup ruang untuk sebuah drone terbang" tanya Kenzo.
"Kemungkinan ada" ucapnya serius.
Kenzo memutar kembali Video itu dan kemungkinannya adalah iya.
"Sekarang dimana letak mobil kamu Ngga" Kenzo sambil memutar tempat duduknya.
"Sudah di derek ke tempat kepolisian, apakah kita akan ke sana"
"Kita akan ke sana sekarang" ucap Kenzo dan beranjak dari tempat duduknya.
//**//
Gimana ceritanya semakin seru?
like dan komennya aku tunggu
salamku
Dewi M
__ADS_1