Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Belanja Bersama


__ADS_3

Wedhingston Limelight berkumpul di parkiran dan memasuki mobilnya masing masing. Vellicia, Cintya, Shanti mereka tidak membawa mobil pribadi dan menyuruh mobil mereka untuk di jemput saja di Wedhingston akhirnya mereka numpang dengan Bobby, Zaenal dan Arifin, Rendy hanya sendirian. (Jika membawa mobil sendiri sendiri ibaratkan pawai mobil mewah dong).


Angga memimpin, namun dia turun dan dan memeriksa mobilnya. Teman temannya yang melihatnya juga ikut turun.


"Ada apa Ngga" tanya Bobby.


"Sepertinya mobil aku minta di servis, haduh gimana ya" ucapnya sambil mengacak rambutnya.


"Sama Viola aja, biar aku sama Rendy" ucap Novita yang paham dengan keadaan itu.


"Sungguh seperti sebuah takdir yang sudah diciptakan untuk mereka" gumam Novi.


"Ya kan Vi" ucap Novi sambil menepuk bahu Viola pelan.


Viola hanya mengangguk meng-iyakan saja.


Mereka kembali masuk ke mobilnya masing-masing, dan kali ini mobil Viola dan Angga berada di memimpin.


Angga sibuk menelepon supirnya untuk mengambil mobilnya di Wedhingston. Dan Viola hanya membaca buku novel yang dibawanya saja.


Angga menyalakan musik di mobil yang di kendarainya, dan menemukan musik yang pas untuk di dengar Viola.


"Kamu mau beri hadiah apa sama Kesya" ucap Angga di tengah keheningan mereka.


"Itu rahasia, nanti juga kamu bakalan tau kan" ucap Viola yang pandangannya masih menatap buku novel yang di pegangnya.


"Udah ada pengganti ya, makanya cuek, tenang aku bakal jaga jarak kok, kalau nanti ketemu, biar aku yang jelasin walaupun ujung ujungnya kena pukul kaya di drama drama" ucapnya yang masih fokus menyetir.


"Ngga kok, masih belum" jawab Viola singkat.


"Bagus dong, aku ngga bakal kena pukul nanti" ucap Angga sumringah.


"Ah sial macet lagi" ucapnya sambil memukul stir mobil.


"Eehhh... ini mobil aku, jangan pukul seenaknya dong, main pukul pukul mobil orang, udah tau mahal juga" ucapnya kesal.


"Hehe.. ya maap maap, kelupaan" ucapnya sambil tertawa garing.


Sedangkan teman temannya yang lain juga saling canda tawa di dalam mobil yang mereka tumpangi.


Setelah kemacetan usai mereka pun segera meluncur dengan cepat dan hingga mereka memarkirkan mobilnya di sebuah gedung pusat belanjaan terbesar di Jakarta.


"Kita makan dulu yuk" ucap Viola setalh turun dari mobilnya.


"Iya nih laper gara gara macet tadi, andai aja ngga macet pasti udah ke isi" keluh Bobby.


"Ya udah yuk masuk, panas nih" keluh Vellicia sambil mengilas ngipaskan tangannya.


Mereka semua masuk dan memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Di tempat itu hanya menyediakan 1 meja untuk 4 orang dan yang selalu berdua itu Angga dan Viola, karena tolakan dari Sahabat terbaiknya yang mengerti perasaan Angga dan Viola sedang tumbuh kembali saat ini.


"Vi kamu pesan apa" tanya Angga.


"Aku ini aja deh" jawab Viola sambil menunjuk udang balado kentang.


"Minumnya" tanya Angga lagi.


"Air putih sama jus mangga"


"Ya udah... mas" panggil Angga pada pelayan.


"Bagaimana tuan" tanya pelayan itu dengan sopan.

__ADS_1


"Pesan Udang balado kentang 2 porsi sama air putih dan Jus mangga Dua semua ya mas, dan jangan lupa ke meja no 7 dan 8 juga ya mas" ucap Angga.


"Iya tuan, silahkan menunggu" ucap Pelayan itu dan menurutinya.


Tak lama kemudian makanan pun siap. Mereka makan bersama, dan yang tidak kalah penting, Novi selalu mengabadikan momen yang menurutnya itu momen yang harus di dapat.


"Vi, kamu bantu aku pilih boneka ya nanti, aku tidak pandai dalam soal berbelanja" ucap Angga di sela sela makan mereka.


"Iya, tenang aja" ucap Viola lalu melahap makanannya lagi.


Angga tersenyum melihat Viola makan karena cara makan Viola sungguh menggemaskan.


"Ingin sekali aku mencubit pipimu tapi aku takut kau marah nanti" gumam Angga.


"Mengapa kamu melihat ku begitu, makan saja dulu" ucap Viola yang tersadar bahwa ia sedang di tatap oleh Angga.


"Jangan kau coba jampi jampi aku, awas kau" ledek Viola.


"Aku sedang melihat ke sana bukan menatapmu dasar tukang GR dari dulu ngga berubah kegeerannya, heran aku" ucapnya berbohong.


Viola kembali diam karena di kira terlalu GR dan menjadi salah tingkah.


Setelah mereka makan bersama, mereka berbelanja bersama.


"Vi, jadikan" tanya Novi.


"Iya jadi, silahkan saja"


"Gimana kalau kita nyebar aja, kita kan pastinya ngga akan membeli barang yang sama kan" imbuh Vellicia.


"Jangan lah, nanti kita bakal susah ketemu, kan tempat ini gede" larang Viola.


"Iya si" ucapnya.


"Aku ke sana sebentar ya" ucap Viola sambil menunjuk ke toko jam"


Semuanya mengangguk termasuk Angga.


Viola membeli beberapa hadiah untuk Kesya terlebih dahulu, baru dia akan membeli barang yang diinginkannya sendiri.


"Kadoku sudah dalam proses pengemasan, sekarang aku membeli beberapa keperluan" ucap Viola.


"Nov, kita bareng ya" lanjutnya.


"Kita kan bareng terus dari tadi Vi"


Viola tersenyum mendengar ucapan Novi, dan dia berlalu ke beberapa toko di sana. Yang lainnya hanya sibuk di sekitar mereka.


2 jam berlalu di sana, semua keperluan sudah di belinya. Kado Viola di bawa oleh Angga, karena kadonya yang lumayan besar dan langsung di taruh di dalam mobilnya.


"Vi, isinya apaan, kok gede gitu kadonya" tanya Bobby penasaran.


"Besok juga kalian bakalan tau" ucapnya.


Mereka sepakat untuk pulang, dan Angga mengantar Viola ke rumahnya.


"Vi, aku ke rumah kamu sebentar, nanti supir akan menjemput ku di rumah kamu, ngga papa kan" tanya Angga.


"Ngga papa kok" ucap Viola singkat.


Sesampainya di rumah Viola, dia mengantarkan kadonya sampai ke dalam rumahnya.

__ADS_1


"Mommy, Daddy, apa kalian sudah pulang" Tanya Viola.


Tiba-tiba dua orang yang ia panggil muncul.


"Ada tamu, sini masuk, wajah kadonya gede bener" ucap mama Desya.


"Iya mom, ini untuk Kesya, oiya mom, ini Angga" ucapnya sambil memperkenalkan Angga yang ada di sampingnya.


Angga mengangguk "Hallo om, Tante" sapanya.


"Mari silahkan duduk dulu" ucap Papa Hendra mengajak Angga untuk masuk, Angga hanya menurut.


"Pak Rudi, tolong bawa ini ke kamar saya ya pak" teriak Viola.


"Iya non" ucapnya lalu segera mengangkat kadonya.


"Mantanya Angga yah, sudah balikan ternyata, kapan" ucap papa Hendra secara langsung.


Mama Desya mengikut lengan suaminya.


"Novi mana Vi" tanya mama Desya.


"Aku pulang" teriak Novi


"Eh ada tamu" lanjutnya setelah melihat Angga di sana.


"Mama sama papa, gimana kabarnya" Tanya Novi.


"Sehat kok, makasih ya udah menemani Viola" ucap mama Desya sambil mengelus rambutnya.


"Iya mah, mama sama papa Dateng ke pesta Kesya kan besok"


Mereka berdua mengangguk


"Aku ke kamar dulu ya mah pah, nanti aku ikut gabung ke sini" ucap Novi.


"Oiya Vi, pasal Kesya, itu gimana ceritanya" tanya mama Desya penuh penasaran.


Viola menceritakan nya secara detail. Mama Desya juga sesekali bertanya tentang Kesya kepada Angga.


"Om, Tante mobil Angga seperti nya sudah datang, saya pamit ya" ucapnya.


"Kapan kapan main lagi, om udah ngerestuin kok" ucap papa Hendra dengan nada jahilnya.


"Daddy" ucap Viola kesal.


"Saya pamit Om, Tante, terimakasih banyak" ucap Angga.


"Hati hati" teriak mama Desya saat Angga memasuki mobilnya.


Viola langsung masuk setelah Angga pergi dan duduk di ruang keluarga.


"Daddy apaan si, tiba-tiba bilang gitu, aku ngga balikan sama dia" ucap Viola kesal.


"Belum" ucap kedua orangtuanya secara bersamaan.


//**//


Terimakasih sudah membaca dan mengunjungi novelku..


Salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2