Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Rumah Sakit


__ADS_3

"Ngga bilang-bilang udah balikan" Imbuh Novita, dan langsung menutup mulutnya karna dia keceplosan.


"BALIKAN??!!" tanya semua karna keheranan.


Viola dan Angga pun menceritakan apa yang terjadi di masa lalu. Semua kagum mendengarnya.


"Sungguh, takdir itu nyata, kalian rela merelakan satu sama lain demi orang tua, dan kalian di pertemukan di waktu yang sudah di restui orang tua, beruntung kalian" ucap Arifin.


"Benar, karna waktu yang terus berjalan selalu menuntun jalan sesuai dengan alurnya" ucap Angga.


"Aku punya banyak mantan, tapi kok ngga balikan ya" ucap Bobby.


"Itu masalahnya lain og*b, yang Lo pacarin semuanya itu cuma pelampiasan, makanya ngga ada yang mau balikan sama kamu" ucap Zaenal.


"Cinta Viola dan Angga itu tulus, mereka tidak pernah berfikir bahwa mereka bertemu suatu saat, tapi takdir mempertemukan mereka kembali untuk menjadi lebih baik" jelas Rendy.


"Takdir bisa di ubah ngga" tanya Bobby.


"Mustahil untuk di ubah, walaupun kalian mencoba mengubah takdir, tapi cerita kalian masih di dalam genggaman Tuhan, yang berhak mengatur dan menentukan hanya dia. Jika kalian berjalan ke arah yang salah, itu juga takdir kalian. Ikuti saja alurnya akan ada hikmah di baliknya" ucap Rendy.


"Kok, kamu secerdas ini Ren, aku kagum loh, kamu punya gebetan ya" goda Bobby.


"Nggak, Jomblo itu rajanya bucin, lebih berpengalaman dalam soal cinta" ucap Rendy.


"Rajanya bucin, ehhh... aku iya dong ya, Zaenal juga raja bucin" ucap Arifin.


"Sorry lah, enak aja kalo ngomong, gue nggak suka bucin bucin" ucap Zaenal.


"Bucin itu bukan budak cinta, tapi bukti cinta. Seseorang yang dapat membuat sesuatu gombalan yang baru, orang itu benar-benar tulus mencintai seseorang nantinya" Rendy menjelaskan lagi.


"Eleh, bucin Mulu hidup lu" ucap Bobby


"Justru jomblo akan menemukan pasangan yang benar-benar mencintainya suatu saat nanti, karena sabar menunggu pasangan yang tepat untuk hidupnya di masa depan" Jelas Rendy lagi.


"Udah Ren, jangan bucin Mulu deh, ngeri aku dengernya" ucap Vellicia.


"Ya udah jangan deket-deket" jawab Rendy.


Semua teman-temannya hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.


"Looohhhh... rame bener" Ucap mama Desya yang tiba-tiba datang membawa makanan.


"Hallo om, Tante" sapa semua bersamaan.


"Iya, sini duduk, duduk dulu, maaf ya jika harus ada yang duduk di lantai" ucap mama Desya.


"Ngga papa Tante" ucap mereka berbarengan lagi.


"Kalian ini anak kembar atau satu keturunan, kok ngomongnya kembar gitu" ucap papa Hendra heran.


Semuanya terdiam tidak menjawab.


"Mom, Dad, kami sudah terlalu dekat jadi seperti inilah kebiasaan kami. Tanpa sengaja pasti ada kebiasaan yang sama" ucap Viola.


"Iya benar Tante" ucap Vellicia.

__ADS_1


"Aduh om, ngga bisa bedain kalian, kalian terlalu cantik dan ganteng-ganteng" ucap papa Hendra yang menggaruk tengkuknya tidak gatal.


"Oiya,kami belum perkenalan diri" ucap Bobby


"Kaya ketemu murid baru aja" ucap Arifin lirih, dan Bobby hanya meliriknya sekilas.


"Saya Bobby om, raja ke 5" ucap Bobby.


"Maksudnya" tanya mama Desya penasaran.


"Begini mom, jadi kami semua itu kumpulan Wedhingston Limelight" ucap Viola sambil menunduk.


"Ihhh, grup itu, iya Mommy paham sekarang" ucap mama Desya.


"coba lanjut" ucap papa Hendra.


"Saya Zaenal om, biar saya wakilkan ya om, biar ngga bingung" izin Zenal.


Kedua orang tua Viola mengangguk.


"Yang di sebelah kanan saya ada Arifin dan Rendi, nah itu cewek cewek yang dari ujung kanan Vellicia, sebelahnya Shanti, terus itu Cintya, dan terakhir.." ucap Zaenal terpotong.


"Novita" ucap orang tua Viola berbarengan.


"Om, sama Tante tau" tanya Bobby bingung.


"Dia sahabat baik Viola, dan dia anak kedua dari kami" ucap mama Desya.


"Kembar ya Tan" tanya Bobby asal ceplos.


Mereka semua hanya mengangguk.


"Eh, kalian udah pada makan belum, kalau belum nanti Tante suruh orang rumah nganterin makanan ke sini" tanya mama Desya.


"Ngga usah repot-repot Tan, kami udah makan kok" jawab Vellicia.


"Jangan gitu, nanti kalau kalian sakit kaya Viola bagaimana, kalian makan dulu baru diijinin pulang dan boleh main ke rumah Viola kapan aja" perintah mama Desya.


"Iya mah, suruh orang rumah ke sini aja buat, nanti kalo ngga makan makanan kita, kalian nyesel loh" ucap Viola.


"Permisi" ucap Suster.


"Maaf mengganggu, ini waktunya, sekarang jam nona Viola makan siang"


"Biar saya aja sus" ucap Angga dan menghampiri makanan untuk Viola.


"Biar mama yang suapin Ngga, kamu pasti cape jaga Viola seharian" ucap mama Desya sambil meraih piring di nampan yang di pegang Angga.


"Ngga kok Tan, ngga papa" ucap Angga.


"Ohh, jadi kamu yang mau suapin, kalau kamu yang suapin, ntar temen kamu yang pada jomblo iri nanti" goda mama Desya.


"Tante peka banget si Tan" puji Bobby.


"Karna Tante juga ngalamin dulu Bob, kan Tante juga pernah remaja kaya kalian" ucap mama Desya.

__ADS_1


Semuanya mengangguk mengiyakan.


"Permisi, tuan Hendra, ini makanannya sudah datang" ucap pak Rudi.


"Iya makasih pak, makan sekalian pak" ucap papa Hendra.


"Saya sudah tuan, kalau begitu saya permisi tuan" Pak Rudi dengan sopan sambil mengangguk dengan semua.


Setelah makanan diantarkan, mereka makan bersama sambil bercanda dan tawa.


"Om, Tante, terimakasih banyak, kami semua pamit dulu" ucap Vellicia.


"Iya mah, pah, aku juga pamit ya, kami akan sering-sering datang menjenguk dan menemani Viola" ucap Novita.


"Kamu Angga, bagaimana??" tanya Vellicia.


"Aku juga harus pulang terlebih dahulu, aku akan berganti baju dan datang ke sini lagi" ucap Angga.


"Oiya, tas kamu" ucap mama Desya.


"Ngga papa Tante, Angga masih banyak tas kok di rumah" ucap Angga.


"kok panggilnya om sama Tante si Ngga" heran Bobby.


"Iya Ngga, keluarga kalian juga udah tau kan" ucap Arifin menimpali.


"Ngga papa mah, pah, Angga masih banyak tas kok di rumah, setelah Angga mandi dan berganti baju, Angga ke sini lagi" ucap Angga terus terang.


"Nah gitu dong" ucap Bobby puas.


"Nggak nak, kamu pulang saja, kamu juga kan yang udah nganterin Viola ke sini, kamu pasti cape" ucap mama Desya sambil menepuk bahu Angga.


"Ngga papa mah, kalau Angga lelah, pasti Angga bilang" ucap Angga.


"Om, Tante, kami permisi dulu" ucap Rendy mewakili.


"Hati-hati" ucap papa Hendra.


"Saya pamit, mah pah" ucap Angga.


"Iya, hati-hati nak" ucap papa Hendra sambil menepuk bahu Angga lalu memeluknya.


Mereka semua pun keluar dari Rumah sakit bersama-sama.


"Sabar Ngga, kalau kamu ditanyain orang tua kamu gimana Ngga" tanya Bobby.


"Ya gampang, nganterin calon mantunya ke rumah sakit" Angga singkat.


Mereka memasuki mobilnya mereka masing masing dan meninggalkan rumah sakit itu.


//**//


Terimakasih banyak sudah membaca novel ku..


Salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2